LOVELY NEST: ATIT + RIZA

Dengan rumah yang berluasan minim dan serba compact, Atit dan Riza berhasil membuat tempat tinggalnya terasa nyaman dan tetap menghasilkan hari-hari yang produktif. Berlatar-belakang arsitektur, Atit memilih tinggal di daerah yang lebih jauh dari pusat kota karena luasan tanah yang lebih luas dan bisa didesain sepuasnya ketimbang di pusat kota dengan bangunan rumahnya harus nrimo. Desainnya sendiripun berbuahkan hasil yang sudah lama Atit bayangkan dari masa-masa melihat gaya-gaya desain rumah dari komik dan menonton anime, dua pengaruh terbesar dalam proses mendesain rumah ini.

Rumah di atas tanah seluas 99m2 ini bagi Atit dan Riza bukan hanya sebuah tempat tinggal, tapi juga merupakan sebuah starting point, tempat belajar setiap harinya, tempat pembentukan karakter, tempat mensyukuri dan menikmati hidup secara sederhana dengan orang-orang terdekat. Nominal sekecil apapun, Atit ingin menunjukkan bahwa makna di balik pembuatan sebuah tempat tinggal itu lebih dalam dan tidak sesederhana untuk tempat berteduh saja. Baginya, pembangunan ini merupakan proyek yang sudah berpengaruh besar dalam hidupnya.

Apa sih kesibukan kamu dan Riza?

Saya seorang arsitek, wedding decorator dan sedang dalam proses menyiapkan jurnal tentang rumah dan masak-memasak. Sementara suami saya, Riza, bekerja sebagai animator. Selain pekerjaan utama kami tersebut, kami berdua juga berkolaborasi untuk membuat suatu brand food and kitchen supply bernama NIKU yang akan relaunch akhir tahun ini setelah tahun kemarin di-hold karena sibuk dengan urusan rumah dan yang lainnya.

3 kata yang mendeskripsikan dirimu.

Active, Curious, Meticulous

Ceritain dong konsep desain rumahmu, dan kenapa kamu pilih konsep itu?

Dari dulu saya suka dengan teori “form follow function”. Teori itu juga yang menginspirasi saya untuk mendesain, ketika semuanya berangkat dari kemampuan dan kebutuhan. Menurut kami rumah bukan hanya tentang interior/exterior yang bagus tapi juga tentang nilai-nilai yang lain juga. Secara kemampuan, Saya dan Riza punya budget yang super ketat dan dari situ saya mulai mempelajari tentang kebutuhan, pola kehidupan kami sehari-hari dan pembentukan kebiasaan baru serta goal hidup kami kedepannya untuk diaplikasikan dalam bentuk solusi desain.

Sebagai contoh, saya banyak menghabiskan waktu di dapur sementara Riza banyak menghabiskan waktu di meja kerja atau di depan TV. Karena itu saya membuat desain open space antara dapur, ruang kerja dan ruang TV. Selain karena mensiasati luasan yang minim, kami juga jadi bisa berbagi pemakaian lampu, ac, tv, speaker dan lain-lain sehingga konsumsi listrikpun jadi lebih hemat. Saya juga membuat cross ventilation dan bukaan jendela besar sehingga dari jam 6 pagi sampai 5.30 sore seluruh ruangan di rumah sudah cukup terang dan udara juga bisa masuk ruangan. Itupun meminimalisasi pemakaian lampu dan pendingin ruangan. Tujuannya disini bukan hanya semata-mata untuk menghemat pengeluaran dengan hemat listrik, tapi juga belajar untuk hidup lebih peka.

Mungkin kata kuncinya selama mendesain adalah compact, declutter, organize, sustainable, kinder, less waste dan light . Dari hal-hal itu setiap elemennya didesain mengikuti fungsinya secara detail. Contohnya, karena luasan rumah yang super minim, penempatan storage adalah salah satu hal yang saya perhatikan. Dari mulai merancang area peletakan, memilih wadah atau box secara cermat sampai merencanakan solusi desain untuk merubah kebiasaan sehari-hari untuk menjadi lebih rapi dan bersih. Mungkin alasan saya memilih kata-kata kunci tersebut adalah karena saya ingin mempunyai rumah yang dapat merangsang kebiasaan buat saya, Riza dan calon anak kami nanti. Saya percaya rumah adalah tempat pertama membentuk kebiasaan.

Berapa lama proses pembuatannya? Apa sih kejadian paling menarik selama proses pembuatan rumah ini?

