READING

BLOGGING SERIES PART THREE: LAYOUT

BLOGGING SERIES PART THREE: LAYOUT

Jadi kemarin kami sudah membahas tentang self-hosted blog dan sedikit tips seputar memilih domain. Bagian ketiga akan membahas hal yang tak kalah penting: layout dari sebuah blog. Menurut kami, sebelum masuk ke sisi konten, layout adalah penentu pertama apakah pembaca betah di blog kita atau tidak.

Saat berdiskusi dengan Nike seputar layout untuk Living Loving, kami memutuskan untuk menggunakan layout minimalis berdasarkan pengalaman pribadi. Saat kami bermain ke blog atau situs favorit, biasanya kami berdua lebih suka membaca blog atau situs dengan latar belakang warna cerah dan teks berwarna gelap (yang paling mudah dibaca menurut kami adalah teks hitam atau abu-abu tua di atas latar putih).  Situs atau blog dengan layout yang terlalu riweuh atau warna latar belakang yang kurang tepat jarang kami kunjungi karena membuat mata lebih mudah lelah.

Kali ini kami mengajak Fifi Alvianto untuk berbagi pengalamannya mengutak-atik sendiri layout blog. Selain mendesain sendiri blog pribadinya the-alvianto.com, Fifi juga mendesain tampilan Hijab Scarf, blog fashion yang dulu ia buat dan menjadi cikal bakal majalah Laiqa. Coba simak penjelasan Fifi berikut ini.

Ada tips bagaimana untuk menyesuaikan tema layout dengan konten blog?
Blog atau website perlu menyesuaikan tema antara isi dan layout. Sebagai contoh blog the-alvianto.com berisi informasi untuk ibu yang biasanya tidak memiliki banyak waktu saat membuka sebuah website. Sehingga layout harus dibuat user friendly dan tentunya memiliki interface yang mampu menampilkan seluruh informasi dalam waktu singkat.

Selain itu postnya banyak berupa teks, maka perlu memilih font yang mudah dibaca disertai jarak antar huruf yang cukup lebar agar mata tidak mudah lelah saat membacanya. Namun kalau blognya lebih fokus pada fotografi dan tak terlalu banyak teks, maka membutuhkan layout dengan tampilan pixel maksimal melebihi lebar 500 pixel.

Boleh kasih tips bagaimana memilih color palette untuk layout blog?
Color pallete dapat disesuaikan dengan karakter diri atau warna favorit. Namun ada baiknya mengikuti trend yang sedang digemari. Saat ini lebih banyak yang menyukai warna monochrome atau plain putih. Hindari color pallete melebih 4 kombinasi warna. Kita juga bisa menyesuaikan pallete agar bagus kombinasinya menggunakan color generator yang banyak tersedia di internet.

Apa saja hal penting yang sebaiknya ada di sidebar blog berdasarkan skala prioritas?
Sidebar penting tapi jangan sampai  menampilkan yang kurang penting. Bagi saya foto diri atau profile ID adalah poin utama agar pembaca merasa lebih dekat dengan sosok yang menuliskan artikel, merasa saling mengenal atau kedepannya bisa betul2 berkenalan di dunia nyata. Tidak ada salahnya menampilkan sosok penulis dalam foto sederhana.

Kemudian tuliskan sedikit penjelasan mengenai website kita. Karena tidak semua orang berinisiatif membuka page About. Lalu taruh social media link yang kita miliki, agar memudahkan pembaca untuk mengetahui lebih banyak tentang website tersebut.

Sisanya menurut saya hanya opsi, saya senang memasukan jumlah pageviews yang bertujuan:
1. Membuat pembaca yakin bahwa ini bukan website asal, artinya sudah banyak dikunjungi netizen.
2. Monetize, dimana website tersebut bisa menjadi lahan bagi advertiser. Kita juga bisa menaruh contact email pada sidebar atau message box bagi yang ingin bertanya kepada kita.

Jenis dan ukuran font apa yang sebaiknya digunakan shg tidak menyusahkan untuk dibaca?
Favorit saya tetap Din Pro walau tidak memakainya pada website. Intinya gunakan font tipe Sans Serif (tanpa kait) agar lebih modern.

Apa saja tips supaya masing2 elemen pada layout blog saling berkesinambungan?
Kesinambungan itu menurut saya pada cara kerja website, harus user friendly sehingga apapun isinya tetap enak untuk dibaca dan terus menelusuri website tersebut. Semakin simpel semakin baik.

Kalau minta bantuan web designer untuk mencustomized layout blog kita, kira-kira berapa biaya yang diperlukan?
Saat ini banyak layanan mandiri untuk pembelian layout profesional, tanpa perlu menyewa designer lagi. Silahkan coba website Envato, banyak pilihan layout professional yang dapat kita custom. Harganya variatif, biasanya diatas $20.

Kalau kita pengen mengubah layout sendiri, software atau program apa yang sebaiknya kita pelajari agar bisa menguliknya?
Website menggunakan metode HTML Code, yang tidak membutuhkan software khusus, cukup belajar dari Google bagaimana cara memahami dasar-dasar HTML. Intinya jika sudah paham maka akan mengerti bagaimana mengoperasikannya. Saya belajar otodidak dan banyak membaca tutorial di internet mengenai cara membuat website. Namun kebetulan saya memang jatuh cinta pada multimedia dan mengambil jurusan ini saat kuliah.

(Beberapa contoh blog yang menggunakan layout minimalis: 1. the-alvianto.com, 2. hannasyalala.com, 3. lucedale.co, 4. thedustysneakers.com.)

Saat ini banyak blog yang memilih tampilan minimalis dengan latar putih, misalnya Living Loving, The Alvianto, atau punya teman kami, Lucedale, Hello Sunshine, dan The Dusty Sneakers. Kalau menurut Fifi apa kelebihan layout minimalis seperti ini?
Kelebihan layout minimalis maka seluruh artikel kita akan terlihat jelas dan lebih stands out. Selain itu pembaca lebih fokus pada konten. Saya sendiri awalnya tidak menyediakan lahan ad banner pada side bar namun akhirnya mencoba, sekedar ingin mengetahui seberapa efektifnya Google Ads pada website saya. Tapi lahan putih minimalis tentunya lebih terkesan rapi dan bersih yang harapannya mencerminkan karakter pemilik, dimana isi website juga tertata rapih.

Tips terakhir. Jangan lupa buat Index pada website agar pembaca mudah menelusuri website dan mencari artikel tertentu. Selain itu ini ibarat timeline, kita akan mengetahui berapa banyak post kita perbulan, sehingga lebih mudah dilihat.

Terimakasih Fifi sudah mau berbagi seputar pengalaman mengulik layout blog. Bagaimana dengan kalian? layout seperti apa yang bisa bikin kalian betah membaca sebuah blog?

 

About Fifi Alvianto

profil fifiA mom with 2 little girls Lola & Lana. Blogger for almost 10 years. Life Photographer. Graphic & Motion Designer. Founder of Laiqa Magazine & Casa Elana.


Penyuka craft yang lebih senang dapat voucher toko buku dibanding voucher baju. Ibu satu putri yang akrab dipanggil Mamir ini selalu sibuk cari inspirasi dekor atau palet warna di internet sambil menyantap segala macam penganan yang ada di studio Living Loving. Kamu bisa menyapa Mamir di akun Instagram-nya (@mamiraz) atau mengontaknya di miranti (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER