A CHOCOLATE STORY

By November 15, 2014 Loving, sponsored
sponsored-pipiltin-cocoa-chocolate-story-6

Did you know that Indonesia is the third largest producer of cocoa beans?

Yes, Indonesia. Not Switzerland. Or Belgium. Both country, well-known for their delicacy in chocolate products, can’t produce Cocoa because the cacao tree can only grown in a tropical climate, between 10ºN and 10ºS of the Equator.. The largest producing countries are Côte d’Ivoire, Ghana, and Indonesia. We provides about 16 percents of global cocoa production. Data from the United Nations Food and Agriculture Organization (FAO) said that Indonesia produced 574 thousand tons of cocoa in 2010. Currently, Indonesia cocoa production reached 809 thousand tons. (source: http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id).

That’s just an interesting fact that we found out during our Whimsical Garden workshop preparation 3 weeks ago. Irvan, one of the two siblings who co-founded Pipiltin Cocoa says that although we’re a large chocolate producing country, when it comes to chocolate processing Indonesia fell behind from other countries. “Indonesia has lots of good quality cocoa beans. Why not make use of it? Why sell it abroad and then buy an imported chocolate instead?”. That’s why he and his sister Tissa open Pipiltin a year ago. They sources their chocolate from local cacao plantation like Pidie Jaya, Aceh, and Tabanan, Bali. The Pidie Jaya’s chocolate has more intensity and a hint of tobacco aroma, while the fruity flavor with bright acidity is the main character of Tabanan cocoa. They also made chocolate bar that made from cocoa beans harvested in Glenmore, Banyuwangi. But the Tabanan chocolate is the highlighted varians for now.

sponsored-pipiltin-cocoa-chocolate-story-5

Read More

You Might Also Like

LOOKING FOR A NEW TOY

By November 7, 2014 Life
life-camera-livingloving-2

Saat memulai Living Loving, kami berdua berbekal kamera pocket masing-masing. Miranti dengan Canon PowerShot S90 dan saya dengan Canon PowerShot S95. Iya, kami memang suka terlalu kompak. Selain anak kami lahirnya berdekatan, kamera kami pun tipenya sama. Hanya beda satu generasi aja. Padahal nggak janjian lho belinya.

Kami suka sekali dengan kamera ini. Awalnya saya sempat agak kagok, karena sebelumnya saya memakai Canon S5IS Canon G12 di mana banyak fungsinya bisa dioperasikan melalui tombol dan layarnya bisa diputar. Namun ukuran S95 yang lebih kecil dan ringan bikin saya nggak menyesal. Kamera ini sering saya bawa ke mana-mana. Mayoritas foto untuk konten di blog ini pun memakai kamera pocket kami berdua.

life-camera-livingloving-1 Read More

You Might Also Like

KELILING DUNIA DARI RUMAH

By November 5, 2014 sponsored
Sleek-Hong-Kong-1

Travelling is one way to refresh our mind.

Salah satu hal yang menyenangkan dari berlibur adalah pikiran kita bisa istirahat dari rutinitas sehari-hari. Jalan-jalan, baik di dalam maupun luar negeri, bisa memberi kesempatan untuk melepaskan diri dari kepenatan sembari menikmati suasana di destinasi liburan. Setiap tempat yang kita datangi, kota atau negara manapun memiliki keunikannya sendiri. Selain bikin rileks, juga dapat memancing inspirasi.

Yang kurang menyenangkan dari liburan? Mungkin saat pulang ke rumah dan bersiap-siap kembali ke rutinitas. Kadang nggak rela dan berharap dapat kembali menjelajahi tempat-tempat seru lainnya. Rasanya ingin sekali punya “pintu ke mana saja” agar bisa dengan mudah merasakan suasana liburan.

Bulan September lalu kami sempat diundang ke acara launching kampanye baru dari Dulux Pentalite Colours of The World di The Foundry 8, SCBD Jakarta, yaitu inspirasi warna yang diambil dari 9 tempat wisata favorit di berbagai penjuru dunia. Pilihan warna dari Dulux Pentalite ini berangkat dari riset yang dilakukan Dulux di Indonesia. Hasil riset menunjukkan 98% responden menyatakan bahwa berwisata bersama keluarga dapat mempererat ikatan satu sama lain. Sayangnya, kadang acara jalan-jalan ini tidak terlaksana karena keterbatasan waktu atau jadwal anggota keluarga yang susah dicari titik temunya.

Hal itulah yang menginspirasi kampanye Dulux Pentalite Colours of the World. Konsumen bisa membawa pulang suasana khas tempat wisata favorit ke dalam rumah. Selain memudahkan kita memilih paduan warna untuk dinding interior, kampanye “Dulux Pentalite Colours of The World” ini juga ingin menciptakan kembali suasana rumah yang lebih hangat dan menyenangkan.

Waktu acara launching, ada pasangan Adrian Maulana dan Dessy Ilsanty yang sharing soal interior rumah mereka. Mereka mengecat ruang keluarga di rumah dengan nuansa warna netral kesan zen ala Jepang. Menurut mereka, rasanya setiap hari seperti berlibur dan keluarga mereka jadi lebih dekat karena lebih sering di rumah.

Zen-Japan-2

Bicara soal liburan, saya dan Nike sangat suka pantai dan cenderung memilih berlibur ke pantai daripada gunung. Secara terpisah bersama keluarga masing-masing, kami sempat mengunjungi beberapa pantai di Indonesia seperti pantai-pantai di Bali, Banten, Kalimantan atau Sulawesi, tapi salah satu impian kami adalah bisa mengunjungi pantai indah di Maldives.

Kebetulan salah satu palet warna di Dulux Pentalite Colors of The World ini adalah Dulux Pentalite Relaxing Maldives. Kombinasi cat bernuansa biru yang terinspirasi dari keindahan laut Maldives. Pas banget bagi yang suka suasana tenang dan damai. Hitung-hitung merasakan atmosfer Maldives sebelum bisa ke sana beneran (amin!). Kalau suka mengumpulkan kulit kerang, mungkin bisa memanfaatkannya sebagai hiasan dengan menempatkan kerang dalam stoples kaca agar lebih menguatkan kesan pantai.

Relaxing-Maldives-31

maldives_diningroom

Read More

You Might Also Like