INSPIRASI BERKARYA DARI KOTA DELFT

Di tengah kesibukannya sebagai seorang istri, Amna Oriana menyeimbangkan waktunya untuk meneruskan hobi menggambarnya. Dengan suasana yang tenang di kota kecil bernama Delft, di Belanda, dia malah menemukan banyak inspirasi untuk menambah koleksi karya-karyanya. Berhubung selama tinggal disana lebih seringnya jalan kaki setiap pergi kemanapun (dalam jarak dekat), tiap hal yang dia lihat sepanjang perjalanannya jadi sebagian besar inspirasinya. Apapun yang berhubungan dengan alam, terutama tanaman menjadi daya tarik untuk Amna. Karena itu juga, pergantian musim disana jadi sesuatu yang ditunggu-tunggu banget! Setelah ini, Amna menjelaskan lebih detail sumber inspirasinya…

Hai Amna, coba deskripsikan dirimu dalam 3 kata…
Driven-by-food. Hahaha! Mungkin yang lebih tepat itu tekun, beda dan kreatif.

Sejak kapan sih kamu mulai suka menggambar?
Sudah lupa saking lamanya, hahaha… yang jelas sudah semenjak aku bahkan belum bisa mengeja huruf ‘r’ dengan baik. Ibuku selalu bilang dari semenjak aku bisa memegang pensil atau pulpen atau apapun yang bisa dipakai untuk mencoret, aku sudah mulai menggambar.

Darimana kamu biasanya mendapatkan inspirasi dalam berkarya?
Aku mengumpulkan inspirasi dari manapun sih sebenarnya dan apapun yang menarik perhatianku. Memang kadang inspirasi suka tiba-tiba muncul di saat-saat yang nggak direncanakan, bisa saat aku lagi mandi atau bahkan saat lagi benar-benar mengerjakan rutinitas yang biasa dan monoton, seperti pekerjaan rumah tangga.

Siapa ilustrator atau seniman kesukaan kamu dan kenapa?
Saya suka karya-karyanya Henri Matisse, Rene Magritte dan bagaimana dia menggambarkan sebuah konteks yang abstrak, Marie Laurencin dan kualitas-kualitas feminin pada lukisannya, Mark Rothko dan bagaimana dia mengekspresikan warna, lalu terakhir Alexander Calder dan bagaimana dia mendefinisikan seni pahat dengan sistem gantung. Aku juga punya titik lemah untuk karya-karya yang bergaya impresionisme dan juga gerakan di era pasca impresionisme. Banyak seniman yang aku sukai dari kedua era tersebut, seperti Pierre Auguste Renoir, Henri Rousseau, Paul Gauguin, Vincent van Gogh, dan yang paling favorit adalah Claude Monet, cara dia menangkap suatu momen dan pemilihan warna-warna yang cerah dan lembut dalam lukisannya.

Ada nggak sih karya yang sangat menginspirasimu dan berkesan banget untuk kamu?
Lukisan favoritku “Carnation, Lily, Lily, Rose” oleh John Singer Sargent. Mereka bilang lukisannya bersinar. Aku benar-benar berharap bisa berdiri di depan lukisan itu suatu hari dan menikmati setiap detail dari lukisan itu. Semoga saja…

 

 

 

 

Biasanya tools yang kamu gunakan untuk berkarya itu apa saja?
Seringnya aku mengerjakan karyaku lewat Adobe Photoshop karena aku suka sekali fleksibilitas saat menggambar secara digital. Selama kamu sudah menemukan goresan kuas yang sesuai harapanmu, kamu bisa eksplor berbagai macam media gambar dan lukisan. Prosesnya selalu berbeda setiap kali mencoba set kuas yang baru, perasaannya menggembirakan tapi juga bikin tegang. Selain itu, Command+Z sangat membantu aku!

5 lagu yang menemani kamu saat berkarya!
Lana Del Ray – Love
Beach House – Some Things Last a Long Time
Beach House – PPP
The xx – Replica
New Order – Age of Consent

Nah sekarang, ceritakan dong tentang tempat tinggalmu…
Aku sekarang tinggal di Delft, sebuah kota kecil di Belanda dengan suamiku Reza (atau dipanggil Caca). Sekarang ini dia sedang menyelesaikan studi masternya di TU Delft dan mengambil jurusan Urbanism, sedangkan aku menyeimbangkan diri sebagai ibu rumah tangga dan seorang freelancer dalam desain grafis maupun ilustrasi. Karya-karyaku kebanyakan berfokus pada potret diri, ilustrasi buku anak, fesyen dan juga ilustrasi editorial. Tinggal di Delft (dan juga kota-kota sekitar yang aku datangi) sudah memberikan inspirasi yang banyak untuk karya-karyaku, terutama hal-hal yang berbau alam dan apapun yang berhubungan dengan tanaman.

Apa aja sih, 5 hal yang kamu sukai dari daerah kamu tinggal sekarang?
Sekarang ini aku dan suamiku tinggal di pusat kota Delft, dekat dari New Church, dimana kami bisa melihat menara gereja dari jendela rumah kami. Gerejanya memiliki jam dinding besar yang menawan saat matahari sudah mulai terbenam. Lonceng gereja juga berdenting setiap setengah jam sekali dan kadang memainkan lagu The Beatles di sore hari. Melihat menara ini dengan latar langit yang berubah-ubah warnanya (biasanya keabuan, biru, agak pink saat matahari terbenam, dan kadang pesawat-pesawat yang lewat meninggalkan jejak garis putih) menjadi tontonan kami yang akhirnya menjadi kebiasaan.

Hal kedua yang aku sukai adalah Oostpoort, jembatan penyeberangan yang terlihat seperti kastil di atas sebuah kanal yang hanya berjarak 5 menit dari rumah kami. Jembatan ini memiliki tampilan arsitektural seperti pada era Victoria. Oostpoort meupakan salah satu spot favorit kami untuk berjalan kaki setiap harinya.

Ketiga, banyaknya taman-taman kecil dan fasilitas publik yang berjarak sangat dekat dari rumah kami. Sebenarnya kota kecil ini sangat compact jadi transportasi utama yang digunakan seringnya dengan sepeda atau berjalan kaki.

Keempat, kami suka sekali pergi ke supermarket organik yang lokasinya benar-benar di belakang rumah kami, setiap hari Kamis dan Sabtu. Mereka menjual berbagai macam hal disana, mulai dari buah segar, sayur, produk susu dan keju, daging-dagingan, ikan, bumbu-bumbuan, tanaman, bunga, bahkan juga pakaian. Kami biasanya membeli buah-buahan dan seafood dan nggak pernah melewati kesempatan untuk membeli kue wafel yang dilumuri Nutella, memotong stroberi dan juga membeli Kibbeling (cemilan khas Belanda yang merupakan potongan-potongan daging ikan dibalut tepung dan digoreng).

Terakhir, saya suka sekali dengan setiap sudut dari kota kecil ini karena banyaknya pepohonan dan bunga. Mengamati perubahan warna mereka seiring berubahnya musim nggak pernah membuat aku bosan.

 

 

Apa sih hal favoritmu untuk menghabiskan waktu di akhir pekan?
Tergantung… Saat cuaca sangat dingin kami menghangatkan diri di dalam rumah, mulai dari makan (kadang berlebih), santai di tempat tidur atau juga maraton menonton film. Di hari-hari yang cuacanya mendukung, kami suka pergi ke kota-kota terdekat seperti the Hague atau Rotterdam, kadang sampai menuju ke utara untuk mengeksplorasi museum-museum dan taman. Kesukaanku seperti:

  • Museum Boijmans Van Beuningen di Rotterdam, dengan koleksinya yang beragam mulai dari karya-karya dari abad pertengahan, impresionisme, pasca impresionisme, modernisme, surealis sampai seni kontemporer. Kesemuanya berfokus pada karya seni dan desain asal Belanda. Di belakang museumnya juga terdapat Museumpark yang sangat indah.
  • The Stedelijk Museum di Amsterdam, dengan koleksinya yang kebanyakan berfokus pada karya-karya modern dan kontemporer dari awal abad ke 20 sampai abad ke 21.
  • Hortus Botanicus di Amsterdam, salah satu kebun raya yang tertua di dunia, merupakan rumah bagi sekitar 6,000 tanaman dari 4,000 spesies atau lebih. Letaknya ada yang di area terbuka dan juga di dalam beberapa rumah kaca dengan zona iklim yang berbeda-beda.

 

 

 

 

 

 

Senang sekali melihat karya-karya Amna yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari di Delft. Penggunaan warna-warna soft yang terinspirasi dari warna-warni alam membuat ilustrasinya terkesan lembut dan sangat manis. Rasanya ilustrasi yang bikin adem di mata ini ingin diprint dalam ukuran besar dan dipajang di kamar!

Ilustrasi karya Amna pun nggak berpatok di cara manual saja. Buktinya Amna nunjukin kita gimana fleksibelnya menggambar dengan aplikasi digital. Terima kasih ya Amna, udah mengenalkan kami kepada karya-karyamu dan juga kota Delft!

*foto dan ilustrasi milik Amna Oriana


Ibu satu anak yang suka mempercantik rumah. Sebelumnya bekerja sebagai desainer interior di IKEA. Sangat suka menulis dan menonton film yang realistis, dan penggemar berat karya-karya Woody Allen. Kamu bisa menyapa April lewat editorial (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

INSTAGRAM
KNOW US BETTER