READING

BELAJAR BERUBAH DARI RUMAH

BELAJAR BERUBAH DARI RUMAH

So, how it feels to be 34?

Bulan lalu saya baru saja menginjak umur 34. Duh, kalau ingat jaman umur pertengahan 20an dulu, membayangkan usia 30an tuh rasanya jauh banget. Seperti seakan-akan kondisi dan penampilan saya akan banyak berubah.

Ternyata, meski ada begitu banyak kejadian, perubahan dan adaptasi yang saya alami. Saya nggak merasa mengalami perubahan yang begitu mendasar. Saya tetaplah sebagian besar diri saya yang sudah saya tahu sejak belasan tahun lalu. TAPI, kalau mau bicara tentang perubahan yang cukup terasa dan nggak terelakkan..itu adalah fisik.

Sejak dulu, saya termasuk santai untuk urusan makan. Bahkan sampai sekarang juga, sih. Tapi jujur, nggak bisa sesantai dulu. Apalagi ternyata aktivitas saya sekarang ini juga nggak kalah heboh dibanding pas masih 20an.

Dulu pas masih ngantor, saya biasanya baru bangun sekitar jam 7 pagi dan aktivitas keseharian saya baru berakhir jam 9 malam. Belum lagi kalau pulang dari kantor pake acara makan malam ngumpul sama temen-temen dulu. Bisa-bisa baru berakhir jam 1 malam. Pola makan pun semaunya aja. Meski makannya nggak kalap, tapi ya nggak merhatiin kandungannya juga.

Sekarang, punya usaha sendiri nggak bikin saya jadi lebih santai mengatur waktu. Inget ya teman-teman! Punya usaha sendiri memang ngasih kita privilege berupa fleksibilitas waktu, tapi bukan berarti kita jadi santai-santai, lho. Justru karena usaha sendiri, jadi maju nggaknya bisnis ya ditentukan dari kita. Kalau santai, ya berkembangnya juga lama. *jadi curhat. Hahaha. Intinya..sekarang aktivitas saya malah terasa lebih padat mengingat peran sehari-hari yang nggak cuma ngurus Living Loving, tapi rumah tangga dan anak.

Biasanya nih saya bangun pagi sekitar jam 5.15-5.30. Minum air putih, stretching sebentar, meditasi beberapa menit baru deh mandi, menyiapkan Kira sekolah,dan seterusnya. Kegiatan ini akan berlanjut hingga malam sekitar jam 22.00.

Jadwal sepadat ini bisa berlangsung dari enam hari seminggu karena hampir setiap akhir pekan Living Loving ada kegiatan seperti workshop. Kalau saya nggak mikirin gimana ngejaga pola istirahat dan pola makan yang bener. Mungkin badan ini udah gampang ambruk sejak beberapa tahun lalu. Itu kenapa saya akhirnya merasa harus berubah. Nggak perlu perubahan besar yang heboh. Tapi menyesuaikan beberapa kebiasaan di rumah.

Pertama, prioritaskan istirahat. Usahakan buat nggak memotong waktu istirahat kita. Buat yang tipe pekerja, istirahat kadang terasa menjadi suatu kegiatan yang nggak produktif. Rasanya waktu terbuang percuma kalau hanya dipakai buat tidur atau santai. Padahal istirahat itu sangat dibutuhkan oleh tubuh. Jadi, kalau dulu setelah Kira tidur saya suka menghabiskan waktu 2-3 jam untuk nonton serial atau sekadar scrolling social media. Sekarang saya mendisiplinkan diri buat tidur. Bahkan saya sesekali suka power nap di studio. Kalau waktunya tidur malam dan saya belum terasa ngantuk. Saya cari tau caranya supaya bisa tidur. Beda dengan dulu yang lebih memilih buat cari kegiatan kayak nonton film sambil nunggu ngantuk datang.

Awalnya saya ragu lho saya bisa tidur cepet karena sebelumnya frekuensi saya tidur di bawah jam 10 malam dalam setahun itu bisa saya hitung dengan satu tangan. Sekarang, sekitar jam 8-9 malam saya sudah mengganti penerangan di kamar jadi remang. Lalu menjelang tidur, saya juga mulai mengoles essential oils yang sudah diencerkan ke telapak tangan dan beberapa titik tubuh sambil dihirup dan dipijat ringan. Kemudian meditasi, atau simpelnya sih duduk sambil fokus ke nafas. Abis itu kalau rasanya masih jauh dari ngantuk, saya buka HP dan mencari aplikasi favorit, Calm. Di dalam apps ini, saya bisa milih fitur meditasi, nafas, atau cerita pengantar tidur. Beberapa hari lalu, nggak sampai 10 menit setelah menghirup aroma essential oil lavender dan mendengar cerita pengantar tidur, saya langsung sukses pulas.

Kedua, bergerak. Mengingat perjalanan saya pergi dan pulang kantor nggak mengharuskan saya jalan kaki dalam jarak panjang. Jujur, saya jadi suka merasa bersalah deh karena badan jadi cenderung sedikit bergerak. Niat buat kelas olahraga lagi belum kesampaian karena jadwal padat. Akhirnya saya stretching dan olaharaga kecil di rumah saja berbekal sepasang dumble kecil dan mat plus..lagi-lagi aplikasi di HP. Durasinya pun nggak sampai 15 menit. Nama apps-nya 30 Days Fitness. Ada banyak kok apps yang bisa bantu kita buat olahraga di rumah, tinggal googling atau cari di App store/Play Store saja.

Ketiga, jaga pola makan. Urusan makan ini menurut saya paling menantang, sih. Soalnya saya sering tergoda buat skip makan karena harus mengejar waktu. Misalnya pagi-pagi. Saya sudah makan roti sebelum jam 7 pagi. Eh, tiga jam kemudian tuh saya sudah lapar lagi. Tapi bingung juga kan mau makan apa karena biasanya jam 7-10 pagi itu lumayan krusial. Isinya mengejar waktu supaya nggak telat ke kantor. Udah gitu pas sampai studio biasanya langsung heboh bahas ini-itu, follow up ini-itu. Nggak terasa udah jam 12 siang dan saya pun makannya jadi lumayan balas dendam deh banyak banget saking lapernya. Abis itu jadinya ngantuk dan nggak konsen kerja, deh.

Akhirnya, saya coba cari solusinya dan ketemu deh dengan SOYJOY. Cemilan sehat asal Jepang ini terbuat dari kedelai yang tinggi serat dan protein, jadi dicerna perlahan oleh tubuh sehingga gula darah dalam tubuh tetap stabil dan kita merasa kenyang lebih lama.

Urusan kenyang lebih lama ini juga yang bikin saya jadi lebih merhatiin asupan yang masuk ke dalam tubuh. Kalau dulu kan prinsipnya, yang penting makan banyak supaya bisa berenergi untuk beraktivitas. Sekarang saya sudah mulai ngulik tentang asupan seperti apa yang sebaiknya dikonsumsi supaya badan nggak cepat lemas. Ternyata, kalau kita mengkonsumsi karbohidrat terlalu banyak tuh selain bikin cepat lemas. Gula dari karbohidrat yang berlebihan secara terus-menerus bisa menyebabkan diabetes. Apalagi karbohidrat dari nasi putih yang kandungan gulanya tinggi. Padahal..namanya juga orang Indonesia, ya. Sudah terbiasa makan nasi tiga kali sehari di barengi dengan porsinya yang sering berlebihan.

Nah, SOYJOY saat ini sedang mengajak masyarakat Indonesia untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat dengan menjaga asupan karbohidrat lewat Cut Carbo movement. Soalnya, banyak nih yang udah merasa takut laper dan lemes duluan ketika mendengar kata “ngurangin nasi”. Lalu gimana solusinya supaya tetap bisa ngurangin porsi karbohidrat tanpa lemas? Coba deh ngemil sehat dulu 2 jam sebelum menyantap makanan utama (yang sudah dikurangi asupan karbohidratnya). Saya coba buat ngemil SOYJOY di jam-jam rawan ngemil seperti jam 10 pagi dan jam 4 sore untuk menghalau keinginan ngganyem yang rata-rata nggak sehat, tapi tetap punya energi dan nggak kalap pas menyantap makanan utama. Kalau kamu tertarik, kamu bisa cari tau tentang lebih banyak tentang ini di website Soyjoy dan follow Instagram @SOYJOYID di social media kamu.

Oya, saya sendiri sudah familiar dengan SOYJOY sejak beberapa tahun lalu. Kalau dulu saya suka beli yang rasa Strawberry. Tapi sekarang Soyjoy punya lebih banyak varian, antara lain Hawthorne Berry, Raisin Almond, Banana dan Almond & Chocolate. Sssh, kabarnya yang Chocolate kalau dihangatkan di microwave selama 15-20 detik rasanya jadi lebih nikmat, soalnya jadi seperti cake yang chewy. Ada yang udah nyobain belum?

Mengubah diri supaya lebih baik ternyata nggak perlu yang dramatis. Dimulai dari rumah dan kebiasaan sehari-hari. Kalau kita konsisten, mudah-mudahan hasilnya juga signikan. Semangat! Eh, buat referensi. Coba deh liat Tulus, penyanyi solo yang sekarang populer itu. Tulus juga sedang menjalankan Cut Carbo dan sudah berhasil menurunkan berat badannya. Kalau kamu ingin tau seberapa signifikan perubahan Tulus dan gimana perubahan itu berefek di kehidupan dan karirnya, bisa cek video Tulus #IniPerjalananku di YouTube.


Simple, functional, modern, in love with details. Nike menghabiskan masa kecilnya di Kepulauan Riau dan Sulawesi Tenggara, membuatnya merasa berbeda sejak kembali tinggal di Jakarta dan suka menikmati tempat baru. Mulai blogging sejak tahun 2000, bahkan ketika istilah blog belum ada. Ketertarikannya akan dunia media dan kreatif sudah ada sejak masih sekolah. Sebelum menjalankan Living Loving, Nike bekerja selama 7,5 tahun di industri media, kreatif dan digital. Kamu bisa melihat dan menyapanya juga di Instagram (@nikeprima) dan nike (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

INSTAGRAM
KNOW US BETTER