RUMAH CLUSTER TAMPIL BEDA

Setiap orang pasti ingin punya rumah sendiri. Sebab di rumah itu mereka bisa lebih leluasa mengatur pola dan ritme kehidupan, apalagi setelah berumah tangga. Nah, tapi, karena zaman sekarang lahan mulai terbatas dan harga rumah juga nggak murah, memutuskan beli rumah tidaklah mudah. Banyak yang mesti dipertimbangkan, termasuk rumah yang sesuai dengan kepribadian penghuninya.

Kalau dulu orangtua kita membeli tanah lalu membangun rumah dengan bentuk yang mereka mau, zaman sekarang kebanyakan perumahan lebih banyak menawarkan rumah berbentuk cluster dengan desain yang ditentukan oleh pengembang. Mau nggak mau, karakter setiap rumah jadi sama, dari nomor pertama sampai nomor terakhir. Gimana supaya rumah kita menonjol dan berkarakter?

Supaya rumah terlihat lebih menarik, kita bisa mencoba menerapkan beberapa cara. Pertama, dengan mengakali fasad (muka bangunan) rumah.

Kebanyakan cluster menerapkan bahan bangunan standar, seperti tembok bata atau batako yang diplester lalu dicat dengan warna putih. Begitu pun yang terjadi di cluster tempat tinggal saya. Meski pengembang membolehkan para penghuni untuk mendesain fasad rumah masing-masing, tetap saja hasilnya mirip. Soalnya usia penghuninya rata-rata seumuran, alhasil referensinya pun nggak jauh berbeda.

Nah, saya dan suami suka dengan rumah bergaya vintage. Jadi saat para tetangga memilih mewarnai rumah mereka dengan cat berwarna terang dan meriah, kami justru mempertahankan warna putih bersih lalu memadukannya dengan tempelan batu alam berwarna abu-abu gelap di sebagian kecil tembok depan dengan maksud menciptakan kesan rumah kuno, seperti di kompleks perumahan PT KAI (PT Kereta Api Indonesia) era ’70-an.

Selain batu alam, material lainnya yang juga bisa digunakan untuk membuat perbedaan adalah kayu dan metal. Kita dapat menyusunnya sebagai aksen atau sebagai material pengganti dari yang sudah ada. Nggak jarang di beberapa rumah kontemporer, material yang digunakan bahkan menerapkan bahan bangunan yang tak biasa, misalnya roster (material tanah liat atau keramik yang biasa dimanfaatkan sebagai lubang angin). Material ini, meski tak umum, ternyata memiliki daya tarik tersendiri sehingga dapat membuat penampilan rumah jadi kelihatan menarik.

Selanjutnya, kita bisa mencoba memainkan warna. Warna menciptakan perbedaan secara cepat tetapi bisa dibilang murah secara pengeluaran. Soal warna ini, bukan berarti kita harus menerapkannya secara dominan, seperti mengaplikasikannya ke seluruh tampilan fasad. Bisa saja kita aplikasikan hanya di beberapa area tertentu saja. Contohnya, pintu depan.

Nike memulaskan warna biru muda pastel di pintu depan rumahnya untuk memberikan kesan relaks seperti halnya rumah-rumah yang berada di tepi pantai. Kamu juga bisa menerapkan warna yang sesuai dengan mood. Misalnya, abu-abu untuk kesan modern, kuning dan pink yang segar seperti rumah-rumah di Palm Spring, California, atau merah menyala seperti rumah Diana Rikasari di Bekasi.

Berikutnya, tanaman. Pilih tanaman yang sejalan dengan tema yang kita usung. Selain jenis tanaman dalam pot, suasana berbeda juga bisa kita ciptakan dengan menempatkan tanaman menjuntai, misal lee kuan yew, yang ditempatkan di atap teras, seperti di Rumah Dua Pohon milik Yudhi Puspa. Kalau ingin penampilan yang tak biasa, kamu bisa mencoba tempatkan beberapa tanaman dalam pot secara vertikal untuk mengisi area fasad rumah, seperti yang tampak pada contoh di bawah.

Nah, kalau kamu suka dengan aksesori rumah, bisa juga tempatkan lampu tempel atau kotak pos yang bentuknya unik. Sekarang banyak aksesori rumah yang dibuat sesuai dengan berbagai tema rumah. Kalau suka gaya vintage seperti saya, kamu bisa coba menggunakan lampu melengkung dengan bohlam berwarna kekuningan. Banyak produk yang dikreasikan dengan pendekatan tempo dulu tetapi tetap mengedepankan nilai estetika modern sehingga sesuai dengan kebutuhan masa kini.

Aksesori lainnya yang juga patut dilirik adalah nomor rumah. Di samping produk nomor rumah yang tersedia di toko-toko aksesori, kamu bisa menciptakan sesuatu yang unik dengan memadukan bentuk nomor rumah dengan tanaman, seperti berikut.

Setelah tahu apa apa saja yang bisa kita lakukan, hal terakhir yang nggak boleh ketinggalan untuk menciptakan penampilan rumah yang oke adalah sebagai berikut:

1. Bersihkan area depan
Kebersihan merupakan faktor penting yang wajib kita jaga demi menciptkan hunian yang baik. Bersihkan pintu, jalan masuk menuju rumah, juga lantai depan menggunakan cairan pembersih kalau memang perlu.

2. Singkirkan barang yang tak perlu
Kadang kita suka nggak sadar bahwa tumpukan sandal dan sepatu yang berantakan di depan rumah itu mengganggu pemandangan. Apalagi kalau misalnya ditambah dengan payung, jemuran keset, hingga pot-pot tanaman yang tak terpakai. Supaya bisa melihat dengan jelas keberadaan benda di teras rumah mengganggu atau tidak, coba berjalan sedikit ke arah rumah tetangga yang berseberangan, lalu perhatikan ke arah rumah kita selama beberapa waktu.

Setelah berjarak, kita biasanya baru bisa melihat apa yang terlewat. Buang barang yang nggak perlu lalu susun benda-benda yang memang mau tak mau harus berada di sana. Siapkan rak sepatu dengan penutup misalnya, supaya tumpukan sepatu nggak berantakan dan membuat sepatu atau sandal menjadi lebih awet.

3. Terapkan pencahayaan yang sesuai
Penerangan yang baik nggak hanya akan membantu kita melihat di dalam gelap, tetapi juga ampuh menciptakan mood yang tepat.

4. Ciptakan kesan “selamat datang”
Rumah yang ramah akan membuat siapa pun senang untuk mengunjunginya, termasuk si penghuni rumah itu sendiri. Supaya rumah terlihat lebih hangat, tempatkan beberapa pot tanaman, lonceng angin, atau bangku kecil di area depan.

Dengan tampilan yang sesuai kepribadian ini nggak hanya akan menciptakan rasa nyaman tetapi juga melahirkan energi positif bagi para penghuninya. Mereka yang hendak berkunjung juga jadi tak lagi repot saat mencari. Siapa pun bisa dengan mudah menemukan rumah kita.

Foto milik:
1. Feature image
stecktgeschichte.info

2. Fasad
www.dezeen.tumblr.com
www.archdaily.com
stylejuicer.com
www.futuristarchitecture.com

blog.bluprin.com

3. Pintu Berwarna
Foto rumah Diana Rikasari oleh Living Loving
www.southernliving.com
happilyeverafteretc.com
www.saltycanary.com

4. Tanaman
instagram.com/yudhipuspa
homeworlddesign.com
www.dezeen.com

5. Aksesori
Lampu: www.oliveandthefox.co.uk
Kotak pos: www.juicygarden.jp

6. Nomor rumah
www.abeautifulmess.com
www.hgtv.com
sarahhearts.com

7. Teras dengan penerangan: www.sensingself.com


Sempat bekerja di majalah Martha Stewart Living Indonesia selama 5 tahun. Ibu satu putri ini adalah kontributor untuk artikel seputar tanaman, inspirasi dekor, dan DIY project.

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER