READING

WORKSPACE: THAT CALM MOOD BY NAELA ALI

WORKSPACE: THAT CALM MOOD BY NAELA ALI

Mungkin kamu salah satu orang yang mengikuti akun Instagram ilustrator Naela Ali. Lulusan DKV Bina Nusantara University ini punya bisnis sendiri bernama  Asobi , sebuah brand yang berfokus pada barang-barang ilustrasi yang bertemakan kebudayaan Jepang dan kucing, dua hal yang sangat Naela sukai. Saat mampir ke akun Instagram-nya, kami sempat mengintip beberapa sudut kerja di kamar Naela yang ternyata punya tone tak jauh beda dengan ilustrasinya, manis dan kalem.

Buat kamu yang senang dengan gaya Jepang yang modern dan simpel, kemungkinan besar kamu akan suka dengan bagaimana Naela mendekorasi kamarnya. Kami pun suka sekali dengan caranya menata barang sehingga nggak terkesan membosankan. Ilustrasi-ilustrasi tampak spontan ditempel  begitu saja di dinding, tumpukan buku-buku dan pernak-pernik…it reminds us of the rooms we once had back in college years.

home-decor-workspace-naela-ali-living-loving-12 kata yang mendeskripsikan diri kamu.
Simpel dan fun

Bisa ceritakan dengan singkat apa yang kamu kerjakan sekarang?
Selain bekerja sebagai ilustrator lepas, desainer grafis dan menjalankan Asobi, aku sesekali mengajar kelas watercolor yang aku buat sendiri bernama Summer Wasting Class. Aku juga sudah membuat dua art book yang berjudul ‘Itadakimasu Illustrated Japanese Food Art Book’ dan ‘Stories for Rainy Days’.

Sejak kapan sih kamu mulai tertarik dengan dunia ilustrasi dan bagaimana kamu menjadikannya sebuah bisnis sekarang?
Untuk ilustrasi sendiri sebenarnya aku sudah suka menggambar sejak kecil dan memang sudah didukung kedua orang tua sejak dulu. Namun dulu aku lebih berfokus pada ilustrasi menggunakan cat akrilik. Kemudian pada pertengahan tahun 2011, aku mulai mengeksplorasi diri menggunakan cat air dan akhirnya jatuh cinta hingga sekarang ini.

Awalnya pada tahun 2011, sempat buat ilustrasi dan dibuat jadi kaos. Namun nggak begitu sukses. Lalu tahun 2013 aku iseng-iseng buat ilustrasi kaos dan ternyata cukup banyak yang tertarik dan kemudian aku sering buat lagi. Sampai akhirnya pada tahun 2014 aku memutuskan untuk buat Asobi karena jujur aja, aku nggak pede ketika harus ikutan bazaar dan memakai nama brand dengan nama sendiri, “Siapa juga Naela Ali?”, hehe..akhirnya daripada memakai namaku sendiri aku memutuskan untuk membuat brand yang tetap menggunakan ilustrasi aku.

Konsep Asobi sendiri lebih ke hal-hal berbau Jepang dan kucing karena kebetulan kedua hal tersebut hal yang paling aku sukai dan menurutku akan lebih mudah berkarya apabila dimulai dari hal yang kita sukai.

Bisa ceritakan tentang konsep kamar kamu?
Konsep kamarku ini adalah kamar sekaligus workplace. Jadi aku membagi kamarku ke dalam dua area. Pertama area tempat tidur adalah area untuk beristirahat. Jadi apabila aku ingin menonton film atau bersantai-santai, dapat aku lakukan di tempat tidur sehingga jadi lebih relax.

Sedangkan area kedua, yaitu meja kerja di mana apabila aku bekerja aku akan mengerjakannya di meja itu dan berusaha untuk tidak terganggu oleh keberadaan tempat tidur yang dapat memacu kemalasan.

Di mana biasanya kamu mendapat inspirasi untuk mendekorasi kamar kamu?
Biasanya melalui pinterest dan majalah-majalah dekorasi interior Jepang.

Di mana kamu biasanya mendapatkan furnitur dan barang-barang dekor di kamar kamu? 
Barang-barang biasanya aku sekedar lagi lihat-lihat aja kemudian ada yang lucu aku beli. Dan sejujurnya aku jarang beli pernak pernik karena aku nggak mau kamarku terlalu ramai karena sudah cukup ramai dengan buku-bukuku. Kalaupun beli pernak pernik aku biasanya memilih yang benar-benar simpel sehingga tidak terlihat heboh saat ditata.

Mug grid ini favorit aku banget dan aku jadikan tempat meletakkan pensil dan merupakan hadiah dari temanku. I love it when people give me things without I even asked and they knew exactly what I like. Kemudian tanaman tanaman ini yang aku dapat dari Akartelier. Lalu jam kayu dari Thespotid ini favorit aku banget, desainnya simpel. Dan biasanya aku memilih hal-hal seperti stationary pun yang bisa dilihat keren saat dipajang di workspace ku.

Untuk stationery aku memilih muji karena desainnya yang simpel sekali lalu di Scoop juga seperti penggaris kayu, papan tulis mini, dan tanaman ini. Seperti yang terlihat, untuk aksesoris aku memilih yang bernuansa kayu. Aku juga suka sekali dengan garis-garis jadi kebanyakan barang-barangku bernuansa garis-garis. Seperti selimut dan seprai yang aku dapat dari IKEA ini. Aku memiliki beberapa persediaan selimut dan seprai dengan motif yang sama persis, jadi apabila yang lain sedang di-laundry, aku bisa pakai yang lainnya hehe. Dan taplak serta tatakan gelas garis-garis yang merupakan hadiah dari temanku. Tempat meletakan barang ini (things dan kotak garis-garis) aku dapatkan dari Informa.

Kalau yang kami intip dari instagram, kamar kamu kan bernuansa hitam, putih dan abu-abu, apakah warna tersebut memang merupakan warna yang mencerminkan kamu atau hanya khusus untuk mendekorasi kamarmu?
Karena aku orangnya sukanya dengan hal-hal yang simple dan calm. Jadi warna-warna tersebut merupakan warna yang tepat. Selain dari yang terlihat di kamarku, warna-warna tersebut pun aku pakai dalam kehidupan sehari-hari aku seperti warna koleksi pakaianku serta warna yang aku gunakan dalam ilustrasiku. Dengan sedikit nuansa hijau untuk membuat terkesan lebih hidup dan tidak membosankan.

Bagaimanakah biasanya kegiatan kamu sehari-hari di kamar?
Karena kamar ku ini sebagai tempatku sekaligus bekerja dan beristirahat, kadang sangat sulit menahan diri untuk tidak bermalas-malasan. Apalagi kadang apabila jenuh bekerja aku langsung mulai bermalas-malasan di tempat tidur. Namun belakangan aku mulai mendisiplinkan diri dengan mengatur jam kerja layaknya pekerja kantoran pada umumnya. Aku mulai bangun pagi-pagi dan kemudian mandi, sarapan dan membersihkan kamar. Kemudian pukul 9 sampai 6 aku mulai bekerja. Dan pukul 12 siang aku menggunakan waktu untuk beristirahat hingga pukul 1.

Tapi kalau aku memang benar-benar stuck aku akan nonton film, browsing atau membaca buku sembari mendengarkan musik sehingga aku merasa lebih rileks dan bisa mulai mengerjakan dengan lebih tenang.

Apakah kamar yang didekorasi memberikan pengaruh untuk pekerjaan kamu?
Tentu saja, aku selalu senang mendekor kamar sejak kecil dan kamar yang tertata dengan baik sangat berpengaruh dengan semangat bekerja. Apabila kamar berantakan dan tidak tertata sesuai dengan apa yang kita suka akan terasa malas sekali untuk melakukan apa-apa. Makanya, bila membeli barang, meskipun sekecil penghapus atau pensil aku selalu membeli yang memang aku sukai baik secara fungsi maupun penampilan fisiknya. Bagiku, penampilan fisik suatu barang adalah nomor utama dalam mendekor kamar.

Apa saja tips untuk mendekorasi dan menata sebuah kamar mungil?
Yang paling penting, tidak usah terlalu banyak pernak-pernik yang tidak perlu. Tetap harus balance. Contohnya kamarku, sudah terlalu ramai dengan buku-buku, maka dari itu sebaiknya memilih pernak-pernik yang memiliki desain yang simpel dan tidak perlu menaruh banyak barang yang dirasa tidak diperlukan. Letakkan barang-barang dalam suatu kotak atau tempat barang tertentu dengan rapi. Seperti aku meletakkan alat-alat gambar pada tempatnya sendiri sehingga tetap terlihat rapi dan tidak terlihat terlalu ramai di kamar.

Apakah yang paling kamu sukai dari ruangan kamu?
Jendela kamar yang sangat besar sehingga kamarku terlihat sangat cerah di siang hari dan itu sangat berpengaruh dalam memotivasi aku dalam bekerja. Karena kamar yang gelap akan menimbulkan rasa malas dan ngantuk. Aku juga suka melihat tumpukan bukuku, melihat tumpukan buku terasa liberating buatku. And I feel safe when my books are around, I don’t know why.

Kalau kamu punya waktu santai di kamarmu, apa yang biasanya kamu lakukan?
Biasanya aku nonton series seperti That’s 70s Show yang ringan dan menghibur, membaca buku, mendengarkan musik atau sekedar menggunakan waktu yang ada untuk tidur.

Dalam bekerja, apakah kamu termasuk tipe yang senang menata barang-barang dengan rapi atau justru baru bisa bekerja ketika barang-barang diletakkan seadanya?
Diletakkan dengan rapi, karena ketika bekerja aku menggunakan banyak alat seperti cat air tisu dan kemudian akan menjadi berantakan. Lebih baik sebelum mulai, aku rapikan sehingga saat bekerja akan berantakan namun tidak menjadi berantakan yang berlebihan.

Kami lihat kamu punya banyak sekali koleksi buku, apakah buku favorit kamu yang dapat direkomendasikan ke pembaca kami?
Aku sangat suka dengan buku literatur Jepang seperti karya-karyanya Haruki Murakami, Banana Yoshimoto, dan Ryu Murakami.

Apakah rencana kamu kedepannya untuk bisnis kamu dan juga kamar kamu sendiri?
Rencana ke depannya pasti tetap konsisten untuk terus berkarya dan belajar untuk lebih baik lagi. Aku ingin sekali punya toko serta studio sendiri di mana aku bisa menjual karya-karya ku sekaligus bekerja di tempat yang sama. Aku juga ingin terus membuat kamarku terasa lebih nyaman dan terus menambah koleksi bukuku, selain menambah wawasan serta inspirasi, buku-buku membuat kamar terasa lebih menyenangkan untuk ditinggali.

Terima kasih sekali, Naela sudah bersedia berbagi cerita tentang ruang kerja/kamarmu. Semoga suatu saat bisa bertemu. :)


Simple, functional, modern, in love with details. Nike menghabiskan masa kecilnya di Kepulauan Riau dan Sulawesi Tenggara, membuatnya merasa berbeda sejak kembali tinggal di Jakarta dan suka menikmati tempat baru. Mulai blogging sejak tahun 2000, bahkan ketika istilah blog belum ada. Ketertarikannya akan dunia media dan kreatif sudah ada sejak masih sekolah. Sebelum menjalankan Living Loving, Nike bekerja selama 7,5 tahun di industri media, kreatif dan digital. Kamu bisa melihat dan menyapanya juga di Instagram (@nikeprima) dan nike (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

  1. i spot the Totoro ,,,!!!!! <3

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER