LIBURAN JEPANG 1: PERSIAPAN

Yay! We finally made our Japan Trip! Awal Maret lalu saya, Baba dan Kira tamasya ke Tokyo dan Kyoto, Jepang selama 10 hari 9 malam. Saya tentu saja akan membahas perjalanan ini di Living Loving. Tapi supaya nggak panjang dan membingungkan, jadi artikelnya akan saya bagi jadi beberapa untuk memudahkan teman-teman yang mungkin sedang menyiapkan liburan ke Jepang.

Kali ini saya akan bahas soal persiapannya dulu, karena yang namanya liburan ya perlu persiapan. Kecuali liburan ke kota tetangga aja, mungkin bisa spontan. Hmm atau ya horang kayah..bisa ke Jepang nggak pake persiapan. Mikirnya pagi, berangkatnya siang pake first class. *eh?*

Persiapan kami untuk liburan kali ini bisa dibilang mateng nggak mateng. Hahaha. Tiket pesawatnya sudah kami beli sekitar 8 bulan sebelum tanggal keberangkatan saat ada Garuda Travel Fair. Urusan paspor dan visa serta lain-lain baru disiapkan 2-3 bulan sebelumnya. Beda banget waktu kami menyiapkan perjalanan kami ke London tiga tahun lalu. Visa Inggris yang dikenal lumayan ribet itu kami urus sendiri. Buat liburan ini, bahkan saya baru bisa benar-benar “nyentuh” itinerary seminggu sebelum berangkat.

Kenapa jadi santai? Ya, selain karena jadwal saya dan Baba memang sedang lumayan padat. Di perjalanan kali ini kami memutuskan Kira tidak menggunakan stroller. Satu, karena menurut kami ya memang sudah saatnya Kira (6 tahun) nggak pakai stroller. Sejak lebih dari setahun ini Kira memang sudah nggak pake lagi. Kedua, hampir nggak ada stroller yang muat untuk tinggi Kira yang sudah lebih dari 122cm. Ketiga, kami dengar Tokyo tidak terlalu stroller friendly, termasuk area stasiunnya. Buat mereka yang punya anak dan terbiasa dengan stroller tentu paham banget betapa signifikannya kehadiran benda yang satu ini. Nah, tidak menggunakan stroller berarti kami harus menyesuaikan dengan ritme Kira. Jadi, itinerary yang saya buat pun nggak padat merayap kayak biasa. Satu hari hanya diisi 1-2 tujuan utama. Selebihnya mengikuti arus saja.

Well anyway, meski persiapan kami cukup santai tapi saya mau berbagi tips ya tentang hal penting apa saja yang perlu disiapkan sebelum perjalanan ke Jepang. Buat yang sudah pergi ke sana, mungkin informasi ini nggak akan terlalu signifikan. Tapi mengingat saya belum lama ini melewati fase persiapan dan seperti orang-orang lainnya yang banyak mencari ilmu (di Google…hahaha) sebelum aksi. Saya masih ngerasa info yang saya dapat tuh agak bingungin. TAPI sebelumnya saya mau rekomendasiin juga blog posts dari dua teman baik saya, Fifi Alvianto dan Andra Alodita yang sudah merangkum perjalanan Jepang mereka dengan jelas. Kamu bisa baca perjalanan Fifi dan Andra dengan klik tautan di nama mereka, ya.

Nah, ini dia yang wajib disiapkan (versi saya, ya)

  1. Paspor dan Visa

Pastikan paspor kamu nggak expired minimal enam bulan sebelum tanggal berangkat. Ini detil yang standar sekali tapi percaya atau nggak bukan cuma 1-2 orang yang gagal berangkat karena pas ngecek paspornya ternyata sudah nggak bisa dipakai lagi.

Visa kalau bisa diurus jauh-jauh hari (jangan kayak kami. Hahaha). Gimana cara membuatnya? Coba cek blog post Pembuatan Budget dan Visa Jepang yang dibuat Fifi Alvianto ini, deh. Menurut saya jelas banget dan up-to-date.

  1. Tiket pesawat

Ini sudah pasti dong, ya. Bahkan biasanya sudah beli beberapa bulan sebelumnya karena ada promo. Sebelum memutuskan berangkat, perhatikan betul lama perjalanannya, ya. Kalau saya dan suami biasanya lebih memilih yang durasi perjalannya paling singkat alias nggak banyak transit. Maksimal satu kali transit aja, deh. Bukan apa-apa..kalau bawa anak kecil dan transitnya banyak trus lama kan nggak hanya membuat si anak lelah, tapi orangtuanya juga.

  1. Japan Rail Pass

Kalau kamu berniat untuk pergi ke lebih dari satu kota, Japan Rail Pass atau JR Pass ini wajib kamu punya. Harganya memang lumayan tapi tetap lebih murah disbanding kalau kamu pakai tiket kereta biasa. JR Pass ini juga berlaku untuk rute-rute kereta dalam kota yang berada dibawah naungan JR. Harganya sekitar Rp.3.500.000 per orang, dan bisa kamu beli di travel agent sebelum kamu berangkat. Kalau saya beli di HIS Travel karena selain banyak yang rekomendasiin, lokasinya juga nggak jauh dari rumah.

  1. Tiket tempat wisata

Kalau kamu berniat ke Disneyland, Universal atau Ghibli Museum. Cari info tentang pembelian tiket dari jauh hari. Tiket Disneyland dan Universal Studio bisa kamu beli di travel agent sebelum kamu berangkat. Harganya sekitar Rp800,000 per orang. Saya beli tiket Disneyland di HIS Travel juga.

  1. Pocket Wi-Fi

Portable wi-fi ini sangat sangat membantu supaya komunikasi tetap lancar dan kamu nggak kesulitan buat akses google maps, pesen taksi pas keadaan darurat, dan sebagainya. Satu pocket wi-fi ini bisa digunakan hingga 10 device. Kalau kami sih hanya 2-3 device aja, 2 HP dan 1 laptop karena Baba tetap harus kerja selama liburan (istrinya juga, sih. Hahaha). Harganya tergantung lama pemakaian. Lagi-lagi, saya sewa di HIS Travel. Harga sewa sekitar Rp800.000. Oya, setahu sayaada beberapa kok jasa penyewaan pocket wifi ini. Coba googling aja, ya. Saya orangnya nggak mau repot aja jadi lebih milih mengurus semuanya dengan satu pihak. Dapat diskon pula.

  1. Powerbank

Kalau kamu sudah membayangkan akan jalan seharian dari pagi sampe sore atau malam. Sebaiknya masing-masing orang punya powerbank dan pastikan harus sudah dicharge kalau sudah dipakai, ya.

  1. Universal adapter dan terminal

Colokan di Jepang berbeda dengan Indonesia. Sama-sama dua lubang tapi pipih. Jadi siapkan adapter dan terminal listrik, ya. Jadi nggak perlu repot rebutan colokan. Untuk urusan ini, Baba selalu sigap menyiapkan. Maklum sehari-hari kerjanya jadi produser yang ngurusin semuanya, jadi “alat tempur” selalu siap sedia.

  1. Sepatu yang mudah dilepas

Sudah tau kan ya kalau di Jepang kan tradisinya memang melepas alas kaki saat masuk ke rumah. Sama sih kayak di Indonesia. Sebenarnya ini nggak wajib, sih. Tapi kalau bawa anak-anak, sebaiknya sih pakai sepatu yang mudah mereka pakai dan copot supaya nggak banyak menghabiskan waktu.

  1. Pakaian dan perlengkapan perawatan wajah/tubuh sesuai cuaca

Urusan ini kesannya ringan tapi bisa membuyarkan rencana. Jadi rajin-rajin cek info cuaca sebelum berangkat. Oooh, cuacanya 15-18 derajat Celcius? Eits, bukan berarti jadi kayak Bandung di pagi hari yang bisa pakai kaos tipis sama sweater aja. Begitu ada angin, cuaca sebenarnya jadi sekian angka lebih dingin dari info cuaca. Pas persiapan, saya sibuk info cuaca Tokyo tanpa memperhatikan cuaca di Kyoto yang ternyata jauh lebih dingin daripada Kyoto. Ya, untungnya kami sudah siap kaos hangat dan jaket tebal.

Bayangin deh kalau sampai salah kostum. Sok kuat pakai pakaian hanya dua lapis padahal jelas-jelas biasa tinggal di negeri tropis. Bisa-bisa nggak betah lama-lama di luar ruangan padahal tempat-tempat cantik seperti taman itu biasanya kan di ruang terbuka. Jangan lupa siapkan jaket anti air/jas hujan/payung. Untuk payung mungkin bisa beli saat di sana saja.

Nah, sementara untuk perlengkapan perawatan wajah/tubuh juga penting. Misalnya nih kalau sehari-hari merasa cukup pakai lotion (atau malah suka lupa pakai? Hayo, ngaku..), kalau cuaca pas kamu liburan itu cenderung dingin..jangan pongah, yah! Mendingan siapin amunisi yang “nampol” kayak body butter atau apapun deh yang memang lebih ampuh menangkal kulit kering karena cuaca. Saya sendiri bawa body butter andalan dari The Body Shop. Banyak kok pilihan body butter, yang organik juga ada. Lalu, jangan lupa buat diaplikasikan setiap hari daripada tersiksa karena gatal-gatal..Efeknya bisa langsung pas liburan atau setelahnya. Buat wajah juga. Saya mah nggak perlu kasih tips soal ini ya mengingat ada buanyaaak sekali tips perawatan muka saat liburan musim dingin/panas/semi/gugur yang bisa kamu temukan di internet. Saya sendiri menggunakan langkah-langkah perawatan seperti biasa buat pagi dan malam: pakai pembersih (double cleansing sesuai dengan anjuran Mba Ira @beningbersinar), pakai toner (sedang coba pakai Essential Mist yang diberikan Sandara Jiwa), serum andalan setahunan terakhir (Lancome Genifique) dan Moisturizer (Innisfree).

  1. Itinerary yang masuk akal

Kenapa masuk akal? Supaya semua rencana bisa tercapai. Seperti yang saya ceritakan di awal tadi. Mengingat kami bawa anak umur enam tahun dan dia harus ikut jalan kaki. Maka saya akan bikin itinerary yang masuk akan dengan hanya memasukkan 1-2 tujuan utama setiap harinya. Kalau ada acara ke tujuan wisata yang lokasinya lumayan luas seperti Disneyland atau main salju ke Gala Yuzawa. Ya, sebaiknya hari itu fokus ke satu tujuan utama saja. Nggak perlu ambisius pengen makan malam di tempat populer, karena biasanya kita udah kecapekan. Mendingan cari restoran yang dekat dengan penginapan atau sesimpel beli takeaway saat perjalanan pulang dari tujuan utama tadi.

  1. Emergency kit (dan essential oils *sebagai buibu minyak harus bawa, dong)

Selalu bawa obat-obatan dan perlengkapan darurat seperti plester, termometer, dan lain sebagainya. Masukkan ke dalam satu kotak/kantong. Kalau saya sudah pasti bawa obat-obatan Kira, paling nggak buat flu/batuk/demam. Lalu obat alergi, sakit kepala dan flu/batuk/demam buat dewasa. Meski pada prakteknya kemarin alhamdulillah kami sehat-sehat aja.

Saya juga bawa sekantong kecil essential oils. Untuk perjalanan, saya bawa essential oil Lavender, Peppermint, Lemon, essential oil blend Balance (campuran eucalyptus dan lavender) dari Blue Stone Botanicals. essential oil blend roller ball Dream dari Organic Supply Co. Buat saya, essential oils yang saya sebutin tadi selain aromanya bisa diterima semua pihak (baca: Baba dan Kira), multi fungsi juga. Jadi nggak perlu bawa segerobak.  Aplikasinya juga nggak usah ribet. Tinggal bawa body oil jadi selain buat jadi pengencer essential oil, bisa buat melembabkan badan juga. Biasanya untuk aplikasi dengan cara diencerin begini saya lakukan malam hari sebelum tidur. Takarannya gimana? Monggo googling, ya. Nah, kalau buat di jalan, cukup pakai sapu tangan/scarf yang diberi 1-2 tetes essential oil yang dibutuhkan saja. Nggak usah ribet bawa diffuser.

  1. Tas pergi yang ringkas

Ini penting demi mobilitas sehari-hari yang lebih praktis. Dulu saya suka pakai tote bag besar supaya semua alat tempur bisa masuk. Tapi sekarang saya lebih milih bawa satu ransel yang ukurannya nggak besar tapi cukup lah buat kamera, baju ganti Kira, dan lain sebagainya. Kali ini saya pakai Lana bag-nya Straw The Label. Bahannya kulit asli dan di dalamnya bisa pakai kompartemen jadi enak banget. Tapi namanya juga tas kulit. Jadi tentu lebih berat daripada tas ransel berbahan kanvas. Saya juga bawa tas super mini yang muat HP, dompet, paspor aja. Saya beli di Cotton On pas diskon. Kalau nggak pakai tas super mini ini, saya suka pakai tas kanvas Chic & Darling. Sekarang saya juga seneng banget pake dompet super kecil, seukuran dompet kartu nama gitu. Ternyata kita ga perlu ya pake dompet yang gede. Belinya di Kroma (stok terakhir mereka waktu itu…Alhamdulillah masih kebagian).

Kalau perjalanannya seharian dan butuh bawa banyak perlengkapan, saya akan bawa ranselnya. HP dan dompet saya masukkan di kantong jaket yang kebetulan ada di bagian dalam. Kalau cuma jalan sebentar buat ke mini market atau makan malam trus balik ke penginapan lagi, saya bisa bawa tas kecil tadi.

  1. Kantong plastik kecil

Nah, ini yang nggak saya perhitungkan. Jepang itu Negara yang bersih dan apik banget, meski nggak gampang buat cari tempat sampah. Tempat-tempat publik seperti stasiun, rasanya tempat sampahnya jauh lebih sedikit dibanding di Indonesia (tapi kok lebih kotor di Indonesia, ya? Sedih..). Jadi mendingan selalu siapkan kantong plastik atau kertas kecil buat menampung sampahmu sebelum menemukan tempat sampah.

Nah, yang terakhir..tentunya siap mental bersenang-senang, dong! Inget kalau yang namanya liburan sama kayak hidup, nggak ada yang sempurna. Jadi siap buat happy-happy aja. Usahain istirahat cukup sebelum berangkat. Pas di pesawat menuju kota tujuan juga tidur supaya nggak cranky. Kurang tidur (dan laper) bisa bikin kita cranky, lho. It happened to me. Hahaha.

Oya, kalau kamu punya persiapan wajib yang belum disebutin di sini, boleh banget lho dibagi di bagian komentar. Ditunggu, ya!

Btw, di artikel-artikel berikutnya saya akan membahas tentang tempat kami menginap, tempat-tempat yang kami kunjungi di Tokyo, Kyoto dan main salju di Gala Yuzawa. Akan ada video juga supaya bisa lebih lengkap dan jelas. Trus trus..saya bakal ada kejutan juga. Ditunggu, ya! ;)

Hearts,

Nike

 

 


Simple, functional, modern, in love with details. Nike menghabiskan masa kecilnya di Kepulauan Riau dan Sulawesi Tenggara, membuatnya merasa berbeda sejak kembali tinggal di Jakarta dan suka menikmati tempat baru. Mulai blogging sejak tahun 2000, bahkan ketika istilah blog belum ada. Ketertarikannya akan dunia media dan kreatif sudah ada sejak masih sekolah. Sebelum menjalankan Living Loving, Nike bekerja selama 7,5 tahun di industri media, kreatif dan digital. Kamu bisa melihat dan menyapanya juga di Instagram (@nikeprima) dan nike (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

  1. seruu sekalii, ditunggu lanjutannyaaaa

So, what do you think?

INSTAGRAM
KNOW US BETTER