SORE BERSAMA

Saat pihak Nescafe Gold White Coffee mengajak saya untuk membuat acara kumpul bareng teman-teman, di kepala saya sudah terbayang jelas seperti apa acara yang ingin sekali saya buat. Sore santai dengan wajah-wajah familiar, suguhan yang nggak neko-neko, dan buah tangan untuk mereka yang saya pilih sepenuh hati.

Acara yang disiapkan kurang lebih dua minggu ini rasanya penuh kejutan menyenangkan. Pertama, soal tempat. Awalnya kami sih pengen banget diadain di studio saja, supaya lebih santai. Sempat terpikir mau dibuat format lesehan. Tapi kayaknya studio nggak memungkinkan untuk menampung 20-25 orang. Coret. Kemudian, kami memilih tempat yang nggak jauh dari studio. Supaya lebih mudah saat persiapan hari H. Tapi ternyata tempatnya penuh. Pokoknya sempat agak putus asa deh soal tempat. Beberapa kali Kintan mengusulkan pilihan lain. Tapi kok rasanya nggak sreg. Saya nggak pengen tempat yang terlalu “tegang”. Pengennya tempat yang bikin tamu-tamu nyaman apa adanya aja.

Di sela pencarian tempat ini, kami ada jadwal foto untuk blogpost di Brood-en-Boter yang lokasinya nggak terlalu jauh dari studio. Pas masuk, langsung seneng banget liat tempat ini. Luas, desainnya simpel tapi hangat, lengkap dengan ruang bermain anak pula. Langsung dong nanya ke teman kami, Kitty Manu, yang memang ikut mengurus restoran ini. Ternyata bisa dipakai. HORE!

Lalu beranjak ke urusan dekorasi. Miranti Andi Kasim alias Mamir alias Ibu Dekorasi dan Produksi Living Loving sudah pasti turun tangan untuk urusan ini. Mamir meminta saya buat memberi referensi kira-kira suasana seperti apa sih yang saya inginkan. Berbekal referensi dan sedikit penjelasan serta pengetahuan Mamir tentang selera saya yang kayaknya udah lumayan ngelotok (Nggak mau banyak warna, nggak mau pake bunga, font-nya yang simpel, dkk), Mamir pun menurunkan ide dekorasi saya menjadi referensi yang lebih detil. Pokoknya langsung approved. Haha. Mamir pun mulai deh bikin beberapa artwork untuk diaplikasikan ke beberapa elemen dekorasi seperti gift tag, greeting card dan label souvenir. Sebagian dicetak, sebagian lagi dibuat manual karena Mamir pengen unsur gold-nya tetap hadir. Sementara agak sulit ya kalau harus cetak khusus gold. Hasilnya? Saya jatuh cinta sekali dengan dekorasi hari itu. Matahari sore yang menyapu ruangan di Brood-en-Botter itu juga membuat semuanya jadi lebih indah lagi.

Selain urusan dekorasi dan tempat, seperti apa buah tangan untuk para tamu juga sudah terbayang sejak awal. Karena teman-teman yang dating dapat bingkisan dari Nescafe Gold, jadi saya ingin buah tangan dari saya juga bisa menemani mereka menikmati produk tersebut. TAPI harus tetap personal. Itu kenapa saya langsung terpikir untuk memberikan mereka sebungkus kecil kukis favorit saya dari Surely Someday. Dari dulu saya dan Mamir suka sekali dengan toko kue yang satu ini. Varian kukisnya pun macam-macam, Salted Caramel, Rosemary Honey, Green Tea…dan rasanya sederhana yang selalu bikin rindu.

Selain kukis, saya juga membuat pillow mist yang saya racik sendiri. Saya buat 3 jenis dengan nama Pagi, Sore dan Malam. Saya menamakannya sesuai dengan waktu yang menurut saya sangat pas untuk “bernafas”.

Untuk Pagi, saya mencampurkan essential oil grapefruit, lavender dan rosemary yang aromanya segar. Untuk yang Sore racikannya adalah spearmint, lemon, grapefruit dan bergamot. Sementara yang Malam adalah geranium, lavender dan sedikit bergamot. Meski namanya pillow mist, tapi sebenarnya sih bisa dipakai di mana saja. Nggak hanya disemprot ke bantal. Bisa untuk ruangan atau disemprotkan ke badan karena bahannya memang benar-benar hanya air dan sekitar 15-20 tetes essential oil. Oya, selain dalam bentuk pillow mist, saya juga meraciknya dalam bentuk roll on. Kalau yang ini kombinasi bahannya adalah carrier oil (saya pakai virgin coconut oil) dan sekitar 20-30 tetes essential oil. Untuk semua racikan ini saya pakai essential oil dari Organic Supply Co., sementara Virgin Coconut Oil-nya saya dapat dari Namaste Organic. Untuk air distilasinya bisa pakai air mineral merek Amidis. Saya sebenarnya nggak terlalu fanatik dengan merek tertentu. Kebetulan saja merek dan toko ini lumayan lengkap dan sudah jadi langganan.

Pas hari H rasanya senaang sekali lihat teman-teman yang datang. Selain bisa ngobrol santai lagi, mengingat sepanjang bulan Ramadhan ini pekerjaan cukup padat dan kami sedang heboh urusan pindah studio (eits, iya kami akan cerita detilnya nanti, ya! ;) ), bahagia deh rasanya pas tau para tamu ini benar-benar pulang dengan perut kenyang.

Gimana nggak kenyang? Sajian dari Brood en Botter sangat-sangat enak dan mengenyangkan. Dimulai dengan Bubur Ketan Hitam, lalu Tahu Isi dan Chicken Puff, lanjut dengan nasi dan bebek/ayam goreng atau gepuk + Sop Buntut, Sayur Asem dan Sate Maranggi. Eeeh…setelah itu masih pula disuguhkan Roti Bakar dengan meses berlimpah dan semangkuk es puter. Belum lagi kiriman kue basah dari Pesan Tampah yang bikin tamu makin happy karena sajian kue basah khas Indonesia-nya yang beneran enak. Terakhir ada Earl Grey super enak dari Cupcakes Company. Asli, saya dan Mamir bukan “sweet tooth” dan kami lebih doyan makan yang gurih, tapi cupcakes ini rasanya bikin damai banget.

Oya, satu lagi. Sambil terus mengunyah segala suguhan yang hadir di atas meja. Ada demo cara membuat kopi susu kekinian oleh Ranum. Ide ini langsung muncul di kepala saat merencanakan Sore Bersama, karena Ranum atau Nume ini memang pecinta kopi dan suka rajin racik-racik kopi sendiri, dan kebetulan belum lama ini Ranum berbagi resep kopi kekinian ala dia di WhatsApp Group dengan memakai produk yang memang dia pakai di demo. Pas, deh. Terimakasih banyak, Nume. Terimakasih juga buat teman-teman Kandura Studio yang bersedia direpotkan mengirimkan seperangkat mug dan cangkir keramik cantiknya untuk dipakai saat demo. Rasanya pengen dibawa pulang buat menambah koleksi pribadi. Hihihi.

Terakhir, terimakasih buat Nescafe Gold White yang sudah mendukung acara ini. Terimakasih banyak buat Mamir, Kintan, April dan Fifi yang sudah membantu. Peluk satu-satu. Terimakasih buat teman-teman yang sudah datang, meski kondisi jalan di Jumat sore sudah pasti nggak bersahabat. Terimakasih juga buat mereka yang sudah berusaha hadir tapi terpaksa harus menyerah dengan jalanan yang super macet. Semoga suatu saat kami bisa buat acara ngumpul lagi dan kalian bisa ikut. Xx

hearts,

nike prima

Photos by Tommy Dimas. Except ‘Kandura’ photo by our girl, Kintan Prestania.

 


Simple, functional, modern, in love with details. Nike menghabiskan masa kecilnya di Kepulauan Riau dan Sulawesi Tenggara, membuatnya merasa berbeda sejak kembali tinggal di Jakarta dan suka menikmati tempat baru. Mulai blogging sejak tahun 2000, bahkan ketika istilah blog belum ada. Ketertarikannya akan dunia media dan kreatif sudah ada sejak masih sekolah. Sebelum menjalankan Living Loving, Nike bekerja selama 7,5 tahun di industri media, kreatif dan digital. Kamu bisa melihat dan menyapanya juga di Instagram (@nikeprima) dan nike (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

  1. Ranume

    26 June

    Thank you for having me bunik dan semuaaa

So, what do you think?

INSTAGRAM
KNOW US BETTER