CREATIVEPRENEUR SERIES PART 2: RESOURCES

By July 1, 2015 Creative Series
creativepreneur-series-resources-feature2

Saat memutuskan membuat dan menjual produk sendiri, langkah awalnya adalah menemukan bahan yang tepat. Mungkin saja kita memerlukan bahan dengan spesifikasi khusus mulai dari jenis kayu atau kain, warna cat, jenis finishing, atau mungkin mencari sumber daya yang sustainable. Hal ini tidaklah mudah dan perlu riset mendalam. Kita perlu menyediakan waktu (dan dana) khusus untuk membuat sample atau mencari tukang mana yang bisa menghasilkan produk dengan rapi.

Dian Elvira dari KEMALA Home Living melakukan riset sekitar 6 bulan. Mulai dari membuat konsep usahanya seperti apa, strategi pemasaran di awal bagaimana, dan mencari vendor material yang diperlukan. Setelah sekarang sudah jalan sekitar satu tahun, Dian merasa punya business plan seperti itu cukup membantu untuk mengarahkan fokus pengembangan dan langkah apa saja yang diperlukan to get the business going. 

 

1. Bagaimana cerita sampai akhirnya bisa menemukan vendor bahan produk yang sesuai dengan konsep KEMALA Home Living?

Produk KEMALA bisa dibilang ada dua jenis utama: fabric-based dan wood-based. Untuk produk-produk dari kain, aku memang sudah lama menyimpan kontak pengrajin-pengrajin dan penjual kain yang aku temui saat aku jalan-jalan di Jawa, Bali, Lombok, Flores, Kalimantan, dsb. Jadi aku menghubungi mereka untuk supply kain tradisional seperti batik, tenun, dan lurik.

Read More

You Might Also Like

HOW TO UNWIND

By June 29, 2015 Tips
how to unwind

Selama empat bulan terakhir ini, saya tidak dibantu nanny saat mengurus Kira. Capek? Pasti. Apalagi anak perempuan saya ini termasuk golongan anak aktif, dan saya juga ada kegiatan lain seperti mengurus Living Loving dan made by n. Meski ada asisten rumah tangga yang datang sekitar 3 jam di pagi hari, aktivitas saya dari pagi hingga tengah malam seringkali nonstop. Belum lagi kalau pakai acara menyetir yang biasanya memakan waktu 2-4 jam sehari. Badan jadi mudah sekali lelah dibanding sebelumnya.

Memang, salah satu kesalahan utama saya sekarang adalah belum menyempatkan diri berolahraga. Mungkin sudah saatnya ya cari YouTube channel olahraga yang bisa saya ikuti di rumah (kalau ada rekomendasi boleh banget, lho). Tapi, sambil mencari waktu yang pas untuk rutin olahraga, saya ada beberapa cara supaya badan lebih rileks setelah beraktivitas. Read More

You Might Also Like

MAKE YOUR HOME A HAPPY NEST (PART 2)

By June 25, 2015 DIY Project, Event Report
event-happy-nest-livingloving-21

Akhir pekan lalu adalah bagian kedua dari rangkaian kelas Happy Nest Series. Kali ini kami bermain-main membuat rumah boneka dari kayu bersama Martha Puri dari Ideku Handmade dan membuat hiasan dinding dengan teknik stensil bersama Putri Santoso dari Mola.

Sabtu, 20 Juni 2015 adalah kelas Tiny House, menghias rumah boneka bersama Puri. Project ini sebenarnya berawal dari keinginan kami sendiri yang ingin membuat rumah boneka untuk Sabria dan Kirana. Lalu akhirnya terpikir sekalian saja dibuat workshop agar bisa seseruan bareng teman-teman yang lain. Setelah mencoba beberapa bahan, akhirnya kami memutuskan memakai rumah boneka dari bahan plywood tebal yang bisa dilepas pasang.

Puri memandu para peserta untuk melukis bagian luar rumah dan melukis detail pada template furnitur. Selain itu, rumah-rumahan ini juga dihias dengan kertas scrapbook aneka motif dari Made With Love Indonesia. Tiap peserta juga mendapat satu buah boneka kayu mini buatan Kayakayu. Para peserta keasyikan menghias rumah masing-masing sampai waktu workshop pun molor jauh dari yang seharusnya :))

event-happy-nest-livingloving-19

Read More

You Might Also Like

MAKE YOUR HOME A HAPPY NEST

By June 24, 2015 DIY Project, Event Report
event-happy-nest-livingloving-14

So, what makes a house, a home? Bagi kami, yang membuat sebuah hunian terasa sebagai rumah adalah kehangatan keluarga dan sentuhan personal sang pemilik rumah saat mendekorasinya. Salah satu cara untuk memberi sentuhan personal tersebut adalah dengan menghias rumah menggunakan barang-barang buatan tangan sang pemilik rumah. Itulah yang membuat kami berdua menyusun The Happy Nest Series ini.

Kelas pertama adalah kelas paper-folding bersama Raya Jenie dari Fold Me NOW. Raya bercerita sedikit tentang perbedaan origami konvensional dan modern. Dalam origami konvensional yang paling saklek, ada aturan bahwa kreasi origami hanya boleh dibuat dari selembar kertas bujursangkar tanpa boleh menggunting atau menempel kertas. Namun pada perkembangannya ada beberapa yang mengembangkan teknik origami modern dengan menerapkan bentuk-bentuk geometris dan sistem modular. Jenis inilah yang diajarkan Raya pada peserta kelas Cut & Fold hari Sabtu, 13 Juni 2015 lalu.

Ada tiga teknik yang diajarkan Raya hari itu: prism, double-pyramid, dan modular. Setiap peserta pun dapat kesempatan mengkreasikan bentuk double-pyramid menjadi benda dekoratif untuk hiasan rumah. Pada akhir sesi, Raya mengajarkan cara sederhana membuat vas origami dari selembar kertas. Agar mudah dilipat, kertas digores sedikit dengan jarum.

event-happy-nest-livingloving-2

Read More

You Might Also Like