READING

RENOVATION 101: MEMBANGUN DENGAN BUDGET TERBATAS

RENOVATION 101: MEMBANGUN DENGAN BUDGET TERBATAS

Membangun sebuah rumah bukan hal yang sepele dan mesti dipikirkan matang-matang. Tia memberikan beberapa tips yang bisa bantu kamu dalam menghemat biaya pembangunan. Menurutnya, budget yang terbatas nggak lagi menjadi halangan untuk kamu dalam merealisasikan sebuah rumah impian…

Berhadapan dengan budget terbatas adalah salah satu kendala yang umum dihadapi saat membangun rumah. Kita sudah punya keinginan dan impian sendiri, tapi langsung pusing ketika melihat budget untuk mencapai rumah idaman itu. Di artikel ini saya akan berbagi sedikit tips dan solusi untuk kamu yang sedang menghadapi masalah membangun atau merenovasi rumah namun budgetnya terbatas.

1. Menentukan prioritas
Merealisasikan mimpi tentu saja harus disesuaikan dengan kondisi. Mungkin kamu ingin memiliki rumah dengan ruangan yang lengkap dan desain yang kekinian, namun karena budgetnya terbatas, kamu harus bisa menentukan prioritas ruang mana dulu yang paling dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Prioritas ini juga akan menjadi pegangan kamu dalam setiap pengambilan keputusan di konsep desain, fasad, bentuk bangunan, dan material. Dengan menentukan prioritas, kamu juga akan menyingkirkan hal-hal tidak penting yang bisa menjadi sumber pembiayaan yang tidak perlu. Seperti kutipan dari Scott Caan, “Good things happen when you set your priorities straight.”

2. Melakukan perencanaan detail dengan tim yang terpercaya
Mengapa harus dengan tim terpercaya? Karena bagi arsitek, mendesain proyek dengan budget terbatas terkadang memerlukan lebih banyak waktu untuk memikirkan solusi pemecahan masalah dan alternatif pengganti material. Selain itu perencanaan dengan budget terbatas juga harus melakukan pengukuran secara cermat untuk menghindari waste atau buangan material maupun space yang bisa jadi pembiayaan yang tidak perlu. Pada saat pembangunan kamu juga harus bisa menyusun target waktu yang efisien dengan tukang yang profesional. Hal ini juga penting karena ketika tukang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai rencana waktu, sudah pasti akan menambah biaya tukang.

3. Menyederhanakan desain fasad dan bentuk bangunan
Menyederhanakan desain fasad apakah berarti harus selalu menggunakan desain yang minimalis? Bisa iya, bisa tidak. Pada dasarnya konsep minimalis adalah suatu konsep gaya hidup yang mengeliminasi hal-hal yang tidak perlu sehingga bisa fokus kepada hal-hal yang penting saja dalam hidup. Konsep ini diadaptasi ke dalam arsitektur dengan menghilangkan elemen dekoratif dan menyajikan hal-hal yang esensial saja seperti dinding, atap, jendela dan pintu tanpa hiasan dan aksen tempelan.

Konsep minimalis biasanya hadir bersamaan dengan konsep modern yang umumnya memiliki bentuk bangunan yang sederhana seperti kotak karena lebih efisien. Meskipun secara fasad bisa lebih murah karena meniadakan unsur dekorasi, desain minimalis modern masih memerlukan maintenance atau perawatan secara berkala untuk menjaga agar tampilannya tetap cemerlang.

4. Menggunakan konsep open-plan
Mengurangi sekat dinding dan menggabungkan beberapa fungsi ruangan di satu ruangan yang besar juga bisa mengurangi biaya. Konsep ini dikenal dengan nama konsep open-plan. Biasanya diterapkan juga pada lahan yang terbatas sehingga ruang tetap terasa besar dan lapang. Ruang keluarga, dapur dan ruang makan, adalah ruang-ruang yang umumnya digabungkan karena masih dalam satu zona kegiatan yang fleksibel. Dalam ilustrasi Evelyn di bawah ini, konsep open-plan diaplikasikan pada ruang keluarga, studio dan dapur.

Konsep open-plan seperti ini biasanya juga diikuti dengan furnitur yang multifungsi. Sofa yang bisa menjadi tempat tidur, meja dan kursi yang bisa lipat, tangga sekaligus area penyimpanan.

5. Menggunakan material lokal
Menggunakan material lokal yang mudah didapat bisa menghemat biaya pembangunan. Bata, semen, besi, beton, kayu, batu, genteng, kaca, keramik dan gipsum adalah beberapa material yang umum digunakan. Sebelum membangun, cobalah untuk survei ke beberapa toko material bangunan terdekat sehingga bisa mendapat perbandingan harga yang kompetitif. Selain itu, pilihlah material yang tahan lama dan minim perawatan sehingga tidak menyulitkan dikemudian hari. Untuk proyek renovasi, menggunakan kembali material-material yang ada seperti kusen, genteng, pintu, kaca, dan keramik yang kondisinya masih baik juga bisa menghemat biaya.

6. Pertimbangkan konsep rustik atau unfinished
Tahapan pekerjaan finishing seperti plester aci cat pada dinding, pemasangan keramik, plafon gipsum dengan rangka membutuhkan biaya yang cukup besar. Meniadakan pekerjaan-pekerjaan ini tentu dapat menghemat budget dan mengurangi waktu pekerjaan, namun sebelum diaplikasikan tetap perhatikan juga fungsi ruangan sehingga tidak mengganggu kegiatan di dalamnya.

Pada dasarnya konsep rustic adalah konsep yang membiarkan semua material tampil apa adanya tanpa finishing menghadirkan kesan jujur, alami, hangat dan artistik. Bata yang tidak diplester, dinding semen ekspos tanpa cat, tidak menggunakan kusen, lantai semen ekspos adalah beberapa material yang umumnya dibiarkan unfinished.

7. Membangun bertahap dengan konsep rumah tumbuh
Tips terakhir dari saya adalah membangun rumah dengan konsep rumah tumbuh. Dengan mengurangi luasan ruangan yang dibangun akan langsung efektif memotong budget. Tidak perlu memaksakan diri membangun rumah dengan luasan yang ideal apabila dananya belum mencukupi karena penambahan ruang bisa dilakukan kemudian apabila dana sudah terkumpul kembali.

Nah, dari tujuh tips saya ini, semoga ada yang bisa kamu aplikasikan ya! Sebelum memulai membangun, ada baiknya untuk kamu pikirkan matang-matang semua aspek dalam prosesnya. Supaya kamu nggak menyesal nantinya bila ada hasil yang kurang cocok. Good luck and happy renovating!

*Ilustrasi oleh Evelyn Gasman. Lulusan desain komunikasi visual. Ketertarikan tinggi pada seni rupa, branding, desain produk maupun interior. Sering menghabiskan hari-harinya di kedai kopi miliknya, KROMA. Anda bisa membaca kegiatan sehari-hari KROMA di buku hariannya.

Foto milik:
1. Ruang keluarga dengan lantai keramik bermotif
Backyard House by Ad Plus Studio via Archdaily

2. Ruang keluarga dengan dinding semen ekspos
Art Loft Chai Wan via Archdaily

3. Area tangga dengan tampilan unfinished
KN House by Adrei Studio via Archdaily


Arsitek dan ibu dua anak yang menjadi kontributor tetap untuk rubrik Renovation 101. Selain memiliki rumah yang ia beri nama 'Rumah Dua Pohon' inspiratif, resep masakan buatannya pun selalu terlihat menggoda. Kamu bisa menyimak keseharian Tia di akun Instagram-nya (@yudhipuspa)

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER