LIBURAN JEPANG 3: TOKYO

Gimana menyusun itinerary liburan ke Jepang bersama satu anak umur enam tahun? Kalimat kuncinya, keep it simple. Sejak awal merencanakan liburan (10 hari 9 malam) dengan rute Tokyo (3 hari) – Kyoto (3 hari) – Tokyo (3 hari), saya sudah menanamkan prinsip bahwa ini adalah liburan santai.

Memang agak susah rasanya kalau sedang nyusun itinerary liburan, terutama kalau ke luar negeri, trus nggak boleh ambisius. Apalagi kalo mikirnya mumpung pergi jauh, udah beli tiket dan sewa penginapan yang lumayan (kalo dibanding liburan domestik), sama mikirin siapa tau ini bakal jadi pengalaman pertama dan terakhir jalan-jalan di negara ini. Jadi, rasanya pengen masukin banyak tujuan, deh. Tapi berhubung kami mengajak Kira, penting banget untuk mengatur itinerary supaya tetap nyaman. Kami ingin Kira benar-benar menikmati waktunya selama liburan. Mengeksplorasi apapun yang menarik di sekitarnya, dan juga menjaga energinya supaya tetap fit dan kuat sepanjang liburan. Soalnya ini pertama kalinya Kira liburan tanpa stroller. Jadi harus jalan kaki, deh dan dari awal sudah dapat insight kalau jarak antar lokasi di Tokyo tuh lumayan jauh. Jadi, mendingan sederhanakan rencana liburan aja. Sedih juga kan kalau misalnya dia malah jadi sakit karena kecapekan mengikuti jadwal yang padat.

Kira-kira seperti ini itinerary kami:

Hari 1 Jakarta menuju Tokyo

Hari 2 Tokyo (Check in, istirahat, jalan-jalan sekitar penginapan)

Hari 3 Tokyo (Jalan-jalan sekitar Shinjuku, Shibuya, Yoyogi Park, Meiji Shrine)

Hari 4 Gala Yuzawa (Main salju)

Hari 5 Disneyland

Hari 6 Kyoto

Hari 7 Kyoto

Hari 8 Kyoto menuju Tokyo

Hari 9 Tokyo (Jalan-jalan sekitar Omotesando, Harajuku, Odaiba liat Gundam)

Hari 10 Tokyo menuju Jakarta

Simpel banget, kan? Nggak padat dengan kunjungan ke aneka museum atau kuil. Jadi, buat yang sempat nanya ke saya untuk berbagi itinerary. Sebenarnya saya jadi agak jiper juga berbagi mengingat jadwal yang saya bikin bener-bener santai banget. Bener-bener sehari 1-2 tujuan utama aja. Kalau di dalam kurung saya jabarin, itu juga sebenarnya lokasinya berdekatan jadi ya sekali jalan.

Jadi, kami memilih penerbangan malam sekitar jam 23.00 dari Jakarta. Sekitar jam 8 pagi sudah sampai di Haneda Airport, Tokyo. Setelah mengurus bagasi dan imigrasi, kami langsung mengurus JR Pass di kantor JR yang masih berlokasi di airport. Apa itu JR Pass? Di mana dan gimana membeli JR Pass? Bisa dicek di artikel Liburan Jepang 1: Persiapan.

Alhamdulillah, keputusan untuk menyederhanakan itinerary ini tepat banget. Meski ada juga beberapa momen Kira mengeluh capek, tapi bisa dibilang sepanjang liburan tuh Kira semangat, berenergi, makannya banyak dan istirahatnya pun cukup. Kalau sudah jalan seharian dari pagi sampai sore dan Kira pengen pulang istirahat di penginapan..ya kami turuti. Biasanya malamnya kami hanya cari makan di sekitar aja. Nggak ribet cari restoran yang terkenal. Bahkan, kadang Kira malah pengennya makan malam “digojekin” aja. Lu kate di Indonesia?! Hahaha. Biasanya kalau sudah begitu artinya dia bener-bener pengen di penginapan aja, nggak bisa dipaksain tetap makan di luar meski dekat. Kalau situasinya kayak gitu, kami tawar dia ke mini market terdekat aja buat cari makanan yang bisa diangetin pakai microwave.

Kira juga lebih menikmati waktu liburannya. Meskipun kalau mau dibandingin waktu liburan ke Melbourne dua tahun lalu dengan durasi yang sama, memang sih rasanya lebih santai dan bisa eksplorasi taman lebih banyak, bahkan sampai pakai piknik segala. Mungkin karena Tokyo kotanya memang lebih besar, gegap gempita dan sarana transportasinya juga lebih rumit. Jadi perjalanan dari titik satu ke yang lainnya memang terasa lebih makan waktu. Apalagi buat kami yang baru pertama mampir ke sini.

Nah, lalu apa saja tempat-tempat yang saya kunjungi dan rekomendasikan? Sejujurnya nggak banyak, kok.

Loft

Toko berisi aneka stationery dan souvenir yang direkomendasikan teman saya, Dita. Buat yang doyan printilan, mampir lah ke Loft. Saya cukup banyak borong di sini. Dari mulai masking tape MT, cokelat, sticker, wadah makan, payung sampai sapu tangan. Tokonya biasanya beberapa lantai, jadi siap-siap aja menghabiskan waktu lebih dari satu jam di sini. Ada beberapa Loft di Tokyo dan kamu bisa cek lokasinya di daftar toko Loft Tokyo.

Flying Tiger Copenhagen

Ya, agak nggak nyambung sih. Ke Jepang kok malah ke toko asal Kopenhagen. Duh, tapi godaan printilan memang sungguh nggak tertahankan. Masuk ke Flying Tiger Copenhagen ini juga nggak sengaja. Cuma penasaran itu apa, cek websitenya, terus penasaran deh mampir. Isinya lagi-lagi printilan stationery, home decor sampai party supplies. Banyak juga produk yang cocok buat dijadiin kado.Bagian anak-anaknya juga lucu-lucu banget. Pusing lah pokoknya. Tentunya saya kembali kalap, saudara-saudara. Di sini dapat beberapa tote bag, penahan buku, beberapa kotak kaleng dan Kira dapat wig warna shocking pink. Random! Hahaha

Sostrene Grene

Lagi-lagi saya kepincut toko asal Denmark. Ini sebenarnya lagi ke Tokyo atau Denmark, sih? Hahaha. Jujur, saya nyesel banget lho kenapa baru tau ada toko interior, home decor dan DIY/craft ini. Buat saya Sostrene Grene ini kayak Ikea dicampur sama Hay dengan sentuhan DIY dan craft, dan harga yang cukup ekonomis. Masuk ke toko ini juga nggak sengaja dan tanpa ekspektasi apa-apa. Pas masuk keliatannya tokonya keci. Ternyata lumayan gede, trus JADINYA MAU NANGIS BRO…kenapa baru tau toko ini pas di hari terakhir liburan. Tau gitu borong di sini aja. Soalnya ya tadi..desainnya bagus banget dengan warna-warna yang memang selalu jadi favorit saya + harga yang OK. Mana pake ada benang-benang katun yang disusun rapi dengan pilihan warna yang memang selama ini selalu saya pakai. Kalo kata Mamir, ini warna Nike banget!

Pokoknya, surga banget deh! Ini beberapa contohnya, ya supaya bisa ngebayangin. Selengkapnya mampir ke Pinterest-nya, deh. Oya lokasinya ada Omotesando, Kichijoji dan DiverCity Tokyo Plaza, Odaiba (Nah, buat yang suami/pasangan pengen liat Gundam 1:1 itu. Bisa sekalian mampir sini).

Gimanaaa? Racuuun yaah toko ini? Kalau kamu ke Tokyo dan suka interior decor atau sekadar perintilan gemes, jangan lupa buat mampir ke sini.

Selain itu, tentu ada tempat-tempat lain yang kami kunjungi di Tokyo. Tapi rasanya daftar tempat tersebut sudah banyak disebut di banyak website/blog dan YouTube. Nanti deh kalau saya berjodoh sama Tokyo lagi (mana amin-nya?!), saya akan buat daftar lebih lengkap. Kenapa sih foto-foto di artikel ini ndikit? Ya, supaya teman-teman bisa menikmati video perjalanan kami di Tokyo. Mari ditonton!

Laporan perjalanan liburan Jepang kami belum berakhir di sini. Saya masih akan ngebahas tentang Kyoto dan bermain salju di Gala Yuzawa. Sampai ketemu di video berikutnya. xx


Simple, functional, modern, in love with details. Nike menghabiskan masa kecilnya di Kepulauan Riau dan Sulawesi Tenggara, membuatnya merasa berbeda sejak kembali tinggal di Jakarta dan suka menikmati tempat baru. Mulai blogging sejak tahun 2000, bahkan ketika istilah blog belum ada. Ketertarikannya akan dunia media dan kreatif sudah ada sejak masih sekolah. Sebelum menjalankan Living Loving, Nike bekerja selama 7,5 tahun di industri media, kreatif dan digital. Kamu bisa melihat dan menyapanya juga di Instagram (@nikeprima) dan nike (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

  1. keren banget ini Sostrene Grene bisa-bisa satu koper isinya belanjaan dari sini yaa kalau tahu dari awal :D

    • Nike Prima

      4 April

      Bangetttt. Sedih baru tau toko ini pas hari terakhir dan koper udah penuh :(

So, what do you think?

INSTAGRAM
KNOW US BETTER