READING

CUPS AND PAGES VOL 3: A NEW LEAF

CUPS AND PAGES VOL 3: A NEW LEAF

Cups and Pages selalu jadi salah satu event favorit saya dan Nike. Kami selalu berpikir tiap orang punya selera buku bacaan yang berbeda. Karena itu saat ada ide membuat book club bersama Maesy dan Dian, kami berempat sepakat untuk menyamakan tema bacaan saja dan membebaskan setiap partisipan untuk membawa buku favoritnya yang “nyambung” dengan tema tersebut. Sabtu kemarin, kami mengadakan Cups and Pages yang ketiga kalinya. Tema yang diangkat adalah A New Leaf. Kami mengajak teman-teman untuk berbagi mengenai buku yang menginspirasi mereka saat membuka lembaran baru. Baik sesimpel belajar suatu hal baru, merasakan pengalaman baru, hingga cerita saat memulai usaha sendiri.

Awalnya event ini dibuat memang untuk “me time” saya, Nike, Dian, dan Maesy sekaligus ajang networking dengan teman-teman. Karena itu dua volume pertama dari Cups and Pages hanya berupa event internal. Ternyata banyak teman-teman yang tertarik dan ingin ikutan sharing. Akhirnya untuk kali ketiga ini Cups and Pages kami buka untuk publik. Sebagai narasumber utama, kami mengundang Ayu Larasati dan Kania Annisa dari Chic and Darling untuk ikut sharing dalam book club kali ini.

I’ve gotta give two thumbs up for Dian, yang sudah menata meja putih polos Living Loving dengan tataan simpel nan cantik menggunakan piring dan alas kayu dari Kemala Home Living. Dian juga memberikan satu pouch manis untuk setiap partisipan yang datang. Lalu Ayu meminjamkan cangkir keramik hitam yang langsung jadi favorit kami semua. Ala Bambino berbaik hati menyediakan Mixed Seeds Hand Loaf dan Chia Seed fruit jams. Sementara untuk minumannya kami bisa meracik sendiri kopi Better Half dan Alchemy-David Bowie edition dari Bear and Co. Coffee. Di meja pop up shop ada produk dari Living Loving Shop, mug hitam putih gaya modern dari Chic and Darling, dan gelas-gelas keramik kreasi Ayu.

event-cups-and-pages-new-leaf-5

event-cups-and-pages-new-leaf-4

event-cups-and-pages-new-leaf-3

event-cups-and-pages-new-leaf-2

event-cups-and-pages-new-leaf-14

event-cups-and-pages-new-leaf-12

Lalu mulailah kami ke sesi sharing pertama. Kania Annisa dari Chic and Darling berbagi cerita tentang buku #GirlBoss karangan Sophia Amoruso yang menceritakan perjalanan Sophia yang dianggap ADHD dan pergi dari rumah lalu hidup di jalanan, homeless, tidak punya pekerjaan jelas, hingga akhirnya mulai mencoba memperbaiki hidupnya dan memulai usaha berjualan vintage clothing di eBay dan kini menjadi CEO dari sebuah brand fashion besar miliknya sendiri.

Bagi Keke, sapaan Kania, beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari buku ini adalah, It’s OK to not excel in everything. Kita bisa memilih untuk berprestasi di satu bidang yang kita suka. And it also good to do new things everday.

event-cups-and-pages-new-leaf-7

event-cups-and-pages-new-leaf-9

Sementara Ayu Larasati berbagi cerita seputar buku The Monk Who Sold His Ferrari karya Robin Sharma yang menjelaskan bagaimana banyak orang dengan profesi tampaknya biasa benar-benar memiliki pengetahuan yang rumit dari subjek mereka, seperti sopir taksi yang tahu jalan dan gang-gang belakang kota seperti punggung tangan mereka. Ayu melihat profesinya sebagai ceramicist dengan cara yang sama. Semakin dia bekerja dengan tanah liat, semakin ia merasa bahwa ada lebih banyak cara untuk mengeksplorasi material ini.

Buku kedua Ayu adalah adalah Big Magic oleh Elizabeth Gilbert. Ayu pikir itu adalah buku pegangan yang baik bagi para creativepreneur. Buku ini mengingatkan Ayu bahwa, it is important to do at least one creative thing purely because she enjoys doing it, instead of wanting to master it.

event-cups-and-pages-new-leaf-11

event-cups-and-pages-new-leaf-8

event-cups-and-pages-new-leaf-6

Menarik sekali bisa tahu lebih dalam mengenai cerita di balik keputusan Ayu dan Keke saat akan memulai lembaran baru, dalam hal ini sebagai ibu dan sebagai entrepreneur. Satu hal yang kami suka dari Cups and Pages adalah kami bisa dapat banyak sekali referensi bacaan baru dari teman-teman yang datang. Berikut ini beberapa buku pilihan teman-teman yang kemarin ikutan berbagi cerita tentang buku yang menginspirasi mereka.

event-cups-and-pages-new-leaf-10

Ayu Dewi: It’s Not How Good You Are, It’s How Good You Want to Be – Paul Arden
The book says two things that speak to me: the person who doesn’t make mistakes is unlikely to make anything, and that it’s not what you know, but who you know. Buku ini membantu saya untuk lebih berani mencoba hal baru, terlepas dari apakah saya berbakat di bidang tersebut atau tidak. Buku ini juga menyadarkan saya kalau orang-orang yang saya anggap sebagai teman dapat merefleksikan siapa diri saya.”

Denica Flesch: Big Magic – Elizabeth Gilbert
“Saya sedang mempersiapkan launching lini bisnis pribadi. Initially, the fear of putting myself out there would almost paralyze me. Buku ini pas sekali karena membahas tentang rasa takut yang sering dirasakan para pekerja kreatif. Menurut saya buku ini sangat cocok dibaca oleh orang yang mau memulai suatu hal baru, especially something in dealing with their fear and emotions.”

Maesy Ang: Voices from Chernobyl – Svetlana Alexievich
“Alih-alih menceritakan cerita berdasarkan fakta atau rilis resmi seputar kecelakaan nuklir terburuk dalam sejarah manusia, Svetlana justru memilih menuturkan kisah ledakan reaktor di Chernobyl dari perspektif orang-orang biasa dan bagaimana hidup mereka terpengaruh oleh tragedi tersebut. Svetlana memberi saya ide bagaimana cara menceritakan ulang sejarah atau kisah non-fiksi dengan lebih menarik dan humanis.”

Fika Julia: Where The Wild Things Are – Maurice Sendak dan English Roses – Madonna
“English Rose mengajarkan saya mengenai bahwa dalam suatu hubungan, penting bagi kita untuk belajar menghargai orang lain. Sementara saya suka gaya ilustrasi di buku Where The Wild Things Are yang menurut saya bagus banget dan sangat menginspirasi saya.”

Muty Djuhari: Untuk Indonesia yang Kuat – Ligwina Hananto
Infused with Mba Wina’s signature wit, and tough love, buku ini “nyentil” saya baik secara emosional maupun dari sisi intelektualBuku ini menyenangkan, karena bikin saya serius nyiapin masa pensiun, tapi ga lupa belanja dan liburan. You’ll discover a pattern that will show you a lot about yourself and your lifestyle, ha ha. I think her tips will help eliminate old patterns that you’ve been carrying for a long time. You can change, we can change!

Putri Listyasari: The Diary of R.S: Musings on Art – Laksmi Pamuntjak
“Satu kisah yang saya suka di buku ini adalah cerita “Sophie Between The Lines” yang menceritakan kisah Sophie beradaptasi dengan hidup setelah perceraian orang tuanya dan hubungannya yang kurang baik dengan ibunya. Saya merasa relate dengan cerita Sophie. Cerita ini membuat saya bertekad menjadi ibu yang baik untuk anak saya.”

Ayunda Meitida: Emma – Jane Austen, dan karya-karya Orhan Pamuk
“Buku ‘Emma’ dari Jane Austen adalah buku pertama yang membuat saya merasa bisa menulis. Sementara novel Orhan Pamuk membuat saya yakin genre tulisan apa yang saya sukai, yaitu sejarah. Pamuk tidak hanya bisa mengemas sejarah dalam bentuk sebuah kisah yang romantis, tapi juga mampu membuat saya jadi berpikir lebih dalam, terutama mengenai agama.”

Aniesha: The Power of Now – Eckhart Tolle
“Sebagai manusia, terkadang kita suka terlalu memikirkan rencana dan agenda ke depan, “What to do next?”. Kadangkala hal ini membuat kita jadi kurang bisa menikmati apa yang ada saat ini. Sometimes we need to know the importance of living in the present.”

event-cups-and-pages-new-leaf-15

Selain dapat teman baru dan referensi buku baru, Muty, salah satu peserta event kali ini pun beruntung memenangkan doorprize berupa produk Chic and Darling dari Keke. Oh, dan kamu juga bisa dapat hadiah menarik dari Chic and Darling lho. Kami mengadakan giveaway produk Chic and Darling di Instagram Living Loving. Check it out!

Tanpa terasa acara yang awalnya hanya dijadwalkan dua jam pun baru beres setelah 3,5 jam. Hihihi… We do hope that everyone enjoy their time at Cups and Pages. Thank you, girls. Can’t wait for the next one!

event-cups-and-pages-new-leaf-1

photos by Nitya Krisna.
Group photo taken by Dwityo Adisuryo

Dian Siradz: Poor Economics – Abhijit V. Bhanerjee & Esther Duflo
blablabla


Penyuka craft yang lebih senang dapat voucher toko buku dibanding voucher baju. Ibu satu putri yang akrab dipanggil Mamir ini selalu sibuk cari inspirasi dekor atau palet warna di internet sambil menyantap segala macam penganan yang ada di studio Living Loving. Kamu bisa menyapa Mamir di akun Instagram-nya (@mamiraz) atau mengontaknya di miranti (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER