LOVELY NEST: ARIYANI + GUNAWAN

Alih fungsi dari sebuah gudang penyimpanan menjadi rumah dengan luasan 60m2 yang nyaman ini sebelumnya melewati proses renovasi yang menarik. Berlokasi di Jagakarsa, ternyata rumah pasangan Ariyani dan Gunawan terletak di dalam satu kawasan yang sama dengan rumah orang tua, kakak dan adiknya.

Bagi mereka, rumah dengan luasan yang terbatas itu malah membiasakan diri mereka untuk memiliki barang secukupnya. Jadi lebih peka terhadap penggunaan furnitur multifungsi dan area penyimpanannya. Proyek yang mereka sebut #thesimsproject ini dijaga serapi dan senyaman mungkin untuk keseharian mereka di rumah. Termasuk anaknya, Cerah, yang masih batita.

Boleh ceritakan apa kesibukanmu dan suami di dalam keseharian kalian?
Saya sendiri sebelum melahirkan, bekerja sebagai Marketing Strategic Planner, dan Content Creator. Gunawan bekerja sebagai DOP dan memiliki sebuah Video Production bersama temannya. Kami sekarang juga sedang menjalankan bisnis Food & Beverage (F&B) kecil-kecilan, namanya Nasi Rempah Wareg.

Sebutkan 3 kata yang sangat mendeskripsikan diri kalian…
Easy-going, fun, social butterfly (Kami berdua extrovert dan senang bertemu dengan orang baru).

Apa yang membuat kalian memilih untuk tinggal di rumah ini?
Sebenarnya rumah ini tadinya sudah ada, tetapi fungsinya sebagai gudang dan tempat tinggal asisten rumah tangga orang tua saya. Kami hanya merenovasi rumah ini tanpa menambah luas bangunannya, karena kami berdua menyukai rumah yang mungil dan hangat.

Apa sih suasana rumah yang ingin diciptakan di rumah ini?
Kami menyukai suasana yang hangat, dengan tatanan yang rapi. Sebelum menjadi freelancer, kami berdua bekerja 9 to 5 dan bisa sampai di rumah malam banget. Suasana di Jakarta yang macet dan membuat suntuk sepanjang jalan, membuat kami berdua sepakat untuk menjadikan rumah sebagai tempat beristirahat dari kepenatan kota ini. Menjadikan suasana rumah sehangat mungkin, agar kami merasa seperti liburan setiap hari.

Siapa yang mendesain rumah ini?
Rumah ini polanya sudah seperti ini sejak awal, namun banyak hal yang kami bongkar seperti plafon dan menjadikan atapnya terekspos. Penambahan elemen interior seperti bata ekspos pada dinding juga merupakan ide kami berdua.

Berapa lama pembangunan atau proses melengkapi rumah ini dan bagian mana yang paling menarik dari prosesnya?
Kurang lebih sekitar 6 bulan. Untuk proses mengisi rumah masih terus berjalan sampai sekarang. Saya pernah baca bahwa rumah itu selalu bertumbuh dan mengikuti kebutuhan penghuninya. Saya juga merasa seperti itu, jadi sampai saat ini masih banyak yang ingin dicicil.

Yang paling menarik saat merombak kamar mandi, sampai kami berantem, hahaha… Karena Gunawan membuat kaca segede gaban untuk di kamar mandi tapi permukaannya nggak cukup buram, jadi kalau mandi tembus pandang. Akhirnya kami akali dengan ditutup daun-daun.

Pas lagi isi rumah ini, gimana sih proses diskusi kalian?
Semua diperhitungkan sesuai kebutuhan dan bertahap, mulai dari yang paling diprioritaskan sampai yang printilan. Contohnya meja kerja Gunawan di sudut ruangan ini, awalnya ini hanya ada tanaman saja. Seiring berjalannya waktu dan Gunawan sudah freelance atau bekerja di rumah, akhirnya kami membuat sudut kerja dengan ruang seadanya tapi tetap senyaman mungkin untuk dia.

Dari mana kalian mendapatkan inspirasi dalam proses mendesain rumah ini?
Mostly pinterest! Kami membuat moodboard supaya semua satu tema, kecuali kamar Cerah yang mood-nya beda sendiri dari bagian rumah yang lain.

Apa aja sih, keuntungan yang kalian rasakan dari konsep “small-space living”?
Mudah dibersihkan dan biaya perawatannya yang terjangkau. Karena luasannya kecil, otomatis kami juga nggak bisa memiliki banyak barang. Jadi, benda yang disimpan dan miliki benar-benar yang kami butuhkan saja. Setiap mau membeli barang jadi sekalian mikir bagaimana menyimpannya. Selain itu, kami dapat mengawasi anak dengan mudah karena dari satu sudut rumah seluruh area rumah kelihatan.

Dari mana kalian mendapatkan furnitur dan dekorasi di dalam rumah ini?
Sebagian besar dari IKEA. Belakangan ini lagi suka UWITAN, produk lokal yang mutunya oke banget. Harganya terjangkau dan ongkos kirimnya murah.

Gimana cara kalian mendesain rumah dengan luasan dan budget yang terbatas?
1. Gunakan bahan yang masih bisa terpakai atau bekas.
2. Cari furnitur yang multifungsi, misalnya drawer TV yang bisa berfungsi sebagai tempat penyimpanan juga. Apalagi rumah kecil seperti ini, kami butuh banyak area penyimpanan supaya semua barang bisa tersimpan rapi.
3. Coba eksplorasi brand-brand furnitur lokal! Banyak banget yang harganya terjangkau dengan kualitas yang oke. Plus, ongkirnya murah…
4. Jangan buru-buru kalau mau membeli sesuatu, cari perbandingan harga dan mutunya.

Di mana bagian rumah yang kalian sukai dan kenapa?
Ruang TV. Walaupun kami jarang nonton TV, tapi kami suka duduk-duduk santai di area tersebut. Sambil minum teh atau kopi, dengerin musik sambil joget-joget, bermain bersama Cerah, menikmati cahaya yang masuk dari jendela pintu atau melihat hujan sambil bertukar pikiran sama Gunawan soal perkembangan trend content saat ini.

Kalau menurut kalian, unsur apa aja sih yang menjadikan sebuah rumah itu terasa nyaman?
Menurut saya, unsur yang paling penting adalah tempat penyimpanan. Jika semua barang memiliki ‘rumah’ atau tempat penyimpanannya, barang jadi nggak bergeletakan dimana-mana dan rumah jadi rapi. Menatanya pun jadi lebih gampang!

Kapan waktu favorit kalian di rumah ini dan kenapa?
Saya suka pagi hari saat semua kaca di rumah dibuka. Anginnya cukup kencang kayak di atas kapal. Selain itu, sore hari juga waktu lagi golden hour. Cahaya alami yang masuk ke rumah membuat lantai rumah jadi hangat.

Di dalam rumah, apakah kalian menerapkan aturan-aturan tertentu untuk dipatuhi bersama, dikerjakan secara rutin ataupun bergantian?
Untuk kebersihan, kami punya jadwal untuk siapa yang membersihkan kamar mandi. Yang pasti, harus mengembalikan barang yang dipakai ke tempatnya lagi. Jadi, nggak ada barang yang tergeletak karena semua harus kembali ke posisi barang tersebut pertama diambil.

Apa rencana-rencana kalian kedepannya untuk kelengkapan rumah ini?
Kami mau membuat laundry room, dan yang sekarang merupakan gudang penyimpanan mau kami buatkan area jemur yang lebih baik. Halaman belakang mau dipercantik dan bikin carport.

Di dalam bayanganmu, rumah yang ideal itu seperti apa sih?
Rumah yang hangat, dengan keluarga yang merasa aman, nyaman, dan bahagia berada di dalamnya. Tempat dimana setiap anggota keluarganya dapat berkembang dengan baik, belajar banyak, sehingga dapat menjadi pribadi yang tangguh ketika keluar rumah.

Yuk, lihat seperti apa rumah dengan luasan terbatas tapi tetap terasa ‘cukup’ bagi keluarga kecil ini di dalam video di bawah ini…

Terima kasih ya Ariyani, Gunawan dan Cerah sudah menjamu kami di dalam rumahnya yang nyaman dan penuh kehangatan. Semoga rumah mungil yang kalian percantik dan jaga ini bisa terus berkembang sesuai yang diimpikan!

 

 

 


Ibu satu anak yang suka mempercantik rumah. Sebelumnya bekerja sebagai desainer interior di IKEA. Sangat suka menulis dan menonton film yang realistis, dan penggemar berat karya-karya Woody Allen. Kamu bisa menyapa April lewat editorial (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

  1. Prabowo

    11 February

    Rumah kecil yang sangat menginspirasi. Terima kasih untuk postingannya ya..

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER
%d bloggers like this: