ORGANIZING SERIES: WARDROBE

Penataan isi lemari baju yang rapi lumayan berpengaruh lho terhadap efisiensi waktumu. Karena nggak akan ada lagi waktu yang terbuang hanya untuk ngubek-ngubek isi lemari. Atit menunjukkan cara-cara yang ia terapkan dalam kesehariannya dan juga tips untuk menjaga konsistensi kerapian isi lemarinya tersebut.

Bicara soal efisiensi, kalian pernah nggak sih ngerasa bajunya sedikit padahal ternyata baju yang kamu cari selama ini nyelip dan ngumpet diantara baju-bajumu yang terlipat asal-asalan? Bahkan kadang setelah bimbang memilih baju yang akan dipakai, bisa jadi kamu juga cenderung menyimpannya kembali tapi nggak dalam kondisi semula.

Biasanya ada satu perbedaan tipis antara punya banyak baju di rumah dengan bingung mau pakai baju apa karena rasanya kok kayak nggak punya baju. Adakah yang familiar dengan hal ini? Atau justru lagi ngerasain hal kaya gini juga? Yes, yes, kali ini saya mau cerita tentang per-baju-an dan cara penyimpanannya.

Ada beberapa persoalan seputar penyimpanan baju yang dirasain terutama sama perempuan. Mulai dari tempat penyimpanan yang terlalu kecil, lemari baju yang berantakan terus, banyaknya baju tapi bingung mau pakai yang mana atau bisa ngabisin waktu lama cuma untuk nyari atasan yang kelupaan disimpan di mana? Lucunya hal ini nggak cuma dirasain sama pemilik tempat tinggal yang mini tapi juga bahkan sama orang-orang yang punya walk-in closet dengan luasan yang cukup besar.

Ada yang bilang kalau punya lemari yang terorganisir itu adalah jalan menuju kamar, rumah dan hidup yang rapi. Karena setidaknya kita akan menghemat waktu setiap paginya untuk mencari baju dan berfikir pakai baju apa hari ini. Otomatis jadi tambahan waktu untuk bisa ngerjain aktivitas lainnya dan bisa punya me time lebih! Asik kan?

Sebelumnya ada dua tipe penyimpanan yang biasa kita temuin di indonesia yaitu lemari tertutup dan open closets. Lebih kurangnya tentu beda-beda dari masing-masing tipe. Tapi tipe apapun yang kita miliki di rumah, mau penyimpanan terbuka ataupun lemari tertutup, umumnya ada empat area yang perlu disiapkan untuk mengorganisir pakaian di rumah. Drawers, shelves, hooks dan hanging.

Sejauh yang saya rasain, empat area ini bisa mengakomodir kebutuhan berbagai macam bentuk pakaian dengan berbagai macam materialnya. Nah, di sini saya juga jadi merasakan pentingnya kenalan sama pakaian sendiri. Bukan cuma cara pakainya, tapi juga dengan material dan cara merawatnya. Secara general, saya biasa bagi sebagai berikut:

  • Drawers: Laci yang bisa diisi dengan kaos kaki, pakaian dalam, undies, baju renang dan benda-benda berukuran kecil seperti koleksi perhiasan.
  • Shelves: Rak atau ambalan lemari yang bisa diisi dengan baju rumah dan baju santai seperti kaos, celana pendek, celana boxer, baju olahraga, tas dan topi. Setiap segmen bisa dimasukkan ke dalam box yang berbeda. Kalau pakai box tertutup atau berwarna solid, memakai label yang bertuliskan keterangan fungsinya mungkin bisa jadi alternatif cara supaya nggak kebingungan saat mencari kalau lagi butuh. Saya merekomen untuk melipat benda-benda di dalamnya ala Konmari.
  • Hooks: Berfungsi untuk mengaitkan ikat pinggang, syal, kalung, tas dan baju yang sering dipakai.
  • Hanging: Bar gantungan dalam lemari yang dapat digunakan untuk menggantung dress, jaket, mantel, blazer, blouse, kemeja, coat, koleksi jilbab dan syal.

Kalau hal-hal di atas ini udah diterapin tapi masih juga berantakan dan susah untuk mencari baju, ada beberapa tips tambahan yang sempat juga saya terapkan, misalnya:

MAKE YOUR CLOSETS!
Closets di sini maksudnya nggak harus lemari jadi, kok. Lemari tertutup mungkin bisa jadi lebih proper tapi penyimpanan terbuka juga nggak kalah menarik. Dulu waktu saya nge-kost pas awal nikah, saya nggak punya budget dan area ruang yang cukup untuk beli dan menyimpan lemari konvensional di dalem kamar kost-an. Alternatifnya adalah dengan membuat area penyimpanan baju dengan box dan juga tiang untuk menggantung baju.

CLEAN UP AND CLEAR OUT
Langkah yang mungkin paling membantu adalah dengan men-declutter isi lemari. Sebelumnya cerita tentang decluttering bisa dibaca di Organizing Series: Decluttering 101. Metoda decluttering isi lemari pakaian yang paling cocok untuk saya pribadi adalah four box method yang diterapkan oleh Joshua Becker. Caranya konvensional tapi efisien banget!

MOST USED ITEMS AT EYE LEVEL
Ini sebetulnya untuk mempermudah ketika mau ambil pakaian, sih. Menyimpan barang yang sering dipakai sesuai level mata bisa mempermudah mata untuk mendeteksi barang apa aja yang kita punya dan membantu memutuskan untuk pakai baju apa hari ini. Eh tapi hati-hati ya, barang yang disimpan di bagian atas dan bawah pun sebisa mungkin terjangkau tangan dan dapat terlihat oleh mata.

BOXES, CONTAINERS AND DIVIDERS
Hehe… Jangan bosen ya, dengan bahasan saya soal box dan containers. Tapi, barang-barang inilah yang benar-benar membantu saya untuk membuat isi rumah saya rapi, termasuk dalam urusan penyimpanan pakaian. Saya lebih suka pakai box yang transparan atau yang memudahkan saya untuk melihat isinya. Tapi kalau lebih suka yang berwarna solid dan bermotif tertentu juga nggak apa-apa, nanti bisa dibantu label untuk mempermudah pengambilannya.

Untuk penyimpanan laci, box atau container saya merekomendasikan banget untuk melipat pakaiannya secara vertikal ala Konmari. Tapi lipatan dengan gaya apapun juga nggak masalah, kok! Nike juga mengaplikasikan cara ini untuk penyimpanan pakaian anak supaya lebih mudah untuk dicari.

VENTILATION AND DUST
Ventilasi yang baik tentu bisa membantu menghindari jamur, kutu dan aroma apek. Tapi biasanya kalau terlalu terbuka bisa mengundang debu. Hehe.. Memang agak dilematis, ya! Kalau saya untuk menghindari jamur, bakteri dan aroma kurang sedap biasanya pakai air dryer, serap lembab yang dijual di pasaran atau juga bamboo charcoal untuk menyerap lembap dan sesekali pakai essential oil diffuser untuk membunuh bakteri dan memberikan aroma. Sementara untuk debu, sejauh ini untuk beberapa baju hitam bisa menggunakan roll tape. Penerapan penyimpanan baju secara terbuka juga diaplikasikan oleh Diana Henry di dalam walk-in closet miliknya.

LIGHTS!
Pencahayaan tentu bisa membuat mencari sesuatu lebih mudah, artinya mengurangi adegan ngubek-ngubek baju karena nggak kelihatan juga, hehe…

COLOR COORDINATION
Selama beberapa tahun terakhir, saya coba menerapkan color-coordination untuk isi lemari baju. Walaupun warna bajunya itu-itu aja, tapi buat saya ini membantu banget dalam pemetaan beli baju baru, mix and match dan lain-lain.

Jadi gimana, apa akhir minggu ini udah siap untuk nge-remake wardrobe di rumah? Semoga tips dan tabel di atas yang digambarkan oleh Puty Puar bisa membantumu dalam mengorganisir lemarimu, ya…

 

*Ilustrasi oleh Puty Puar. 28 tahun. Mantan penjaga sumur pengeboran, ilustrator, dan penulis lepas yang juga merintis label ‘Fat Bunny’. Ibu satu anak. Penyuka makanan dengan saos kacang. Blognya bisa diakses di byputy.com.

 


Si ibu rapi yang selalu punya cara untuk menjaga rumahnya tetap terorganisir. Atit berbagi ide dan inspirasi penataan di rubrik Organizing Series, juga resep simpel dan tips Homekeeping.

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER