8 ICONIC DESIGNER CHAIRS

Kalau lagi baca majalah atau buku interior dari luar negeri, kadang ada beberapa kursi bentuk unik yang sering sekali muncul di setiap edisinya. Pernah dengar kursi Eames atau Wishbone chair? Kursi-kursi karya designer ini bentuknya cukup ikonik sehingga mudah dikenali. Selain dirancang agar nyaman diduduki, kursi ikonik ini juga bisa berperan jadi focal point dekorasi ruangan.

Abad ke-20 adalah Golden Age of Chair, masa ketika teknologi maju dengan pesat melalui berbagai macam inovasi yang mampu meningkatkan mobilitas manusia. Nah karena itu fabrikasi produk pun menjadi lebih mudah dan cepat. Hal ini mendorong para desainer dunia untuk menjawab tantangan kreatif dalam mendesain ulang sebuah furnitur sesederhana kursi.

Beberapa kursi di bawah ini mungkin bisa menjadi alternatif pilihan untuk kursi di ruang makan atau melengkapi sudut ruangan di rumah kamu, atau bisa juga menambah keyword untuk mempermudah kamu ketika hunting furnitur.

1. Ball Chair
Desainer: Eero Aarnio, 1965

Beberapa kali digunakan untuk membangun set film dengan kesan futuristik, seperti pada film Mars Attack! ataupun Men in Black. Nah sebenarnya, Aarnio mendesain kursi ini berdasarkan fungsinya dengan konsep “ruang di dalam ruang”. Melalui eksplorasi material plastik, akhirnya ia mampu menghasilkan sebuah kursi dengan bentuk berupa bola.

Kursi ini cocok untuk kamu yang memiliki rumah dengan living area yang cukup luas, karena bentuknya yang bulky bisa membuat ruangan yang terbatas terasa semakin sempit. Kamu juga bisa menempatkannya di sudut ruang kerja dan menambahkan cushion sebagai aksen warna ataupun tekstur, jadi semakin nyaman untuk tempat bersantai sambil membaca buku favoritmu. Buat kamu yang senang menampilkan warna pada interior rumah, tenang.. meskipun desain originalnya berwarna hitam, sekarang kamu bisa mendapat berbagai varian warna untuk kursi ini.

image source
image source

2. Barcelona Chair
Desainer: Mies van der Rohe, 1929

Mid-century memang merujuk pada masa diantara tahun 1933 sampai 1965, tapi sebenarnya revolusi industri sendiri sudah dimulai jauh sebelum itu. Meski tidak lahir pada masa tersebut, kursi ini tapi tetap memiliki spirit of mid-century modern dengan clean-lined dan timeless look yang menjadikannya sebagai wujud nyata dari konsep “Less is more”.

Kursi ini awalnya tidak dimaksudkan untuk diproduksi massal, namun hanya untuk melengkapi German Pavillion pada The 1929 International Exhibition di Barcelona. Barcelona chair akan menjadi tambahan yang tepat untuk kamu yang ingin menampilkan suasana ruang yang elegant dan graceful. Cushion untuk kursi ini saja terbuat dari 148 potong leather yang kemudian diletakkan diatas crossed chrome-finished legs. Dari segi ergonomi pun sangat proporsional dan seimbang, kaki kursinya yang ramping menambah kesan airy dan ringan. Berbeda dari furnitur fully-upholstered lainnya, Barcelona Chair tidak menjadikan ruangan tampak “penuh” tetapi memberikan kesan ruang yang spacious.

image source
image souce

3. Bertoia Side Chair
Desainer: Harry Bertoia, 1952

Didesain oleh seorang seniman yang memang fokus bereksperimen dengan material logam dan open forms, kursi yang dipahat dari baja batangan ini termasuk bagian dari eksperimennya. Bertoia tidak hanya memastikan kursi ini kuat, dia juga memperhatikan desainnya dari segi ergonomi, lho. Kursi ini menggunakan baja yang lengkungannya disesuaikan dengan postur tubuh manusia. Walaupun terbuat dari baja yang kokoh, namun kursi sebenarnya didesain untuk penggunaan di dalam ruangan.

Kursi ini dilengkapi dengan plastic gliders pada bagian bawahnya untuk melindungi permukaan lantai, dan juga seat pad untuk memberikan kenyamanan saat duduk. Gunakan sebagai kursi di ruang makan, apabila kamu menyukai sedikit sentuhan industrial pada ruangan. Selain itu kamu juga bisa menjadikan kursi ini sebagai tambahan kursi di living room ataupun ruang baca, kemudian tambahkan throw atau faux fur untuk pemanis.

image source
image source

4. Eames Lounge and Ottoman Chair
Desainer: Charles & Ray Eames, 1956

Diawali dengan ide untuk mengupgrade furnitur tradisional agar sesuai dengan modern-living, Charles & Ray Eames memutuskan untuk menciptakan versi baru dari English Club Chair. Lewat desain kursi ini, mereka berhasil melawan opini publik yang mengatakan bahwa furnitur dengan desain modern tidak nyaman digunakan.

Kita bisa merasakan nuansa klasik yang dihadirkan oleh kursi ini, tapi eksekusi untuk desainnya sendiri sebenarnya sangatlah modern. Bahkan desain lengkungan kursi yang terbuat dari molded plywood ini belum pernah diterapkan sebelumnya (unprecedented) dalam desain furnitur pada saat itu.

Padu padan antara plywood dan upholstery pada kursi ini akan memberikan suasana warm dan inviting pada ruangan. Tempatkan kursi menghadap jendela untuk menikmati pekarangan rumah sambil membaca dan minum kopi, atau menghadap ke tv sehingga kamu bisa bersantai sambil movie-marathon. Untuk warna gelap seperti hitam atau coklat tua, tempatkan di ruangan yang mendapatkan cukup banyak natural light dan pilih lah muted color scheme untuk mewujudkan light and airy feel pada ruang.

image source
image source

5. Marais A Chair
Desainer: Xavier Pouchard, 1934

Kalau yang satu ini kamu pasti sering melihatnya di kafe-kafe bertema industrial. Pouchard menggunakan lembaran galvanized steel yang kuat sebagai material kursi ini, karena didesain untuk tahan di segala cuaca. Pada bagian dudukannya kamu bisa melihat lubang yang berfungsi untuk mengalirkan air apabila terkena hujan. Materialnya yang durable dan mudah dibersihkan ini menjadikan Marais A sebagai pilihan yang tepat bagi kafe yang memiliki outdoor area, tidak hanya itu beberapa kantor dan rumah tinggal juga memilih menggunakan Marais A karena sifatnya yang low-maintenance.

Pilihan warna untuk kursi ini sangat beragam, begitu pula dengan finishing-nya. Untuk dapur kamu bisa memilih powder coated finish dengan warna yang cocok dengan palet warna dapurmu. Oh iya, kursi ini juga stackable sehingga cocok untuk kafe atau untuk kamu yang sering kedatangan banyak tamu. Kamu tidak perlu takut ada tamu yang nggak kebagian tempat duduk, karena kamu bisa menyediakan kursi Marais A ini sebagai cadangan. Ketika tidak digunakan kamu bisa menyimpannya dengan cara ditumpuk supaya tidak memakan banyak tempat.

image source
image source

6. Panton S Chair
Desainer: Verner Panton, 1958

Satu lagi dengan tampilan desain yang futuristik, Verner Panton membuat kursi ini dengan satu jenis material saja, yaitu plastik. Panton S adalah kursi pertama yang terbuat seutuhnya dari material tersebut. Panton memilih plastik karena mudah diaplikasikan dengan berbagai macam warna dan memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi form yang mampu memancarkan carefree-spirit of 1960s. 

Selain bentuknya yang menarik, pemilihan material pada desain juga menjadikan kursi ini durable dan sangat mudah dirawat. Jangan ragu untuk membawanya keluar saat kamu membuat outdoor event, atau tempatkan di ruang bermain anak di tengah dekorasi berwarna cerah. Kesan playful, whimsical dan fun dari kursi ini tentunya cocok untuk ruang bermain si kecil, kalau kotor tenang saja karena bisa dengan mudah dilap.

Nah, meski sangat kuat dengan label modern, Panton S juga bisa kamu tempatkan pada ruangan bertema rustic, penataan dengan furnitur yang tepat bisa mewujudkan ruang yang dramatic dan versatile. Atau kamu juga bisa memadukan Panton S dengan meja tulip style untuk memancarkan semangat budaya pop culture di masa kursi ini diciptakan.

image source
image source

7. Eames Shell Chair
Desainer: Charles & Ray Eames, 1951

Kursi yang satu ini mungkin bisa dibilang kursi yang paling banyak digunakan dimana-mana, mulai dari ruang makan, ruang kerja, kafe, kantor, you name it. Bagian dudukan dari kursi ini terbuat dari fiberglass, di mana pada masa itu inilah furnitur pertama yang menggunakan material tersebut. Material ini dipilih oleh Charles & Ray Eames selain karena durable dan mudah dirawat, tapi juga karena ringan dan bisa menghasilkan bentuk organic curve yang mengikuti postur tubuh manusia.

Kesuksesan kursi ini selain karena desainnya yang simple dan menarik tapi juga menyediakan posibilitas bagi pengguna untuk memilih material kaki yang cocok dengan seleranya. Kamu bisa memilih menggunakan material metal, kayu dowel ataupun mejadikannya rocker chair.

Baik untuk menciptakan nuansa formal atau chic, Eames Shell got you covered. Selain warna hitam dan putih, kamu bisa memilih warna pastel untuk memberi kesan fresh pada ruangan, desain dan warnanya bisa menjadi statement yang tepat untuk ruang makan ataupun ruang kerjamu.

image source
image source
image source

8. Wishbone Chair
Desainer: Hans Wegner, 1949

Ditengah gencarnya para desainer mid-century untuk mencapai desain yang terlihat modern dan inovatif, Wegner memutuskan untuk tidak melupakan unsur craftmanship dalam desainnya. Wishbone Chair terdiri dari 14 bagian yang kemudian dirangkai dengan bantalan duduk yang terbuat dari anyaman paper cord. Ciri khasnya adalah bagian sandaran yang memiliki panel bagian tengah yang bercabang dua (terinspirasi dari bentuk wishbone atau tulang yang berada antara tulang leher dan tulang dada unggas). Disamping itu ia juga tetap mengedepankan inovasi pada desainnya, proses bending untuk mencapai bentuk lengkung sandaran kursi yang menyatu dengan sandaran tangan bukan hal yang mudah pada masa itu. Kursi ini adalah kolaborasi pertama antara Hans Wegner dengan produsen furnitur terkenal dari Denmark, Carl Hansen. Proses persiapan produksi satu kursi wishbone saja memakan waktu sekitar 3 minggu pada awal kemunculannya.

Dapat digunakan pada ruang makan sampai pada kamar tidur bernuansa skandinavian, kursi ini memberikan suasana segar apabila ditempatkan pada ruangan dengan dinding interior putih dan banyak menerima pencahayaan alami. Wishbone Chair juga pilihan tepat untuk kamu yang ingin memberikan touch of zen pada ruang makan. Tambahkan juga dekorasi bernuansa earthy dan vas bunga berisi dried-flower seperti baby’s breath ataupun bunga kapas diatas meja. Kalau kamu terinspirasi dekorasi pop-art, kamu bisa memilih wishbone chair berwarna putih. Padankan dengan karpet atau gorden bermotif untuk mendapatkan tampilan edgy pada ruang makan.

image source
image source

Itu dia beberapa kursi dengan desain mid-century modern yang populer hingga saat ini. Nah, kalau bingung memilih kursi mana yang harus kamu pilih untuk ruang makan, kamu bisa banget mix & match 2-3 kursi dengan desain berbeda, lho! Oh iya, kursi dengan desain serupa yang kamu temukan di toko-toko furnitur biasanya adalah replika dari desain aslinya. Kalau untuk produk aslinya, kamu bisa cek di website perusahaan yang membeli lisensi dari desainer yang mendesain kursi tersebut, seperti Knoll, Carl Hansen & Son, dan Tolix.

Kursi mana yang menjadi favoritmu? Share di kolom komentar di bawah ini ya… semoga membantu kamu menemukan kursi yang tepat untuk ruangan di rumahmu atau sekadar menambah kosakata dalam dunia perkursian. :)

image source
image source

*feature image milik:
DAMN°


Pecandu skin care dan es kopi (kebanyakan) susu. Fanny yang sedang menyelesaikan studi arsitektur interior menuangkan kecintaannya terhadap proses kreatif dengan membantu persiapan konten dan event Living Loving.

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER