READING

CERITA NIKE: APA KABARMU?

CERITA NIKE: APA KABARMU?

Halo, apa kabar kamu? Dengan Nike di sini. Saya adalah Co-Founder dan Creative Director dari Living Loving.

Sudah lebih dari enam bulan hampir dari kita semua di dunia mengalami masa yang begitu berat dan nggak menentu. Baru kali ini dalam hidup saya benar-benar menjalankan sebuah fase yang massal hingga berefek di berbagai belahan bumi. Selama ini, saya selalu berpikir wabah penyakit itu hanya dialami oleh generasi dulu. Seperti yang sering kita baca di sejarah. Bagaimana kolera, flu atau TBC bisa begitu mematikan.

Sekarang, Covid-19 benar-benar di sekitar kita. Mungkin kamu yang membaca blogpost inipun bisa saja sedang terkena. Hingga detik inipun, masih ada bagian dari hati saya yang terkaget-kaget dengan situasi yang kita alami.

Kalau pandemi ini menimbulkan efek yang berat buat kamu. Saya dan seluruh tim Living Loving mengirimkan peluk hangat dan semangat buatmu. Kamu nggak sendiri, dan semoga kamu terus diberikan kesehatan, kebaikan dan kemudahan dalam menjalani masa yang nggak mudah ini.

Kalau di masa ini kamu termasuk sebagian dari masyarakat yang cukup beruntung dan tidak mengalami konsekuensi yang merugikan secara signifikan. Kami sangat-sangat senang bisa mendengar ini, dan berdoa semoga kamu, keluarga dan orang-orang yang disayangi juga selalu sehat.

Pandemi ini tentu juga berpengaruh pada Living Loving. Sejak Maret, begitu banyak adaptasi yang kami lakukan sambil terus belajar membaca situasi yang nggak pasti. Kegiatan di studio Living Loving yang biasanya terjadi dari Senin hingga Jumat langsung berubah drastis di mana seluruh karyawan termasuk saya dan Miranti, Co-Founder dan Editor-in-Chief, bekerja di rumah.

Sejak awal 2020, tim Living Loving terdiri dari delapan orang (dan bertambah menjadi sembilan orang di bulan ini). Lima di antaranya baru bergabung minimal tiga bulan. Bahkan ada yang baru bergabung di awal Maret, dua minggu sebelum hampir semua orang harus bekerja di rumah saja. Dan satu lagi baru bergabung di awal September, sebelum penerapan PSBB kedua. Jadi, apa yang dialami tim Living Loving nggak hanya adaptasi kilat dan terus-menerus dengan keadaan pandemi ini. Tapi juga berusaha mengenal kantor baru. I know for sure that it really is not an easy-breezy task.

I know that each one of us in this team have experienced many stressed times. I know that each one of us had harder days. It really is frustrated sometimes when you feel like you are being pushed to the corner and you only have very limited options to even survive. Lelah, bingung, marah, sedih, sampai disorientasi rasanya. Yup, di balik berbagai konten yang kami buat dan tampilkan di platform kami..begitu banyak proses, cerita dan rasa di sana. Termasuk pengalaman-pengalaman yang nggak mudah.

But I have to say that we, especially Miranti and I, are really really proud of this team we have this year. They really have been pushing out from their comfort zone. Seperti di tiga bulan pertama bekerja di rumah, semua yang tergabung di Living Loving termasuk saya dan Miranti harus membuat video aktivitas kami di rumah. Proses kreatif dan produksi yang biasanya dijalani oleh masing-masing penanggungjawab, akhirnya harus dilakukan semua sendiri. Hanya editing video saja yang dibantu oleh editor.

Kaget? Sudah tentu, dong! Bahkan mereka yang memang biasa ngurusin bagian produksi video atau kreatif saja panik, karena harus nge-shoot sendiri, dan muncul di depan kamera. Tapi kalo nggak dilakukan, nggak bakal tahu dan belajar. Akhirnya, juga jadi lebih memahami dan menghargai pekerjaan teman-teman lain di dalam tim.

Itu hanya salah satu contoh kecil. Banyak banget hal baru yang kami pelajari sepanjang enam bulan terakhir ini. Begitu juga saya. Kadang mikir, rasanya kok kayak lari setiap hari? Nggak cuma kami yang ngos-ngosan, klien, kolaborator, dan teman-teman Living Loving juga jetlagged. Sering akhirnya dibawa ketawa biar nggak tegang terus.

Ada hari-hari di mana saya rasanya cuma pengen bengong nggak melakukan apa-apa. Ya, akhirnya saya lakukan juga sih meski waktunya nggak berhari-hari, karena saya sebagai salah satu yang memimpin di tim inipun harus menjalankan tanggungjawab dan keadaan.

Buat saya, diskusi dengan teman sesama pemilik usaha, sesama Ibu, sesama pekerja (tentu lewat Whatsapp atau Zoom, ya) membuat saya jadi lebih tenang, karena saya diingatkan kalau situasi ini kita lalui bersama-sama. Tapi, saya juga mencoba selalu memberikan waktu untuk diri sendiri. Karena begitu banyak hal yang terjadi setiap harinya sering membuat sayapun juga perlu waktu untuk memproses. Menjaga keseimbangan ini pelan-pelan membuat saya bisa menjalani hari ke hari dengan lebih baik.

Di saat ini untuk Living Loving, saya memilih untuk tidak memprediksi situasi dan merencanakan sesuatu yang sifatnya jangka panjang apalagi (kalo istilah bisnisnya) scalable. Saya memilih untuk banyak evaluasi dan terus mencoba untuk berkomunikasi dengan lebih baik dengan diri sendiri, partner, dan tentunya tim. Masa ini nggak mudah, tapi kami banyak sekali belajar.

We are surviving and hopefully we can build a stronger ground.

Buat kamu yang juga sedang mengalami tantangan di masa ini. Jangan lupa untuk terus berkomunikasi dengan diri sendiri dan mereka yang bekerja denganmu, atau yang berada di sekitarmu. Talk to your loved ones every now and then. I hope that you will always find love and light in every thing that you do.

If you feel like you have no one to talk to or simply want to share your stories, especially on running a small company during this pandemic, feel free to reach out to me through my e-mail nike(at)livingloving(dot)net.

Mungkin saya nggak akan bisa meresponnya dengan cepat, tapi saya akan berusaha membaca setiap e-mail yang masuk. Saya juga akan berusaha menjawab pertanyaan yang menurut saya sesuai dengan kemampuan atau pengalaman saya. I need you to know that you are not alone, and we are in this together.

Sending you warm hug, much love and light.

Hearts,
Nike


img

Suka menulis dan hobi menggambar rumah serta denahnya sejak kecil. Nike membuat Living Loving untuk mengembalikan dan mengembangkan kecintaannya akan menulis dan minatnya akan rumah, dekorasi dan desain. Mulai membuat website dan blog sendiri sejak 2000, mengkoleksi dan berbagi cerita selalu jadi bagian penting dalam hidupnya.

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.