Kami menghabiskan waktu sekitar 5-6 bulan untuk mencari tanah secara gerilya. Mulai dari cari-cari di internet, tanya-tanya teman sekitar, sampai pakai motor keliling-keliling. Proses desain dan persiapan tukang sekitar 4-5 bulan. Sementara untuk membangun dari tanah kosong sampai ditempati, menghabiskan waktu sekitar 4,5 bulan. Hal yang paling menarik adalah karena kami benar-benar mengikuti semua prosesnya dari nol dan ini adalah pertama kalinya saya dan Riza mengurus sesuatu yang besar bersama. Mensiasati budget yang minim, luasan tanah yang kecil, waktu yang terbatas  dan keinginan yang super banyak adalah hal yang sangat menarik untuk didiskusikan dengan Riza. Saya membuat cukup banyak alternatif desain, dengan setiap alternatifnya diperhitungkan RAB dan baik-buruknya. Riza orang yang super detail dan disiplin jadi saya benar-benar diuji mentalnya, hahaha… Beruntungnya kami berdua sangat terbuka untuk berdiskusi kapanpun dan di manapun. Dari baru bangun sampai tidur lagi. Dari mulai desain tangga dan pemilihan material sampai bentuk desain stop kontak dan lubang kunci!

Dari mana atau siapa kalian dapat inspirasi dalam mendesain rumah ini?

Ingatan saya tentang rumah dari komik dan anime yang suka saya tonton adalah inspirasi utama saya ketika membangun rumah ini. Rasanya dari kecil dulu selalu seneng ngeliat bagian-bagian rumah di dalam komik atau kartun dan membayangkan kalo suatu saat saya punya rumah seperti itu.  Dilanjut oleh Kenya Hara, Suzuki Nobuhiro dan Iizuka Yutaka. Pada akhirnya desain dan buku-buku mereka sangat mempengaruhi gaya desain saya. Saya sangat suka bagaimana cara mereka memanfaatkan ruangan di luasan yang kecil atau cara mereka mendesain dengan pendekatan sifat dan kebutuhan manusia. Selain itu, mereka juga rapih dan detail banget! Sementara untuk hal-hal yang berhubungan dengan sustainable design, saya suka banget baca buku, blog dan jurnal tentang sustainable living, zerowaste dan slow living.

Apa sih yang bikin kamu tertarik sama desain?

Ayah saya seorang desainer interior, lalu saya mengambil kuliah jurusan arsitektur dan sekarang bersuami seorang animator. Lingkungan sayapun rata-rata orang-orang dari dunia desain dan arsitektur. Jadi dari kecil sampai sekarang saya dikelilingi dengan hal-hal yang berbau desain. Menurut saya desain merupakan sesuatu yang sangat rumit sekaligus juga menyenangkan. Saya sangat suka bagaimana desain bisa mengubah sudut pandang dan kebiasaan seseorang dengan sangat lembut, bahkan mungkin tanpa disadari oleh orang tersebut. Bisa juga sebaliknya, desain bisa menipu dan menjadi propaganda.

Di mana bagian favorit kamu di dalam rumah dan kenapa?

Dapur adalah bagian favorit saya di rumah, area dimana saya bisa menghabiskan lebih dari setengah hari saya. Menurut saya dapur idaman itu yang rapi, terang, nggak terlalu besar jadi mudah menjangkau semuanya dan berisi hanya benda-benda yang dibutuhkan saja supaya memudahkan untuk diberesin dan dibersihin. Rak yang ada di dapur ini adalah rak pertama yang saya dan Riza beli 2 tahun yang lalu untuk keperluan kosan dan sudah diperhitungkan kalau suatu saat punya rumah, bisa diboyong juga (and it happened!?). Dulu di kosan, raknya kami pakai untuk lemari penyimpanan baju dan area dapur, baju-bajunya otomatis wangi masakan tiap hari. Alhasil, jadi parfum kami sehari-hari deh! Dari awal kami memang mencari perabot yang bisa dialih fungsi sesuai keperluan. Makanya dari pertama kali saya menggambar rancangan area dapur, rak ini sudah diperhitungkan besarannya supaya bisa pas masuk untuk menghindari ada ruang terbuang.

Gimana sih cara mengisi ruangan sehingga terasa nyaman?

Mempelajari secara detail mengenai kebutuhan, keinginan dan karakteristik penghuni adalah salah satu cara yang efektif. Jangan pernah gegabah membeli perabot untuk rumah dengan alasan sedang diskon, murah atau sedang musimnya tanpa mempelajari 3 hal tadi terlebih dahulu. Jangan menimbun banyak barang yang akhirnya tidak terpakai. Membuat perencanaan desain dan daftar barang yang detail adalah salah satu cara saya untuk tidak keluar rencana. Bahkan biasanya Riza sampai bisa membuat perbandingan harga tiap toko di aplikasi hp, agar mudah dibandingkan dan saya membuat ulang 3D ruangan dengan memasuKkan barang-barang yang sudah kita incar. Untuk beberapa orang mungkin akan menganggap hal ini terlalu kaku dan tidak fleksibel, tapi saya menikmati hasilnya. Rumah jadi nyaman, rapi dan berhasil menambah kebiasaan baik yang baru bagi kami yaitu nggak boros dan peka terhadap lingkungan. Akhirnya kami tidak menambah sampah dengan membeli yang tidak dibutuhkan. Kami ingin punya rumah yang mempunyai efek positif bagi penggunanya.

Apa solusi terbaik kamu dalam urusan penyimpanan barang?

BOXES and JARS! Dari mulai yang kecil sampai container yang ukuran besar. Sebelum beli saya pastikan survey dulu ke beberapa tempat, mulai dari harga, kualitas, bentuk, warna, ketersediaan, ukuran, desain, dan lain-lain. Saya bisa menghabiskan waktu cukup lama untuk survey. Karena rumah saya kecil, maka saya harus pastikan bahwa ukuran box sesuai dengan ruangan yang ada.

Selain itu penting juga untuk memastikan ketersediaan stok box dalam jumlah yang cukup supaya jika suatu saat nanti butuh tambahan, saya bisa beli model yang serupa. Untuk desain saya suka yang simpel dan bisa ditumpuk, sementara untuk warna saya lebih suka yang agak transparan dibanding warna solid. Menurut saya harus dipahami bahwa pemakaian box mempunyai tujuan untuk menaruh dan merapihkan barang, bukan memindahkan area yang berantakan dan menjadikannya sebuah kamuflase.

Untuk area dapur, toples sangat penting untuk menaruh semua bumbu dan bahan makanan dari kaleng, karena saya suka membuat food preparation. Biasanya toples-toples tersebut tetap saya masukan kedalam box lagi supaya tersusun rapih. Untuk toples saya cukup banyak menggunakan ulang toples-toples lama yang sudah saya kumpulkan sebelumnya. Tapi jika beli, sama seperti box, saya pasti survey dulu untuk mempelajari semua aspek seperti harga, ukuran, kualitas dan lain-lain.

Untuk sampah, selain memisahkan sampah untuk kompos, saya juga selalu melipat dan menumpuk dengan rapih setiap sampah kertas atau kardus yang dibuang, sehingga menghindari bau dan memaksimalkan pemakaian plastik sampah. Begitu juga gudang, kardus-kardus yang tidak terpakai selalu dilipat memanjang untuk memanfaatkan ruangan.

Furnitur dan dekorasi di dalam rumah ini biasanya kamu dapatkan darimana?

IKEA, MUJI, DAISO, produk saya sendiri (NIKU) dan beberapa barang dari teman-teman pengrajin lokal. Saya sangat membatasi nafsu untuk membeli barang secara impulsif. Selain karena memang harus menabung dengan ketat, juga karena alasan besaran rumah. Hampir semua barang yang dibeli pasti sudah diperhitungkan dulu. Sebagian besar saya membeli kebutuhan rumah melalui brand-brand tersebut, tapi pada dasarnya ketika saya dapat barang yang pas secara desain, harga, ukuran dan kebutuhannya, saya bisa random beli kok, hehehe…

Apa aja fitur-fitur yang menarik di dalam rumah ini?

Hal yang paling saya sukai dari rumah ini mungkin area ruang keluarga, dapur dan kamar mandi di lantai 1. Ukurannya kecil, lantai 1 hanya 40 m2, itupun sudah termasuk teras dan mushola di luar ruangan. Rasanya cukup compact dan semua barang tertata rapi pada tempatnya. Jendela-jendela yang besar dan langit-langit yang tinggi membuat suasana terang, sejuk sekaligus menjadi ruangan yang hangat karena menjadi tempat berkumpul.

Gimana biasanya kamu menghabiskan waktumu di rumah?

Ada banyaaak sekali hal yang bisa saya lakukan di rumah. Dari mulai kerja, memasak, berkebun, belajar menjahit, do crafty things, nonton film favorit, yoga, beres-beres (TENTUNYA). Dari semua hal itu saya paling suka melakukan food preparation, memasak dan bersih-bersih. Rasanya saya bisa menghabiskan berhari-hari di rumah dan tetap produktif.

Apa rencana kamu kedepannya dalam pembangunan rumah ini?

RAhouse ini masih jauuuh dari selesai. Masih ada banyak sekali rencana yang belum terwujud. Rencana terdekat saya masih akan membangun kebun buah dan sayur di taman samping, lalu merapihkan sistem penampungan air hujan untuk pengairan kebun, membuat tempat kompos dan smoke house untuk memproduksi brand homemade-food kami, NIKU.

Rumah yang ideal untukmu itu seperti apa sih?

Menurut saya rumah itu nggak selalu harus bagus dan kita nggak harus menunggu sukses atau kaya untuk punya rumah. Disini peran perencanaan keuangan dan perencanaan desain menjadi sangat penting karena untuk saya rumah bukan hanya semata-mata tempat tinggal. Dari dulu ibu saya selalu bilang bahwa rumah itu nggak harus bagus. Jelek nggak apa-apa, yang penting bersih dan rapih. Mungkin omongan ibu saya itu juga yang membuat saya jadi suka diledek OCD (Obsessive-compulsive disorder) sama teman-teman. Tentu hitungan ideal itu relatif ya… but in my opinion, rumah yang ideal itu yang membuat orang yang tinggal bisa nyaman untuk istirahat tapi juga tetap bisa produktif di rumah dan mempunyai efek yang baik bagi pemiliknya maupun lingkungan sekitar.

Yuk, lihat segimana nyamannya rumah berluasan kecil namun terdesain dengan baik dalam video di bawah ini.

Terima kasih ya, Atit dan Riza, sudah meluangkan waktunya untuk kami dan cerita-cerita tentang proses pembuatan rumah ini. Kalian sudah menunjukkan ternyata nggak perlu rumah yang besar untuk merasa nyaman!

 


RELATED POST

  1. novirwan

    14 August

    suka banget sama rumahnya ?
    seperti melihat rumah2 di blog (dan IG) ibu2 jepang yg biasa saya kepoin ?
    waktu masih tinggal di jepang, kadang bertanya2 bisa nggak ya punya rumah seperti “muji house” di indonesia, ternyata sudah ada yg mewujudkannya ??

  2. Amazing house! I love the functionalities and room. <3 <3

  3. mrs muhandoko

    14 August

    waaaa….terimakasih Living Loving sudah membuat liputan + video rumah ini. Saya follower IGny atiit dan sukaa sekali kepoin foto-foto rumahnya :D

  4. nianastiti

    15 August

    Suka banget sama valuenya mereka berdua, Mba Riza nerima jasa design rumah nggak sih? Thankyou for sharing this lovely nest Dear Living Loving :D

  5. DANNNN LANGSUNG FOLLOW KAK ATITTT, hahahha mpe di capslock.. beautiful house, simple tp fungsional semua. enggak banyak printilan dan hiasan

  6. Messa

    18 August

    rapih dan bersih banget rumahnya. tips-tipsnya pun bermanfaat sekali. thank you for posting this one Livingloving! :)

  7. aisyazzahra

    18 August

    Sukaaa banget sama desain rumahnya Kak Atiitt, semoga nanti ada liputannya pas jumlah anggota keluaarga sudah bertambah yaa, terutama untuk memfasilitasi anak-anak di rumah,

    Sukaa banget sama form follow function yang jadi inti rumah ini :3

  8. gheasafferina

    25 August

    Samaaaa banget, langsung follow kak Atiit juga abisnya rumahnya (….dan pemikirannya) keren abiz! Terimakasih ya livingloving udah review rumah ini, jadi dapat inspirasi baru hehehe.

  9. Kiki Ariyani

    28 August

    Suka banget sama rumahnya. Rapi, bersih dan fungsional semua. Kebetulan aku juga suka storage-storage gitu. Langsung follow Kak Atiit hehe.

  10. Nissa

    23 September

    Mbaaa.adeeek atiiit?(sadar diri saya ibuk 2 anak)stiap liat IG ny atiit dari awal udh sukaaaa bgt plus gaya masak2an nya yg menariiiik.thx buat reviewnyaa

So, what do you think?

INSTAGRAM
KNOW US BETTER