READING

JEDA BERSAMA HERBANA EXPERIENCE

JEDA BERSAMA HERBANA EXPERIENCE

Tahun lalu, saya punya resolusi mau lebih rajin olahraga. Tapi…sampai tahun ini sepertinya bisa dihitung jari kapan saya beneran ke fitness studio untuk olahraga. Haha… *guilty as charged* It’s easy to fall into unhealthy habits, simply because they are more convenient and instant. Tapi saya sadar juga sih, kalau keterusan begini kasian badannya juga lama-lama. Makanya pas diajak ikutan trip bareng Herbana kemarin, rasanya jadi kaya diingatkan pentingnya jaga kesehatan tubuh. Berikut ini cerita #HerbanaExperience saya dan Nike ke Solo.

DAY 1

Hari pertama pagi-pagi sekali saya dan Nike sudah duduk manis di terminal 3 Soekarno Hatta sambil menunggu teman-teman seperjalanan lainnya. Senang banget karena trip kali ini bisa barengan sama kontributor organizing series kami, Atit, dan teman ngobrol sekaligus tutor #LLclass Blogworthy, Andra. Lalu kenalan juga sama Ayla Dimitri, Tasya Farasya, dan Jesslyn dari Herbana.

Penerbangan sejam ke Solo langsung dilanjut dengan perjalanan sejam ke Wonogiri, tepatnya ke pabrik Deltomed, perusahaan yang memroduksi Herbana dan ternyata juga memroduksi Antangin. Pihak Deltomed menceritakan sekilas tentang rempah herbal di Indonesia. Manfaat rempah-rempah herbal dan tanaman rimpang sudah dikenal dari dulu sebagai salah satu bentuk pengobatan tradisional seperti jamu-jamuan. Indonesia itu punya keanekaragaman hayati yang besar sekali, lho! We are the second biggest biodiversity in the world! Termasuk 6000 jenis tanaman herbal seperti jahe-jahean, jinten hitam, kulit manggis, daun kelor, sampai pasak bumi yang dicarinya jauh sampai ke Kalimantan. Cuma lumayan pe-er juga sih kalau harus memotong-motong dan memasak semua herbal itu di rumah. Tukang jamu pun sekarang nggak semudah dulu ditemuinya.

Nah, salah satu misi Herbana adalah untuk menghadirkan manfaat rempah herbal dalam kemasan modern yang mudah dikonsumsi, misalnya dalam bentuk kapsul, kaplet, atau bubuk siap seduh. Kami di Living Loving sendiri memang sebelumnya sudah mengonsumsi produk Herbana seri Balance Madia seperti Good Night dan Muscle Ease karena bentuknya sudah berupa kapsul jadi lebih praktis.

Kemarin kami sempat disuguhi beberapa sachet Herbana Relief Sari yang bisa dicampur ke dalam minuman favorit kita. Saya coba memasukkan Relief Sari Kunyit ke dalam teh hangat, sementara Nike mencampurkan Relief Sari Kulit Manggis ke tehnya. Pas diminum, rasanya enak dan cenderung ringan menurut saya. Jadi nggak terlalu berasa minum jamu.

Salah satu yang bikin senang lagi, Deltomed bekerjasama dengan kelompok tani lokal untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan Herbana. Jadi produk yang memenuhi syarat akan dibeli dari petani dengan harga 5-10% lebih mahal dari harga pasaran. Glad to know that not only Herbana is natural, halal, and BPOM certified, but it’s also practicing fair trade!

Agenda berikutnya adalah tur melihat proses pembuatan produk Herbana, diawali dengan menyambangi gudang penyimpanan simplisia atau bahan baku kering seperti rimpang-rimpangan yang sudah dicacah. Wanginyaaa…harum jamu banget! Pas kami datang, ibu-ibu di dalam sedang menyortir cacahan daun kelor. Jadi secara manual, cacahan daun dibersihkan dari benda lain seperti ranting yang mungkin ikut masuk ke dalam hasil panenan. Daun kelor ini manfaatnya banyak banget! Mulai dari menguatkan imun tubuh, menurunkan kadar gula dan kolesterol, sebagai antioksidan, menyehatkan pencernaan, dan masih banyak lagi kegunaan lainnya.

Tempat kedua yang dikunjungi adalah lab riset yang bersiiih dan tertata banget. Jadi selain sebagai tempat riset untuk produk baru, sehari-harinya lab ini juga sebagai tempat untuk menguji kelayakan produk yang akan dijual. Dan ditesnya itu setiap selesai satu tahapan loh! Jadi disortir lalu dites, disuling lalu dites, dibersihkan lalu dites, dikeringkan lalu dites lagi. Setiap batch dicek dengan teliti apakah sudah sesuai standar, sudah bersih dari zat asing, apa kandungan gizinya sesuai anjuran, dsb.

Dari lab kemudian kami melihat mesin penyulingan dan mesin pembersihan. Hasil setelah dibersihkan ini bentuknya cair, biasanya digunakan untuk produk Antangin. Kalau untuk produk Herbana, bahan baku tersebut masih harus melalui mesin spray drying untuk diubah menjadi bubuk. Baru deh setelah itu dikirim ke bagian pengolahan untuk dicampur dengan bubuk herba lain sesuai formulasi. Kami kira tur pabriknya selesai sampai di sini, ternyata kami malah ditantang untuk menempel label di botol Herbana. Tiap orang dapat dua botol kapsul Herbana Relief Sari Daun Kelor (horeeeee) dengan label bertuliskan nama masing-masing. Susah juga ternyata menempel label biar lurus ya. Hahaha… salut buat mba-mba di bagian packing yang bisa melabeli ribuan botol setiap harinya.

Dari Wonogiri, kami kembali ke Solo, tepatnya ke Alila Hotel di daerah Laweyan. Ya ampun enak banget kamarnya! viewnya cantik, kamar mandinya lega dengan bath tub dan shower + toilet terpisah, dan….ADA SETRIKAAN! Laff banget deh kalo kamar hotel ada setrikaan lengkap dengan mejanya.

Nggak cuma kamarnya bagus, masuk-masuk ternyata kami disambut dengan welcome kit (lagi!) dari Herbana dan Alila Hotel. Stok amunisi herbal yang lengkaaaap banget dari Herbana, dan toiletries dari Alila yang wanginya enyak! Ternyata Alila Hotel bekerjasama dengan Sensatia Botanicals untuk set toiletries bernama Alila Living ini. Pantes aromanya enak-enak semua.

Dan aromaterapi ini berlanjut juga ke…sesi spa! Hyaaah..tau aja badan pegel-pegel abis seharian jalan. Masuklah kami ke ruangan spa yang couple walau bukan sama pasangan masing-masing..haha. di ruangan ini sudah ada kursi untuk foot soal, tempat tidur untuk pijit, dan kamar mandi luaaas banget. Aroma ruangannya enak, volume musiknya pas, terapisnya pun sopan dan jago mijit. Mohon maaf kalau nggak ada fotonya karena kami berdua sukses tidur pas dipijit! Hihihi…

Rasanya nggak rela banget habis spa terus masih ada agenda lain karena bawaannya pengen tidur setelah dipijit. Eh tapi, agenda berikutnya makan malam di Agra, Rooftop Lounge-nya Alila Solo. Kalau urusan makanan mah, saya semangat! Dan bener aja ternyata makanannya nggak cuma enak tapi juga cantik! Ada empat course makanan yang semuanya memasukkan unsur herba terinspirasi dari Herbana. Coool!! O iya, semua menu yang datang dihias dengan bunga telang yang tentunya bisa dimakan. Favorit saya Prawn salad di course pertama. Enak parah udang panggangnya!

Nggak cuma menunya aja yang seru, sesi obrolan pas makan malam ini juga seru banget. Nggak kerasa 2 jam lebih kami ngobrol-ngobrol. Segala diobrolin mulai dari polusi dan sampah di Indonesia, tungau di tempat tidur, sampai padanan kata bahasa Indonesia dari beberapa istilah asing, random banget ya? Tapi senang sekali karena teman-teman perjalanan kali ini ternyata orangnya hangat-hangat dan menyenangkan semua. Pas banget untuk menutup hari dilanjut tidur di kasur Alila yang empuk dengan dobel bantal.

DAY 2

Hari kedua pagi-pagi bangun lalu siap-siap untuk…yoga! Awalnya kirain yoga santai lucu-lucuan aja. Tapi ternyata hohoho betapa saya salah, kali ini yoganya seriusan 100%! Dipandu oleh Mba Asih, kami menggelar yoga mat di teras swimming pool Alila. Mataharinya enak bangeeet. Kami tim suka matahari! Asal jangan lupa sunblock aja, ya. Suasananya hangat, udaranya bersih, dan ada semriwing-semriwing angin. Susah banget di Jakarta nyari suasana kaya gini. Membuat kami mengawali hari dengan senyuman…yang dengan cepat berubah jadi suara-suara pekikan kecil karena gerakan yoga yang “menantang”, hahaha… Lihat aja ekspresi kami yang mendadak nyureng, kecuali Ayla yang kebetulan paling fleksibel, dia mah masih bisa senyum.

Sebagai orang yang baru pernah sekali ikut yoga, saya cuma bisa usaha sambil berdoa semoga gerakannya bener. Tapi Nike yang udah sering yoga juga sama tertantangnya sama saya. Gerakannya seperti simpel tapi, WOW, sungguh terasa di paha, betis, pinggang, dan tangan. Tapi enak sih setelahnya, badan jadi lebih lentur dan rileks. Oh by the way, lokasi kami yoga itu di dekat kids pool dan kids club. Kolam renang utamanya nggak jauh dari situ dan guedeee banget. Kalo ngajakin Bya dan Kira nginep di sini pasti mereka betah banget, nih. Setelah badan dilipat-lipat saat yoga, saatnya kembali diisi dengan sarapan. Kami sarapan di executive lounge Alila Solo. Sarapannya ada yang buffet dan bisa by order juga. Enak-enak plus ada opsi beras kencur juga, yay! Kami makan lahap karena perjalanan berikutnya cukup jauh jaraknya.

Mau ke mana sih emang?

Ternyata tujuan berikutnya adalah: Rumah Atsiri di daerah Tawangmangu. Waaah..lokasi ini sudah masuk wishlist kami dan Atit dari lama banget! Cuma belum kesampaian karena jaraknya lumayan jauh dari Solo. Pas sampai, muka kami langsung sumringah. Arsitekturnya bagus banget! Dan bangunan ini tuh dulunya merupakan pabrik penyulingan citronella yang didirikan tahun 1963 atas perintah Bung Karno. Jadi visinya Bung Karno waktu itu mau menjadikan tempat ini sebagai produsen Citronella terbesar di dunia. Arsitek dan material bangunan pun didatangkan jauh-jauh dari Belgia. Cuma sayangnya sempat terlantar beberapa tahun lamanya. Baru beberapa tahun belakangan ini berganti pemilik dan diubah menjadi Rumah Atsiri. Bangunan lama diperbaiki dan penambahan bangunan baru sengaja menggunakan material baja untuk membedakan dengan bangunan asli yang materialnya bata dan roster.

Pertama sampai, kami makan siang dulu di Plaza Marigold, serasa nggak di Indonesia, deh. Suasananya cantik banget. Setelah makan siang dilanjut dengan tur taman melihat-lihat ragam tanaman yang menjadi bahan baku untuk essential oil. Selama tur, terdengar “oooh” dan “waaah” setiap kali tour guide kami, Mas Nobi, menceritakan tentang tanaman yang kami lewati. Awalnya saja sudah disambut dengan semak-semak Rosemary. Kebayang kan harumnya…bayangkan kalau dicampur dengan lemon untuk membumbui ayam atau ikan, hmmmm.

Dari situ berlanjut melihat bedanya tumbuhan Citronella alias Sereh wangi, dengan Lemongrass alias Sereh dapur. Lalu kami juga melihat proses penyulingan yang dilakukan secara tradisional, memegang beberapa tanaman yang selama ini hanya tahu wujudnya sudah dalam bentuk essential oil (kayu putih, patchouli, sandalwood, vetiver, eucalyptus, dll.). Setelah itu masuk ke rumah kaca yang lagi-lagi desainnya bagus banget walaupun panas (ya namanya juga rumah kaca, ya pasti panas sih). Setelah tur taman kami diajak untuk bebikinan membuat masker sendiri, horeee!

Sesi DIY mask ini dipandu oleh Claire dari Rumah Atsiri. Kami mencampurkan clay dengan beberapa bahan termasuk Herbana Relief Sari Kulit Manggis dan essential oil produksi Rumah Atsiri. Nike pilih aroma Lavender sementara saya juga pilih Lavender tapi ditambah setetes Geranium. Usai mencampur dan mengemas masker buatan sendiri, kami masih dapat gift set lagi dari Rumah Atsiri! Ya ampun ini trip apa sih kok dapet hadiah mulu? Jadi berasa ulang tahun karena banyak dapat kado. Senang bukan main pastinya, apalagi dikemas cantik banget dalam kotak bergrafir nama masing-masing.

 

Rasanya kayak baru sebentar main di Rumah Atsiri tapi tahu-tahu sudah harus jalan ke bandara mengejar pesawat kembali ke Jakarta. Dua hari yang padat sekali tapi kami dapat banyak sekali ilmu baru (dan teman baru) dari perjalanan ini. Saya juga jadi semangat untuk lebih perhatian sama badan sendiri. Mengubah kebiasaan memang bukan hal mudah. Herbana sendiri percaya kalau the best changes are made one step at a time. Jadi memang tidak semua harus dapat hasil yang serba instan. Lakukan saja yang kita mampu jalani dan konsisten dalam menjalankannya. Because living our best life should be #EffortlesslyPossible. ;)

 

*foto grup di pabrik Deltomed, foto sesi yoga, dan foto grup di Rumah Atsiri adalah dokumentasi milik Herbana


Penyuka craft yang lebih senang dapat voucher toko buku dibanding voucher baju. Ibu satu putri yang akrab dipanggil Mamir ini selalu sibuk cari inspirasi dekor atau palet warna di internet sambil menyantap segala macam penganan yang ada di studio Living Loving. Kamu bisa menyapa Mamir di akun Instagram-nya (@mamiraz) atau mengontaknya di miranti (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

  1. Rumah Atsiri ini not for public ya Mbak? Kebetulan aku stay di Jogja jadi pengen ngabur ke solo pas weekend gitu buat jalan-jalan dan salah satunya ke Rumah Atsiri ini :)

    • Nike Prima

      13 August

      Buat umum, kok. Bisa banget dateng ke sana. Enak lho fasilitasnya lengkap. Ada restoran, workshop buat anak-anak, toko souvenir. Rencananya akan ada penginapan/glamping juga. Jadi memang tujuannya untuk jadi wisata keluarga. ;)

  2. Andra

    9 August

    Senangnyaaa pergi sama BuNik, Mamir dan Atit :”) kalau ingat-ingat masih kerasa senangnya! Miss you girls <3

    • Nike Prima

      13 August

      seneng banget, pokoknya perjalanan yang berkesan. menyenangkan, nggak lebay, nggak kurang. Laff!

  3. Mbakkdyah

    13 August

    aku suka smua cerita yang ada di blog ini, amat bisa dinikmati, Mbak kira2 ada meet up gitu ndak?, pas di Semarang.
    *semoga juga bisa mengunjungi setiap destinasi yang ada di blog ini

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER
%d bloggers like this: