KASUAL DENGAN AKSEN BOHEMIAN

Bohemian yang berartikan gipsi dalam bahasa Perancis ini, merupakan gaya hidup yang cenderung lebih liberal dan tidak terpatok pada suatu aturan. Dengan pengaplikasian dalam segi mendesain interior mungkin bisa dilihat dari cara memadumadankan suatu hal dan secara tampilan tidak beraturan atau belum tentu matching antara satu sama lain. Gaya interior ini bersifat lebih bebas dan kasual. Seperti interior rumah pasangan Lia Permadi dan suaminya yang berlokasi di Bandung…

Gaya interior yang diterapkan Lia didasari oleh kebiasaannya dengan keluarga yang sering berpindah-pindah tempat tinggal. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menetap di kota priangan karena anaknya yang sedang memasuki masa sekolah. Gaya hidup seperti ini menjadi salah satu ciri gaya hidup para gipsi yang nomaden dan tidak menetap di suatu tempat dalam jangka waktu yang panjang.

Konsep utama dari rumah berluaskan 180m2 ini adalah menghubungkan tiga zona area dalam rumah dengan jembatan. Adanya jembatan ini menjadi simbol dari ketiga anggota keluarga termasuk Lia, suami dan anaknya yang kesemuanya berbeda karakter maupun sifat. Kemudian dihubungkan oleh jembatan ini untuk bisa berkumpul dan berbincang-bincang dalam kesehariannya.Β Dengan udara yang cukup sejuk, mereka berhasil memaksimalkan sirkulasi udara dengan banyaknya jendela bukaan pada sekeliling massa bangunan. Banyaknya kaca jendela memungkinkan mereka untuk melihat setiap sudut dalam rumah.

Menurut Lia yang kesehariannya banyak dihabiskan di rumah, interior sebuah hunian tinggal itu sebisa mungkin disesuaikan dengan soul atau jiwa penghuninya. Supaya penghuni rumah tidak merasa bertamu di rumahnya sendiri. Rumah yang nyaman baginya bukan seperti showroom yang membatasi jumlah display akan hal-hal yang ia sukai, maupun anggota keluarga lainnya. Kebebasan untuk berekspresi dan mampu menunjukkan kepribadian masing-masing anggota keluarga yang menempatinya dan bukan hanya mementingkan estetika semata.

Jiwa bertualang dan mendatangi tempat-tempat baru membuat pasangan ini tidak pernah tahu akan seberapa lama menetap di suatu rumah. Secara tidak langsung, Lia merasa hal ini yang menjadi faktor terbesar dalam kegemarannya akan pernak-pernik bergaya bohemian. Kasual dan tidak formal dengan pemilihan warna yang terbatas. Motif yang cukup sering ditemukan dalam gaya interior ini berupa motif tribal atau floral dan beberapa diantaranya kami temukan dalam dekorasi rumah Lia seperti pada sarung bantal, karpet, dan aksesoris meja lainnya.

Nah, kalau bicara soal mengisi rumah, sebenarnya rumah ini lebih banyak menggunakan furnitur koleksi lama serta beberapa perabot tambahan dari arsitek sekaligus desainer interior rumah ini, Dendy & Darman Studio. Lia lebih suka “bermain” dengan ornamen dekorasi karena selama ini memang hobi mengumpulkan berbagai pernak-pernik bergaya eklektik.

Buat Lia, penting untuk menata rumah sesuai dengan kata hati lewat benda-benda yang memang ia sukai, karena hal ini memberikan rasa nyaman yang akhirnya membuatnya semakin betah di rumah. Oya, mengingat pernak-pernik ini terdiri dari jenis material yang beragam, Lia juga menekankan pentingnya memperhatikan cara penyimpanan yang baik supaya semua tetap awet. Setiap koleksinya terdisplay supaya selalu ingat untuk membersihkannya secara rutin dengan lap ataupun kuas. Lia tidak pernah menggunakan cairan khusus karena tidak ingin hasil akhirnya terlalu mengkilat, yang dapat menghilangkan kesan vintage benda tersebut.

Salah satu ruangan favorit Lia adalah area meja makan pada lantai bawah yang juga menjadi pusat tempat semua anggota keluarga ngobrol dan menerima tamu. AreaΒ wardrobe atau penyimpanan pakaian juga menjadi area yang disukainya karena privasinya yang sangat terjaga, di mana Lia pun jadi bisa berolahraga pagi. Ruangan tanpa pintu yang menyatu dengan kamar mandi ini dilengkapi dengan aksesoris yang bernuansa vintage. Benda antik menjadi salah satu hal yang disukai oleh para pencinta gaya interior bohemian.

Selain beragam macam motif dan warna, gaya interior ini juga ditandai dengan adanya koleksi tanaman karena suka memasukkan unsur alam ke dalam rumah. Elemen dekoratif berwarna emas juga banyak diaplikasikan, nggak hanya pada fitur-fitur interior seperti keran air tapi beberapa juga terdapat pada aksesoris ruang seperti lampu meja dan juga peralatan makan. Seperti yang pernah kami bahas sebelumnya pada artikel Elegan dengan Sentuhan Emas.

Buat kamu yang ingin menciptakan suasana bohemian di hunianmu tapi nggak ingin terkesan tumpah tindih, kamu bisa mencoba memulainya dengan bermain tekstur. Misalnya, pilih ornamen dekorasi yang polos tapi dengan material yang berbeda. Kalau mau lebih berani, bisa dengan warna bahkan pola yang lebih beragam. Kami juga mengumpulkan beberapa rekomendasi produk yang menurut kami bisa membantu kamu menerapkan gaya bohemian di rumah.

Salah satu dari penggunaan alternatif produk ini sudah bisa menciptakan aksen bohemian yang manis dan nggak terlalu berlebihan. Terima kasih ya Lia, telah memberikan kami tur singkat ke dalam hunian tinggalnya yang homey ini. Sentuhan-sentuhan aksen motif dan warna memberikan kesan yang hangat terhadap setiap ruangannya. Semoga apa yang kalian terapkan ini bisa menjadi alternatif gaya interior yang berbeda dari yang lainnya…

*semua foto milik Lia Permadi dan Dendy & Darman Studio.


Ibu satu anak yang suka mempercantik rumah. Sebelumnya bekerja sebagai desainer interior di IKEA. Sangat suka menulis dan menonton film yang realistis, dan penggemar berat karya-karya Woody Allen. Kamu bisa menyapa April lewat editorial (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER