READING

CERITA NIKE: INSPIRASINYA DARI MANA-MANA?

CERITA NIKE: INSPIRASINYA DARI MANA-MANA?

Saat kami membahas tentang bagaimana Living Loving berkembang di obrolan santai atau wawancara. Pertanyaan yang sering muncul adalah, “Pernah kehabisan ide nggak?”, “Gimana mendapat inspirasinya?, “Dari mana aja dapat inspirasinya?”

Entah saya nih yang orangnya terlalu mikirin, tapi jujur saya suka bertanya-tanya. Ketika orang menanyakan hal-hal tadi, jawaban apa sih yang sebenarnya jadi ekspektasi mereka? Apakah jawaban jadi terasa “biasa aja” ketika kami menjawab,”Hmm dari Pinterest”.

Saat kita bicara soal ide, inspirasi..seakan-akan kita bicara soal sesuatu yang nggak gampang diraih dan hanya didapatkan oleh orang-orang tertentu sehingga butuh untuk ditanyakan dari mana itu semua muncul. Jujur, kami pun juga masih suka melempar pertanyaan ini ke teman-teman narasumber kami saat mereka kami wawancarai untuk artikel.

Tapi setelah saya pikir-pikir, saya bisa menyimpulkan kalau yang namanya mendapatkan inspirasi, ide, gagasan, apapun namanya itu nggak susah-susah amat. Mungkin lebih tepatnya..nyari dan ngumpulin ide bukan satu-satunya kerjaan pekerja bidang kreatif. Bagi saya yang justru paliiing penting adalah bagaimana membuat apapun yang di kepala ini menjadi sesuatu yang bisa dibaca, dilihat, didengar, dirasakan bahkan kalau bisa disentuh oleh orang lain.

Proses berkreasi atau produksi justru penting buat kami dan teman-teman di bidang kreatif. Ada banyak cerita berkumpul di sana.

Dimulai dari titik ketika ide hadir, maka kami perlu mengajukannya. Saat mengajukannya, tentu banyak penyesuaian, modifikasi di sana-sini. Masuk ke proses produksi. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Bisa soal waktu, lokasi, biaya, manusia, duh apapun, deh. Pokoknya tiap proyek punya tantangannya sendiri-sendiri.

Pada saat proses itu, menurut saya justru kreativitas banyak mengalir. Gimana mempertemukan titik antara keinginan dan realita? Gimana bikin 1+1 nggak cuma jadi 2, tapi kalau bisa 3, 4, 10, atau 20? Itu semua perlu kreativitas.

Trus trus, gimana dong dengan cerita-cerita seniman atau pencipta lagu yang katanya mendadak dapat inspirasi karyanya? Saya nggak tau sih mau nyontohin siapa untuk kasus ini. But I believe that inspiration will not be delivered that easily without ( a long and winding) process. Kalaupun si orang pencipta karya bisa bilang kalau inspirasi karyanya ia dapatkan ketika mandi di malam Senin wage, tapi kalau kita merunut bagaimana sampai akhirnya ia mencapai titik mendapat inspirasi tersebut..ternyata (biasanya sih) panjang. Mereka kan nggak mendadak dapat ilham tanpa sebelumnya menguasai bidang dan keterampilannya terlebih dahulu. Menurut saya, Chris Martin nggak gitu aja dapat inspirasi bikin lagu “Fix You” dari momen Gwyneth Paltrow kehilangan ayahnya. Chris nggak bakal dapat ide notasi dan lirik yang begitu indahnya kalau sebelumnya dia nggak nyiptain puluhan lagu.

Jadi dari sini, saya mau menyimpulkan kalau yang namanya jadi kreatif nggak sekadar jadi orang yang bisa punya ide menarik dan beda. Kerja di bidang kreatif nggak hanya soal nyari inspirasi (yang sebenarnya bisa didapat di mana-mana, kok).

Kreativitas juga tentang proses gimana akhirnya karya hadir di tengah-tengah kita. Untuk Living Loving, ya dalam bentuk konten atau sebuah acara. Kreativitas juga tentang gimana kita merespon apa yang terjadi di sekitar kita. Kreativitas juga tentang memberikan solusi.

So next time you meet a creative folk, ask them about the process. The struggles behind the creations they made. Gali cerita mereka tentang gimana mereka bisa ngejalanin itu semua. Kamu akan tau kalau ternyata kreativitas dan bekerja di bidang kreatif itu ternyata berlapis-lapis kisahnya. Ya, mudah-mudahan dengan tau cerita mereka, kamu..kita juga jadi lebih menghargai. Ya, kan?

So, tell me about your struggles!

 


Simple, functional, modern, in love with details. Nike menghabiskan masa kecilnya di Kepulauan Riau dan Sulawesi Tenggara, membuatnya merasa berbeda sejak kembali tinggal di Jakarta dan suka menikmati tempat baru. Mulai blogging sejak tahun 2000, bahkan ketika istilah blog belum ada. Ketertarikannya akan dunia media dan kreatif sudah ada sejak masih sekolah. Sebelum menjalankan Living Loving, Nike bekerja selama 7,5 tahun di industri media, kreatif dan digital. Kamu bisa melihat dan menyapanya juga di Instagram (@nikeprima) dan nike (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER