DECORATING WITH PINK

Beberapa waktu lalu, saat jadi pembicara untuk suatu event, ada yang bertanya sama saya, apa pernah mengaplikasikan gaya dekor dengan warna pink? Waktu itu saya jawab pernah, karena memang untuk event Living Loving, beberapa kali kami sempat menggunakan palet warna yang ada unsur pinknya. Walaupun hanya berupa dekorasi meja untuk sebuah event. Tapi lalu sepulang acara, saya jadi kepikiran. Kalau di rumah sendiri, apa saya berani menerapkan nuansa pink untuk dekorasi?

I never consider myself as a pink person. Buat yang sering main sama saya dan Nike pasti tahu kalau baju kami seringnya monokrom. Gaya dekor yang dibahas di Living Loving pun seringnya lebih ke arah warna-warna dasar atau natural. Soal warna pink, saya sendiri nggak kebayang seperti apa rasanya dikelilingi warna pink di rumah. Untuk baju sih punya warna pink (itupun cuma satu), stationery juga masih ga masalah kalau ada pinknya, tapi kalau untuk rumah, kok agak tricky ya. Kadang takut jadi terlalu feminin atau terlalu kekanak-kanakan.

Tapi sebenarnya ada beberapa inspirasi dekor ruangan dengan aksen pink di Pinterest yang saya suka. Ini beberapa ide menghias rumah dengan warna pink tapi masih cukup “aman” yang saya temukan.

1. Warna pink yang lebih kalem
Sama seperti warna lainnya, variasi warna pink ada banyak banget. Mulai dari yang lembut ssampai yang gonjreng. Kalau untuk benda dekorasi yang ukurannya nggak seberapa besar, warna shocking pink mungkin masih nggak apa-apa. Tapi kalau untuk jadi warna utama, rasanya lebih aman kalau memilih pink yang lebih kalem. Mengingat kalau rumah akan setiap hari bakal ditinggali, pasti mencari yang warnanya nggak bikin pusing setiap kita beraktivitas di dalamnya.

Saya suka warna pink yang ringan: dusty pink, blush pink, dan pale pink. Warna-warna ini pinknya hanya samar-samar jadi nggak kaget-kaget amat kalau diaplikasikan di rumah. Saya juga menemukan istilah baru: millennial pink. Variasi warna ini “katanya” berada di antara blush pink dan salmon pink. Dan ternyata sudah populer sejak tahun lalu. Ada juga yang berteori kalau warna ini jadi populer pasca film Grand Budapest Hotel-nya Wes Anderson. Tepatnya bagian setengah ke atas bagian depan hotel. Millennial pink ini disukai karena bisa bertindak seperti warna netral dan enak dilihat mata. Ada juga yang pakai istilah Tumblr Pink atau Aesthetic Pink. Kalau mau tahu lebih banyak tentang Millennial Pink, sila baca penjelasan lengkapnya di sinisini, dan sini.

2. Pink hanya pada sebagian dinding ruangan
Sulit membayangkan kalau keempat dinding di rumah berwarna pink. Kalo istilah Sundanya, giung. Tapi kalau hanya mengecat sebagian dinding dengan pink rasanya masih bisa saya terima. Misalnya mengecat satu dinding penuh dengan warna pink, tapi membiarkan ketiga dinding lain tetap berwarna putih. Seperti yang dilakukan Diana Henry pada dinding area kerja di kamarnya.

Opsi lainnya: mengecat dengan gaya color block dengan kombinasi warna lain, mewarnai setengah dinding ke bawah, atau malah membiarkan dinding tetap putih tapi mengaplikasikan pink pada pintu.

3. Aplikasi pink yang seimbang
Kalau takut tampilan ruangan jadi terlalu manis, coba seimbangkan pemakaian warna pink yang digunakan. Bisa dengan mengombinasikannya dengan warna lain, atau cukup memilih satu saja focal point di ruangan yang berwarna pink. Entah itu dinding, atau furnitur utama. Misalnya kalau dinding sudah pink, mungkin furniturnya bisa putih atau warna gelap sekalian. Kalau furniturnya yang warna pink, ditukar dindingnya yang warna netral.

Pilihan lain yang lebih aman: dinding dan furnitur tetap warna netral, tapi nuansa pinknya ditambahkan ke elemen dekoratif seperti bantal, vas bunga, artwork, atau tirai. Karena sifatnya tidak permanen jadi kalau bosan bisa diganti kapan saja.

Itu beberapa ide aplikasi warna pink yang, menurut saya, masih bisa diterapkan di rumah tanpa memberi kesan terlalu girly. Menurut saya lho, ya. Tapi kalau kamu tidak masalah dengan warna pink, atau mungkin pasanganmu termasuk orang yang berani bereksperimen dengan warna, ya sah-sah saja kalau mau eksplor dengan padu padan aneka warna pink yang ada. Kalian sendiri bagaimana? Terpikir untuk menerapkan warna pink di rumah sendiri?

*picture credit:
feature image: craftifair.com  
wooden bench with geometric cushion: heju.fr
attic bedroom: entrancemakleri.se
pink sofa: pampa.com.au
grand budapest hotel still image: thefourohfive.com
half-pink wall: myparadissi.com
color-block wall: homestyle.co.nz
pink door: Pinterest
pink wall with blue sofa: theeverygirl.com
living room with pink sofa: vintagerevivals.com
pink wall with fern leaves: Pinterest


Penyuka craft yang lebih senang dapat voucher toko buku dibanding voucher baju. Ibu satu putri yang akrab dipanggil Mamir ini selalu sibuk cari inspirasi dekor atau palet warna di internet sambil menyantap segala macam penganan yang ada di studio Living Loving. Kamu bisa menyapa Mamir di akun Instagram-nya (@mamiraz) atau mengontaknya di miranti (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER