READING

DIY HIASAN DINDING DARI RANTING KERING

DIY HIASAN DINDING DARI RANTING KERING

Di Living Loving, kami semua termasuk geng pencinta jalan sore. Biasanya, kalau sedang di rumah dan sedang nggak ada tugas yang harus dikerjakan segera, kami akan mengajak anak-anak untuk bermain. Mainnya, paling sering ya ke taman. Kalau nggak naik sepeda, ya cukup jalan saja. Yang penting, anak-anak bisa menikmati udara segar. Begitu juga ibunya. Selain untuk penyegaran, kadang juga bisa memantik ide kreatif untuk bebikinan di rumah.

Dengan kehidupan yang serba cepat kayak sekarang, punya waktu yang agak berjalan lambat itu rasanya perlu untuk menjaga pikiran tetap waras. Saat jalan-jalan itu kan kita biasanya punya waktu untuk lebih memerhatikan anak-anak atau ngobrol santai tentang apa dan bagaimana dia sehari-hari. Bahkan, kadang-kadang jadi punya waktu untuk ngobrol dengan diri sendiri. Soalnya saat jalan atau duduk sendirian menemani anak main, pikiran dan hati kita biasanya jadi lebih terbuka untuk diajak “bicara”. Sedikit berkontemplasi bisa jadi.

Jangan heran kalau dari jalan sore kita kadang jadi punya pemecahan untuk masalah yang kita hadapi atau malah muncul ide-ide baru karena melihat banyak hal di sekitar kita. Setidaknya itulah yang saya alami. Setiap jalan sore, anak saya (seperti halnya Kira kalau jalan sore dengan Nike), senang sekali mengumpulkan “harta karun”, semacam daun-daun kering, buah-buahan, hingga ranting beraneka bentuk dan ukuran. Sampai di rumah, hasil temuan tadi kalau tak diolah menjadi bahan mainan baru, seringnya ya dibiarin aja. Kalau nggak cepat-cepat diberesin, malah ngotorin rumah atau jadi sampah.

Nah, pas lagi sering hujan kaya sekarang dan suka susah main ke luar, akhirnya saya kepikiran untuk berkreasi di rumah menggunakan hasil “tangkapan” sore itu . Ranting-ranting kayu yang kemarin hanya dimainkan jadi stik drum akhirnya saya olah menjadi hiasan dinding sederhana. Bagaimana cara membuatnya? Cek langkah di bawah ya.

Alat dan Bahan
Ranting pendek untuk hiasan
Ranting panjang untuk gantungan
Ampelas halus
Kuas
Cat akrilik
Palet cat
Tali untuk menggantung hiasan dinding

Cara Membuat
1. Siapkan ranting atau batang pohon. Sebaiknya yang berdiameter sekitar 1-2cm agar pola cat cukup terlihat. Kelupas kulit kayu kalau memang ada, kemudian ratakan kayu menggunakan ampelas agar permukaannya menjadi halus.

2. Siapkan cat. Sebelum diaplikasikan ke atas kayu, kamu bisa mencoba mengaplikasikan sedikit cat di atas kertas untuk melihat perpaduan warnanya. Putuskan warna yang kamu inginkan sebelum mulai mengaplikasikannya di atas kayu supaya nanti nggak bingung lagi saat sudah mulai mengecat. Dan, supaya hasilnya rapi.

3. Setelah itu, tuangkan cat ke atas palet dan mulailah mewarnai. Buat pola garis-garis grafis atau pola apa pun sesuai dengan keinginanmu. Coba bereksperimen dengan padu padan warna cat. Setelah semua ranting selesai dicat, jemur di tempat teduh hingga benar-benar kering.

4. Selanjutnya siapkan tali untuk menggantung. Pertama, potong tali cukup panjang, tekuk dua, lilitkan tali ujungnya beberapa kali ke ranting kecil. Sisakan bagian yang membentuk hoop pada pangkal tali untuk menjadi pegangan ke ranting besar. Ikat mati bagian ujung tali yang berdekatan dengan ranting kecil untuk mengencangkan. Setelah itu, letakkan tali panjang yang memiliki hoop di bagian ujungnya di bagian bawah ranting besar, lalu selipkan ranting kecil ke dalamnya. Tarik ranting hingga menjuntai dan menggantung dari ranting besar.

5. Pasang tali panjang di bagian ujung kiri dan ujung kanan ranting besar. Selesai, deh. Kamu tinggal menggantungkannya pada paku di dinding.

Hanya dengan bermodalkan ampelas, cat akrilik, dan tali, ranting-ranting kayu yang semula teronggok begitu saja, kini bisa menjadi hiasan untuk ruang keluarga, kamar, hingga ruang kerja. Silakan kamu berkreasi memanfaatkan bentuk, susunan, ukuran, hingga padu padan warna sesuai yang disuka untuk menciptakan hiasan dinding yang sesuai dengan gayamu, ya.


Sempat bekerja di majalah Martha Stewart Living Indonesia selama 5 tahun. Ibu satu putri ini adalah kontributor untuk artikel seputar tanaman, inspirasi dekor, dan DIY project.

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER