READING

10 REKOMENDASI BACAAN LIBURAN

10 REKOMENDASI BACAAN LIBURAN

Sebentar lagi libur akhir tahun. Salah satu kebiasaan saya dari dulu sampai sekarang kalau mau liburan adalah menyiapkan buku bacaan untuk di perjalanan. Dulu, sebelum ada Bya, variasi bukunya lebih beragam, baik dari genre maupun ketebalan. Tapi setelah lahiran sampai sekarang, saya merasa sulit mencari waktu lagi untuk membaca buku yang terlalu tebal. Kalau dulu baca Harry Potter and The Goblet Of Fire bisa kelar 2 hari. Sekarang mah baca novel tipis saja harus dicicil waktunya di sela kerjaan dan mengurus anak..hihi.. Buat teman-teman yang juga mencari buku bacaan untuk liburan, kami ingin berbagi referensi bacaan tim Living Loving dan teman kami Maesy Angelina dari POST Bookshop.

Berhubung sudah tidak sefleksibel dulu lagi untuk mencari waktu membaca, jadi sekarang ini saya lebih sering membaca buku ringan seperti buku nostalgia masa kecil karangan Enid Blyton seperti Malory Towers atau Lima Sekawan. Atau cerita Hercule Poirot karangan Agatha Christie. Atau kumpulan cerpen yang nggak perlu komitmen tinggi karena bisa dibaca dari chapter mana saja. Atau buku non-fiksi yang terkait dengan ide kreatif.

Selain tema yang menarik tapi tetap ringan, hal lain yang juga jadi pertimbangan untuk memilih bacaan liburan adalah ukuran bukunya. Enaknya tentu mencari buku yang nggak terlalu kecil agar bacanya nyaman, tapi juga nggak terlalu besar jadi muat di dalam tote bag atau ransel agar muda dibawa saat bepergian. Buat teman-teman yang juga mencari buku bacaan untuk liburan, berikut ini sepuluh buku bacaan rekomendasi dari kami di Living Loving.

Nike: See You in The Cosmos – Jack Cheng
Buat saya mendapatkan buku yang pas untuk jadi teman perjalanan itu susah-susah gampang. Biasanya saya sekalian saja milih buku non fiksi kalau pilihan buku fiksinya terlalu berat. Bukannya nggak pengen bacaan serius, tapi kalau lagi liburan kok rasanya pengen baca buku yang santai aja. Apalagi kalau perjalanannya nggak terlalu panjang. Misalnya naik pesawat 1-3 jam saja dan liburannya nggak lebih dari 5 hari. Saya lebih suka buku yang ringan tapi bikin “awww..” kayak novelnya Rainbow Rowell. Sayangnya Rowell belum nerbitin buku baru lagi, jadi tahun ini saya iseng baca buku karangan Jack Cheng, penulis yang sejujurnya asing buat saya.

See You in The Cosmos bercerita tentang seorang anak laki-laki 11 tahun dengan anjing peliharaannya yang bernama Carl Sagan (kalau kamu penggemar science atau science fiction pasti tau nama ini) yang punya misi menerbangkan roket berisi iPod ke luar angkasa. Di dalam iPod tersebut berisi rekamannya tentang seperti apa itu bumi dan manusia serta mahluk yang hidup di sana.
Alex itu..adorable banget. Cerdas, lugu sekaligus manis. Perjalanan Alex mencapai misinya ini membuat Alex bertemu dengan teman-teman baru yang unik. Rasanya kamu ingin menghabiskan waktu ngobrol dengan Alex dan membahas tentang ilmu dan imajinasinya. It’s a feel-good book.

Mamir: Mimpi-mimpi Einstein – Alan Lightman
Pertama kali baca buku ini waktu SMA karena tahu dari teman sekelas. Trus langsung suka karena bukunya ringan banget dan ngayal banget ahaha.. Karena tiap ceritanya pendek-pendek, jadi lebih mudah untuk “berhenti di tengah jalan” ketika waktu membaca kita terinterupsi. Buku fiksi ini isinya 30 cerita pendek bertema waktu yang temanya adalah isi mimpi Einstein waktu dia masih mengerjakan Teori Relativitas. Isinya membahas segala konsep waktu. Bagaimana kalau waktu berjalan mundur? Bagaimana kalau waktu itu membeku? Bagaimana kalau waktu berjalan seperti lingkaran yang setiap harinya adalah pengulangan yang sama persis dengan hari sebelumnya?

Favorit saya yang ini:
“Di dunia ini, waktu seperti aliran air, kadang terbelokkan oleh secuil puing, oleh tiupan angin sepoisepoi. Entah kini atau nanti, gangguan kosmis akan menyebabkan anak sungai waktu berbalik dari aliran utama menuju ke aliran sebelumnya. Ketika hal itu terjadi, burung-burung, tanah, orang-orang yang berada di anak sungai itu menemukan diri mereka tiba-tiba terbawa ke masa silam. Orang-orang yang terangkut ke masa silam itu sangat mudah dikenali. Mereka mengenakan busana berwarna gelap, suram, dan berjalan berjingkat, berusaha untuk sama sekali tidak mengeluarkan suara dan berusaha untuk tidak menginjak sehelai rumput pun. Mereka takut bahwa perubahan yang mereka lakukan di masa silam akan membawa akibat yang drastis di masa mendatang.” 

Rahne: The Dream Book – Gillian Kemp
Saya lagi ada di fase yang ga bisa baca buku novel. Energi dan waktunya belum bisa berkomitmen seperti itu. Jadi lebih memilih buku-buku yang random yang bisa dibuka & dibaca dari halaman mana aja.

Nah, The Dream Book (dream spells, nighttime potions, and rituals, and other magical sleep formulas) ini adalah tipe buku seperti itu. Buku cantik ini ditulis oleh Gillian Kemp yang adalah seorang fortune teller, setiap halamannya diilustrasikan dengan menarik dan mendiskusikan tentang mimpi, dari mitos-mitos, ritual dan ada juga bumbu-bumbu ‘superstitions’nya.

Kalo dibawa, buku ini bisa jadi pemecah percakapan ke lawan bicara, dengan iseng bertanya : semalam mimpi apa? Saya bisa bacain deh artinya buat mereka.

April: No Matter The Wreckage – Sarah Kay
Awal suka Sarah Kay saat nonton salah satu episode TED yang lagi membahas tentang mengekspresikan diri lewat ‘spoken-word poetry’. Entah kenapa, pembawaannya selagi di atas panggung itu bikin kagum dan isi puisi ‘B’ atau ‘If I should have a daughter’ berkesan banget buatku. Akhirnya nontonin semua video-videonya di Youtube dan fix, aku ngefans, haha.. Gagal nonton penampilan Sarah di Goethe beberapa tahun lalu, this book is the closest thing I have. Puisi-puisinya ringan dan nggak rumit untuk dicerna, tapi ngena.

Berhubung musim liburan identik sama hal-hal yang bikin senang, menurutku puisi-puisi yang disampaikan cukup positif dan beberapa juga uplifting tapi realistis. Favoritku masih yang kusebut di awal tadi ‘B’, ‘When Love Arrives’ dan ‘Toothbrush to the bicycle tire’. Nggak melulu tentang percintaan antar pasangan, tapi banyak juga yang berkaitan dengan keluarga, traveling dan kejadian-kejadian di sekitarnya.

Kintan: 88 Love Life – Diana Rikasari
Buat saya yang kurang suka baca buku tebal, pilihan saya adalah buku 88 Love Life ini. Karena selain isinya lebih ke quotes-quotes yang memotivasi, buku ini pun dipenuhi gambar dengan warna-warni yang menarik sehingga tidak bosan dan malah bisa juga jadi props foto liburan hehe.

Dina: Evil Plans – Hugh Macleod
Sebenarnya aku bukan tipe orang yg bisa baca buku. Kalau untuk menghibur diri dengan suatu cerita, aku lebih memilih untuk menonton film. Tapi, kalau untuk mencari motivasi, aku emang harus maksa diri buat baca buku karena emang ngga bisa digantiin sama media lainnya. Nah, buku Evil Plan ini merupakan buku yang isinya motivasi diri dan ungkapan pemikiran sang penulis terhadap hidupnya. Lucunya, buku ini pun berhasil buat aku jadi pengen punya rencana “jahat” yaitu dengan menjadi sukses haha.. Menurutku, buku ini cocok banget dibaca saat membuat resolusi baru khususnya saat akhir tahun seperti sekarang. Dengan begitu, pasti jadi lebih termotivasi lagi deh buat bikin rencana target-target baru untuk tahun depan.

 

Fifi: The Unknown Errors of Our Lives – Chitra Banerjee Divakaruni
Buku ini merangkum berbagai kisah perempuan India yang hidup di Amerika Serikat pada masa modern. Berada di negara bebas dengan gaya hidup masa kini, bagi sebagian orang mungkin terasa seperti angin segar yang mengantarkan pada perubahan, terutama mereka yang sebelumnya hidup dalam kungkungan adat dan norma yang memberatkan. Namun nyatanya nggak melulu demikian. Para perempuan yang menjadi tokoh utama dalam kumpulan cerpen ini memperlihatkan bahwa rasa hampa pun ternyata bisa lahir dalam situasi serbabebas yang semula menjadi impian. Lewat pengambaran suasana dan tuturan yang hangat, Chitra membuat curahan hati para perempuan tadi menjadi refleksi yang menarik bagi saya, yang juga perempuan, seorang anak, dan ibu.

Sebagai tambahan, selain buku-buku favorit tim Living Loving, kami juga meminta teman kami, Maesy Angelina dari POST Bookshop untuk merekomendasikan buku-buku pilihannya. Sejak kenal Maesy memang kami sudah suka dengan pilihan buku bacaannya yang beragam dan nggak biasa. Tahun ini, Ia sudah berhasil membaca 81 buku! Itulah mengapa saat menyusun rekomendasi buku untuk liburan ini, kami langsung terpikir untuk mengajak Maesy berbagi rekomendasi buku miliknya juga. Menjelang akhir tahun, biasanya Maesy senang membaca buku yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari dengan ringan tapi tetap reflektif.

Ada 3 buku yang menurutnya cocok untuk dibaca di sela-sela liburan akhir tahun, acara kumpul keluarga dan teman, maupun sambil menikmati minuman hangat ketika di luar sedang hujan:
Aku, Meps, dan Beps karya Reda Gaudiamo dan Soca Sobhita
Soca kecil suka banyak hal – boneka kucing bernama Cathy Miaw, ikan goreng, main-main banjir, dan tentu orang tuanya, Meps dan Beps. Buku ini ditulis berdua oleh Reda Gaudiamo dan putrinya, Soca Sobhita, dan digambari dengan manis oleh Cecillia Hidayat. Membacanya terasa seperti sedang mendengar keponakanmu bercerita atau mengingat-ingat masa kecilmu sendiri. Menyenangkan sekali.

The Guest Cat oleh Takashi Hiraide
Sepasang suami istri di pinggiran Tokyo kedatangan tamu berupa Chibi, kucing liar yang perlahan-lahan menjadi bagian penting dari hidup mereka. Buku ini bercerita tentang hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari yang terkadang tidak terlihat penting tapi punya makna besar.

Swipe It Right – zine oleh kolektif Bisik-Bisik Kembang Goyang
Para pengguna dating apps pasti akrab dengan istilah ‘swipe right’. Di zine ini, beberapa perempuan bercerita tentang pengalaman mereka yang lucu dan absurd dalam menggunakan dating apps, citra diri, dan relasi, dengan bonus perangkat ‘pertolongan pertama pada Tinder’.

Ketiga buku ini tersedia di POST Bookshop. Oiya, kalau tertarik dengan buku bacaan pilihan Maesy, mungkin kamu bisa cek hashtag #maesyreads2017 di akun Instagramnya.

Kalau kamu sendiri gimana? Saat liburan biasanya lebih suka buku yang seperti apa? Kalau ada rekomendasi buku, boleh lho dituliskan di kolom komentar. Siapa tahu jadi bisa tukeran referensi ;)


Penyuka craft yang lebih senang dapat voucher toko buku dibanding voucher baju. Ibu satu putri yang akrab dipanggil Mamir ini selalu sibuk cari inspirasi dekor atau palet warna di internet sambil menyantap segala macam penganan yang ada di studio Living Loving. Kamu bisa menyapa Mamir di akun Instagram-nya (@mamiraz) atau mengontaknya di miranti (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

  1. Hannah_san

    4 February

    Baru aja follow blog ini udh jatuh cinta… Infonya menarik dan tampilan blognya cantik :) btw, terimakasih infonya

So, what do you think?

INSTAGRAM
KNOW US BETTER