READING

LONDON ART SCENE: SOUTHBANK & SOMERSET HOUSE

LONDON ART SCENE: SOUTHBANK & SOMERSET HOUSE

Ketertarikan saya kepada budaya dan seni berasal dari waktu saya kecil, di mana keluarga besar saya penuh dengan seniman dari berbagai bidang. Namun di Inggrislah saya menemukan budaya dan seni. Di sini kesenian sangat diunggulkan dan merupakan salah satu kebanggaan negara. Hasil – hasil kurasi seni Inggris menjadi benchmark internasional mulai dari Seni Kontemporer hingga Seni Teater.

Dukungan untuk seni dan budaya juga datang dari berbagai pihak termasuk politik.  Jadi museum-museum dan galeri-galeri didukung untuk dapat membuka pintunya kepada publik secara gratis. Perusahaan-perusahaan teater kecil juga dapat subsidi untuk mengembangkan karyanya. Nah, London tentunya adalah pusat kesenian Inggris di mana kita bisa menikmati berbagai jenis karya. Intinya, accessible art for everyone!

Bagi saya, Southbank dan Somerset House adalah wilayah pusat seni di London. Tempat kunjungan pertama, Southbank Centre, terletak sekitar 5 menit jalan kaki dari stasiun Waterloo. Acara-acara yang diselengarakan Southbank Centre berlangsung sepanjang tahun. Kafe dan restaurant juga selalu buka, jadi pusat kesenian ini selalu aktif. Saya juga sering mampir ke dalam Southbank Centreuntuk menikmati pertunjukan gratis. Saya pernah lho tiba-tiba nonton konser Jazz, lalu kali lain tiba –tiba ada brass band, atau bahkan pameran fotografi. Jadi kalau ke London, coba deh kunjungi Southbank Centre ini.

Saat musim dingin, biasanya di luar Southbank Centre ada Christmas Market, dan pada musim panas ada tenda sapi ungu untuk festival seni pertunjukan, Udderbelly. Nah, di Udderbelly ini ada pertunjukan sirkus teater  yang lain dari sirkus biasanya, komedi, teater anak-anak dan banyak hal lainnya. Tahun lalu di Udderbelly saya nonton sirkus teater, Flown.

Buat yang suka belanja atau lihat barang-barang dengan desain yang keren, ada dua toko di bagian dalam dan sebelah Southbank Centre yang isinya sarung bantal sampai stationery dengan desain terbaru. Oya, ada juga toko dekat Southbank Centre, tepatnya di depan Royal Festival Hall, yang produknya didesainkhusus untuk seni teater. Nah, di sini saya beli bungkus kado yang akhirnya saya jadikan poster. :D

contributor-london-art-scene-andine-4 contributor-london-art-scene-andine-3 contributor-london-art-scene-andine-2

Kalau jalan sedikit lagi maka kamu bisa menemukan BFI, British Film Institute. BFI ini selalu menampilkan film-film indie dan klasik. Kalau mau nonton, saya anjurkan untuk book in advance, karena sering banget sold out. Kalau siang, di depan BFI hampir selalu ada pasar buku dan vinyl bekas. Saya suka beli buku bekas di sini. Harganya £1.20 atau sekitar Rp22.000. Lumayan, ya?

Dari titik ini kamu bisa ke jembatan dekat Southbank Centre, Hungerford Bridge. Langsung deh siapin kamera karena di sini salah satu tempat terbaik untuk foto landscape London. ;)

contributor-london-art-scene-andine-5

Setelah puas ambil foto, langsung yuk ke Somerset House yang ada di seberang jembatan. kalau musim semi dan panas, mereka menampilkan berbagai pameran seni, ada yang gratis ada yang juga harus bayar. Kalau datang ke sini akhir April awal Mei, saya anjurkan untuk mampir ke pameran illustrasi dan grafis, Pick Me Up yang isinya karya up-and-coming artists. Biaya masuk £10. Nah, di pameran ini pengunjung bisa partisipasi dengananeka aktivitas dan workshops. Meski skala pamerannya lumayan kecil, tapi saya bisa lho menghabiskan waktu sekitar 3 jam di sini. Soalnya karya – karya yang ditampilkan sangat menarik. Semua seniman yang hadir untuk menjual karya juga sangat ramah, bahkan mendorong saya untuk mengambil foto karya-karya mereka. Nggak seperti waktu saya di Hongdae Free Market di Seoul, Korea Selatan. Yah, mungkin karena mereka tahu kalau saya tidak seberbakat mereka jadi nggak akan mencuri karya mereka. :)

Perkembangan seni di London memang nggak pernah bosan untuk diikuti. Gimana dengan kotamu? atau ada kota di Indonesia maupun luar negeri dengan seni yang menyenangkan untuk dilihat?

Andine Joyonegoro is a campaigner of accessible arts and culture based in England. In love with beautiful books, illustration, Indonesia, traveling, good food, watermelon and ice cream. Check out her blog, Indonesia in My Pocket, for more travel, illustration and book related posts.


RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER