READING

YATS COLONY: A PLACE TO STAY LONGER

YATS COLONY: A PLACE TO STAY LONGER

Entah sudah berapa kali saya bicara tentang Yogyakarta. Kota ini sudah begitu akrab dengan saya sejak jaman saya masih SD, bahkan lebih erat daripada dua kota kelahiran Ayah-Ibu saya yang letaknya nggak jauh dari Yogya. Tapi hampir setiap kunjungan saya ke kota ini selalu berakhir menyenangkan. Termasuk akhir pekan lalu di YATS Colony.

Rencana untuk liburan di Yogya dan menginap di YATS Colony sebenarnya sudah ada sejak awal tahun lalu. Bahkan sudah sempat tanya-tanya, buka situsnya, dan mengajak rombongan liburan Melbourne Desember lalu. Mereka semua tertarik banget tapi dari segi jadwal belum memungkinkan. Eh, alhamdulillah Ajeng Anglaina, teman saya yang juga Caretaker di YATS Colony, menghubungi saya dan mengajak weaving workshop di sana.

Kalau biasanya lokasi penginapan saya di Yogya itu letaknya lumayan di tengah kota, YATS justru agak minggir di utara Yogya. Tapi saya pribadi nggak terlalu kaget, karena sebenarnya lokasinya nggak jauh dari rumah keluarga. Jaraknya sekitar 25-30 menit dari bandara Adi Sucipto. But when we finally arrived at YATS, we knew that this is the kind of hotel we wouldn’t mind to stay longer.

Terdiri dari 40 kamar, YATS Colony punya lima tipe kamar yang namanya diambil dari aksara Jawa, Ha Na Ca Ra Ka. Kami menginap di kamar tipe Na yang terletak tepat di samping kolam renang. Nilai plus buat Kira. Kisaran harga kamarnya mulai dari Rp415.000 hingga Rp800.000nett (27/3).

 

Rasanya senang sekali waktu pertama kali menginjak kaki di kamar. Kamarnya luas, terang dan terasa nyaman. Suka sekali dengan pembagian ruangnya, pilihan furnitur dan ornamen dekorasinya. Di bagian depan ada sofa, dan di samping tempat tidur juga dilengkapi area kerja dengan meja kerja dan tempat duduk di samping jendela yang cukup luas. Tidak ada furnitur dan dekorasi yang berlebihan. Semua terasa pas dan lega. Kamar mandinya juga cukup luas dengan perlengkapan yang cukup komplit.

Seperti anak-anak lainnya, Kira langsung penasaran dengan kolam renang yang ada di luar kamar. Pas keluar ekspresinya langsung bahagia banget, apalagi di teras kamar yang menghadap kolam renang ada kasur santai yang cukup untuk dua orang. Saya sendiri langsung bisa membayangkan kalau kami pasti betah deh tinggal satu minggu di sini. Untuk urusan penginapan, saya dan suami memang lumayan picky. Kalau bisa penginapan cukup nyaman dan bikin kami (terutama anak) betah. Apalagi Kira tipe anak yang suka mendadak request mau tinggal di hotel aja alias nggak ke mana-mana seharian. And this hotel is definitely one of our recommendations for staying in Yogya with kids.

Nah, kali ini saya mau cerita juga tentang workshop yang kami adakan di sana. Saat Ajeng menghubungi dan mengajak saya untuk weaving workshop, saya langsung terpikir untuk mengajak teman-teman Padekor untuk tandem. Kenapa? Selain pasti lebih menyenangkan workshop bersama teman-teman sendiri, ternyata di bulan Maret pun mereka memang sudah berencana untuk mengisinya dengan workshop marathon. Intinya, rencana kami cocok dan setuju untuk jalan bareng. Saya dengan weaving session, dan Padekor dengan workshop membuat hand bouquet dan boutonnierre.

 

Kedua workshops ini diadakan jam 10.00-13.00 dan 14.00-17.00 di lantai dua area restoran-toko YATS Colony. Teman-teman dari Padekor yang mengisi dekornya. Di area weaving session disiapkan pojokan yang sudah dihias dengan himmeli dan daun monstera. Simpel tapi langsung memberi sentuhan berbeda. Sementara di area workshop Padekor cukup dihias dengan ranting pohon yang digantung di atas meja workshop. Berbagai bunga dan sukulen yang jadi bahan workshop mereka rasanya sudah cukup untuk membat suasana jadi lebih hangat.

I gotta say thank you to Padekor folks, especially Aline & Putri, for this super lovely collaboration. Ajeng & Nindy from YATS Colony for being very helpful and attentive during our stay.

Kalau kamu ingin mengintip lebih jelas seperti apa suasana #LLclassxPadekor, bisa lihat videonya berikut ini.

Video by Fariesadi Cahyanto (Instagram: @fariesadi)

YATS Colony

Jl. Patangpuluhan No.23, Patangpuluhan, Wirobrajan

Yogyakarta


Simple, functional, modern, in love with details. Nike menghabiskan masa kecilnya di Kepulauan Riau dan Sulawesi Tenggara, membuatnya merasa berbeda sejak kembali tinggal di Jakarta dan suka menikmati tempat baru. Mulai blogging sejak tahun 2000, bahkan ketika istilah blog belum ada. Ketertarikannya akan dunia media dan kreatif sudah ada sejak masih sekolah. Sebelum menjalankan Living Loving, Nike bekerja selama 7,5 tahun di industri media, kreatif dan digital. Kamu bisa melihat dan menyapanya juga di Instagram (@nikeprima) dan nike (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

  1. ernykurnia

    27 March

    Duh aku telat nih tau ada kelas Weaving. Sejak ikutan kelas itu di Lokal akhir taun lalu, aku ketagian hehe.

    http://www.ernykurnia.com

    • Nike Prima

      31 March

      yah, sayang sekali. Tapi semoga tahun ini kami bisa main ke Yogya dan mungkin weaving bersama lagi.

  2. aku kok salfok sama kira di paling bawah, hihihi, senyum dikit kiraaaa

    • Nike Prima

      31 March

      hihihi kalo udah sibuk sendiri suka nyureng-nyureng nih, Mba Novita. :D

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER