JALAN-JALAN SEPUTAR MENTENG

Di sela-sela kerjaan, saya dan Nike suka keidean ajak tim Living Loving jalan-jalan. Misalnya ngopi di kafe atau nyalon deket kantor. Nah, akhir Agustus lalu, mendadak tercetus pengen jalan-jalan ke museum. Kalau Museum Nasional atau Museum Fatahillah kan sudah cukup populer, kami penasaran pengen coba datang ke museum yang masih jarang dikunjungi orang, akhirnya setelah rekomendasi Fanny, creative assistant kami, Museum Naskah Proklamasi dipilih jadi tujuan “outing” tim Living Loving kali ini.

Sayang Nike nggak bisa ikut karena lagi ga fit. Jadi cuma kami berlima, Rahne, April, Aline, Fanny, dan saya sebagai mantan lurah GI yang bertindak sebagai pemandu. Karena nanggung kalau sudah main agak jauh tapi cuma ke 1 museum aja, jadi kami milih 4 tempat lainnya di sekitar Menteng buat didatangi sekalian. Apa saja tempat-tempatnya? Kamu bisa klik masing-masing nama tempat kalau mau tahu info lebih lengkapnya ya.

1. Shophaus
Sebenarnya ini sudah ada cukup lama sih, tapi ternyata tim Living Loving yang mayoritas anak Jaksel ini masih belum terlalu familiar ama Shophaus Menteng. Cukup menarik sih karena tempat makan ini banyak tenant-nya. Kalau mau ngopi ada Pigeonhole Coffee di sebelah kanan pintu masuk. Kalau mau sarapan sehat bisa cicip smoothie bowl di Berrywell. Laper? Cus makan di Mockingbird atau The Betawi Salad. Dessertnya bisa makan kue sus yummy dari Namelaka, atau es krim di Gelato Secret.

Waktu kemarin kami kumpul, kebetulan sudah jam 10 dan udah gerah banget. Jadi langsung deh ngeskrim di Gelato Secrets. Aduuh..enaak, seger banget es krimnya. Saya pilih 3 rasa: vanilla bamboo charcoal, mango sorbet, sama satu lagi kalau nggak salah thai tea. Enak semua, terutama bamboo charcoal kesukaan saya, padahal awalnya milih tiga rasa ini karena…palet warnanya :))

2. Taman Suropati
Pas kalau cari tempat buat duduk-duduk santai atau jogging kecil sambil liatin burung jalan-jalan di dekat air mancurnya. Kalau minggu ada teman-teman dari komunitas Taman Suropati Chamber yang latihan orkstra di tengah taman. Sekarang sudah nggak ada tukang jualan makanan dan nggak boleh parkir di sekelilingnya. Kalau mau parkir atau makan mungkin bisa di belakang Masjid Sunda Kelapa, cuma tinggal nyeberang jalan sedikit dari Taman Suropati.

3. Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Ini sebenarnya tujuan utama kami kemarin. Museum ini setiap hari saya lewati kalau mau ke kantor. Tapi malah jarang main ke sini, terakhir pas SMP dulu. Sekarang sudah bagus, sudah lebih rapi dan bersih. Selain bacain penjelasan tentang momen-momen perumusan naskah proklamasi, kami juga suka banget sama interior rumah yang dulunya ditempati sama Laksamana Maeda (hayoo masih inget nggak dia siapa?) Rumahnya gemes banget karena palet warnanya abu-abu, kuning, dan…aesthetic pink *seriusan*. Walau kuningnya memang hasil cat ulang waktu renovasi, tapi bak mandi pink pastelnya itu lho…serasa masuk ke Grand Budapest Hotel. Bentuk teralis dan kanopinya juga bagus. Dasar demen interior, main ke museum yang dibahas malah interiornya..

O iya, kebetulan waktu kami main ke sana lagi ada pameran temporer tentang tokoh-tokoh yang turut berperan dalam kemerdekaan Indonesia. Kemarin itu lagi menampilkan sosok Abikusno Tjokrosoejoso, anggota panitia sembilan yang juga arsitek, tokoh Partai Syariat Islam, adik dari Tjokroaminoto, sekaligus Menteri Perhubungan merangkap Menteri Pekerjaan Umum jaman awal kemerdekaan dulu. Hebat ya!

4. Pelangi Seafood
Nah abis jalan-jalan di museum, tau-tau sudah jam 2 dan kami kelaparan. Akhirnya kami ke resto Pelangi di jalan Johar, dekat masjid Cut Meutia. Sebagai anak Makassar, resto ini jadi andalan saya kalau lagi pengen makan mie titi atau nasi goreng merah. Mereka juga jual kue-kue khas Sulawesi.

5. Galeri Cemara 6
Galeri ini terhitung dekat dari Resto Pelangi, kami bisa jalan kaki. Tujuannya ke sini karena mau nyamperin pamerannya Aline, project officer kami yang kemarin ikutan eksebisi Unsilenced yang dikuratori oleh Ika Vantiani. Galeri ini berbentuk rumah besar memanjang ke belakang. Ada kafe kecil di dalamnya. Selain biasa digunakan untuk pameran seni, Galeri Cemara juga punya museum di lantai 2 gedung yang berisi lukisan koleksi pribadi pemilik rumah, mulai dari lukisan Afandi sampai Basoeki Abdullah. Juga beberapa karya seni lain seperti patung karya F.Widayanto. Kalau tidak salah, di bagian belakang ada beberapa kamar homestay yang bisa disewa oleh pengunjung.

Setelah melihat-lihat isi galeri dan museum, kami santai sejenak di kafe sambil minum dan…ngecharge HP :)) Setelah itu langsung pulang ke rumah masing-masing deh. Biarpun panas, padat, dan jalan kaki lumayan jauh ke sana sini, tapi senang sekali rasanya bisa lihat-lihat tempat menarik di Jakarta.

Kalau kamu gimana? Punya museum atau galeri favorit yang orang belum banyak tahu? Silakan share di kolom komentar yaa. Siapa tahu bisa kasih ide buat teman-teman lain yang ingin jalan-jalan di Jakarta akhir pekan ini. Hmm…berikutnya daerah mana lagi yang seru buat ditelusuri ya? Pasar Baru? PIK? Alam Sutra? Bogor?


Penyuka craft yang lebih senang dapat voucher toko buku dibanding voucher baju. Ibu satu putri yang akrab dipanggil Mamir ini selalu sibuk cari inspirasi dekor atau palet warna di internet sambil menyantap segala macam penganan yang ada di studio Living Loving. Kamu bisa menyapa Mamir di akun Instagram-nya (@mamiraz) atau mengontaknya di miranti (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER