READING

FALLING IN LOVE WITH NETHERLAND

FALLING IN LOVE WITH NETHERLAND

Angin, Bunga, dan Makan. Tiga kata yang menggambarkan pengalaman pertama saya saat jalan-jalan ke Belanda. Waktu roadtrip Agustus lalu, setelah menghabiskan 5 hari di Paris lalu kami sekeluarga menginap selama 3 hari di Belanda. Kami menginap di daerah De Kwakel lalu sempat berjalan-jalan ke Volendam, Giethoorn, Gouda, Den Haag, dan Amsterdam. Cuacanya sangat berangin, dingin pula, jadi awal-awal sampai sini sempat agak pilek. Pemandangan khas di Belanda adalah kanal-kanal yang banyak dijumpai mulai dari kota sampai di desa kecil. Beberapa jembatan bisa diangkat kalau ada perahu mau lewat. Salah satu jembatan menuju Airbnb kami di Belanda bisa diangkat tegak seperti ini. Serasa dalam film Inception karena jalanannya jadi tampak terlipat.

travel-holland-1

Gouda
Salah satu tujuan pasti waktu ke Belanda adalah mau datang ke pabrik keju. Sayang pas dicek di peta, lokasi pabrik yang ingin didatangi agak melenceng dari rute itinerary lainnya. Akhirnya kami memutuskan untuk mampir ke Gouda yang kejunya sudah terkenal itu. Deretan toko di area Centrum, Gouda didekor dengan cantik dan suasananya sangat nyaman. Saya sempat mengintip museum kecil tentang proses pembuatan keju.

travel-holland-22

 

travel-holland-17

Kami juga menyempatkan membeli keju di ‘t Kaaswinkeltje. Ada tumpukan keju menggunung yang menyambut tamu di depan pintu masuk toko. Sangat menggoda untuk diicip. Yang warna hijau adalah keju yang dicampur herbs. Yang merah dicampur paprika atau cabai. Yang berwarna biru adalah keju rasa lavender. Rasanya? Hmm..menarik..hehe. Ada satu keju berbumbu yang begitu saya coba rasanya mirip rasa rendang, entah bumbu apa yang dicampur ke dalam keju itu. Toko ini menjual aneka jenis keju baik produksi Belanda maupun bukan. Di rak belakang kasir tersedia keju yang dibuat secara tradisional oleh peternakan di Gouda. Keju-keju di rak ini tidak diekspor ke luar Belanda.

travel-holland-18

Di Gouda pula kakak saya bahagia karena menemukan toko bahan makanan Asia yang menjual teh botol. Dia langsung beli yang kemasan botol plastik dalam jumlah banyak untuk dibawa ke Toulouse.

travel-holland-21

travel-holland-20

travel-holland-19

Giethoorn
Giethoorn adalah desa kecil di Belanda yang punya julukan “Venice of The North”. Rumah-rumah dengan halaman besar dan halaman penuh bunga cantik dikelilingi kanal. Serasa liat lukisan! Di area pusat Giethoorn tidak ada jalanan untuk mobil, hanya kanal dan jalan setapak. Jadi penghuninya kalau ga jalan kaki ya naik perahu. Sayang kami sampai 5 menit setelah loket rental perahu tutup jadi ga sempet ngerasain menyusuri kanal di sini..hiks

travel-holland-29

travel-holland-30

travel-holland-32

travel-holland-41

Di Giethoorn rasanya semua penghuninya jago berkebun. Eh tunggu, kayanya hampir semua yang tinggal di Belanda punya green thumb. Soalnya hampir tiap rumah, termasuk di Amsterdam, De Kwakel, dan Volendam, rata-rata punya kebun dan bunganya bagus bagus banget. Waktu saya ke Belanda kebetulan pas akhir musim panas. Jadi ga ketemu tulip. Yang mudah ditemui dimana-mana adalah rerimbunan bunga Hydrangea dalam berbagai warna.

Volendam
Saya mencoba ikan herring pertama kali di sebuah kedai kecil di Volendam, kota pesisir di Belanda bagian Utara. Ikan herring mentah difillet, lalu dikucuri lemon dan cincangan bawang putih. Kami juga beli mackerel asap yang sesampainya di penginapan baru menyesal cuma beli satu. Soalnya enak banget rasanya.

travel-holland-16

travel-holland-12

travel-holland-11

And we also did that mandatory dutch costume family picture..hehe. Saya dan kakak saya juga ga tahan buat jajan poffertjes. Pengen coba rasa aslinya. Tapi ternyata masih jauh lebih enak poffertjes yang kami makan di Puncak Pass, lho.

travel-holland-14

travel-holland-15

Amsterdam
Salah satu tujuan ke sini adalah menemani Ibu yang mau ketemu Bude Endah, sahabat lamanya yang sudah lama tinggal di Belanda. Kami diajak berkeliling Amsterdam naik metro melihat daerah kota tua di Belanda. Lalu ikutan canal cruise mengelilingi Amsterdam, yang ternyata agak membosankan dan bikin ngantuk naik boatnya. But we’ve spotted that “world’s narrowest house” during this cruise.

Kami juga diajak makan di Sie Joe, resto punya orang Indonesia. Bahagia bener liat semangkuk bakso dan teh botol. Walau kurang saus sambal (di sini adanya sriracha).

travel-holland-3

travel-holland-2

travel-holland-35

travel-holland-7

travel-holland-4 travel-holland-5

Den Haag
Kota terakhir yang kami kunjungi di Belanda sebelum meneruskan perjalanan ke Belgia. Tapi kami cuma mampir ke Madurodam saja. Miniatur-miniatur tempat sejarah dan kebudayaan Belanda ditata menarik, lengkap dengan area main, bunga-bunga cantik, dan tempat jajan (penting! :p). Tapi harus hati-hati kalau makan di sini, karena banyak burung camar beterbangan yang kadang suka hinggap di atas booth makanan. Burung camar ini suka mencomot makanan turis..mungkin mereka lapar berat ya.

travel-holland-9

travel-holland-8

Singkat cerita di antara negara-negara yang kami kunjungi waktu road trip, Belanda adalah negara favorit saya. Mostly karena jatuh cinta sama bunga-bunga cantiknya. And it’s not even spring time! Selain itu, urusan perut juga cukup terjamin di sini karena gampang dapat makanan Indonesia dan banyak yang bisa ngobrol pake bahasa Indonesia. Dan sebagai penutup, biar afdol kami pun rame-rame pose (di tengah hujan angin) demi satu foto “wajib” di depan kincir angin :))

Tot de volgende keer!

travel-holland-38

*foto-foto lengkap bisa dilihat di Facebook Page kami.


Penyuka craft yang lebih senang dapat voucher toko buku dibanding voucher baju. Ibu satu putri yang akrab dipanggil Mamir ini selalu sibuk cari inspirasi dekor atau palet warna di internet sambil menyantap segala macam penganan yang ada di studio Living Loving. Kamu bisa menyapa Mamir di akun Instagram-nya (@mamiraz) atau mengontaknya di miranti (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER