LIVING LOVING’S CLASS: PLAY WITH FLOWERS

By August 21, 2014 Events
play-with-flowers-livingloving

So, last month we held our  ‘Afternoon Delight: Play with Flowers’ event with our dearest friend, Kitty Manu. We also invited creative blogger, Claradevi to share some of her tips on making beautiful head crown too. You can check out #LLafternoondelight hashtag on Instagram for more Afternoon Delight photos.

We had a really good time and met a lot of new friends, and we wanted to do it again! So, let us encourage the creative within person in you, meet new like-minded friends and learn to make beautiful things from fresh flowers with our crafty friend, Kitty Manu  from KittyKitz Workshop and Claradevi in our first Living Loving’s Class.

This event will be held at our friend’s space, Jungle Audio Post, Jl. Puri Sakti 1 No. 25, Cipete Selatan, Jakarta Selatan on Saturday, August 30th 2014.

LL-class-play-with-flowers-flyer-purple-IG

Kitty Manu will teach how to make rustic corsage, while Ms. Claradevi from Lucedale will share her tips on making flowers headcrown. You’ll also get the chance to taste homemade mini tarts and muffin from Nuna’s Baked Goods.

Price Rp150.000/person. (payment via bank tranfer)

Go to our event page for more info and Eventbrite for registration

UPDATE (Kamis, 21 Agustus 2014, 19.00 WIB)

Buat yang baru mau daftar, bisa daftar di waitlist.

Jika waitlist mencapai kapasitas minimum (15 orang), maka kami akan buka sesi 2 pada hari Sabtu, 30 Agustus 2014, 15.30-18.00 WIB. :)

event-play-with-flowers-livingloving-claradevi

Feature photo courtesy of Claradevi.

You Might Also Like

HOMEMADE BUTTER MAKES MY DAY BETTER

By August 20, 2014 Loving
loving-food-chikalicia-butter-5

Kalau diminta memilih waktu favorit dalam satu hari, saya akan bilang pagi hari. Saya memang bukan tipe orang yang bangun sebelum matahari terbit. Tapi mengisi pagi hari dengan duduk, sarapan dan minuman hangat favorit (setelah minum dua gelas air putih tentunya) selalu jadi aktivitas rutin yang bisa membuat mood saya bagus sepanjang hari. Kalau saya bangun terlalu siang dan nggak sempat melakukan kegiatan sederhana ini, saya jadi suka agak bingung harus mulai dari mana dan bukan nggak mungkin mood jadi naik-turun.

Pagi ini menyenangkan sekali, deh. Karena saya dapat kiriman dua buah homemade organic butter teman baik saya, Chika. Chika itu salah satu supermoms yang saya kenal. Meski dia sibuk dengan pekerjaan freelance-nya sebagai fashion stylist, dia juga senang sekali masak. Di sela kesibukannya, dia masih sempat masak untuk suami dan anaknya. Nggak jarang pas saya buka Path jam 11 malam dan status update Chika adalah sedang sibuk masak di dapur. Itu kenapa kami pernah “menodong” Chika untuk berbagi resep ‘Crispy Chicken with Honey & Garlic‘.

Dalam urusan dapur ini, Chika peduli banget tentang bahan baku makanan yang dikonsumsi keluarganya. Itu juga kenapa akhirnya Chika mutusin untuk membuat homemade butter, dan akhirnya justru jadi bisnis rumahan bernama Chikaliciakitchen bersama dua temannya, Hary dan Reni.

loving-food-chikalicia-butter-2

Balik ke urusan butter. Homemade organic butter Chikalicia terdiri dari empat varian utama yaitu Almond Butter, Hazelnut Butter, Peanut Butter dan Cashew Butter yang bisa dipilih jenis yang manis, tidak manis dan dengan tambahan cokelat. Semuanya menggunakan bahan baku organik bersertifikat. Nah, dari dua varian yang saya coba pagi ini adalah Almond Butter (sweetened) dan Hazelnut Butter (unsweetened), saya paling suka yang Almond Butter. Selain dasarnya memang suka sekali almond..saya juga belum bisa move on dari yang manis-manis. Teksturnya juga cukup lembut jadi mudah dioleskan di roti. Namun sebelum dikonsumsi, sebaiknya butter yang ada di dalam kemasan diaduk dulu dengan sendok ya supaya semua bahan tercampur rata.

Hingga saat ini saya baru nyobain homemade organic butter ini dengan roti tawar saja, tapi kabarnya enak juga lho dioleskan ke roti gandum atau pisang. Kalau saya sendiri biasanya paling suka menggabungkan peanut butter dengan selai buah dan cornflakes untuk isi roti. Nah, pengen juga nyobain butter dari Chikaliciakitchen ini dengan selai stroberi dan cornflakes.

Thank you Chika, Akid dan Reni untuk kirimannya yang bikin rutinitas “pagi santai” saya jadi lebih manis. :*

Kalau ingin tahu lebih banyak tentang Chikaliciakitchen, cek Instagram, Facebook atau website-nya.

 

 

You Might Also Like

PHOTOSHOP FOR BLOGGERS WORKSHOP WITH SMITHIES

By August 20, 2014 Events
workshop-smithies-photoshop-bloggers-august-2014-livingloving-9

Sabtu lalu kami diundang oleh Smithies buat datang ke workshop ‘Photoshop for Bloggers’ mereka yang diadakan di LIMA, Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Yup, akhirnya ada juga workshop yang mengajarkan dasar program photo editing ini, dan kali ini pengajarnya adalah Evan Fardoni dari Endless Creative Lab. Jujur, saya sudah agak lupa mengoperasikannya, karena terakhir ikut les Adobe Photoshop sepuluh tahun yang lalu dan laptop saya sekarang kurang memadai untuk dipasang Photoshop. Jadi, bisa mempelajari Photoshop lagi itu menyenangkan juga, lho. Materi yang diajarkan di sini, selain pengenalan tools, juga cara mengedit foto menjadi lebih dreamy dan memasukkan teks serta membuat animasi gif.

Oya, Smithies ini adalah creative craft workshop yang didirikan oleh Ailice, Stephanie dan Steffiane yang bersahabat sejak kuliah dan sangat suka dengan craft. Biasanya mereka suka meluangkan waktu khusus untuk membuat prakarya, tapi kemudian kegiatan “bikin-bikin” bareng ini justru membuahkan ide untuk membuat workshop sendiri.

Saat pertama kali masuk ke ruangan workshop, saya langsung ingat dengan Blogshop yang dibuat Angela Kohler dan Bri Emery dari Design Love Fest yang ternyata juga blogger favorit Ailice, Stephanie dan Steffiane. Suasana workshop yang cerah dengan sentuhan warna-warna yang bikin happy jadi bikin saya lupa kalau sebenarnya saya sedang mau belajar program komputer. Kalau dulu yang namanya workshop, apalagi workshop komputer, biasanya kesannya kaku dan serius. Sekarang, workshop justru terasa santai dan cair. Suasana yang akrab pun bikin kita jadi lebih mudah untuk membuka percakapan dengan peserta lain. :)

workshop-smithies-photoshop-bloggers-august-2014-livingloving-8 workshop-smithies-photoshop-bloggers-august-2014-livingloving-7Para peserta nggak hanya dapat ilmu baru, tapi juga bingkisan untuk dibawa pulang. Kali ini ada 1 pot kecil succulent dari Grow Your Little Garden dan stationery dari Smithies dan KYUB. Dan berhubung workshop diadakan siang hari, jadi ada break makan siang dengan menu yang enak dan mengenyangkan. Iya, beneran kenyang saya sampai nggak bisa menghabiskannya.

workshop-smithies-photoshop-bloggers-august-2014-livingloving-2workshop-smithies-photoshop-bloggers-august-2014-livingloving-6 Read More

You Might Also Like

BERBURU BARANG RETRO & VINTAGE DI TOKO AMAL

By August 19, 2014 contributor, Places
contributor-berburu-toko-amal-andine-joyonegoro-livingloving-7

Karena diskon musim panas sedang genjar-gencarnya di London, beberapa hari lalu saya membeli baju baru dari H&M. Namun ketika baju tersebut saya ingin gantung di lemari, tidak ada tempat lagi, sesak sekali lemari pakaian itu. Saya pun bertekat untuk mensortir baju-baju yang sudah lama tidak saya kenai. Lalu apa yang saya lakukan dengan baju – baju tersebut? Tentunya masuk ke tumpukan untuk pergi ke ‘charity shop’.

Diantara baju-baju yang saya temui baju yang saya beli di charity shop atau toko amal, yang malah tidak rela saya berikan. Kenapa?  karena benar-benar vintage, bukan hanya retro! Rok ungu dan juga rok tribal kuning hitam dari Marks and Spencer ketika masih bernama St Michael.

 

contributor-berburu-toko-amal-andine-joyonegoro-livingloving-1

Nah, Charity shop adalah salah satu cara badan-badan amal di Inggris mengumpulkan uang dari pribadi, dengan cara menjual kembali barang-barang secondhand yang diberikan orang ke toko itu dengan harga sangat murah. Toko-toko ini biasanya milik Cancer Research, Oxfam, British Heart foundation dan lain sebagainya. Di negara-negara lain di Eropa pun ada konsep ini, seperti di Belanda dinamakan “kringloop”, tapi kalau menurut saya nggak sebanyak di Britania raya, karena setiap kota kecil atau besar ada toko – toko ini.

Bedanya dengan vintage shop biasa adalah, barang-barangnya nggak dikurasi dan nggak ngikutin tren vintage. Jadi lebih tergantung nasib juga untuk ketemu barang bagus, tapi tentunya lebih murah.  Plus kamu memberikan uang untuk amal. Lebih baik lagi, kan?

Selain baju-baju, kamu juga bisa dapet buku-buku bekas, piringan hitam, peralatan rumah tangga dan terkadang furnitur. Nggak jarang saya menemukan piring pyrex vintage misalnya yang biasa dijual di toko-toko vintage sekitar £60 disana bisa hanya £7. Dengan kurs valuta 1GBP = IDR 20,000, harganya beda jauh. Sayangnya rumah saya nggak bisa menampung tambahan piring cantik lagi.

contributor-berburu-toko-amal-andine-joyonegoro-livingloving-collage

Jaket kulit ini saya beli hanya £10, sedangkan di toko-toko vintage bisa sekitar £35-£80. Bagi yang gemar menjahit, kadang bisa dapat pola-pola baju vintage sekitar 80pence sampai £1.5

contributor-berburu-toko-amal-andine-joyonegoro-livingloving-6Almari kaca ala tahun 60-70an ini £20 = IDR 400,000 & Cangkir-cangkir angka-angka ini satu set £8 = IDR 160,000.

Read More

You Might Also Like

WE LOVE: PRUNEE

By August 14, 2014 Loving, sponsored
sponsored-prunee3

Lembut, empuk, dan yummy. Itu kesan pertama yang dirasain waktu makan lapis surabaya dari Prunee. Kami pertama kali mencicipnya waktu pemotretan bersama Martha Stewart Living Indonesia beberapa waktu lalu. Lapis surabaya versi Prunee is a classic cake with a twist. Prunee  ingin membuktikan cake dari Indonesia tidak kalah menarik dari cake mancanegara, dengan membawa style brand yang modern dan berinovasi dengan bahan baru. Prunee menyediakan lapis surabaya yang terdiri dari 2 lapis (lapis coklat dan lapis kuning), berbentuk bundar berdiameter 18 cm. Memiliki tiga varian lapis surabaya dengan isian selai stroberi, selai blueberry, dan Nutella.

sponsored-prunee5

sponsored-prunee4 Read More

You Might Also Like