FINDING SOULMATE

Bukan, postingan ini bukan bercerita soal mencari pasangan hidup. Saya cuma mau sharing sedikit soal bagaimana saya dan Nike akhirnya memutuskan untuk bekerjasama membangun Living Loving. Bagi yang pernah atau sedang membangun usaha, mungkin tahu rasanya kalau mencari partner dalam berbisnis atau untuk urusan pekerjaan itu tidak mudah. Walau berteman, belum tentu cocok cara kerjanya. Walau cocok cara kerjanya, belum tentu sama visinya. Maka dari itu rasanya sudah seperti mencari jodoh saja.

Saya dan Nike sudah saling kenal sejak tahun 2001 karena satu kampus walau beda jurusan.  Lalu di 2007, Nike menarik saya untuk kerja di salah satu stasiun TV swasta lokal di Jakarta. Selama hampir 3 tahun kami berada dalam satu tim, memegang program talkshow pagi yang syuting live dan stripping (setiap hari) dari Senin-Jumat.

Selama kerja satu tim ini kami jadi saling tahu cara kerja masing-masing. Walau selera musik, pakaian, atau film agak berbeda, tapi kebetulan untuk urusan kerjaan kami punya kemiripan, sama-sama detail anaknya. Dan selera kami sama untuk hal-hal terkait home decor dan desain ternyata nyambung. Jadi waktu di tahun 2012 Nike mengajak saya untuk membuat Living Loving, saya langsung okein tanpa pikir panjang. Nike sempat cerita soal awal mula Living Loving di post ini.

Processed with VSCO with a5 preset

Nike Virgo, saya Aries. Sejujurnya saya nggak terlalu paham urusan perzodiakan. Tapi ternyata kami cukup klop cara bekerjanya walau sifatnya bertolak belakang. Sebelumnya kami sama-sama sering dengar cerita dari teman yang merasa tak cocok dengan partner usahanya dan akhirnya pecah kongsi. Atau ingin mencari partner agar ada yang membantu usaha tapi sulit menemukan orang yang tepat. Karena itu kami ingin berbagi sedikit cerita apa saja yang menurut kami penting dalam mencari partner usaha berdasarkan pengalaman kami sendiri.

Punya visi yang sama
Ini yang menurut saya paling penting. Karena dua kepala isinya tentu berbeda, jadi perlu diskusi dulu: Apakah tujuan awal membangun usaha sudah sama? Apakah visi untuk pengembangan usahanya sudah sama? Apakah selera untuk pemilihan produk sama? Karena kalau tujuan, visi, dan seleranya terlalu berbeda, kemungkinan untuk bentrok nanti-nantinya mungkin lebih besar.

Itu pula mengapa kami selalu membuat proposal dan mood board untuk setiap project Living Loving. Bahkan usulan artikel pun biasanya kami susun lengkap dengan referensi foto dan palet warnanya. Ya, kami ini memang anaknya amat-sangat-detail-abeess. Kadang ada teman yang komentar, “kok ribet banget sih sampe bikin proposal segala?” Nah, karena kami tahu pikiran setiap orang pasti berbeda jadi proposal ini memudahkan kami untuk menyamakan persepsi dan menyusun to-do list.

life-thoughts-finding-soulmate3

Sepakat atas peran masing-masing
Ini penting untuk diperjelas sejak awal agar nantinya tidak ada yang merasa “kok gue ngerjain ini terus sementara dia ga bantuin?”. Dari awal kami sudah diskusi mengenai pembagian tugas untuk Living Loving. Misal rubrik apa saja yang dipegang Nike dan mana yang dipegang saya. Lalu Nike bertanggung jawab untuk hal promosi dan marketing sementara saya tanggung jawab untuk konten kreatif. Walau ujung-ujungnya kami tetap mengerjakan semua hal bersama-sama karena memang cuma berdua (plus creative assistant), tapi paling tidak ada penanggung jawab yang berperan untuk mengecek progress rubrik atau kerjaan yang ia pegang.

Selain itu, kondisi kehidupan pribadi pun kadang berpengaruh. Saya dan Nike beruntung punya kondisi yang mirip, sama-sama sudah menikah dan punya anak yang umurnya pun sama. Jadi kendala urusan rumah tangga yang biasa kami hadapi umumnya sama. Hal ini membuat kami lebih mudah memahami bila ada salah satu yang berhalangan ngantor karena ada urusan keluarga atau harus datang ke sekolah anak.

Pisahkan keuangan bisnis dan pribadi
Sejak awal sebelum Living Loving dipublish, saya dan Nike sudah sepakat membuat rekening bersama atas nama berdua. Jadi untuk segala hal terkait Living Loving sudah ada rekening khususnya yang nggak bercampur dengan rekening pribadi. Tujuannya selain memudahkan tracking keuangan, juga menjaga biar ga ada salah hitung atau tercampur dengan dana pribadi. Karena urusan uang itu topik yang sensitif. Kami nggak mau nantinya ada kesalahpahaman akibat salah hitung.

Selama 3,5 tahun mengurus Living Loving berdua Nike, alhamdulillah kami mesra terus belum pernah cekcok besar. Perbedaan pendapat tentu kadang ada tapi masih bisa diselesaikan dengan diskusi sambil nyemil bareng. (Penting: Jangan pernah adu pendapat dalam keadaan lapar karena umumnya lapar itu membangkitkan “aura senggol-bacok”). Semoga ke depannya kami masih bisa terus kerjasama mengurus Living Loving berdua. Amin!


Penyuka craft yang lebih senang dapat voucher toko buku dibanding voucher baju. Ibu satu putri yang akrab dipanggil Mamir ini selalu sibuk cari inspirasi dekor atau palet warna di internet sambil menyantap segala macam penganan yang ada di studio Living Loving. Kamu bisa menyapa Mamir di akun Instagram-nya (@mamiraz) atau mengontaknya di miranti (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

  1. Fifi Juliana Jelita

    7 June

    Penting emang perut kenyang, ya. Apalagi kalo kerjaannya banyak megang gunting.. Hihi. Maacih sharingnya, Mamir..

    • Miranti

      13 June

      hahaha..sebagai sesama geng cemil sore dulu, tau lah ya gimana pentingnya perut kenyang sebelum kerja :))

  2. alexandria

    10 June

    Seneng banget bisa nemu partner yang oke, semoga selalu lancar yaa

  3. Alfi Nuri

    15 June

    mencari partner memang selalu jadi tantangan kak :’D
    semoga kaka berdua langgeng dan keep inspiring :D

  4. Hamzah Rais

    16 September

    Sangat menginspirasi, semoga bisa berguna bagi kita semua. Salam kenal :)

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER