LOOKING FOR A CREATIVE INTERN

By August 19, 2015 Vacancy
living-loving-creative-intern

Hello!

We’re opening vacancy for 3-6 month internship (start on September 2015) on our creative division. ;)

We need someone who can be resourceful when it comes to find home, décor, DIY and lifestyle content that suitable for Living Loving. We want to meet people who has a great attention to details and passionate about creative living as much as we do.

Read More

You Might Also Like

WE INDONESIANS RULE.

By August 17, 2015 Inspiration, sponsored
we-indonesian-rule-book-livingloving

Membangun Indonesia tidak harus menjadi seorang atlit nasional ataupun terjun langsung di dunia politik. Berkontribusi di bidang masing-masing sedikit banyak pastinya akan ikut membantu membangun negeri kita. Industri kreatif misalnya. Industri kreatif di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini cukup sering mendapat perhatian karena perkembangannya yang cepat. Semakin banyak generasi muda yang memiliki pola pikir kreatif dalam mengembangkan idenya sehingga muncullah inovasi dan aktivitas yang menginspirasi.  Read More

You Might Also Like

DIY: WALLHANGING & HANGING PLANTER

By August 14, 2015 Decor Inspirations, DIY Project, Local Craft Products, sponsored
tia-a-knot

Semakin beragam bahan semakin beragam juga inspirasi craft atau DIY yang bisa dibuat. Tie-a-knot, salah satu brand t-shirt yarns yang baru diluncurkan beberapa minggu lalu bisa menjadi salah satu pilihan untuk kalian eksplorasi. Kalau biasa membuat prakarya dari tali atau benang, mengganti bahan dengan t-shirt yarns ini bisa dicoba.  Seperti dua prakarya dari t-shirt yarns tie-a-knot yang kami buat, woven wallhanging dan hanging planter. Take a look!  

 

Woven Wallhanging

tia-a-knot-weaving-alat-dan-bahan

Alat dan Bahan:

  • Gunting
  • Cutter
  • Penggaris
  • T-shirt yarns
  • Tali kasur
  • Kardus (untuk loom)

Cara Pembuatan:

tie-a-knot-step1

  • Tandai dan ukur bagian atas dan bawah kardus sebagai loom yang akan menjadi tempat dililitkannya tali kasur  dengan jarak ±1,5 cm

tie-a-knot-step-2

  • Potong kardus yang sudah ditandai menggunakan cutter dengan kedalaman ±1cm
  • Lilitkan tali kasur sebagai warp ke bagian kardus yang sudah terpotong dengan cara selipkan tali kasur pada bagian kiri bawah loom kardus, sisakan kurang lebih 5cm untuk nanti diikat diakhir.

tie-a-knot-weaving-warp-1

  • Tarik ke bagian atas loom lalu selipkan kembali tali kasur sejajar dengan selipan di bagian bawah. Tarik kembali kebagian bawah dan kembali selipkan tali kasur. Ulangi seterusnya sampai semua potongan loom kardus terisi.

tie-a-knot-weaving-warp-2

tie-a-knot-weaving-warp-3

tie-a-knot-weaving-warp-4

tie-a-knot-weaving-warp-done

  • Ukur panjang yarns sesuai kebutuhan. Kami menggunakan tie-a-knot dengan pilihan warna banana, vanila, dan earl grey ;)
  • Mulai weaving menggunakan warna yarns yang kamu inginkan. Sebagai base awal kami menggunakan teknik plain weave. Dimulai dari bagian kiri loom. Masukkan yarn secara selang-selaing dari atas ke bawah dan seterusnya seperti menganyam. Lebihkan kurang lebih 5cm setiap memulai dan diakhir plain weave untuk nantinya dirapihkan dengan diselipkan ke bagian belakang.

tie-a-knot-step-4

  • Teknik selanjutnya yang kami gunakan adalah rya knots yang hasilnya berbentuk seperti fringe. Ukur panjang fringe yang kalian inginkan lalu dua kalikan panjang tersebut. Lipat yarn sepanjang dua kali fringe tadi sebanyak kurang lebih 3 kali lipatan, semakin banyak lipatan semakin tebal fringe yang dihasilkan. Gunting, ulangi sebanyak jumlah fringe yang kamu inginkan.

tie-a-knot-step-3

  • Letakkan yarns diatas 2 tali warp. Ambil bagian ujung kanan-kirinya melalui bawah tali warp kanan dan kiri seperti gambar dibawah.

tie-a-knot-step-5

  • Kencangkan dengan mernarik perlahan bagian ujung kanan dan kiri yarn yang tadi diselipkan dari bawah tali warp. Ulangi sebanyak rya knots yang kamu inginkan.

tie-a-knot-rya

 

  • Gunakan dua teknik diatas dengan warna serta pattern yang kamu inginkan. Sisakan 3-4cm bagian atas warp untuk mengikat hasil akhir weaving.
    tie-a-knot-weaving

 

  • Setelah selesai rapihkan lebihan yarns dengan menyelipkan ke bagian belakang hasil weaving dan gunting bagian ujung bawah rya knots.
  • Lepas tali kasur bagian atas satu per satu lalu simpulkan supaya hasil weaving tetap rapih, begitu pula bagian bawahnya.
  • Gantung hasil woven wallhanging! :)

tie-a-knot-weaving-final

 

Hanging Planter

tie-a-knot-hanging-planter

Alat dan Bahan:

  • T-shirt yarns
  • Pot plastik
  • Tanaman berukuran kecil

Cara Pembuatan:

  • Ukur panjang t-shirt yarns sesuai kebutuhan. Panjang yarns yang digunakan menyesuaikan dengan ketinggian hanging planter yang diinginkan. Kami menggunakan t-shirt yarns dari tie-a-knot dengan warna vanilla dan banana masing-masing sepanjang 40cm sebanyak enam buah.

tie-a-knot-planter-step-1

  • Jalin tiga buah t-shirt yarns membentuk tali kepang yang cukup kuat untuk menahan beban pot berisi tanaman. Kombinasi warna yang digunakan dapat divariasikan. Untuk hanging planter kali ini, kami menggunakan satu jenis warna untuk satu tali.

tie-a-knot-planter-step-2

  • Setelah jalinan yarns cukup panjang, buat simpul di dasar pot plastik. Pastikan simpul yang dibuat tidak mudah lepas, karena simpul inilah yang menahan jalinan yarns agar tidak terurai. Sembunyikan simpul pada bagian dalam pot plastik agar tidak terlihat dari luar.
  • Ulangi langkah di atas sehingga didapat empat buah jalinan t-shirt yarns untuk menyangga pot plastik yang akan digunakan sebagai base dari hanging planter. Letakan tanaman berukuran kecil di dalam pot plastik dan hanging planter siap digantungkan sesuai keinginan.

tie-a-knot-planter-final

 

Selain menggunakan tanaman hias berukuran kecil, hanging planter ini dapat digunakan untuk meletakkan kaktus mini, bunga plastik, atau rangkaian pom-pom flowers berbahan t-shirt yarns!

Hasil kedua DIY tadi juga bisa langsung dijadikan elemen dekorasi yag mempercantik ruangan di rumah ataupun tempat kerja ;)

living-loving-tie-a-knot

living-loving-tie-a-knot

tie-a-knot-decor

 

Untuk pilihan warna dan ide prakarya dari tie-a-knot lainnya bisa dilihat di instagram @go.tieaknot. Selamat mencoba!;)

You Might Also Like

CREATIVEPRENEUR SERIES PART 3: PRICING

By August 12, 2015 Creative Series
living-loving-creativepreneur-pricing

Setelah menentukan brand dan resources. Hal lain yang memerlukan pertimbangan yang matang adalah menentukan harga jual dari produk. Baik menjual produk buatan sendiri maupun produk yang dibeli dari vendor/orang lain (reseller).

Di bahasan pricing kali ini, kami mendapat banyak ilmu dari Ika Vantiani, Aphrodita Wibowo dari Cemprut, dan Hanna Siahaan dari Linoluna. Ika adalah seniman sekaligus maker yang sudah lebih dari enam tahun cukup aktif memasarkan karyanya melalui marketplace Etsy. Lalu, Aphrodita (Dita) adalah salah satu crafter Indonesia yang sangat konsisten dalam berkarya. Sementara Hanna adalah founder home and lifestyle store, Linoluna yang memasarkan produk-produk craft dalam dan luar negeri.

Here we go!

Read More

You Might Also Like