READING

#LLCLASS DESIGN YOUR HOME: KITCHEN

#LLCLASS DESIGN YOUR HOME: KITCHEN

Mendesain rumah adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan tapi cukup menantang. Sering kali kita lebih fokus pada desain dan dekorasi, tanpa menganalisa permasalahan dan  kebutuhan kita sendiri. Hayo, angkat tangan yang suka scroll mencari foto referensi di Pinterest! Tidak salah kok! Tapi sebenarnya sebelum ke tahapan desain, ternyata banyak hal yang perlu kita ketahui lebih dahulu.

Desember 2019 lalu, Living Loving bersama Dekorplas mengadakan #LLClass Design Your Home. Kami mengangkat topik desain untuk area dapur. Kami merasa dapur adalah ruangan yang perlu perhatian khusus karena merupakan ruangan yang sering digunakan sehari-hari dan desainnya melibatkan banyak peralatan elektronik. Kami mengajak Patrisia Ticoalu dan Bini Fitriani sebagai pembicara untuk menceritakan desain dapur di rumah mereka yang rumahnya juga kami bahas di Lovely Nest. Marilyn Adijanto dari Dekorplas juga hadir untuk memberikan insight tentang material yang tepat untuk furnitur dapur. Acara dilanjutkan dengan workshop Kitchen Design Mood Board jadi peserta bisa langsung mendesain dapur impiannya.

Sesi pertama dimulai dari Patrisia yang bercerita tentang bagaimana mendesain dapur di rumahnya. Patrisia ingin dapur dengan desain simple, modern, dan mengusung konsep open plan. Hal pertama yang dilakukan yaitu menganalisa ruangan dan menetapkan prioritas apa saja yang dibutuhkan di dalam dapur. Setelah itu, research di buku, majalah, dan internet terkait tampilan dapur yang diinginkan. Tahapan selanjutnya tak kalah penting: memilih vendor yang tepat. Selain cantik, tentu kita ingin dapur bisa berfungsi dengan baik untuk memenuhi kebutuhan kita.

Menyambung cerita Patrisia, di sesi selanjutnya Bini membagikan ilmu tahapan dalam mendesain dapur dari latar belakang Bini yang juga desainer interior. Bini menekankan pentingnya kita melakukan self-assessment terlebih dahulu. Tahapan sederhana yang mungkin belum banyak orang terapkan: bertanya pada diri sendiri. Pertanyaan-pertanyaan seperti, “Apa hobby saya?”, “Apa yang saya butuhkan?”, “Apa cita-cita saya untuk dapur ini?”. 

Setelah itu, baru masuk tahap berikutnya, yaitu Preliminary Design seperti studi tentang layout, budget, dan konsep. Jangan lupa sesuaikan desain furnitur dapur dengan proporsi tubuh (misal tinggi counter yang disesuaikan dengan tinggi siku ketika mengaduk atau memasak makanan). Jadi pemilik rumah pun bisa lebih nyaman beraktivitas di dapur.

 

Nah buat kalian yang juga ingin mendesain dapur tapi tidak bisa hadir dalam workshop kemarin, kalian bisa ikut mengisi form dari Bini di bawah ini!

Di acara kemarin, peserta juga mendapat pengetahuan tentang keunggulan custom furniture dan material dari Marilyn dari Dekorplas. Memilih custom furniture untuk dapur memang punya banyak kelebihan. Selain memberikan sentuhan personal, penggunaan custom furniture juga memudahkan pemilik rumah menyesuaikan furnitur dapur dengan kebutuhan, luas ruangan, dan budget

Pemilihan material pun tidak kalah penting dalam tahapan desain dapur. Banyak pilihan material untuk kabinet (seperti plywood, HPL, tinted glass & mirror, duco) dan counter top atau permukaan meja dapur (misal solid surface, marmer, dan granit). Tidak lupa juga kita harus memilih fitting seperti engsel, rel untuk laci, pegangan pintu dan detail lainnya.

Nah, kalau sebelumnya kita bahas keunggulan custom furniture dan pemilihan material, sekarang kita bahas tentang Dekorplas yuk! Jadi, Dekorplas menyediakan jasa desain, custom furniture, hingga pengerjaan interior. Cocok untuk kalian yang ingin membuat atau merenovasi dapur yang membutuhkan konfigurasi khusus. Iya, Dekorplas bisa membantu kalian mendesain custom furniture yang ukuran dan materialnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. In House Interior Designer dari Dekorplas juga bisa membantu mendesain ruangan dari nol. Jadi, Dekorplas menyediakan jasa paket komplit juga.

Nah, sekarang masuk ke sesi yang ditunggu-tunggu, workshop membuat mood board!

Setiap peserta dibagikan workshop kit berisi foto-foto referensi, foto contoh material, dan paint chips. Ada pula meja berisi contoh-contoh material untuk kabinet dan meja dapur, serta contoh beragam kenop dan pegangan laci. Kami juga memberikan form deskripsi yang harus diisi peserta. Form tersebut diisi dengan info-info dasar seperti gaya desain, fitur apa yang diinginkan, dan keterangan tambahan mengenai kebiasaan penghuni rumah (misal hanya memasak makanan simpel sehingga tak perlu kitchen island).

    

 

Rasanya menyenangkan bisa bermain dengan imajinasi dan mengaplikasikan pengetahuan yang sebelumnya  dibagikan di sesi sebelumnya. Ada juga pasangan suami istri yang memang berencana untuk mendesain dapur di rumah mereka. Mood board yang mereka kerjakan akan dipakai sebagai panduan desain dapur mereka nanti. Oh ya, di sesi workshop ini, mereka bisa berkonsultasi langsung dengan Patrisia, Bini, dan Marilyn. Sebelum workshop berakhir, beberapa mood board dari peserta direview dan diberi masukan oleh Marilyn, Bini, dan Patrisia.

Sebelum acara berakhir, kami pun mengajak para narasumber dan peserta untuk berfoto bersama. Terima kasih atas partisipasi dan antusiasmenya! Kami juga ingin mengucapkan terima kasih untuk Dekorplas sehingga kelas ini bisa diadakan. Semoga #LLClass kali ini bisa membantu kalian dalam mendesain dapur impian kalian ya!

Oh ya, rencananya, kami akan mengadakan #LLClass: Design Your Home sebagai bagian dari promosi Lovely Nest ke depannya! Menurut kalian, topik bahasan apa lagi yang menarik untuk kelas berikutnya? Kami tunggu saran kalian di kolom komentar ya!


Seorang "experience seeker" yang suka belajar banyak hal, khususnya di dunia desain dan kreatif. Bercita-cita punya rumah dan workshop yang didesain dan didekorasi sendiri. Saat ini sedang belajar membagikan pikiran dan pendapatnya lewat tulisan dan ilustrasi

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.