MELUKIS DENGAN WARNA ALAM

Membuat kain dengan motif buatan sendiri ternyata bisa dilakukan dengan cara sederhana. Nggak perlu proses rumit yang melibatkan mesin atau cairan kimia. Cukup selembar kain, dedaunan, dan…ulekan!

Dua hari lalu di studio, kami kedatangan Ika Vantiani dan Ella Trimurti. Ika sedang mengerjakan program Ikat/ E-Cut, tepatnya program pendukung bertajuk Fringe Events yang mengangkat tentang slow fashion, sustainability, dan DIY movement. Ella adalah salah satu narasumber untuk sesi Handmade Fabric Day. Ella sendiri adalah seniman tekstil yang menekuni teknik eco printing. Karyanya, Medasa, sempat dipamerkan dalam Jakarta Fashion Week 2017. Kali ini Ella berbagi ilmunya dengan kami untuk membuat hiasan rumah dari bahan alami.

Eco printing adalah teknik cetak yang memanfaatkan pewarna alami. Teknik ini bisa digunakan untuk membuat produk fashion yang ramah lingkungan. Teknik eco printing biasa diaplikasikan pada bahan berserat alami seperti kain kanvas atau katun yang mampu menyerap warna dengan baik.

Ada beberapa teknik eco printing yang diketahui, seperti menata daun atau bunga pada selembar kain kemudian menggulungnya di sekeliling batang kayu kemudian dikukus, memfermentasi daun dan bunga untuk mengekstrak pigmen warna yang ada di dalam tanaman tersebut, hingga semudah memukulkan daun atau bunga ke atas kain menggunakan palu. Nah cara terakhir inilah yang kami manfaatkan untuk membuat hiasan dinding.

Ella menyiapkan beberapa helai kain putih polos: katun, baby canvas, dan sutra alami. Tak lupa senjata andalan, sebuah ulekan kayu. Ditemani Ella, saya dan Fifi langsung keliling studio memetik macam-macam daun yang ada di halaman. (tadinya mau petik salah satu helai monstera punya Nike, tapi takut yang punya ngamuk..hehe)

Pertama-tama, alasi permukaan kerja dengan kain tebal atau karton. Posisikan daun di atas kain. Tutupi bagian atasnya dengan selembar kain lagi. Lalu ketuk-ketuk perlahan dengan ulekan hingga warna daun mulai terlihat dan tercetak ke kain.

Kamu bisa bereksperimen dengan macam-macam dedaunan atau bebungaan yang ada di sekitarmu. Menurut Ella, jenis daun yang cocok adalah yang agak pipih, sedikit tebal, dan kandungan airnya cukup banyak. Coba padukan macam-macam bentuk dan warna daun dan mainkan komposisinya. Hasilnya bisa kamu bingkai dan pajang untuk menghias dinding rumah. Terimakasih sudah mau berbagi, Ella. Can’t wait for our next collaboration! ;D

Kalau kamu penasaran juga dengan teknik ini atau mau tahu lebih banyak tentang teknik kriya tekstil, coba datang ke acara Handmade Fabric Day di Museum Tekstil hari Minggu ini. Ada empat seniman/perancang dari Jakarta dan Bandung yang akan jadi narasumber. Selain bisa mencari tahu tentang slow fashion, pengunjung juga bisa menyaksikan sendiri bagaimana para seniman menciptakan material kain sendiri.

Kamu juga bisa mencoba langsung teknik kriya tekstil tersebut. Sarita Ibnoe mengajak setiap partisipan untuk duduk dan menenun selama 5 menit menggunakan alat tenun lantai milik Sarita untuk bersama-sama menciptakan sepotong karya kolaborasi berukuran besar. Sementara Ratu Saraswati akan menunjukkan cara membuat motif sendiri dengan cap cukil linoleum (linocut) kemudian merancang pola dengan menekankan cap linoleum tersebut pada kain satin. Nidiya Kusmaya akan membagikan pengetahuan mengenai Hapa Zome, sebuah teknik pewarnaan kain yang mengambil pewarna dari pigmen bahan alami dengan memukulkannya pada permukaan kain.

Selain Handmade Fabric Day, kamu juga bisa ikutan diskusi seputar sustainable fashion atau berpartisipasi dalam pertukaran pakaian. Ini jadwal programnya berikut lokasi acaranya:

IS SUSTAINABLE DOABLE?
Diskusi | 01 April 2017, 14.00-17.00 WIB di GoetheHaus
Jalan Sam Ratulangi No 9-15, Gondangdia, Jakarta Pusat

SWAP WITH ME BABY!
Pesta tukar-menukar |  08 April 2017, 15.00-18.00 WIB di Dia.lo.gue Artspace
Jalan Kemang Selatan No 99A, Bangka, Jakarta Selatan

Info selengkapnya bisa dicek di situs Goethe Institut, ya!


Penyuka craft yang lebih senang dapat voucher toko buku dibanding voucher baju. Ibu satu putri yang akrab dipanggil Mamir ini selalu sibuk cari inspirasi dekor atau palet warna di internet sambil menyantap segala macam penganan yang ada di studio Living Loving. Kamu bisa menyapa Mamir di akun Instagram-nya (@mamiraz) atau mengontaknya di miranti (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER