READING

CERITA NIKE: BLOGGING DENGAN KERAS KEPALA

CERITA NIKE: BLOGGING DENGAN KERAS KEPALA

“Nik, mau nggak ngebahas soal blogging di Bandung Readers Festival bulan September nanti?”

Teman baik saya, Galuh Pangestri, menanyakan ini sekitar dua bulan lalu. Meski saya spontan menjawab OK, tapi sejujurnya setelah itu saya baru mikir.

Soal blogging? Are you sure? Bukannya sekarang orang berlomba-lomba ngebahas tentang membuat konten di platform lain, entah itu media sosial seperti Instagram atau YouTube?

Bukannya festival yang hubungannya dengan membaca lebih sering mengulik tentang buku dan sastra?

Tapi Galuh meyakinkan saya. Menurut Galuh blog sangat dekat dan juga salah satu bentuk konten yang terus berkembang. Ya udah, saya setuju buat membahas tentang “Dinamika Nge-Blog” meski sejujurnya sampai beberapa hari sebelum acara, saya masih belum benar-benar yakin tema ini bakal menarik buat orang apa nggak.

Bukan, bukan saya nggak percaya lagi dengan blogging. Saya justru melihat kebiasaan orang menulis dan membaca blog memang sudah sangat berbeda dibanding 5 tahun lalu.

Sekitar tahun 2013-2015, kalau saya dan Miranti me-review website Living Loving. Kami masih sering mendapat insight kalau sebagian besar pengunjung website/blog kami itu dari desktop, entah itu PC atau laptop. Durasi pembaca saat membaca pun lumayan panjang, dan bounce rate Living Loving itu rata-rata 6-7%, bahkan sempat 2,85%. Apa itu bounce rate dan kenapa angka tersebut bagus? Bounce rate adalah tingkat pengunjung meninggalkan website/blog kita saat baru sampai. Kalau dia tertarik, maka dia akan stay. Semakin banyak orang yang cabut (setelah mampir di blog kita), semakin tinggi bounce rate kita. Rata-rata bounce rate yang dianggap bagus itu di bawah 60%, jadi di bawah 10% itu bagus banget, Artinya pembaca betah.

Sekarang, sebagian besar pembaca Living Loving mengakses website kami lewat mobile/telepon selular. Bounce rate meningkat tajam, dan beberapa kali kami melakukan eksperimen mengubah frekuensi posting. Dari yang sebelumnya tiga kali seminggu, menjadi dua kali seminggu, kembali jadi tiga kali seminggu, sampai kemudian sempat satu kali seminggu..ternyata frekuensi posting nggak berpengaruh besar dengan jumlah kunjungan ke blog. Beberapa teman bloger pun sempat membahas isu penurunan yang lumayan signifikan ini. Jumlah visitors Living Loving nggak menurun, tapi secara tren pun nggak meningkat pesat.

Namun, ya kami juga sadar banget kok..kebiasaan kami sebagai pembaca pun juga berubah. Dulu, saya suka sekali mampir dan baca blog. Sebagian besar memang blog dari luar negeri, tapi saya menjadikan aktivitas mengunjungi itu sebagai rutinitas saya paling nggak setiap minggu. Sekarang, saya perlu mengingat-ingat kapan terakhir saya membaca blog-blog favorit saya itu. Saya lebih sering terlena menghabiskan waktu berjam-jam scrolling, melihat, membaca dan merespon konten yang ada di Instagram.

Begitu juga dengan YouTube, beberapa tahun lalu saya sih jarang buka YouTube. Hahaha. Tapi sekarang, ya paling nggak saya buka YouTube 3-4 hari dalam seminggu. Ini generasi berumur 30an kayak saya, ya. Kalau yang lebih muda mungkin bisa tiap hari nonton YouTube.

Singkat cerita, sebenarnya ya pikiran saya masih penuh tanya hingga akhirnya sampai lah saya di Bandung Readers Festival pada Jumat malam (7/9) untuk membahas tentang perjalanan blogging. Di sana ada narasumber lain, Nurul Ulu yang selama ini menjalankan blog-nya, Bandung Diary.

Sebelum diskusi berlangsung, saya benar-benar nggak tau mau berekspektasi apa. Bahkan sebenarnya sudah siap kalau saja diskusi akan berubah jadi obrolan serius yang ujung-ujungnya nostalgia oh-betapa-generasi-sekarang-sudah-tak-suka-lagi-membaca (yang panjang-panjang)..Oh, ternyata saya salah.

Obrolan begitu mengalir santai dan apa adanya. Moderator yang baru saya kenal tapi langsung sayang, Anggia Bonyta bisa membawakan diskusi ini dengan luwes, penuh tawa, tapi tetap berisi. Asli, makasih banyak ya Anggia yang bisa ngebawain dengan manis. Ulu, yang katanya sih grogi, dengan lancar bercerita tentang kecintaannya akan blogging dan bagaimana Bandung Diary selalu jadi tempat Ulu menumpahkan ekspresi dan kreativitasnya. Teman-teman yang datang pun, sejauh yang saya perhatikan dari depan yah, memperhatikan dan merespon obrolan kami dengan hangat.

Saya jadi belajar banyak juga malam itu. Saya jadi yakin kalau blog selalu punya tempat, seberapa cepat pun perubahan dunia media sosial dan konten. Yes, it might be very slow, comparing to other social media platforms, but it gives you more space to learn, to express, to write mindfully in your own way..at your own pace. 

Coba sekarang perhatikan, deh. Istilah blog itu sudah ada sejak tahun 1994. Mulai ramai sejak awal 2000an, dan hingga sekarang masih banyak blog yang eksis. Sementara platform media sosial seperti Friendster, MySpace, Multiply, Snapchat, Path…mereka datang dan pergi, meski sebagian dari kita sebelumnya begitu intens menggunakannya.

Tapi, buat apa sih tetap nge-blog?

Ya, mungkin karena sekarang ini blog bukan lagi tempat yang bisa bikin kita langsung dilihat orang. Kurang cocok lah sama orang yang butuhnya vadiasi instan, soalnya butuh usaha lebih panjang untuk membuat orang mau mampir ke blog kita. Tapi kalau kita mau melihat dari sisi lain, blog justru bisa jadi kanal untuk kita mencoba dan belajar apa yang kita suka..tanpa tekanan dan distraksi yang lebih sedikit. Blogging cocok untuk kita yang senang menulis, atau sekadar ingin mencoba menulis. Nggak peduli yang baca banyak atau sedikit, blogging memang cocok buat yang keras kepala. Keras kepala dalam berkarya.

Selain itu masih ada banyak sisi positif dari blog. Saya sendiri sebagai milenial orang yang sering mencari tau segala sesuatu via online, saya tetap butuh blog untuk informasi yang lebih dalam. Misalnya, saya pengen cari info tentang gordyn/tirai untuk rumah saya. Saya memang bisa aja sih melihat info singkatnya di Instagram, atau melihat penjelasannya di YouTube. Tapi saya sih sering nggak bisa menyerap dengan baik penjelasan/review di YouTube kalau informasi yang diperlukan cukup banyak. Soalnya visual, apalagi audio visual yang terus-menerus justru bikin saya jadi sering kehilangan fokus. Hehehe. Jadi, saya tetap perlu referensi tertulis buat saya baca. Akhirnya saya googling, deh. Kalau saya bisa menemukan blog yang membahas jenis-jenis gordyn lengkap dengan gambarnya, saya pasti merasa sangat terbantu. Jadi, kamu bisa memasukkan faktor resourceful dalam salah satu konten blog yang efektif.

Blog juga lebih membuka kesempatan buat pembaca untuk menyerap informasi dan menyelami karakter blogger-nya dengan lebih panjang. Pernah nggak sih kamu menikmati tulisan-tulisan di sebuah blog hanya karena kamu memang senang dengan cara si bloger menyampaikan informasi atau ceritanya? Kamu nggak merasa harus selalu menonton si bloger ini ngomong panjang lebar di video, karena dengan membaca tulisannya pun kamu sudah bisa membayangkan kayak gimana sih blogger ini. Ini yang saya alami setiap membaca blog Emily Henderson. Saya suka nonton video-video Emily di YouTube. Tapi tulisan-tulisan di blog-nya juga nggak kalah menyenangkan untuk dibaca, karena Emily bisa dengan luwes menulis hingga karakternya begitu terasa. Pas saya membacanya pun kok sampai terbayang Emily ngomong di depan saya. Haha. Buat saya itu menyenangkan dan menenangkan sekali. Di YouTube, saya memang bisa melihat dengan jelas segala tips dan informasi tentang interior dan dekorasi yang Emily sampaikan. Namun di blog, selain bisa mendapatkan info seputar topik favorit saya dengan lebih dalam, saya juga bisa membaca tulisan-tulisan Emily yang lebih personal..yang mungkin nggak akan pernah ia berikan dalam bentuk video.

Ya, foto dengan caption yang panjang atau video yang apa adanya bisa membuat kita terasa mengenal lebih dekat siapa pun content creator yang kita sukai. Tapi, buat saya..selalu ada yang berbeda dengan tulisan di blog. Kalau tadi saya bilang, blog bisa menjadi kanal untuk penulisnya berekspresi dan berkreasi sesuai dengan keinginan dan kemampuannya..blog juga menjadi tempat yang menenangkan untuk kita, pembaca yang mungkin mulai lelah dengan konten yang serba cepat dan mudah ditelan macam cemilan. Juga pembaca yang butuh informasi dan inspirasi yang lebih utuh.

Kalau kamu sependapat dengan saya, yuk share di sini. Kalau kamu punya pandangan yang lain, saya juga pengen untuk belajar. :)

PS: Terima kasih Bandung Readers Festival atas acaranya yang nggak hanya hangat, tapi juga membuat saya jadi lebih semangat. Juga teman-teman baru dan teman lama yang sudah menyempatkan waktu bertemu selama saya di sana. Happy-nya masih terasa sampai hari ini.

Hearts,

.n.

 


Suka menulis dan hobi menggambar rumah serta denahnya sejak kecil. Nike membuat Living Loving untuk mengembalikan dan mengembangkan kecintaannya akan menulis dan minatnya akan rumah, dekorasi dan desain. Mulai membuat website dan blog sendiri sejak 2000, mengkoleksi dan berbagi cerita selalu jadi bagian penting dalam hidupnya.

RELATED POST

  1. erika

    10 September

    yas! ku setuju banget blog hopping itu selalu menyenangkan. saya punya jadwal tetap setiap senin pagi dikantor baca blog dulu sebelum kerja, sebagai pembangkit mood. hahahaha.
    “Pernah nggak sih kamu menikmati tulisan-tulisan di sebuah blog hanya karena kamu memang senang dengan cara si bloger menyampaikan informasi atau ceritanya?”. PERNAH BANGET, saya suka sekali tulisan Teddy dari The Dusty Sneakers, sampai grogi sendiri saat ketemu di POST dan disapa langsung. haduh banget ini ibuk-ibuk masih grogian aja, hahahaha (kala itu ditemenin suami yg cuma bisa geleng-geleng kepala). Selain itu Puty Puar, Diana Rikasari dan Loving Living sudah pasti jadi favorit saya <3

    • Nike Prima

      12 September

      Waah, iya The Dusty Sneakers dan Puty juga teman-teman blogger tersayang kami. Kalau Diana, siapa yang nggak kenal dia? Konsistensi bloging dan menulisnya nggak perlu ditanya lagi, dan apa yang ia tulis pun relatable dan inspiratif untuk banyak orang.

  2. adynura

    10 September

    Akhirnya ada juga blog post nya living loving dimana saya ada dalam postingan tsb (maksudnya ada di acaranya,hehe…)
    duh, teh nike kyknya bosen nih…ady lagi ady lg, haha…semoga engga ya.
    saya termasuk si keras kepala yang keukeuh ngeblog sedari lama walaupun gak konsisten ngeblog, bosen dikit langsung beralih ke platform lain, tapi entah kenapa selalu balik lagi ke blog walaupun platform media sosial lebih praktis dan rame dibanding blog.
    pokoknya selama blog masih ada, akan selalu blogging.
    cuma yang bingung sekarang buat saya adalah, ketika mau blogwalking tapi susah nemu blog² yang masih aktif dan saya bisa baca² blognya.
    ku butuh semacam list blogger yg masih aktif gitu, hehe…

    ok deh teh nike, terimakasih banyak yaaa….
    ps. teh nike dilihat langsung lebih cantik yaaa… teh mamiraz jg kayaknya sama

    • Nike Prima

      12 September

      Haiii dy, iya sekarang memang semakin sedikit blogger yang aktif. atau mungkin blogger yang dulunya aktif sekarang ga seaktif dulu lagi. aku pun sebagai blogger juga sejujurnya kadang kejar-kejaran dan usaha banget buat tetap aktif.
      Hahaha makasih ya udah mampir, dy.

  3. Anggi

    10 September

    Huaaaa terima kasih banyak, Nike..hahaha baru kenal tapi udah sayang ya 😅 sampai bertemu lagi kita yaa, sungguh bahagia ketemu idola yang hanya kulihat di layar handphone 😅🤗

    • Nike Prima

      12 September

      hahaha iya langsung sayang dong! semoga bisa mampir imah babaturan segeraaa.sampai ketemu lagi

  4. halo kak niken, wah seneng banget aku bisa ikut sharing session waktu di bandung^^
    kalau bagi aku blog adalah platform yang paling bertahan lama, walau sempat aku tinggalkan, tapi aku tetep balik lagi ke blog, karena aku bisa tuangkan segala cerita lebih banyak, bisa lihat lagi sejauh apa aku berkembang, dan kalo blog kan gak sekedar lewat di timeline, jadi betul betul yang aku cari, pasti aku baca di blog…

    • Nike Prima

      12 September

      Hai Niki, namaku Nike..ga jauh sama nama kamu, kok. hihihi
      terus nge-blog yaah.

  5. Yesi Haerunisa

    12 September

    Halo kak makasi banyak ya udah sharing sedalam ini, jujur nyesel karena baru tahu ada acara ini tapi kemudian alhamdulilah baca tulisan kak nike aku jadi terinspirasi dan terus semangat buat nulis. Semoga aku bisa terus keras kepala ngeblog kaya kak nike amiin :)))

  6. fenny abdullah

    12 September

    Setuju sekali mba nike, saya dari tahun 2010 sampai skrang masih ngeblog, karena blog menjadi salah satu tempat bercerita soal apapun. ada ataupun nggak ada raider yang baca tetap selalu semangat untuk menulis, karena saat menulis itu adalah hal yang paling menyenangkan dalam kondisi sedih, bahagia akan terluahkan disana.

    dan kebetulan ada sahabat saya yang kini menjadi seorang ibu, ingin diajarin ngeblog, katanya sih ingin berbagi kisah selama hamil dan pasca lahiran, dengan semangat saya siap dong. sangat bahagia mendengarnya dizaman milenial ini ada beberapa orang yang mau menulis blog.

    semangat ngeblog :)

  7. Mia

    16 September

    Hihi sampai ketemu lagi Nike, hidup blogger! :P

  8. inayah

    24 October

    jadi semangat lagi, dulu smeinggu post 4 kali..hmmm sekarang sebulan sekali oh noooo

  9. Pipit Widya

    2 November

    Mba Nike, tulisannya bagus banget. Jadi bikin semangat ngeblog. Saya sukaaaaa buanget ngeblog krn senang menulis. Meski sekarang blog agak sepi, tapi saya nggak peduli, masih curhat di sana, hehehe.

    Duh, semoga ya, blog isinya ga cuma sponsor melulu. Kangen baca curhatan di blog.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: