READING

SPREADING CREATIVITY ACROSS ASEAN

SPREADING CREATIVITY ACROSS ASEAN

Akhir pekan lalu, saya sempat datang ke acara event ASEAN Youth Creative Industry Fair di Kota Tua, Jakarta. Acara ini adalah puncak dari rangkaian AYCIF Creativepreneur Competition yang diselenggarakan beberapa bulan lalu. Saya sempat memutari area bazaar yang tersebar di pelataran Museum Fatahillah. Area bazaar dibagi menjadi dua: booth brand lokal dan creativepreneur showcase yang memajang hasil karya dari finalis AYCIF Creativepreneur Competition, baik dari Indonesia maupun negara ASEAN lainnya.

Beberapa produk di area creativepreneur showcase yang jadi favorit saya adalah kain tenun Ock Pop Tok dari Laos yang cantik banget, terutama yang menggunakan material organdi. Lalu kreasi sulam Ease Embroidery dengan desain geometrik cantik bernuansa hitam-putih dari Thailand. Selain dibingkai dan jadi hiasan dinding, ada juga yang diterapkan di sarung bantal atau sebagai aplikasi. Tas geometrik kreasi Karyn Lim dari Singapura juga jadi favorit. Tas ini sukses bikin teman-teman kami langsung penasaran begitu diupload ke Instagram.

events-aycif-7

events-aycif-2

events-aycif-4

Sementara di area creative bazaar saya sempat lihat-lihat notebook-nya Wake & Wander, outerwear di Localbrand, sukulen di Hayoening, dan akhirnya ketemu langsung sama Dinda dari Kayakayu.

events-aycif-6

events-aycif-3

Selain bazaar, ada movie screening dan games trial yang diadakan di dalam Gedung Jasindo. Sementara Museum Seni Rupa dan Keramik diubah menjadi Fashion Dome yang menampilkan karya 18 desainer muda ASEAN. Ada juga berbagai seminar kreatif dengan pembicara pakar-pakar baik dari dalam maupun luar negeri.

Puncak acara pada Minggu, 30 Agustus adalah panggung musik dan pengumuman pemenang untuk 4 kategori Creativepreneur Competition:

Craft & Product Design: Pin Metallife karya Saruta Kiatparkpoom dari Thailand.
Movies & Animation: Roh Garuda karya Ricky Ramadhan dari Indonesia)
Games & Applications: Infectonator: Survivor karya Jonathan Manuel Gunawan dari Indonesia
Fashion: Simonssister karya Melada Chareonying dari Thailand.

events-aycif-1

Yay! So proud of our finalists. O,iya, setiap pemenang berhak mendapat hadiah berupa uang tunai dan piagam. Selain itu keempat pemenang juga dapat kesempatan mendapat mentorship dari para ahli di masing-masing kategori selama 6 bulan! Yang ini menurut saya bagus sekali, karena sharing pengalaman dan bimbingan seperti ini pasti berguna banget untuk startup-startup muda. Sekaligus jadi peluang untuk meningkatkan skill mereka. Congratulations to all winners. See you at AYCIF 2016!


Penyuka craft yang lebih senang dapat voucher toko buku dibanding voucher baju. Ibu satu putri yang akrab dipanggil Mamir ini selalu sibuk cari inspirasi dekor atau palet warna di internet sambil menyantap segala macam penganan yang ada di studio Living Loving. Kamu bisa menyapa Mamir di akun Instagram-nya (@mamiraz) atau mengontaknya di miranti (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER