READING

#LLCLASS: EMBROIDERED PORTRAIT

#LLCLASS: EMBROIDERED PORTRAIT

Sabtu lalu kami kedatangan salah satu ilustrator kesukaan kami di studio Living Loving. Saat pertama dipublikasikan soal kegiatan workshop ini, kami satu tim kaget banget karena tiket untuk 2 sesi langsung ludes dalam hitungan menit. Belum sampai satu jam, lho… Gesit-gesit banget yang daftar. Sebenarnya memang sudah lama kami ingin berkolaborasi dengan nengiren, sudah dari tahun lalu. Tapi baru ketemu jadwalnya bulan ini. Senang sekali akhirnya kami berkesempatan untuk mempelajari langsung teknik menyulam ala Irene.

Kali ini workshop beragendakan membuat ilustrasi wajah dengan teknik menyulam dan diaplikasikan pada sebuah tote bag. Keseruan ini ditemani oleh tim Nescafe Dolce Gusto yang sudah siap sedia dengan pilihan-pilihan kopi untuk dinikmati para partisipan. Seperti apa sih, #LLclass Embroidered Portrait ini?

Ada dua sesi yang masing-masing berisi 15 peserta. Setiap peserta mendapat satu set alat dan bahan yang terdiri dari satu tote bag sebagai media gambarnya, satu set jarum, dedelan, hoop ring, kain berbahan blacu, dan benang DMC dengan tiga pilihan warna. Palet warna yang digunakan untuk kelas ini yaitu hitam, biru dan salem.

Sebelum kelas dimulai, Irene menceritakan tentang awal mula mendalami kegiatan ini, yang juga bisa kamu lihat cerita lengkapnya di artikel Profile Inspiration kami bulan lalu. Singkatnya, kegiatan ini jadi makin sering Irene tekuni karena baginya menyulam itu bersifat terapetik dan membuatnya lebih senang. Dengan karakter-karakter perempuan yang menjadi ciri khasnya, menurut Irene pakaian perempuan itu bisa lebih beragam model dan penggunaan warnanya. Irene datang ke kelas pagi itu lengkap dengan contoh-contoh karya yang sudah ia buat sebelumnya, memperlihatkan hasil akhir dari ketekunan dan ketelitiannya dalam mengerjakan kesetiap karyanya.

Irene kemudian menjelaskan peralatan apa saja yang mesti dipersiapkan untuk kegiatan menyulam ini. Secara mendetail Irene berbagi informasi akan perbedaan tipe benang, tiap jarum yang disediakan dan juga berbagai referensi tempat ia membeli peralatan menyulam. Selain itu, Irene juga berbagi tips seperti saat membeli benang jangan lupa mencatat kode warnanya supaya saat kehabisan di tengah proses menyulam, kamu nggak akan kelimpungan cari warna yang sama persis di tokonya. Selain makan waktu, lebih baik kalau waktunya digunakan untuk memaksimalkan proses berkarya.

Dimulai dengan teknik dasar menyulam, Irene memandu setiap peserta belajar berbagai macam jenis sulaman. Ada enam teknik dasar yang dipraktekkan setiap partisipan: running stitch alias jelujur, back stitch alias tikam jejak, chain stitch alias tusuk rantai, blanket stitch alias tusuk feston, satin stitch, dan french knot. Dengan bimbingan Irene semuanya berhasil mengerjakannya dengan baik dan menurut Irene sih, rapih hasilnya, hehehe… Setiap partisipan membantu satu sama lain yang kebingungan dan akhirnya semua bisa menyelesaikan tahap ini dalam waktu yang hampir bersamaan.

Latihan dasar menyulam beralih ke penggambaran ilustrasi seorang perempuan yang sudah dipersiapkan oleh Irene. Kelas ini dipermudah karena gambar sudah tersedia dan tinggal dijiplak ke permukaan tote bag dengan bantuan kertas karbon. Pastinya partisipan juga dibebaskan untuk mengimprovisasi ilustrasinya sesuai keinginannya masing-masing. Seperti contoh salah satu partisipan kelas ini, Raden Prisya, menambahkan hijab pada kepala perempuan yang ia gambar. Dengan alasan ingin menggambarkan dirinya. Sentuhan pribadi pada karya malahan akan lebih berkesan bagi pemiliknya.

Menyulam itu ternyata lumayan bikin mata siwer ya saat memasukkan benang..haha. Untungnya, kelas yang berlangsung selama tiga jam ini kami ditemani oleh tim Nescafe yang memperkenalkan mesin dan kapsul Nescafe Dolce Gusto. Jadi kalau matanya sudah capek atau merasa mengantuk, bisa istirahat dulu sambil ngopi, baru deh mulai menyulam lagi. Ada empat varian rasa yang ditawarkan yaitu Cappuccino, Green Tea Latte, Espresso Intenso dan Mocha. Partisipan dapat memilih rasa sesuai kesukaannya masing-masing dan yang lebih menarik lagi, mereka diberi kesempatan untuk mencoba sendiri mesin kopi ini. Dengan diedukasi secara jelas step-by-step penggunaannya oleh perwakilan dari Nescafe, partisipan jadi mendapatkan pengalaman tambahan dalam menggunakan mesin tersebut.

Pada mesin kopi ini terlihat ada tujuh garis kecil yang mengindikasikan tingkatan level atau bar. Begitu juga dengan setiap varian rasanya, terdapat indikasi jumlah bar yang menjadi panduan saat mengatur tingkatan level pada mesin kopi. Semuanya sangat jelas dan mudah untuk dikerjakan sesuai takaran yang sudah terarah. Beberapa varian rasa terdiri dari kapsul berupa komponen kopi dan kapsul susu. Kecuali espresso hanya satu kapsul.

Sambil menikmati kopi ini, peserta juga disajikan dengan cemilan ringan berupa pilihan berbagai pilihan kue tampah. Supaya perut tetap terisi dan pikiran tetap konsen selama mengerjakan, karena durasi kelasnya cukup panjang.

Setelah proses menjiplak ilustrasi terhadap permukaan tote bag selesai, Irene menjelaskan kebiasaan yang ia lakukan setiap mengerjakan prakarya ini. Dimulai dari bagian yang mana dan menurutnya wajah adalah bagian terpenting untuk diselesaikan terdahulu. The rest follows after… Teknik sulam yang biasa digunakan juga dijelaskan dengan alasan kenapa memilih teknik-teknik tersebut untuk setiap areanya. Seperti contoh, bagian rambut yang menggunakan teknik sulam running dengan motif batu bata supaya permukaan kain terisi penuh. Atau juga, garis outline wajah maupun garis lainnya yang direkomendasikan menggunakan back stitch supaya hasilnya rapi.

Waktu benar-benar nggak terasa selagi mengerjakan sulaman ini. Kelas hampir selesai dan ternyata kegiatan ini tidak semudah yang dibayangkan, kebanyakan dari partisipan baru berhasil menyelesaikan satu bagian mata dan akhirnya dijadikan kegiatan yang bisa dilanjutkan di rumah masing-masing. Dengan penjelasan dari Irene, mereka sudah cukup percaya diri untuk melanjutkannya sendiri. Walaupun mungkin untuk yang belum terbiasa mengerjakan memang butuh niat yang besar untuk menyelesaikannya, hehehe…

Terima kasih banyak untuk semua partisipan yang sudah antusias meramaikan kelas ini dan juga Irene Saputra atas kedatangannya. Sudah berbagi ilmu dan pengalamannya di studio Living Loving. Semoga ada kesempatan lagi untuk mengadakan kelas denganmu. Terima kasih juga untuk Nescafe Dolce Gusto yang sudah mendukung kegiatan ini dan menyediakan minuman yang berkualitas untuk para partisipan. It was truly an experience!

Untuk kamu yang kehabisan tiket sebelumnya dan nggak mau ketinggalan info kalau kelasnya akan ada lagi, silahkan daftar newsletter Living Loving, ya! Cek bagian side bar blog ini dan masukkan alamat e-mail kamu di kolom “Subcribe for workshop info and more”.


Ibu satu anak yang suka mempercantik rumah. Sebelumnya bekerja sebagai desainer interior di IKEA. Sangat suka menulis dan menonton film yang realistis, dan penggemar berat karya-karya Woody Allen. Kamu bisa menyapa April lewat editorial (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER