READING

BERKENALAN DENGAN ESSENTIAL OIL

BERKENALAN DENGAN ESSENTIAL OIL

Essential oil atau minyak atsiri sedang gencar sekali beberapa tahun terakhir. Di sekitar saya sendiri saja rasanya ada lebih dari selusin teman yang memakai minyak aromatik ini. Sekarang, kita bahas yuk apa itu essential oil. Bagaimana mengaplikasikannya dan jenis-jenis apa saja yang kami rekomendasikan.

Jujur, saya juga baru sadar..meski sudah beberapa kali Living Loving membahas tentang topic ini. Tapi kami tuh belum pernah membahasnya dari awal. Belum ada konten yang menceritakan essential oil secara dasar. Ooops, our bad! *sungkem! Pantes aja, kok masih banyak teman-teman yang suka ngasih pertanyaan seperti, “Cara makenya gimana?”. Itu kenapa kali ini kami mau menebus kesalahan tersebut dengan tulisan + video di YouTube.

Saya mulai mengenal dengan essential oil dan bahan-bahan organik untuk kebutuhan keseharian itu saat pertama kali mengajak teman-teman dari Organic Supply Co., Mba Cindy dan Mba Astrid. Waktu itu tahun 2015 dan Organic Supply Co. belum lama berdiri. Jadi, bisa dibilang saya merasa beruntung banget bisa dapat banyak informasi dari kakak-kakak Organic Supply Co. ini, jadi perjalanan saya dengan essential oil nggak terlalu tersesat. Hahaha.

Jadi, apa sih essential oil itu? Essential oil adalah minyak yang berasal dari hasil penyulingan tumbuhan. Bagian dari tumbuhan yang disuling menjadi minyak ini bisa macam-macam. Ada yang dari bagian batang, daun, bunga, hingga akarnya. Jadi, essential oil itu benar-benar murni dan punya sifat konsentrasi yang tinggi. Buat bayangan saja, butuh 30 kuntum bunga mawar untuk menghasilkan 1 tetes essential oil mawar. Setiap jenis minyak esensial membutuhkan bahan baku dalam jumlah yang berbeda-beda. Itulah mengapa harga setiap jenis essential oil tidak bisa dipukul rata.

Penggunaan minyak atsiri untuk aromaterapi, bahkan kesehatan sebenarnya sudah banyak dilakukan sejak zaman dahulu. Namun memang dalam sekian tahun terakhir ini essential oil naik daun lagi karena mulai banyak kesadaran masyarakat akan gaya hidup yang lebih sehat dan alami.

Kalau saya sendiri memang lebih banyak menggunakan essential oil untuk aromaterapi dan meringankan gejala-gejala sakit yang nggak terlalu serius seperti batuk dan pilek. Kalau untuk perawatan kulit seperti sabun mandi, shampoo, body oil dan lainnya hingga saat ini saya tidak membuatnya sendiri, tapi membeli produk alami dengan salah satu bahannya menggunakan essential oil. Mengingat produk-produk ini kontak langsung dengan kulit, saya lebih percaya untuk membelinya dari mereka yang memang saya tau passionate banget dan sudah punya ilmunya dalam meracik, misalnya dengan Klen and Kind dan Goodvibes Organic.

3 ESSENTIAL OIL REKOMENDASI KAMI
Lalu, apa saja jenis essential oil yang kami rekomendasikan untuk teman-teman yang baru mau mencoba? Saya dan Fanny menyimpulkan ada 3 essential oil yang menurut kami cocok buat jadi “starter kit”, yaitu lavender, peppermint dan lemon.

1. Lavender
Aroma: floral, manis, segar

Aroma lavender cukup lembut dan familiar. Jadi seharusnya lumayan gampang untuk diterima buat yang baru mencoba essential oil. Manfaatnya juga banyak sekali, antara lain untuk relaksasi, meringankan sakit kepala, menghalau serangga sekaligus menyembuhkan bentol gigitan serangga. Saya sendiri sering sekali pakai lavender ini. Kalau butuh istirahat tapi mata nggak kunjung merem, biasanya saya langsung hirup atau teteskan lavender di diffuser dan nggak lama langsung tidur, deh. Magic banget!

Kamu bisa lihat resep-resep yang menggunakan essential oil Lavender di artikel “DIY Essential Oil Linen Spray”.

2. Peppermint
Aroma: segar, manis, minty

Peppermint punya banyak manfaat dari mulai meningkatkan fokus, meringankan sakit kepala, mual, batuk, pilek, kembung hingga menyegarkan udara. Super versatile dan cocok buat dibawa setiap hari, terutama pas traveling.

Kamu bisa lihat resep-resep yang menggunakan essential oil Peppermint di artikel “Pembersih Alami”

3. Lemon
Aroma: asam, segar, manis

Essential oil Lemon ini bermanfaat untuk menyaring udara jadi lebih bersih, anti bacterial dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Itu kenapa lemon sering ditemukan di produk-produk rumah tangga seperti sabun atau spray pembersih.

Kamu bisa lihat resep aromaterapi yang menggunakan essential oil Lemon dengan mencari tagar #LLmoodmix di Instagram Living Loving.

Oya, enaknya lagi. Ketiga essential oil ini sangat bisa dicampur dan tetap menghasilkan aroma yang enak (dan bermanfaat buat kita!). Selain ketiga essential oil ini, ada juga beberapa jenis lain yang menurut kami bisa jadi pilihan. Misalnya, Tea Tree yang selain bersifar antibakteri, juga baik untuk mengatasi masalah kulit seperti jerawat. Frankincense juga sering jadi essential oil wajib karena kabarnya bagus untuk untuk kekebalan tubuh dan kesehatan kulit. Kalau saya sendiri selalu sedia Eucalytus Globulus, karena fungsinya mirip dengan peppermint tapi aromanya lebih lembut dan manis. Sementara Creative Assistant kami, Fanny, yang juga doyan essential oil, suka sekali dengan Grapefruit karena aromanya yang fruity, manis dan segar.

Namun, tentunya essential oil ini nggak melulu tentang aroma yang enak atau nggak. Semuanya kembali pada kebutuhan masing-masing, ya. Jadi, kalau ada yang meminta rekomendasi essential oil ke saya, saya biasanya bertanya dulu kebutuhannya untuk apa, dan siapa yang akan memakainya. Soalnya ada beberapa essential oil yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau anak di bawah 2 tahun. Jadi, tetap teliti dan rajin membaca sebelum memilih essential oil, ya.

CARA PEMAKAIAN ESSENTIAL OIL
Pertanyaan yang sering muncul dari teman-teman yang masih penasaran dengan essential oil biasanya adalah bagaimana memakainya. Ada beberapa metode aplikasi essential oil.

1. Menggunakan diffuser
Cara aplikasi yang umum dipakai adalah dengan menggunakan diffuser, alat yang berfungsi menyebarkan essential oil di udara sekitarnya. Diffuser terdiri dari beberapa jenis, namun jenis yang paling sering digunakan adalah ultrasonic diffuser. Nah, gimana sih memilih diffuser yang tepat? Kalau menurut saya kembali lagi lihat dari kebutuhannya. Diffuser dengan kapasitas air 100ml cukup untuk ruangan seluas 3x4m. Kalau ruangan yang akan kamu pasang diffuser lebih luas dari itu, sebaiknya pilih yang kapasitas airnya lebih besar supaya daya sebarnya juga lebih luas.

Oya, saran saya kalau kamu termasuk orang yang lebih nyaman dengan keadaan gelap saat istirahat, pastikan lampu diffuser yang kamu pilih bisa dimatikan. Diffuser yang saya punya beberapa tahun ini punya desain  dan kualitasnya cukup baik, tapi tidak punya pilihan untuk mematikan lampu.

2. Menggunakan carrier oil
Essential oil juga bisa diaplikasikan ke kulit namun harus diencerkan terlebih dahulu menggunakan carrier oil. Carrier oil adalah minyak yang berasal dari bagian tumbuhan yang memiliki kandungan lemak tinggi, misal bagian biji atau daging buah. Biasanya diekstraksi dengan teknik cold-pressed. Jenis carrier oil yang cukup sering digunakan adalah Jojoba, Virgin Coconut, Almond dan Grapeseed. Saya sendiri paling suka pakai Jojoba karena teksturnya yang ringan, gampang meresap dan hampir nggak berbau. Umumnya, dibutuhkan satu sendok teh carrier oil untuk 1 tetes essential oil.

3. Menggunakan roller ball
Kalau butuh cara aplikasi yang praktis, paling enak pakai botol roller ball yang biasanya berukuran 10ml. Botol roller ball ini diisi carrier oil sampai penuh lalu masukkan sekitar 10 tetes essential oil pilihanmu. Praktis banget karena pas butuh tinggal diolesin atau dihirup saja.

Cara aplikasi essential lainnya bisa kamu tonton di video kami berikut ini: ‘Berkenalan dengan Essential Oil’

Kalau kamu punya pertanyaan seputar essential oil, boleh yuk dituliskan di komentar. Nanti kami akan coba jawab, ya

 


Simple, functional, modern, in love with details. Nike menghabiskan masa kecilnya di Kepulauan Riau dan Sulawesi Tenggara, membuatnya merasa berbeda sejak kembali tinggal di Jakarta dan suka menikmati tempat baru. Mulai blogging sejak tahun 2000, bahkan ketika istilah blog belum ada. Ketertarikannya akan dunia media dan kreatif sudah ada sejak masih sekolah. Sebelum menjalankan Living Loving, Nike bekerja selama 7,5 tahun di industri media, kreatif dan digital. Kamu bisa melihat dan menyapanya juga di Instagram (@nikeprima) dan nike (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER