READING

LOVELY NEST: TUNING + DIMAS

LOVELY NEST: TUNING + DIMAS

Bagi Tuning Soebagjo, rumah adalah salah satu tempat untuk menyalurkan kecintaannya terhadap home decor dan interior styling. Dekorasi gaya etnik seperti cermin ukir Bali berpadu serasi dengan furnitur berdesain modern di rumah seluas 140m2 milik pasangan Tuning dan Dimas ini. Mereka memilih rumah di dalam cluster di Lebak Bulus karena sudah familiar dengan daerah tempat mereka tumbuh besar ini. Lokasi ini juga strategis karena dekat dengan rumah kedua orang tua Tuning dan Dimas.

Boleh ceritakan apa kesibukanmu dan suami di dalam keseharian kalian?

Sehari-hari suamiku kerja di sebuah perusahaan transportasi online. Kalau aku kerja sebagai interior stylist di Oh Happy Home.

Sejak kapan kamu mulai tertarik dengan desain interior?

Dari jaman SMA kalau lihat-lihat majalah rumah selalu adem. Bahkan dari kecil sempat minta pisah kamar sama adik pas kelas 6 SD karena ingin menata kamar sendiri, termasuk pesan furnitur custom sama om sendiri yang kebetulan punya workshop furnitur di Jepara.

Sebutkan 3 kata yang mendeskripsikan rumah kalian…

Nyaman, bersih dan organized!

Apa saja yang sudah berubah semenjak kalian menempati rumah ini?

Yang menempati atau rumahnya? Hehe.

Kalau yang menempati, aku dan suami mengalami banyak perubahan. Kami jadi merasa lebih seperti team. Sebelumnya, setahun pertama menikah sempat pindah-pindah tinggal di rumah orang tua dan mertua, jadi nggak banyak mikir karena masih seperti tinggal sama orang tua. Ketika kita tinggal sendiri, jadi rutin ada pengeluaran dan kegiatan baru. Kita jadi lebih anak rumahan juga, sering hosting kumpul-kumpul sama teman dan keluarga. Suami juga jadi suka masak dan senang menghabiskan waktu di rumah, aku juga setelah 7 tahun menjadi lawyer akhirnya memutuskan untuk kerja dari rumah sebagai interior stylist, otomatis lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Kalau rumahnya sendiri, banyak berubah karena sebelum menempati kita sempat renovasi rumah ini dengan menjebol garasi yang sekarang menjadi area living room kami dan menambah rooftop di lantai dua. Interior juga dirubah semua dari tone cat, laminate dan kamar mandi semua diganti.

Saat mendesain rumah ini, apa suasana yang ingin diciptakan di dalam rumah? Dan darimana inspirasinya?

Kami ingin suasana yang senyaman mungkin, dibuat betah baik yang menempati maupun yang bertamu. Inspirasinya kebanyakan dari majalah. Tapi bisa juga dari nonton film yang kadang bisa bikin BM (banyak mau). Dari jalan-jalan juga terkadang jadi terinspirasi.

Waktu mengisi rumah ini, bagaimana proses diskusi kalian?

Prosesnya kita selalu menentukan apa saja yang esensial, jadi kita bikin sebuah priority list. Isinya adalah urutan furnitur apa yang memang harus ada, mana yang bisa ditunda, dan mana yang memang cuma sekadar untuk estetika saja. Dari situ baru diutak-atik lagi.

Berapa lama proses melengkapi rumah ini dan bagian mana yang paling menarik dari prosesnya?

Kurang lebih 5 bulan dan terus-terusan sampai sekarang, haha. Empat bulan pertama, kita renovasi sambil mulai nyicil beli furnitur juga seperti tegel rumah, furnitur meja makan dan bedframe. Hal yang paling menarik dari proses ini adalah kita berdua jadi rembukan sih. Kebetulan selera kami untung-nya ‘sejalan’, tapi beberapa detail juga ada yang nggak sejalan. Contohnya, suami seneng banget karpet, kalau bisa serumah dikarpetin haha. Sementara aku lebih suka nuansa kayu seperti parket, jadinya kita berusaha ketemu di tengah aja, lantai di laminate dan untuk membagi area ruangan diaplikasikan karpet.

Apakah kalian punya koleksi barang tertentu?

Aku suka banget mengoleksi vas! Koleksi vas ini aku suka jadiin alasan props untuk Oh Happy Home hehe. Kalau suami aku koleksinya sneakers, jangan kaget ya ngelihat rak sepatu suamiku lebih heboh dari aku.

Desain area yang paling kamu sukai di dalam rumah ini yang mana?

Seluruh lantai bawah karena area ini didesain menjadi open area, jadi sebenernya semua barang tumplek disitu, tapi area ini malah menjadi titk kehangatan di rumah ini menurutku. Selain itu, desain open spcae ini juga membuat area bawah terasa jadi lebih luas karena nggak berasa sumpek dikelilingi sekat-sekat.

Bagian rumah apa yang paling disukai masing-masing anggota keluarga?

Bagian rumah yang aku paling sukai mungkin antara rooftop dan mini garden dibawah. Aku ngerasa puas banget ngelihat ada natural light yang masuk dan mempunyai fungsi yang penting untuk meregulasi sirkulasi udara di rumah. Kalau suamiku suka ruang tidur, soalnya dia suka banget nonton TV jadi kalau ada waktu luang biasa nonton TV di kamar tidur atau di living room.

Menurut kalian, unsur apa saja yang bisa menjadikan rumah terasa nyaman?

Natural light, proporsi ruangan, dan isi ruangan. Jangan sampai rumah diisi terlalu penuh dengan barang karena akan membuat suasana menjadi sumpek.

Di dalam bayanganmu, rumah yang ideal itu seperti apa?

Menurutku, rumah yang ideal harus imbang antara fungsional dan estetika. Karena, kalau cuman ngejar ‘cantik’ tapi nggak berfungsi bakal bikin nggak nyaman buat yang ninggalin, sebaliknya kalau kelewat berfungisi tanpa adanya keseimbangan estetika, rumah akan jadi sumpek dan yang ninggalin bakal nggak betah.

Apa arti rumah bagi kamu?

Menurut aku rumah itu tempat yang bisa bikin kita merasa nyaman, baik itu untuk memulai hari atau untuk mengakhiri hari. Menurut aku, mood di pagi hari itu penting karena kaya bisa nge-set mood kita seharian gitu. Sama halnya kalo kita udah ngeakhirin hari, kaya dulu waktu aku masih ngantor kalo udah sore udah bisa kebayang-bayang tuh pulang ke rumah. 

Jadi emang buat aku penting untuk bikin rumah senyaman mungkin supaya bisa jadi tempat yang dicari juga sih sebenernya. 

Yuk lihat video di bawah ini untuk bisa menyimak lebih jelas lagi rumah Tuning dan Dimas yang mempunyai decor style yang sangat unik ini…

Terima kasih banyak ya Tuning dan Dimas sudah menjamu team Living Loving di rumahnya yang penuh dengan warna dan kehangatan ini. Semoga rumah ini terus menjadi tempat yang selalu memberi kenyamanan ke penghuni dan pengunjungnya!

 


Berjiwa seperti nenek-nenek, menyukai kerajinan tangan, tekstil, dan bau minyak kayu putih. Pemalu berat, tapi semangat ngomong kalau soal dunia kreatif. Menjadi Content Writer di Living Loving untuk menyalurkan passion-nya ke dalam tulisan.

RELATED POST

  1. Lieke

    23 May

    awww..! rumahnya manis banget.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER
%d bloggers like this: