READING

RENOVATION 101: TAMPILAN FASAD BANGUNAN

RENOVATION 101: TAMPILAN FASAD BANGUNAN

First impression is the last impression. Itulah kenapa sebagai bagian terluar dari bangunan, fasad jadi elemen yang bakal nimbulin reaksi dan rasa sebelum orang masuk ke dalam rumah. Fasade juga dipakai juga untuk memperlihatkan karakter dan nilai dari penghuni rumahnya. ‘Muka’ rumah ini jadi bentuk interaksi antara struktur bangunan dengan lingkungan sekitarnya…

Fasade atau fasad berasal dari kata serapan dalam bahasa Perancis yang berarti ‘depan’ atau ‘muka’. Istilah ini dipakai dalam dunia arsitektur yang berarti sisi luar atau eksterior bangunan. Utamanya sih, bagian depan atau muka. Ngomongin fasad buat saya seperti ngomongin selera. Nggak ada definisi yang betul-betul benar atau salah karena selera berkaitan dengan rasa dan cara menikmatinya. Pernah nggak, kamu melihat suatu bangunan dan bereaksi terhadap desain fasadnya? Apakah tenang, dramatis, mengundang, tertutup, dingin, berat, ringan atau unik?

Ketika arsitek mendesain fasad, beberapa hal yang menjadi pertimbangannya adalah harmonisasi antara komposisi fungsionalnya seperti pintu, jendela, atap, teritisan (jika ada) dengan material bangunan dan juga karakter cuaca dimana bangunan itu berdiri. 

Sebelumnya fasad digunakan untuk mencapai estetika luar saja, dimana fasad dapat menggambarkan sejarah peradaban manusia dengan mencermatinya dari waktu ke waktu. Melalui fasad bangunan kita juga dapat mengetahui kondisi sosial budaya, kehidupan spiritual, bahkan kondisi ekonomi dan politik pada masa itu. Saat ini dalam dunia yang lebih modern, fasad memainkan peran fungsional yang lebih penting seperti pengoptimalan penggunaan pencahayaan, pengudaraan, kinerja akustik serta efisiensi energi.

JENIS FASAD
Umumnya desain fasad mengikuti gaya arsitektur yang menjadi konsep besar dari sebuah bangunan yang kemudian menjadi sebuah kesatuan dengan elemen lainnya. Jadi, tercapai keseimbangan yang harmonis. Beberapa gaya arsitektur dengan fasadnya yang cukup populer adalah:

Mediterania
Gaya mediterania berasal dari Spanyol. Di negara asalnya, gaya arsitektur Mediterania muncul karena adanya penyesuaian dengan kondisi lingkungan setempat yang umumnya beriklim panas, oleh karena itu keindahan bangunan bergaya Mediteranian memiliki karakter bangunan yang berdinding tebal untuk melindungi panas pada siang hari, namun tetap hangat pada malam hari. Jendela kecil digunakan untuk menahan hawa panas.

Klasik
Gaya klasik adalah gaya yang lahir dan berkembang pada masa kejayaan Yunani dan Romawi. Arsitektur Klasik menjadi gambaran perjalanan sejarah arsitektur di Eropa yang secara khusus menunjuk pada karya-karya arsitektur yang pada saat itu bernilai tinggi karena karya-karya ini memperlihatkan aturan/pedoman yang ketat dan hati-hati dalam penciptaannya. Saat ini gaya klasik muncul sebagai bentuk sentuhan dalam arsitektur modern, dimana beberapa pedomannya yang masih digunakan yaitu penggunaan pilar-pilar besar, bentuk lengkung diatas pintu, atap kubah dan ornamen ukiran yang detail.

American Country
Secara umum gaya ini berasal dari rumah-rumah pedesaan di Amerika yang populer di tahun 1920-1960an. Bentuk fasad dalam gaya ini mengadopsi dari arsitektur kolonial dan klasik yang disesuaikan dengan iklim dan pengaruh beberapa negara eropa seperti yunani, italia, inggris dan perancis. Salah satu ciri khas yang kuat dalam gaya ini adalah penggunaan atap segitiga dengan ornamen, adanya teras yang cukup besar dan menggunakan banyak material alam.

Mid-Century
Sebutan gaya mid century bukan hanya milik arsitektur tapi juga interior, desain produk sampai ke desain grafis. Gaya ini populer pada tahun 1950 dan 1980an dengan ciri khas desain arsitektur yang sederhana, berorientasi ke masa depan dan memiliki nafas kemodernitas yang cukup kuat namun tetap selaras dengan alam.

Kontemporer Modern
Dalam gaya arsitektur kontemporer, tidak ada satupun gaya yang mendominasi karena gaya ini merupakan gaya yang dinamis dan mengikuti zaman. Konsep kontemporer merupakan fleksibilitas dari arsitektur modern yang tidak mengikat pada bentuk, komposisi ruang, dan material. Umumnya gaya ini digunakan digunakan oleh orang-orang yang ingin lepas dari gaya arsitektur konvensional dan ingin terlihat berbeda karena sifat ‘kebaruan’ dan ‘kekinian’nya.

Modern Minimalis
Gaya minimalis menjadi tren pada awal abad ke-19 dan menjadi gerakan penting akibat respon dari gaya arsitektur sebelumnya yang lebih banyak menggunakan unsur dekorasi dan ornamen. Dalam mendesain, para arsitek menemukan bahwa sesuatu yang abstrak dan nggak terlihat seperti cahaya alami, langit, bumi, udara sebenarnya mempunyai kualitas yang tinggi dan mereka fokus mengolah elemen tersebut. Selain menampilkan kesan kesederhanaan, ciri khas gaya ini adalah penggunaan bentuk geometri dasar, bersih, nggak ada ornamen, dan adanya pengulangan bentuk.

Rustic Industrial
Awalnya industrial bahkan bukan sebuah gaya arsitektur, lho! Industrial lebih mengarah sebagai salah satu cara hidup sehari-hari. Sifatnya keras, jujur, menggunakan bahan-bahan yang paling sederhana dan berorientasi kepada fungsi. Industrial sangat kental dengan konsep reuse dan recycle, memberikan fungsi baru kepada barang lama yang sudah usang. Gaya ini bangkit di Eropa akibat banyak bangunan bekas pabrik yang nggak digunakan lagi. Meskipun nantinya disesuaikan lagi dan karakter asli bangunan sengaja nggak dihilangkan.

SECONDARY SKIN ATAU KULIT KEDUA
Konsep secondary skin atau kulit kedua pada bangunan populer diterapkan di negara-negara yang beriklim tropis karena shading atau pembayangan menjadi solusi yang nyaman untuk mengatasi masalah paparan panas sinar matahari. Secondary skin ini merupakan lapisan di luar dinding utama tapi nggak menempel pada bagian dinding tersebut. Konsep ini dianalogikan sebagai kulit manusia yang mampu memberikan perlindungan terhadap iklim. Secondary skin yang dipasang pada bagian fasad digunakan juga untuk membentuk dan mempertegas karakter bangunan.

Secondary skin ini bakal efektif banget kalau digunakan untuk rumah-rumah yang menghadap ke arah barat karena paparan sinar matahari dari arah barat terasa lebih menyengat daripada posisi arah lainnya. Melalui secondary skin ini, sinar matahari nggak langsung mengenai bangunan sehingga efektif mengurangi panas di dalam bangunan. Terlihat dari ilustrasi yang digambarkan Evelyn di atas, alur penghawaan dan pencahayaan yang masuk ke dalam rumah dengan adanya kulit kedua tersebut.

Material yang umumnya digunakan adalah kayu solid, kayu tiruan, besi hollow, bata roster, perforated metal, bambu bahkan tanaman berupa garden vertikal atau tanaman menjuntai seperti lee kwan yew. Material-material ini dianggap memiliki kemampuan menangkal sinar matahari kalau didesain secara tepat. Dari material tersebut, bentuk secondary skin bisa diekplorasi menjadi berbagai bentuk dan pola seperti kisi-kisi, rongga, bidang transparan sampai semi transparan yang membuat tampilan fasad rumah terlihat semakin unik.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mengaplikasikan secondary skin ini sebaiknya adalah dipasang pada bagian bangunan yang paling banyak terkena paparan sinar matahari panas. Pada pemasangannya, berikan jarak tertentu dari dinding paling luar rumah untuk menciptakan ruang kosong yang berfungsi sebagai daerah bayangan sehingga sirkulasi udara bisa maksimal. Perhatikan juga ya, arah bukaan pintu dan jendela jadi saat pintu atau jendela dibuka nggak berbenturan dengan lapisan tersebut. Jangan lupa sediakan area yang bisa menjangkau lapisan secondary skin ini untuk perawatan materialnya.

Demikian penjelasan singkat tentang fasad bangunan, semoga berguna buat kamu ya. Happy renovating!

*Ilustrasi oleh Evelyn Gasman. Lulusan desain komunikasi visual. Ketertarikan tinggi pada seni rupa, branding, desain produk maupun interior. Sering menghabiskan hari-harinya di kedai kopi miliknya, KROMA. Anda bisa membaca kegiatan sehari-hari KROMA di buku hariannya.

Foto milik:

1. Feature Image
Mande Austriono

2. Tampilan fasad rumah dengan kulit kedua
Chi House

3. Rumah denaan gaya arsitektur American Country
www.homebunch.com

4. Rumah dengan gaya arsitektur Mid-Century
The Ocotea House

5. Rumah denaan gaya arsitektur Kontemporer Modern
House in Ashdod

6. Rumah denaan gaya arsitektur Modern Minimalis
www.contemporist.com

7. Rumah denaan fasad tanaman
Lovely Nest Yudhi Puspa Tia

 


Arsitek dan ibu dua anak yang menjadi kontributor tetap untuk rubrik Renovation 101. Selain memiliki rumah yang ia beri nama 'Rumah Dua Pohon' inspiratif, resep masakan buatannya pun selalu terlihat menggoda. Kamu bisa menyimak keseharian Tia di akun Instagram-nya (@yudhipuspa)

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER