READING

FLEA MARKET HUNTER PART 2 : MARRAKECH

FLEA MARKET HUNTER PART 2 : MARRAKECH

Setelah membahas tentang flea markets di London minggu lalu. Kali ini saya mau membahas Marrakech. Kalau kamu ingin merasakan atmosfer sebuah pasar yang benar – benar berbeda dari biasanya, Maroko adalah negara yang tepat. Mulai dari barang dagangannya yang sangat bervariasi seperti tas kulit, baju kaftan dengan berbagai model dan warnanya, sepatu Aladdin, hingga karpet – karpet permadani besar dan lampu lentera yang terbentang di dinding – dinding gang jalanan, serta para penjual potion yang memamerkan botol – botol berisi bubuk warna – warni.

marrakech-flea-market-livingloving-1 marrakech-flea-market-livingloving-2 marrakech3

Bukan hanya itu, suasana flea markets yang disebut dengan “souk” ini lengkap dengan kehadiran keledai – keledai yang lalu lalang bersama majikannya. Para penjual di souk ini juga sering “menyapa” para turis yang datang untuk melihat dagangan mereka. Jadi, pasar-pasar di Maroko memang sangat ramai dan “hidup”.

Sama seperti pasar di Indonesia, selama berbelanja di souk jangan pernah lupa untuk menawar! Biasanya saya menawar hingga setengah dari harga awal, walaupun kemungkinan untuk mendapatkan harga tersebut agak susah ya karena saya nggak bisa berbahasa Arab dan Perancis. Oh ya, jangan sungkan juga untuk bilang NO atau bersikap “dingin” kepada para penjual di sana . Karena nggak sedikit penjual yang agak memaksa pembelinya untuk melihat dagangan mereka.

marrakech-flea-market-livingloving

marrakech-flea-market-livingloving-3

Nah, sebenarnya cukup membingungkan untuk memberikan nama – nama pasar yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi, karena sebenarnya lokasi pasar – pasar yang saya kunjungi di Marrakech sangat berdekatan dan tanpa pembatas . Jadi semakin menyulitkan saya untuk memberi rekomendasi yang spesifik. Tetapi yang pasti, salah satu dari souk itu adalah Souk Al Khemis yang berada di sekeliling tempat yang paling terkenal di Marrakech, yaitu Jemaa El Fana. Pada umumnya souk ini buka setiap hari kecuali hari Jumat, dari jam 11.00 sampai 20.00 (terkadang bisa sampai jam 22.00 saat musim panas).

 


 

nazura-gulfira-for-livinglovingNazura Gulfira is a 23 years old Tourism Lecturer who enjoys spending her free time in daydreaming, taking photographs, blogging, flea/local market & treasure hunting, and traveling solo. Visit her blog at nazuragulfira.blogspot.com

 

 

 

 


RELATED POST

  1. duh ya ampun maroko, aaaa sukaa, suasananya persis kaya dibuku cerita negri 1001 malem, beruntungnya nazura, moga2 suatu saat aku bisa sampe kesana juga, amin. :)

  2. hihihi makasii mbak yudhi. aku doain supaya kakak – kakak bisa segera mengunjungi marokoo yaa :D

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER