READING

AT HOME WITH: ADELYA + SHANDY, DRINK COFFEE IN YOU...

AT HOME WITH: ADELYA + SHANDY, DRINK COFFEE IN YOUR PAJAMAS

Secara garis besar, rumah ini didesain semuanya karena kopi

Adelya dan Shandy suka sekali menikmati kopi. Mereka mendesain rumah mungil seluas 22 m² agar nyaman ditinggali sekaligus bisa membuat pengalaman minum kopi jadi lebih hangat. Beberapa peralatan menyeduh kopi pun menghias sudut dapur dan meja makan mereka.

Membuat kopi di rumah menjadi impian banyak pecinta kopi, termasuk saya yang ingin sekali bisa membuat kopi di rumah. Selain dapat menghemat pengeluaran untuk membeli kopi di coffee shop, menyeduh kopi di rumah bisa melatih kemampuan untuk menyeduh kopi, juga menambah pengalaman minum kopi jadi lebih berkesan. Menjadi barista bagi dirimu sendiri, seperti menciptakan dunia kopi sendiri di rumah.

Untuk mendapatkan kopi dengan kualitas terbaik, disarankan untuk mengolah dari kopi berbentuk biji. Sebenarnya bisa membeli kopi berbentuk bubuk. Tapi, biji kopi adalah buah. Bila buah sebaiknya baru dipotong saat ingin disantap, biji kopi pun sebaiknya baru digiling saat akan diseduh. Jadi rasa kopinya masih segar. Setelah biji kopi digiling (grinding) baru diseduh dengan mesin espresso atau peralatan manual brew. Nah, saya melakukan banyak riset hal-hal apa saja sih yang perlu diketahui dan disiapkan supaya bisa membuat kopi sendiri. Berikut 3 langkah membuat kopi yang saya rangkum:

1. Memilih biji kopi yang tepat

Ada beragam biji kopi berbeda-beda di dunia, namun secara garis besar terbagi jadi 4 varietas utama: Robusta, Arabika, Liberica, dan Excelsa. Masing-masing jenis pun ada banyak sekali ragamnya. Setiap jenis biji kopi punya yang aroma, body, acidity atau tingkat keasaman, serta rasa yang berbeda. Paduan keempat unsur tersebut menghasilkan kopi dengan rasa yang kompleks dan berbeda-beda pula. Kalau suka yang ringan, kopi Arabica mungkin cocok untukmu. Sementara kalau suka yang lebih ‘nendang’, bisa coba kopi Robusta karena kadar kafeinnya 3 kali lebih tinggi dari Arabica. Coba cicip beberapa toko kopi di dekatmu. Kalau menemukan rasa yang kamu suka, tanyakan apa kamu bisa membeli biji kopinya. Beberapa toko kopi biasanya menjual biji kopi dalam kemasan kedap udara. Kamu bisa juga membelinya online, misalnya di Philocoffee.

Untuk menghasilkan secangkir kopi yang enak, kuncinya: usahakan biji kopi tetap segar. Ketika membeli kopi, simpan biji kopi dalam wadah kedap udara. Kamu bisa menyimpan biji kopi di kantung aluminium foil dengan one way valve atau wadah kedap udara seperti Suji Airtight Glass Canisters 90-700ml dari Gordi. Wadah ini pas untuk menyimpan biji kopi 250 gram. Tidak disarankan menyimpan biji kopi di dalam kulkas ya!

2. Menggiling biji kopi

Sebaiknya, biji kopi baru digiling sesaat sebelum diseduh. Jadi jika kamu memang belum ada grinder atau penggiling kopi, tipsnya adalah jangan menyimpan bubuk kopi dalam jumlah banyak, karena kesegaran bubuk kopi biasanya hanya bertahan 2-3 hari. Jika tidak memiliki grinder, kamu bisa meminta toko atau penjual biji kopi yang kamu beli menggilingkannya untukmu. Kalau kamu sudah punya atau berniat membeli grinder sendiri, kamu bisa menyimpan 100gram biji kopi untuk kebutuhan kopi selama 2-3 minggu (tergantung berapa cangkir yang diminum).

Tingkat kekasaran hasil gilingan biji kopi biasanya tergantung metode atau alat seduh yang digunakan. Misalnya,
Halus untuk kopi tubruk biasa, Espresso, Turkish Coffee, atau Vietnam Drip.
Sedang biasanya untuk Hario V60, Kono, Syphon, Chemex, Kalita Wave, Clever, Aeropress, dan sebagainya.
Kasar untuk French Press, Cold Brew, dan Cold Drip

Penggiling biji kopi ada dua macam: elektrik dan manual. Kalau kamu memang sering menyeduh kopi dan ingin cepat, direkomendasikan untuk menggunakan grinder elektrik. Bila ingin menghemat biaya atau pemakaian tidak terlalu sering, grinder manual adalah pilihan yang tepat. Untuk grinder elektrik, pilihannya ada Hario V60 Electric Coffee Grinder Compact EVC-8B-A dari Hario Indonesia. Sementara untuk grinder manual, kamu bisa mencoba Comandante Grinder c40 Nitro Blade American Cherry kalau suka grinder dengan tampilan minimalis, atau Handy Grinder G07 untuk pilihan manual grinder yang desainnya klasik, keduanya dari Otten Coffee.

3. Menyeduh kopi

Pada dasarnya, ada dua metode menyeduh kopi, bisa menggunakan mesin espresso atau dengan teknik manual brew, tergantung kebutuhan kopimu. Kalau kamu cukup sering menikmati espresso (dan minuman espresso base), mungkin bisa mempertimbangkan membeli mesin espresso. Untuk mesin espresso rumahan yang portable dan tidak memerlukan listrik, rekomendasi saya adalah Flair Espresso Maker (Signature Black) with Pressure Kit and Tamper dari Otten Coffee. Kalau ingin mesin espresso rumahan tapi lebih premium, coba Little-Guy Espresso Maker dari Otten Coffee yang punya sistem brewing internal jadi bisa mengendalikan tekanan dan temperatur secara akurat, mengekstraksi dua full-bodied espresso shots sekaligus dan bisa menghasilkan tekstur susu sekelas coffee shop.

Sementara penikmat kopi dengan metode manual brew cenderung lebih menikmati “proses” menyeduh kopi. Prosesnya lebih panjang daripada espresso karena melibatkan air, metode penyeduhan manual (seperti pour over, aeropress) yang beragam, suhu, dan lain-lain. Nah untuk pemula, kamu bisa memulai dengan french press yang lebih sederhana, misalnya Borosilicate Glass French Press with Bamboo Lid 600 ml dari Greater Good atau Upphetta dari Ikea.

Opsi lain adalah vietnam drip yang ekonomis dan mudah digunakan. Seperti Otten Vietnam Drip-Rose dari Otten Coffee. Lalu, ada juga pilihan alat manual brew pour over atau filter coffee, yaitu Hario V60 dan Chemex untuk rasa kopi yang clean dan flavorful. Rekomendasi saya Hario V60 Craft Coffee Maker VCND-02B-EX dari Hario Indonesia dan Chemex Bundle 02 dari Otten Coffee.

Rasio campuran kopi dan air serta temperatur air yang digunakan untuk menyeduh menentukan hasil akhir kopi. Coffee to water ratio adalah titik ukur seberapa gramasi bubuk kopi dan air seduhan yang dicampur. Rasio dan temperatur seduh tergantung pada karakter rasa kopi yang diinginkan, jenis biji kopi yang digunakan, serta metode seduh apa yang digunakan. Untuk pemula, rasio yang disarankan adalah 1:15 hingga 1:17, dengan temperatur air antara 90-95 derajat Celcius. Jadi, jika air dalam keadaan mendidih kamu bisa mendiamkannya beberapa saat. Tapi kalau kamu memang ingin mempelajari cara menyeduh kopi lebih serius, sebaiknya pertimbangkan juga untuk membeli perlengkapan menyeduh seperti timbangan, termometer, digital timer, dan lain sebagainya.

Kalau bicara tentang peralatan dan perlengkapan menyeduh kopi, saya sarankan untuk berinvestasi satu atau dua alat kopi berkualitas yang memiliki umur panjang. Harganya memang cukup beragam, bahkan ada yang sampai belasan juta. Sesuaikan saja dengan budget dan kebutuhan ngopimu.

Yang tak kalah penting: Membangun suasana ngopi yang nyaman

Ngopi itu bukan cuma soal rasa kopinya, tapi juga soal momen saat menikmatinya. Seperti Adelya dan Shandy, coba bangun suasana nyaman di rumah agar momen ngopi terasa lebih nikmat. Gunakan cangkir porselen atau keramik agar suhu kopi terjaga lebih lama. Misalnya mug-mug keramik gemas dari Manakala atau Kaloka Pottery

Kamu tipe yang suka meminum kopi di kala pagi sebelum memulai hari? Coba siapkan area kecil dekat jendela agar bisa ngopi sambil melihat ke luar rumah. Seperti Adelya yang suka melakukan ritual minum kopi di dapur dengan view sawah di samping rumahnya. Jika kamu memiliki ruangan yang cukup luas, kamu bisa membuat satu nook untuk kamu meminum kopi yang bisa dirangkap menjadi breakfast nook. Tambahkan satu meja kecil untuk meletakkan peralatan menyeduh kopi. Kamu juga bisa memanfaatkan ambalan di dinding sebagai tempat penyimpanan biji kopi atau cangkir kopimu.

Bagaimana tipsnya? Sudah cukup memberikan gambaran untuk membuat kopi di rumah ya? Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang rumah Adelya dan Shandy, kamu bisa membaca wawancara lengkapnya di Lovely Nest Book. Cocok deh untuk jadi bacaan sambil ngopi di rumah sambil ditemani playlist Cerita Akhir Pekan dari Spotify kami.

 

*sumber foto:
foto meja kecil dekat jendela
https://ruemag.com/magazine/issue/issue-eleven#92

foto coffee bar dekat jendela
https://breakfast.alldriverme.com/12-bistro-table-breakfast-nooks-where-wed-love-to-have-our-morning-coffee/


img

Seorang "experience seeker" yang suka belajar banyak hal, khususnya di dunia desain dan kreatif. Bercita-cita punya rumah dan workshop yang didesain dan didekorasi sendiri. Saat ini sedang belajar membagikan pikiran dan pendapatnya lewat tulisan dan ilustrasi

  1. feni feni

    21 January

    atau beli biji dan ‘numpang’ giling di kedai kopi dekat rumah :)

  2. Greatnesia

    29 January

    Ternyata banyak juga ya yang musti disiapkan dan diperhatikan untuk menghasilkan secangkir kopi yang pas dan nikmat dengan selera kita. Kalau saya sih taunya tinggal seduh aja selama ini, soalnya masih jadi penikmat kopi sachet :D

    • Nike Prima

      27 February

      Kalo bentuknya mau kopi tubruk juga nggak apa-apa. :D Tergantung selera dan alat yang ada aja. Kalau mau eksplorasi tapi nggak mau terlalu repot, bisa juga coba pake french press atau alat pour over karena praktis, gampang didapat dan harganya juga banyak yang terjangkau.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: