CREATIVEPRENEUR SERIES PART 1: START YOUR OWN BRAND

By June 10, 2015 Creative Series
creativepreneur-series-part-1-foto4

Setiap tahun saat datang melihat event bazaar seperti Brightspot, Market & Museum, atau On Market Go kemarin saya selalu terkesan dengan semakin banyaknya anak muda yang memulai merintis bisnis sendiri. Being an entrepreneur is such a possible option these days. Baik di bidang kuliner, interior, aksesori, atau fashion, semakin banyak brand baru bermunculan. Terpikir untuk memulai usaha sendiri? Coba simak cerita teman-teman kami yang memutuskan menjadi entrepreneur berikut ini.

Kami ngobrol-ngobrol dengan Kania dari Chic and Darling dan Inda dari The Bride Dept untuk mencaritahu pengalaman mereka menjadi entrepreneur. Keke, panggilan Kania sempat bekerja sebagai creative producer di stasiun TV selama lebih dari 10 tahun. Tiga tahun lalu setelah menjadi ibu Keke sempat merasa stres karena lelah mengurus rumah. Keke merasa perlu creative output agar bisa mengurangi stres. Akhirnya mulai berprakarya dengan bahan-bahan yang ada dirumah. Tujuannya memang cuma pengen mempercantik rumah sendiri tanpa keluar biaya. Tapi ternyata kreasinya mendapat respon bagus dari orang-orang akhirnya dia memutuskan untuk serius dan menjadikannya lapangan pekerjaan

creativepreneur-series-part-1-foto5

Sementara Inda dan partnernya, Friska memulai startup digital karena bisa memberikan kebebasan kreativitas, aktivitas, dan finansial. Pengalaman Inda saat magang di Sonia Kashuk, brand make up berbasis di New York, menjadi awal pemicu ide menjadi entrepreneur. Sonia memulai brand make upnya yang berpartner dengan Target agar memungkinkan dia untuk menjadi entrepreneur yang tidak harus keliling dunia untuk pekerjaannya dan juga bisa tetap merawat anak. Inda yang memang suka menulis akhirnya memutuskan menjadi creativepreneur karena menurutnya bidang kreatif itu sangat challenging karena memaksa kita terus berinovasi.

1. Salah satu hal utama saat memutuskan menjadi entrepreneur adalah soal modal. Menurut kalian seberapa penting besar kecilnya modal awal untuk memulai usaha?

Inda:
Alhamdulillah dari segi financial keluargaku memberi dukungan penuh. Tapi ini juga bukan tanpa usaha lho! Untuk meyakinkan orang tua ku, aku harus presentasi ke mereka seperti ke venture capitalist juga! Selain itu aku juga punya partner, Friska, yang mengerti bahwa modal membuat startup digital itu tidak sedikit dan dia juga willing untuk berkontribusi demi membangun bisnis ini. Jadi menurutku punya partner yang solid juga penting banget. Tapi untuk yang kesulitan dalam mencari modal, sebenarnya sekarang juga sudah banyak incubator bisnis seperti GEPI atau venture capital yang bisa membantu kita dalam mendapatkan modal.

Read More

You Might Also Like

MENGISI DAPUR DENGAN SISTEM METOD IKEA

By June 8, 2015 Home Decor Products, Home Decor Store
ikea-indonesia-kitchen-metod-livingloving-6

Apa?! Ke Alam Sutra jam 9.30 pagi?! Mungkin kalau bukan IKEA Indonesia, saya memilih untuk minta reschedule saja soalnya pagi banget. Maklum, berangkat pagi berarti harus menyiapkan segala sesuatunya (nggak cuma buat saya tapi keluarga) lebih pagi lagi. Untunglah rumah saya lokasinya di Bintaro, cukup pede buat berangkat sekitar jam 9 saja karena ada tol. Apalagi saya nggak pernah nggak semangat kalau ke IKEA, dan kali ini IKEA mengundang media dan bloggers dalam jumlah sangat terbatas untuk mengenalkan sistem dapur mereka yang terbaru, METOD.

Sesampainya di sana, selain bertemu dengan teman-teman media dan bloggers seperti Siska dari The Urban Mama, saya juga bertemu dengan mantan teman sekantor saya dan Miranti, Fifi Alvianto yang ternyata jauh lebih niat daripada saya, lho. Fifi berangkat dari rumahnya di Bekasi jam 8 pagi, dan selama ini Fifi sudah sering ke IKEA sendiri untuk membeli furnitur hingga perlengkapan rumahnya. Saya dan suami pun rasanya sudah lebih dari lima kali ke IKEA sejak dibuka tahun lalu..dan memang selama ini bagian dapur IKEA belum ada karena menunggu Sistem Dapur METOD ini.

Read More

You Might Also Like

DIY MARBLE CLAY BOWL

By June 3, 2015 DIY Project
diy-clay-bowl-livingloving

Bikin-bikin prakaryaan itu menyenangkan, apalagi kalau hasilnya bisa langsung digunakan. Clay salah satu prakarya yang mudah dibuat dan bisa dibentuk macem-macem. Mulai dari clay wall hanging yang juga sudah pernah kami buat pada post sebelumnya, atau bisa juga dibentuk sesuai keinginan dan dijadikan pajangan.

Nah kalau kemarin hasilnya menjadi hiasan saja, sekarang kami membuat clay yang hasil akhirnya bisa langsung digunakan menjadi tempat pernak-pernik kamu. Seperti ini caranya! Read More

You Might Also Like

LIVING LOVING CLASS AT ONMARKETGO!

By June 1, 2015 Event Report
event-report-onmarketgo-7

A couple of weeks ago, we were busy preparing the supplies and registration for two creative classes at OnMarketGo!. We were also in the midst of our Happy Nest series  preparation so it was quite a hectic week at the studio. Nevertheless we still felt excited to held our first ever Living Loving Class at Surabaya. We had two classes: Painting on Clutch with Diela Maharanie and Blog-O-Graphy with Claradevi from Lucedaleco. Each class were divided into two sessions. Nike couldn’t come with us to Surabaya, but thankfully I could kidnap miss Kitty Manu to help us at Surabaya. ;D

Fluoroscent colors were everywhere during the Painting on Clutch sessions on Saturday evening and Sunday noon. Every participants get an oversized canvas clutch, palette, brush, shared paints, and 2 signed A5 art print from Diela. First of all, they traced Diela’s drawing onto the clutch, and then they painted it with acrylic paints. Diela also shared some of her painting tips. According to Diela, an important thing to get a good result is using good quality paint. It may be a bit expensive but it has stronger pigment, good spreadability, and more durable.

event-report-onmarketgo-1

event-report-onmarketgo-4

event-report-onmarketgo-2

It’s interesting to see how the participants chose their own color scheme that suited their personal taste. No one used the same color palette. All clutches looked individually different yet equally beautiful.

Read More

You Might Also Like