MEMBERESKAN MASALAH BEBERES RUMAH

Kemarin saya ngelempar pertanyaan simpel ke teman-teman di Instagram Story saya. Topiknya tentang beberes rumah. Pertanyaannya,”Apa masalah utama dalam membereskan rumah?”. Ternyata sebagian besar jawabannya itu ya cuma tiga hal. Yuk, kita bahas satu per satu!

Jadi, kalau mau pakai rata-rata metode asal. Kayaknya 99% jawaban berputar di antara ini:

  1. Susah dapat niatnya.
  2. Bingung bagaimana memulainya.
  3. Sulit melepas barang.

Kita bahas satu per satu, yuk. :)

KASUS 1: SUSAH DAPAT NIATNYA
Kira-kira ini jawaban yang paling banyak mampir di Story. Asli, urusan niat ini memang seperti janjian sama temen lama alias H2C alias Hayuk-Hayuk Cicing (Ngomongnya aja “Ayo” tapi ujung-ujungnya diam saja).

Terus, gimana sih supaya niat ini bisa hadir? Urusan niat ini memang gampang-gampang susah. Tapi jangan menyerah, kawan-kawan! Kalau menurut saya sih niat itu muncul kalau kita ada motivasinya. Kita harus punya trigger yang kuat dulu. Sama deh kayak menggapai cita-cita. Kalau nggak spesifik, ya pas jalan menuju ke sananya juga suka kurang konsisten bahkan gampang belok di tengah jalan. Begitu juga dengan merapikan rumah. Kesannya memang simpel. Apalagi keadaan rumah selama ini kan sering kita anggap sebagai kondisi yang “sudah seharusnya”.

Tujuan beberes yang saya maksud di sini bukan “Supaya rumah jadi rapi”, yah. Kalau itu sih gampang. Tapi pertanyaannya adalah, “Tujuan rumahnya rapi dan teratur tuh supaya apa, sih?” Kalau masih bingung menjawabnya, coba jawab pertanyaan ini.

  1. Situasi rumah yang seperti apa sih yang ideal buat kamu?
  2. Coba bayangkan sedetil mungkin aktivitas di rumah yang ideal buat kamu. Dari mulai bangun tidur di pagi hari itu hingga kembali beristirahat di malam hari.
  3. Misalnya, tujuan kamu beberes adalah hidup minimalis atau lebih sederhana. Coba pikirkan, hidup minimalis yang kamu bayangkan kayak gimana, sih?

Mudah-mudahan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Teman-teman jadi punya gambaran yang benar-benar jelas dan bisa jadi motivasi dalam merapikan rumah. Kalau saya sendiri waktu mengumpulkan niat merapikan rumah, saya punya tujuan punya waktu berkualitas lebih banyak dengan keluarga, orang-orang tersayang dan diri sendiri. Kemudian tujuan tersebut saya coba pikirkan situasi detilnya. Bayangkan deh kalau rumah sudah dalam kondisi rapi jali teratur, kita nggak menghabiskan terlalu banyak waktu di pagi/malam dan akhir pekan untuk beberes lagi, karena kita semua barang yang ada di rumah sudah sesuai kebutuhan dan teratur. Saya juga ingin beraktivitas dengan hati yang senang. Buat saya, salah satunya dengan beraktivitas di ruangan yang rapi dan nggak bikin pikiran dan perasaan saya gampang teralih. Itu kenapa saya perlu merapikan rumah.

KASUS 2: BINGUNG BAGAIMANA MEMULAINYA
Menurut saya, cara memulainya bisa dua. Pertama, kalau kata teman sekaligus kontributor #LLorganizingseries, Atit, dimulai dengan mencari tau sebanyak-banyaknya. Sebelum Atit memulai perjalanan decluttering dan organizing-nya, Atit terlebih dahulu mencari referensi sebanyak-banyaknya. Kalau kita sudah membekali diri dengan referensi yang cukup, entah itu buku, artikel atau hasil ngobrol dengan teman/ orang yang sudah melakukan ini sebelumnya. Mudah-mudahan kita juga lebih mantap memilih cara memulainya dan begitu memulai juga sudah tau gimana ngejalaninnya karena sudah mempelajari dengan baik.

Cara kedua dengan memulai dari jenis barang yang paling mudah disortir dan diatur, lalu pelan-pelan pindah ke level yang tersulit. Sebenarnya ini cara Marie Kondo dan sudah sempat saya bahas juga di artikel Konmari Method tiga tahun lalu. Marie menyarankan urutan berikut ini: Pakaian – Buku – Kertas/ dokumen – Komono atau rupa-rupa.

Cara ini berhasil buat saya, dengan sedikit modifikasi. Saya memulai dengan pakaian – buku – mainan dan perlengkapan Kira – make up & skin care + obat-obatan – perlengkapan masak/makan + bahan/aneka makanan – rupa-rupa (elektronik, cd, dokumen, stationeries, dan banyak lagi) – Memento (barang-barang sentimental).

Urutan kategori dan waktu proses sortir ini tentu berbeda untuk setiap orang. Saya butuh waktu berbulan-bulan untuk membereskan setiap kategori. Jadi, saya nggak mau muluk-muluk rumah harus beres dalam sebulan. Jadi, kalau misalnya dalam bulan ini saya hanya bisa meluangkan satu full weekend (Sabtu dan Minggu) untuk beberes, ya saya memilih untuk fokus membereskan dua kategori. Kalau bulan depan cuma ada satu hari di akhir pekan saja yang bisa digunakan untuk beberes, ya pilih satu kategori saja.

KASUS 3: SULIT MERELAKAN BARANG
Nah, ini jawaban yang paling populer juga. Hahaha. Coba deh dinget-inget. Saat membereskan, kamu melakukannya dengan cara membereskan per kategori atau per ruangan? Biasanya nih yang acara membereskannya jadi bubar jalan karena jadi mellow tuh mereka yang membereskannya per ruangan. Sebenarnya ada alasannya, lho, kenapa Marie Kondo menyarankan untuk memulai dari kategori pakaian lalu buku dan seterusnya. Soalnya menurut Marie, barang-barang di kategori awal ini less-sentimental. Kita nggak terlalu punya kedekatan mendalam dengan barang-barang ini (dibanding saat menyortir album foto, misalnya). Jadi, kita akan lebih cepat memilih mana yang ingin kita pertahankan dan mana yang ingin kita keluarkan. Ini juga semacam “latihan” supaya nanti pada saat menyortir di level yang tingkat sentimentalnya tinggi, kita tuh sudah terlatih. Jadi, cobain dulu yuk dengan cara ini. :)

Tenang, gengs.

Semoga bahasan ini bisa sedikit mencerahkan masalah yang dihadapi dalam merapikan rumah, ya. Dimulai dengan menemukan mimpi atau tujuan yang sebenarnya. Kalau sudah mantap, pasti dengan sendirinya akan punya niat untuk meluangkan waktu melakukannya. Begitu waktunya sudah dapat, lakukan dengan maksimal. Begitu rumah sudah tersusun rapi, yuk pelan-pelan berlatih menjaga kerapiannya hari demi hari. Caranya? Sesimpel mengembalikan dan menyusun barang yang sudah dipakai ke tempat semula. Ini gampang banget buat sekadar dibicarakan, tapi prakteknya ternyata juga butuh waktu.

Give yourself more time to learn the process. Saya sendiri masih seriiing banget berantakan. Apalagi urusan pakaian dan rupa-rupa. Dua kategori itu gampang banget porak-poranda. Apalagi saya kan nggak sendirian dalam merapikannya. Sering banget penghuni rumah yang lain nggak mengembalikan atau menyusunnya seperti kondisi awal. Tapi karena saya tahu kalau semua barang ini sudah punya tempat/wadah tetapnya masing-masing, saya nggak ngerasa sepanik dulu dan lebih chill menghadapi situasi ini.

Semoga resolusi rumah rapinya segera dilaksanakan dan lancar tuntas sampai akhir, ya. Kalau punya tips atau pertanyaan, yuk yuk dibahas di sini atau boleh juga kok di Instagram Nike Prima. Cari aja hashtag #howtokeepitsimple. Seneng banget kalau bisa diskusi sama teman-teman. Selamat beberes!


Simple, functional, modern, in love with details. Nike menghabiskan masa kecilnya di Kepulauan Riau dan Sulawesi Tenggara, membuatnya merasa berbeda sejak kembali tinggal di Jakarta dan suka menikmati tempat baru. Mulai blogging sejak tahun 2000, bahkan ketika istilah blog belum ada. Ketertarikannya akan dunia media dan kreatif sudah ada sejak masih sekolah. Sebelum menjalankan Living Loving, Nike bekerja selama 7,5 tahun di industri media, kreatif dan digital. Kamu bisa melihat dan menyapanya juga di Instagram (@nikeprima) dan nike (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER