READING

WORKSPACE: KANYA DIEDRA & ANYA KARDIN

WORKSPACE: KANYA DIEDRA & ANYA KARDIN

Setiap produk keluaran terbaru dari koleksi KAR Jewellery ini selalu membuat kami mencari alasan untuk membelinya. Pilihan warna yang lembut jadi cantik untuk dipadu-padankan dengan baju apapun. Di tahun 2013, duo keramikus ini memutuskan untuk berkolaborasi dalam mengeksplorasi material yang sudah mereka kenal sejak kuliah yaitu keramik. Mereka memilih untuk mengolah material ini menjadi aksesoris yang mempercantik tampilan perempuan di momen-momen spesial. Kami sendiri, masing-masing sudah merasakan jadi semakin girly kalau pakai anting atau kalung dari brand ini.

Berbasis di kota Bandung, mereka berdua berhasil menarik perhatian publik dalam negeri maupun luar. Memperkenalkan produk lokal pada pasaran internasional jadi stepping stone bagi mereka dan ternyata respon yang mereka terima sangat baik. Seperti apa, sih, tempat kerja di mana mereka mengumpulkan ide?

Sejak mereka memulai bisnis ini, dengan anggota yang berjumlahkan dua orang mereka menggunakan area seadanya di salah satu bagian depan rumah. Setelah permintaan pasar yang meningkat otomatis kebutuhan untuk menambah bantuan tangan pun jadi pertimbangan. Akhirnya di tahun 2017 mereka merombak area kerjanya tersebut supaya bisa menjadi area yang lebih nyaman dan efektif untuk berkarya. Area workshop yang berluasan 12m2 dan area kerja sebesar 20m2 ini nggak hanya untuk mereka bekerja, tetapi juga menyediakan area miniΒ showroom untuk dilihat para pengunjung yang datang.

Bisa jelaskan secara singkat tentang apa yang kalian kerjakan?
Kami mengolah tanah porcelain menjadi rangkaian perhiasan keramik.

Deskripsikan KAR Jewellery dalam 3 kata….
Eksploratif, Inovatif, dan laid-back luxury.

Boleh ceritakan letak studio / area kerja kalian ini?
Studio kami awalnya terletak di bagian depan rumah tinggal yang memang sebelumnya disewakan menjadi toko dan merambah ke area ruang tamu yang dialih-fungsikan menjadi work space.

Apakah konsep dibalik desain studio kalian ini?
Kami ingin membuat area kerja yang mampu memfasilitasi ruang kerja keramik dan ruang kerja untuk assembling, foto, dan paper works. Selain itu kami ingin berada di area kerja yang cantik (sedap dipandang dan nyaman digunakan) namun tetap fungsional.

Dari mana kalian mendapatkan inspirasi dalam desain studio ini?
Desain studio kami dibuat oleh Eugenio Hendro. Ide awal berasal dari obrolan santai mengenai cita-cita memiliki area kerja yang nyaman dan fungsional, akhirnya Eugenio membuat desain area kerja yang sesuai dengan karakteristik KAR.

Boleh diceritakan pembagian zona-zona ruang di dalam studio KAR?
Terdapat 2 ruang utama di dalam studio KAR, yaitu ruang kerja keramik (area workshop) untuk bagian produksi keramik dan office area.

Apa yang menjadi trigger awal kalian untuk merenovasi area kerja kalian ini?
Trigger awal muncul karena semakin lama area kerja kami semakin berantakan dan tim mulai bertambah, sehingga kebutuhan untuk renovasi muncul.

Setelah studio ini sudah melewati proses renovasi, apakah memberikan pengaruh dalam pekerjaan?
Iya, karena setelah renovasi area kerja menjadi lebih nyaman, efektif, dan terang.

Menurut kalian mendekor area kerja itu penting nggak?
Penting, karena itu meningkatkan mood dan suasana di dalam tempat kerja.

Apakah yang paling kalian suka dari studio ini?
Kami senang dengan nuansa putih dan aksen merah muda serta area kerja yang terasa lebih efektif.

Bagaimanakah biasanya kegiatan sehari-hari di studio KAR?
Kegiatan sehari-hari dipenuhi dengan kegiatan produksi, brainstorming, foto produk, dan lain-lain. Saat makan siang menjadi waktu kami untuk saling sharing atau berdiskusi karena kebiasaan di studio adalah makan siang bersama dari katering atau kami senang mencoba restoran baru untuk delivery.

Apakah kalian masing-masing punya kebiasaan bekerja yang unik?
Saat bekerja Kania senang menonton film Korea sedangkan Anya senang nyemil saat bekerja.

Sejak kapan kalian mulai tertarik dengan desain aksesoris untuk wanita dan bagaimana akhirnya menjadikannya sebuah bisnis seperti sekarang?
Semenjak kuliah ketertarikan untuk membuat aksesoris dari keramik sudah mulai muncul lalu dengan adanya beberapa kesempatan pameran baik di dalam dan di luar negeri serta melihat respon market terhadap produk kami semakin memantapkan langkah kami untuk terus maju.

Apa rencana kalian kedepannya untuk bisnis ini?
Kami ingin mengembangkan bisnis perhiasan ini lebih maju dan luas lagi. Tahun depan kami akan mulai lebih fokus pada custom ring order dan memperluas market ke luar Indonesia.

Terima kasih, ya, Kanya dan Anya sudah meluangkan waktunya untuk Living Loving. Setelah melihat studio pembuatan aksesoris keramiknya ini, kayaknya benar-benar menggambarkan karakter mereka dan produknya. Very feminine, indeed!

 

*semua foto milik KAR dan pengambilan gambar oleh Refa Adireja


Ibu satu anak yang suka mempercantik rumah. Sebelumnya bekerja sebagai desainer interior di IKEA. Sangat suka menulis dan menonton film yang realistis, dan penggemar berat karya-karya Woody Allen. Kamu bisa menyapa April lewat editorial (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER