LOVE LETTERS FOR YOU TO KEEP

Saat melihat buku karangan Dinda Jou ini di timeline salah satu teman saya, satu hal yang langsung terpikir. Jangankan merangkai kata dan berpikir untuk membuat buku khusus berisi kumpulan foto seperti yang dilakukan DindaΒ di buku ‘mail – a love letter‘. Rasanya terakhir kali saya mencetak foto itu setahun yang lalu, deh. Itu pun karena foto-foto itu memang jadi salah satu bagian dekorasi ulang tahun Kira, anak saya.

Padahal, hampir setiap hari saya memotret. Baik dengan HP maupun kamera. Tapi 95% hasilnya hanya saya simpan dalam bentuk digital. Ke mana tradisi mencetak dan menyusun foto di album seperti yang biasa dilakukan orangtua saya? Bagaimana kalau tiba-tiba semua files foto yang sudah saya buat hilang? Yup, buku ini membuat saya sadar kalau menyimpan memori (dalam bentuk fisik) itu penting.

book-mail-dinda-jou-2 book-mail-dinda-jou-3

Dinda membuat buku berisi kumpulan foto Instagram-nya ini sebagai hadiah untuk suaminya. Itu kenapa foto-foto tersebut juga ditemani oleh kata-kata. Manis, ya? Buku ini mengingatkan saya dengan tradisi hadiah dan ucapan berbentuk fisik yang tentunya terasa lebih personal. Apalagi, sekarang semua jadi lebih mudah karena serba digital. Rasanya banyak ya orang yang rindu dengan sentuhan “manusia”. Itu bisa dilihat dari hobi baru sebagian orang, yaitu mengirim/menerima kartupos. Meski sering kali kartupos baru sampai ke tangan penerima berminggu-minggu kemudian.

book-mail-dinda-jou-4book-mail-dinda-jou-5

Melihat dan membaca ‘mail – a love letter’ membuat saya jadi langsung punya rencana untuk menyeleksi ratusan foto yang ada di komputer saya dan mencetaknya. Mungkin kali ini tidak akan disusun di album foto yang sudah lengkap dengan slotnya, tapi album foto dengan kertas polos supaya bisa lebih bebas menyusunnya (ada yang mau membantu kasih referensi? :D)

Bagaimana dengan kamu? Apakah termasuk mereka yang senang mengirim kartu ucapan fisik? atau masih menyusun album foto sendiri? :)

 


Simple, functional, modern, in love with details. Nike menghabiskan masa kecilnya di Kepulauan Riau dan Sulawesi Tenggara, membuatnya merasa berbeda sejak kembali tinggal di Jakarta dan suka menikmati tempat baru. Mulai blogging sejak tahun 2000, bahkan ketika istilah blog belum ada. Ketertarikannya akan dunia media dan kreatif sudah ada sejak masih sekolah. Sebelum menjalankan Living Loving, Nike bekerja selama 7,5 tahun di industri media, kreatif dan digital. Kamu bisa melihat dan menyapanya juga di Instagram (@nikeprima) dan nike (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

  1. leilaniwanda

    7 January

    Mulai mencetak-cetak nih. Pengin bikin semacam scrapbook gitu, tapi sadar nggak kreatif hehehe.

  2. kristy gabriella

    28 February

    manis bangett. foto2 instagram jadi album bentuk buku :D trus pake hardcover ya. thanks for this!

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER