DECOR INSPO: SEMEN EKSPOS

Saat ini semakin banyak rumah, kafe, atau co-working space yang memilih lantai semen ekspos. Walau sering dipilih karena dapat menghemat budget, tapi sebenarnya banyak hal yang perlu diperhatikan bila ingin mengaplikasikannya di rumah. Kami mencoba menanyakan detilnya ke beberapa teman arsitek.

Sewaktu merombak ruangan untuk studio Living Loving saat ini, kami memilih semen ekspos untuk penutup lantai karena faktor budget yang lebih terjangkau dibandingkan dengan memakai penutup lantai seperti keramik atau vinyl. Tapi sempat bingung juga kenapa hasilnya tidak serapi yang kami lihat di Pinterest atau di majalah.

Rahmat Indrani, arsitek di balik konsultan arsitektur SPOA Architects menjelaskan beberapa aspek soal lantai semen ekspos.

Apa pertimbangan kamu dalam memilih dan menggunakan lantai semen ekspos di dalam proyek-proyek yang kamu kerjakan?
Lantai semen ekspos lebih hemat biaya dan memberikan pengalaman material yang lebih informal. Pengalaman yang informal merupakan cara mendapatkan kenyamanan natural dalam hunian.

Material ini sebaiknya digunakan di dalam ruangan apa aja, sih?
Ruangan dalam bangunan yang tidak terkena air karena sifat materialnya yang licin dan meresap air. Ruangan-ruangan yang dimaksud bisa berupa ruang keluarga, ruang makan dan juga kamar tidur.

Apa saja kelebihan dan kekurangan dari penggunaan material ini?
Pros: Hemat biaya, perawatannya mudah, tahan terhadap gesekan, dan warnanya netral jadi bisa dipadu-padankan dengan berbagai warna furnitur.
Cons: Munculnya retakan-retakan kecil pada permukaan material dan cukup sulit untuk menghindari maupun memperbaiki kejadian ini.

Bagaimana cara mengaplikasikan material ini dalam sebuah rumah tinggal?
Pertama, dilakukan proses pengacian pada lapisan dasar plasteran lantai. Setelah pengeringan selama dua bulan, lakukan pemolesan menggunakan mesin poles marmer. Mesin ini akan disediakan oleh ahli poles. Cairan khusus yang digunakan saat proses pemolesan akan menciptakan tampilan akhir yang mengkilap.

Apakah ada treatment lain untuk menjadikan material ini menarik tampilannya?
Bisa tambahkan powder warna untuk menciptakan varian warna sesuai dengan yang diinginkan.

Kami juga sempat ngobrol dengan Anggita Paramita dari ArMSchitecture soal lantai semen ekspos ini.

Apa ada tips untuk mencegah lantai semen ekspos agar tidak mudah retak?
Semen ekspos supaya tidak mudah retak harus mengandung cukup air, selain itu kita bisa berikan nat atau pola pada semen ekspos. Ada beberapa teknik ekspos yg biasa kita pakai, sistem kamprot (tekstur kasar), teknik garuk/ ketrik, setelah di plur harus kemudian kita ketrik, dan acian halus (ini yg biasa ditambah nat/ tali air).

Tips agar lapisan semen ekspos lebih tahan lama kita bisa berikan lapisan coating. Teknik semen ekspos ini sebaiknya diaplikasikan oleh tukang yg berpengalaman supaya hasilnya lebih maksimal.

Apakah ada tips kombinasi material lain di ruangan yang cocok dengan material semen ekspos?
Supaya lantai semen ekspos tetap terlihat hangat, kita bisa kombinasikan dengan material kayu, bata ekspos atau penambahan lampu yang cukup.

Ingin tahu lebih jauh lagi soal semen ekspos ini, kami juga bertanya pada kontributor #LLRenovation101 kami, Yudhi Puspa Tia

Berapa sih budget pembuatan semen ekspos ini?
Biaya pengerjaan untuk dinding semen ekspos mulai dari 90.000/m2 sdh termasuk tukang dan material. Untuk lantai ekspos semen kalau murahnya sekitar 120.000/m2. Versi ini adalah versi standar yang terjangkau dengan teknik pengerjaan yang lebih sederhana. Kalau versi pembuatan semen ekspos idealnya seharusnya pakai lantai beton baru di-aci pake semen dan dilapis epoxy. Versi ideal ini biayanya bisa 670.000/m2.

Kalau mau menerapkan semen ekspos di lantai 2, seharusnya lebih mudah karena kan struktur pelat lantainya rata-rata sudah pakai beton, jadi tinggal tambah acian semen dan epoxy.

Apa ada persiapan yang perlu dilakukan sebelum pengerjaan lantai semen ekspos?
Tidak ada yang harus dipersiapkan secara khusus, sih. Yang paling penting untuk mengaplikasikan semen ekspos adalah skill si tukang. Kalau tukangnya nggak bisa bikin lantai acian yang lurus, sebaiknya pertimbangkan opsi memakai lantai keramik atau homogenous tiles saja daripada hasilnya tak sesuai bayangan.

Kalau untuk dinding semen ekspos, apakah aman jika ingin memasang ambalan? Atau akan membuatnya mudah retak?
Apapun dindingnya sebaiknya kalau mau pasang ambalan atau hiasan dinding lainnya sebaiknya dibor dulu baru dipasangi fischer supaya melindungi dinding dan finishing-nya termasuk acian/ cat.

Sekilas mungkin lantai semen ekspos ini terlihat sederhana, tapi tetap saja banyak sekali hal yang perlu diperhatikan. Terutama memilih tukang yang sudah punya skill untuk membuat lantai atau dinding semen ekspos agar hasilnya lebih rapi. Kalau menurut kamu sendiri gimana? Tertarik dengan material ini?

*Photo credit:
Foto ruang makan dan ruang keluarga berdinding ekspos milik SPOA Architects
Feature image dan foto dinding semen ekspos dengan rak, lantai semen ekspos di selasar, dan kamar mandi milik ArMSchitecture
Foto rumah serba putih dengan lantai semen ekspos milik Yudhi Puspa Tia

ABOUT

Rahmat Indrani

Seorang arsitek di konsultan arsitektur SPOA Architects. Proyek-proyek yang dikerjakannya bernama Reduhouse, dengan konsep mereduksi kebutuhan dalam membangun sebuah hunian dan menentukan kebutuhan secara bijak.

 

 

Anggita Paramita

Pertama kali kenal karena meliput rumahnya untuk Lovely Nest. Anggita adalah Principal Interior di biro arsitektur ArMSchitecture milik suaminya, Muhammad Sagitha atau Agit. Salah satu konsep yang ditawarkan ArMSchitecture adalah Trimmed House.

 

 

 

Yudhi Puspa Tia

Kontributor untuk seri artikel Renovation 101 di Living Loving. Selain bekerja sebagai arsitek di sebuah perusahaan konstruksi, Tia dan suaminya yang juga arsitek, Budi, mengeksplor desain rumah tumbuh untuk rumah mereka, Rumah Dua Pohon. Tia juga aktif berbagi tips seputar renovasi rumah di Instagram pribadinya.


Ibu satu anak yang suka mempercantik rumah. Sebelumnya bekerja sebagai desainer interior di IKEA. Sangat suka menulis dan menonton film yang realistis, dan penggemar berat karya-karya Woody Allen. Kamu bisa menyapa April lewat editorial (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.