READING

CREATIVEPRENEUR SERIES PART 1: START YOUR OWN BRAN...

CREATIVEPRENEUR SERIES PART 1: START YOUR OWN BRAND

Setiap tahun saat datang melihat event bazaar seperti Brightspot, Market & Museum, atau On Market Go kemarin saya selalu terkesan dengan semakin banyaknya anak muda yang memulai merintis bisnis sendiri. Being an entrepreneur is such a possible option these days. Baik di bidang kuliner, interior, aksesori, atau fashion, semakin banyak brand baru bermunculan. Terpikir untuk memulai usaha sendiri? Coba simak cerita teman-teman kami yang memutuskan menjadi entrepreneur berikut ini.

Kami ngobrol-ngobrol dengan Kania dari Chic and Darling dan Inda dari The Bride Dept untuk mencaritahu pengalaman mereka menjadi entrepreneur. Keke, panggilan Kania sempat bekerja sebagai creative producer di stasiun TV selama lebih dari 10 tahun. Tiga tahun lalu setelah menjadi ibu Keke sempat merasa stres karena lelah mengurus rumah. Keke merasa perlu creative output agar bisa mengurangi stres. Akhirnya mulai berprakarya dengan bahan-bahan yang ada dirumah. Tujuannya memang cuma pengen mempercantik rumah sendiri tanpa keluar biaya. Tapi ternyata kreasinya mendapat respon bagus dari orang-orang akhirnya dia memutuskan untuk serius dan menjadikannya lapangan pekerjaan

creativepreneur-series-part-1-foto5

Sementara Inda dan partnernya, Friska memulai startup digital karena bisa memberikan kebebasan kreativitas, aktivitas, dan finansial. Pengalaman Inda saat magang di Sonia Kashuk, brand make up berbasis di New York, menjadi awal pemicu ide menjadi entrepreneur. Sonia memulai brand make upnya yang berpartner dengan Target agar memungkinkan dia untuk menjadi entrepreneur yang tidak harus keliling dunia untuk pekerjaannya dan juga bisa tetap merawat anak. Inda yang memang suka menulis akhirnya memutuskan menjadi creativepreneur karena menurutnya bidang kreatif itu sangat challenging karena memaksa kita terus berinovasi.

1. Salah satu hal utama saat memutuskan menjadi entrepreneur adalah soal modal. Menurut kalian seberapa penting besar kecilnya modal awal untuk memulai usaha?

Inda:
Alhamdulillah dari segi financial keluargaku memberi dukungan penuh. Tapi ini juga bukan tanpa usaha lho! Untuk meyakinkan orang tua ku, aku harus presentasi ke mereka seperti ke venture capitalist juga! Selain itu aku juga punya partner, Friska, yang mengerti bahwa modal membuat startup digital itu tidak sedikit dan dia juga willing untuk berkontribusi demi membangun bisnis ini. Jadi menurutku punya partner yang solid juga penting banget. Tapi untuk yang kesulitan dalam mencari modal, sebenarnya sekarang juga sudah banyak incubator bisnis seperti GEPI atau venture capital yang bisa membantu kita dalam mendapatkan modal.

Keke:
Dari pengalamanku sendiri, besar kecilnya modal tidak menentukan kesuksesan bisnis either short or long term. Yang paling penting diinget bahwa modal utama kita adalah knowing ourself dulu, what do we like? what are we passionate about. Lalu start with where you are and what you have. Aku justru juga terinspirasi oleh orang2 yang memulai usaha/bisnis yang tanpa modal besar sama sekali bahkan ada yang tanpa modal. Kalau aku boleh jujur, waktu itu modal ku cuma akses internet dirumah :)

2. Waktu awal mulai, gimana cara mengenalkan brand ke publik?

Inda:
Aku percaya bahwa content is the king dan social media is the easiest, fastest and cheapest way to introduce your brand. Jadi dari awal, aku dan Friska selalu memastikan konten yang kita keluarkan selalu berkualitas, baik dari sisi visual maupun informasi. Kita juga hanya fokus di 2 social media yaitu facebook dan instagram. Jadi dengan fokus ini konten yang dikeluarkan bisa lebih berkualitas.

Keke:
Karena pada saat itu aku punya keterbatasan mobilitas alias tidak bisa kemana2 setiap hari, jadi akses internet dirumah satu-satunya alat aku untuk bisa komunikasi ke publik. Waktu itu aku masih baru banget di dunia soc-med, bahkan tidak tau apa yang sedang tren atau apa lagi booming jd tidak punya benchmark whether my stuff is going to sell or not. But because i had no choice, i only had social media (blog/instagram/fb/twitter) to market my products, akhirnya aku coba saja. Eh ternyata the market’s enthusiasm was truly overwhelming.

3. Untuk Keke, Chic and Darling sudah berusia 2 tahun dan sudah beberapa kali mengeluarkan seri produk baru. Darimana saja ide desain produknya datang?

Kebetulan dari kecil aku suka barang-barang yang punya nilai seni. Aku juga seneng travelling, collecting books and magazine. Sebagian besar produk yang aku buat memang ter-motivasi sama kebutuhan di rumahku sendiri. Seiring berjalannya waktu, aku ter-inspirasi untuk membuat produk yang fungsional namun tetap punya nilai estetika. Setiap membuat desain atau produk, i would ask myself first: would i buy and use the products i make or not?

4. Untuk Inda, kesulitan saja yang dialami saat memutuskan memilih startup digital?

Kesulitannya mungkin dari sisi IT nya. Jadi aku dan Friska nggak punya latar belakang IT sama sekali dan itu membuat kita meraba-raba banget. Bahkan pernah ditipu web developer! Jadi salah satu tips dari kita mungkin adalah cari partner yang memang jago dibidang teknologi kalau ingin fokus di startup digital! (Psst..kami juga sedang mencari partner lho…ada yang tertarik? ;D)

creativepreneur-series-part-1-foto1

5. Saat setahun pertama, sebaiknya perlu rekrut SDM untuk bagian apa saja?

Inda:
Sebenarnya sih tergantung dari bisnis dan keahlian kamu apa. Kalau contoh dari kita, kita memang kurang di bagian IT dan client acquisition. Jadi hal pertama yang kita cari adalah orang-orang yang bisa membantu kita dalam mengisi kekurangan tersebut.

Keke:
Kalau bisnismu mulai berkembang dengan baik, cobalah berinvestasi dengan menyewa seorang administrator yang baik dan bisa multitasking. Tapi walau punya karyawan tetap, bukan berarti bisa lepas tangan. Kita tetap harus turun dan semua harus tetap di perhatikan, because a business is like your baby. You would want to make sure your baby is well taken care of right?

6. Saat ini industri kreatif di Indonesia sudah semakin maju. Banyak startup bermunculan dan banyak orang yang memulai bisnis sendiri. Gimana trik kalian untuk bisa survive di tengah persaingan dengan kompetitor?

Inda:
Susah banget memang! Jadi memang produk yang kita tawarkan harus unggul. Kebetulan kan memang yang ditawarkan TBD adalah content. Jadi fokus kita adalah untuk terus memberikan content yang berkualitas.

Keke:
Sejujurnya aku nggak pernah merasakan adanya spesifik persaingan dengan siapapun, mungkin karena dari awal aku memulai  bukan karena alasan keuangan. Walau sekarang kenyataannya banyak yang meng-copy atau memulai sesuatu yang mirip dengan bisnisku, aku melihatnya sebagai sesuatu yang positif. It means my marketing strategy is working and the industry is growing. Mungkin hal hal kecil seperti how my products are made ethically dan bagaimana kita mengkomunikasikan setiap produk ke publik juga bisa jadi daya tarik sendiri. Saya juga berkolaborasi dengan teman-teman seniman/pengusaha yang punya kesamaan visi misi. So i guess the trick is you just keep going, don’t get busy looking at what others are doing.

7. Apa ada tips bagi pembaca yang masih ragu untuk memulai usaha sendiri?

Inda:
Ada salah satu quote yang memang kita suka sekali dari Seth Godin yaitu “The only thing worse than starting something and failing is not starting something“. Kita setuju sekali dengan Seth Godin kalau memang kamu punya ide dan ingin mewujudkan nya, just do it! Yang terpenting adalah kita memang memiliki business plan yang jelas dan juga terukur. Make sure you are taking calculated risk and not just gambling.

Keke:
Intinya sih kalau kamu masih ragu, you will never start anything. Karena waktu terus berjalan, dan bisa jadi orang lain yang mulai duluan dengan ide kamu itu. So, get to know yourself first, set your mind into it, focus and work hard to make it happen.

Pheww..post super-panjang untuk kali ini. Tapi kami harap apa yang di-share oleh Keke dan Inda bisa membantu kalian yang sedang menimbang untuk memulai bisnis sendiri. Thank you for sharing, Keke and Inda!

photo credit:  Living room image and photo used for feature image are courtesy of Chic and Darling. 

ABOUT OUR CONTRIBUTORS

creativepreneur-series-part-1-foto3bKania Annisa Anggiani is the founder and creative director of Chic & Darling, home living brand that focusing on making home-goods accessories using eco-friendly material that is made ethically and responsibly. After working 10 years in the media industry as a creative producer, Chic & Darling has became her sanctuary – allowing her to be a mother while chasing her dreams of making sustainable products and sharing her love of home making with others.

 

creativepreneur-series-part-1-foto2Putri Arinda (Inda) is the co-founder of The Bride Dept with her partner Friska Ruslim. The Bride Dept is a website dedicated to give wedding inspirations for the bride-to-be. They cover all wedding-related topics such as real wedding coverage, wedding vendor, bridal shower ideas, beauty preparation, and others interesting details about your special day.


Penyuka craft yang lebih senang dapat voucher toko buku dibanding voucher baju. Ibu satu putri yang akrab dipanggil Mamir ini selalu sibuk cari inspirasi dekor atau palet warna di internet sambil menyantap segala macam penganan yang ada di studio Living Loving. Kamu bisa menyapa Mamir di akun Instagram-nya (@mamiraz) atau mengontaknya di miranti (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

  1. Winarti

    12 June

    Hello, saya Winarti dari brand Kamalika Artprints. Ingin sharing juga soal starting business. Saya memulai di 2011 karena merasa tidak mendapat tempat di dunia kreatif di Indonesia. Jatuh bangun mencari celah, sepulang dari pendidikan seni yang notabene salah satu “sekolah desain terbaik” di dunia, realitasnya i have no network. Kamalika Artprints dimulai saat saya membuat ilustrasi2 just to be commited dengan kecintaan saya pada seni sekaligus menghibur diri di sela rutinitas setelah memutuskan untuk menjadi stay-at-home mom. Turn out to be … :-)

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER