MAIN DI LUAR, YUK!

Sebetah-betahnya kami sekeluarga di dalam rumah, selalu kurang rasanya kalau kami nggak menghabiskan waktu di ruangan terbuka. Kasur, bantal empuk dan Netflix nonstop memang menggoda banget. Tapi udara segar dan sinar matahari menerpa kulit pun nggak kalah menggoda. Kenapa sih saya dan suami suka banget ngajak Kira main di luar?

Sejak Kira masih bayi, saya dan suami sudah membiasakan mengajak Kira jalan-jalan ke luar rumah, terutama alam. Nggak perlu yang harus kemah, sih. Tapi setiap minggu kalau cuaca baik dan jadwal memungkinkan pasti ke taman deket rumah. Setiap berkunjung ke sebuah kota, kami pasti mencari tempat dengan udara segar seperti pantai, bukit, atau taman kota. Sebenarnya kami punya beberapa alasan kenapa kami suka banget main di luar rumah.


Pertama, karena kami berdua waktu kecil tinggal di desa meski beda propinsi. Nah, waktu jaman SD tuh bermain di luar rumah itu sudah semacam kewajiban. Waktu jaman SD dulu, rasanya jarang banget tuh “mendekam” di rumah saja setelah pulang sekolah.

Kedua, berada di ruangan terbuka dengan akses udara dan sinar matahari berlimpah bikin happy! Beneran, deh. Kesimpulan ini sudah saya dapat sejak kuliah dulu. Waktu kuliah saya juga ambil kerja paruh waktu menulis konten untuk sebuah website. Nah, kalau lagi jenuh dan nggak ada ada ide, saya langsung ganti baju dan sepatu olah raga lalu jalan kaki sekitar komplek rumah, deh. Nah, pas kembali lagi ke rumah tuh pikiran dan ide yang tadinya tersumbat langsung mengalir dan saya bisa menulis lancarrr tanpa ngabisin waktu berjam-jam di depan komputer. Jadi, saya percaya banget kegiatan ini nggak hanya bagus buat fisik tapi juga pikiran kita.

Ketiga, Kira anak yang super aktif. Selain dia memang senang buat beraktivitas di luar rumah, badan dan pikirannya juga membutuhkannya. Kalau diperhatikan, beberapa sekolah kan menerapkan sesi bermain dan olah raga dulu tuh sebelum kegiatan belajar berjalan. Ternyata, aktivitas ini penting banget untuk menyalurkan energi anak-anak sebelum mereka melakukan kegiatan yang lebih kalem. Jadi pada saat belajar di kelas, mereka jadi lebih fokus. Nah, buat Kira kami tau kebutuhannya buat bergerak lebih besar, jadi pas sore hari pun suka saya ajak main di luar rumah. Tapi kalau sama sekali nggak sempat, biasanya pas weekend saya dan suami mengajaknya ke taman.Taman di sekitar Bintaro, tempat tinggal kami, atau justru sekalian taman yang agak jauh seperti Scientia Park. Wah, kalau sudah dijanjikan main di Scientia Park, Kira bisa nggak sabar banget sih nunggu waktu berangkat. Soalnya di sana selain bisa main sama kelinci-kelinci, dia juga bisa bebas lari atau manjat. Kalau sudah begitu, badannya nggembrobyos alias basah kuyup. Hahaha.

Urusan keringat para bocah nih, ya. Seneng banget sih lihat anak-anak bahagia main di bawah terik matahari. Well, kalau nggak terik pun ya suhu di Jakarta dan sekitarnya aja di atas 30 derajat Celsius. Cukup lah buat bikin tampilan Kira kayak abis diguyur air. Suka males kalau akhirnya anak jadi “wangi semerbak” alias bau asem. Untungnyaaa, Kira termasuk anak yang nggak gampang bau sih meski keringatnya kemana-mana. Soalnya saya selalu memastikan pakaian-pakaiannya benar-benar bersih. Karena ternyata yang bikin badan bau saat berkeringat itu bukan keringatnya, tapi kuman. Misalnya ya kuman yang tertinggal di serat kain karena proses membersihkannya nggak maksimal.

Itu kenapa untuk urusan mencuci pakaian, saya menggunakan Attack dengan formula New 3D Clean Action yang menjadi solusi melindungi pakaian dari kuman penyebab bau. Jadi, selain nggak khawatir Kira akan bau keringat, saya juga nggak bete kalau liat bajunya kotor setelah dipakai bermain. Nggak ribet lagi kayak dulu suka susah banget menahan diri melarang Kira pegang yang kotor-kotor karena takut kumannya nempel atau takut bajunya susah dibersihkan. Yuk kita ajak si kecil eksplor lingkungan di sekitar mereka. Kalau kalian sendiri gimana? Apa aktivitas luar ruang favorit bersama si kecil?

website attack www.solusiibuattack.com/attackantibau

Instagram: @solusimencuci

Facebook: Solusi Mencuci

Twitter: @solusimencuci

 


Simple, functional, modern, in love with details. Nike menghabiskan masa kecilnya di Kepulauan Riau dan Sulawesi Tenggara, membuatnya merasa berbeda sejak kembali tinggal di Jakarta dan suka menikmati tempat baru. Mulai blogging sejak tahun 2000, bahkan ketika istilah blog belum ada. Ketertarikannya akan dunia media dan kreatif sudah ada sejak masih sekolah. Sebelum menjalankan Living Loving, Nike bekerja selama 7,5 tahun di industri media, kreatif dan digital. Kamu bisa melihat dan menyapanya juga di Instagram (@nikeprima) dan nike (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER