BERBURU BARANG RETRO & VINTAGE DI TOKO AMAL

By August 19, 2014 contributor, Places
contributor-berburu-toko-amal-andine-joyonegoro-livingloving-7

Karena diskon musim panas sedang genjar-gencarnya di London, beberapa hari lalu saya membeli baju baru dari H&M. Namun ketika baju tersebut saya ingin gantung di lemari, tidak ada tempat lagi, sesak sekali lemari pakaian itu. Saya pun bertekat untuk mensortir baju-baju yang sudah lama tidak saya kenai. Lalu apa yang saya lakukan dengan baju – baju tersebut? Tentunya masuk ke tumpukan untuk pergi ke ‘charity shop’.

Diantara baju-baju yang saya temui baju yang saya beli di charity shop atau toko amal, yang malah tidak rela saya berikan. Kenapa?  karena benar-benar vintage, bukan hanya retro! Rok ungu dan juga rok tribal kuning hitam dari Marks and Spencer ketika masih bernama St Michael.

 

contributor-berburu-toko-amal-andine-joyonegoro-livingloving-1

Nah, Charity shop adalah salah satu cara badan-badan amal di Inggris mengumpulkan uang dari pribadi, dengan cara menjual kembali barang-barang secondhand yang diberikan orang ke toko itu dengan harga sangat murah. Toko-toko ini biasanya milik Cancer Research, Oxfam, British Heart foundation dan lain sebagainya. Di negara-negara lain di Eropa pun ada konsep ini, seperti di Belanda dinamakan “kringloop”, tapi kalau menurut saya nggak sebanyak di Britania raya, karena setiap kota kecil atau besar ada toko – toko ini.

Bedanya dengan vintage shop biasa adalah, barang-barangnya nggak dikurasi dan nggak ngikutin tren vintage. Jadi lebih tergantung nasib juga untuk ketemu barang bagus, tapi tentunya lebih murah.  Plus kamu memberikan uang untuk amal. Lebih baik lagi, kan?

Selain baju-baju, kamu juga bisa dapet buku-buku bekas, piringan hitam, peralatan rumah tangga dan terkadang furnitur. Nggak jarang saya menemukan piring pyrex vintage misalnya yang biasa dijual di toko-toko vintage sekitar £60 disana bisa hanya £7. Dengan kurs valuta 1GBP = IDR 20,000, harganya beda jauh. Sayangnya rumah saya nggak bisa menampung tambahan piring cantik lagi.

contributor-berburu-toko-amal-andine-joyonegoro-livingloving-collage

Jaket kulit ini saya beli hanya £10, sedangkan di toko-toko vintage bisa sekitar £35-£80. Bagi yang gemar menjahit, kadang bisa dapat pola-pola baju vintage sekitar 80pence sampai £1.5

contributor-berburu-toko-amal-andine-joyonegoro-livingloving-6Almari kaca ala tahun 60-70an ini £20 = IDR 400,000 & Cangkir-cangkir angka-angka ini satu set £8 = IDR 160,000.

Read More

You Might Also Like

WE LOVE: PRUNEE

By August 14, 2014 Loving, sponsored
sponsored-prunee3

Lembut, empuk, dan yummy. Itu kesan pertama yang dirasain waktu makan lapis surabaya dari Prunee. Kami pertama kali mencicipnya waktu pemotretan bersama Martha Stewart Living Indonesia beberapa waktu lalu. Lapis surabaya versi Prunee is a classic cake with a twist. Prunee  ingin membuktikan cake dari Indonesia tidak kalah menarik dari cake mancanegara, dengan membawa style brand yang modern dan berinovasi dengan bahan baru. Prunee menyediakan lapis surabaya yang terdiri dari 2 lapis (lapis coklat dan lapis kuning), berbentuk bundar berdiameter 18 cm. Memiliki tiga varian lapis surabaya dengan isian selai stroberi, selai blueberry, dan Nutella.

sponsored-prunee5

sponsored-prunee4 Read More

You Might Also Like

WISHLIST: PRETTY BEACH BOX WITH A VIEW

By August 11, 2014 Places, Wishlist
wishlist-le-pirate-beach-club-bali-livingloving-3

One of the best things living in Indonesia is definitely Bali. When you feel worn out and need some time to rejuvenate or simply have some fun loving time with your spouse or friends, Bali is only two hours away (from Jakarta). It’s a one stop destination for culture, art, breathtaking view and pleasure!

If you’re more into beach or a place where you can relax and unwind, you’ll probably love our getaway wishlist this week, Le Pirate Beach Club. Situated in Nusa Lembongan, this small resort has only 10 tiny bedrooms with beautiful view of blue sea. And we can’t take our eyes off those lovely turquoise and white painted beach boxes. It seems like a perfect place for a quick and quiet getaway. :)

wishlist-le-pirate-beach-club-bali-livingloving-7 wishlist-le-pirate-beach-club-bali-livingloving-10 Read More

You Might Also Like

LIGHT AND AIRY LIVING ROOM

By August 5, 2014 Decor, Inspiration, Living
inspiration-living-room-livingloving-8

First of all, we wanted to say Happy Eid Mubarak to Living Loving readers who celebrated this joyful moment last week. May forgiveness always be a part of our heart. We both had a great time spending our Idul Fitri with our loved ones and we hope you had a fabulous one too. Now, it’s time to get back on track again. It really was a bliss to have our own quality time with family and friends during holiday. Yes, it was quite challenging when you (and the rest members of the house) had to do all that non stop “homeworks”. You know..messy rooms, piles of dirty clothes, etc. So after my daughter fell asleep, I’d like to think about lovely things..like having a nice and comfy house. Then I started to browse around the internet  at wee hours (I seriously need some proper sleep, haha). When it comes to a dream house, me and Miranti are actually into pretty much the same style. We both love light tone of colors with a splash of colors. Miranti loves pastel colors like mint and peach, while I love bold and neon colors. But we both love the room that feels light, clean and warm.   inspiration-living-room-livingloving-3 inspiration-living-room-livingloving-4

holly1 And since we both love books (though in the mean time we find it hard to find a little  time for reading), a reading nook would be lovely. It doesn’t have to be huge and secluded. Just a small space at the corner of the living room with enough amount of light, comfy chair and a shelf filled with our favorite books. inspiration-living-room-livingloving-6 inspiration-living-room-livingloving-7 inspiration-living-room-livingloving-1

If you plan to style your home with this scandinavian inspired modern and chic decor, here’s a list of some of local furniture and home decor stores. For furniture, check out Kekayuan. You can also visit their showroom at Jl. Cipete Raya No. 9, Jakarta Selatan. Kekayuan specializes in reclaimed and recycled teak wood materials. If you’re looking for a one stop online store, go to 2Madison. They feature furniture and home decor products designed by local creative talents. For good design and carefully curated products, check out Bobobobo. They even released exclusive products in limited numbers. We also spotted some new and affordable stores, like Balka Furniture and Nagarey. But we haven’t got a chance to touch and feel their products. But they’re definitely worth to see. If you need to live up your room with lovely little things, then it’s the right time to browse some home and decor online stores! Go to Kemala Home Living for stylish and modern accessories, Linoluna for scandinavian, retro and vintage look, and Chic and Darling for more beautiful cushions and fabric material decor.   Photos courtesy of One Kind Design,Roco Magazine, My Scandinavian Home, Ink and Spindle, Lowe Home, and Harlight Hemma.

You Might Also Like

CICIP CICIP CHOCO PIE

By July 26, 2014 Recipe
lotte-choco-pie-adv-4

Sebenarnya ini bukan post resep sih, cuma mau sharing pengalaman kami mencoba Lotte Choco Pie pertama kali. Beberapa waktu lalu sebelum bulan puasa kami diundang ke launching Lotte Choco Pie. Jujur, kami baru pertama kali melihat bentuk choco pie ini. Padahal aslinya choco pie sudah populer di Korea dan Jepang sejak tahun 70an. Camilan ini terdiri dari dua lapis soft cake, di tengahnya ada selapis marshmallow, lalu keseluruhan kue dibalut dengan lapisan cokelat. Teksturnya lembut dan crumbly. Lotte Choco Pie ini dibungkus satuan jadi bisa disimpan di tas (buat stok buka puasa atau pengganjal perut kalau pas kejebak di jalan, misalnya).

lotte-choco-pie-adv-2

Kami penasaran lalu akhirnya googling mencari cara menikmati choco pie, selain dimakan langsung tentunya. Akhirnya nemu 3 cara makan choco pie yang suka dilakuin orang Korea atau Jepang. Cara pertama: dibekukan. Lotte Choco Pie (tak perlu dikeluarkan dari kertas pembungkusnya) disimpan di freezer selama minimal 30 menit. Hasilnya, lapisan marshmellownya lebih padat dan tidak terlalu lengket.

Lalu cara kedua adalah melelehkannya di microwave (foto feature image). Keluarkan choco pie dari kertas pembungkusnya, panaskan di microwave selama 10-20 detik. Seru melihat marshmellownya mengembang dan meluber, lalu mengerut kembali waktu dikeluarkan dari microwave. Choco pie yang dihasilkan jadi lebih lembut dan gooey. Tapi hati-hati kalau dipegang panas sekali, jadi enaknya dimakan pakai garpu.

Yang ketiga adalah mencelupkannya ke minuman hangat, bisa susu, teh, atau kopi. Kami memilih mencelupkannya ke dalam kopi susu. Rasanya jadi lebih creamy. Sejauh ini, cara ketiga adalah cara favorit kami buat makan choco pie.

lotte-choco-pie-adv-1

Kalau kamu gimana? Punya cara lain untuk menikmati choco pie?

You Might Also Like