
Bagi Nada Arini, perjalanannya menerapkan sustainable living di rumah dimulai dari mengajak suami dan anak-anak untuk mengerjakan kebiasaan sederhana seperti menyortir sampah dan mengurangi penggunaan AC. Mereka juga berusaha memakai barang semaksimal mungkin, karena itu barang-barang yang ada di rumah ini adalah barang-barang yang sama yang dibawa dari rumah lama. Bahkan kulkas yang raknya sudah pecah dan diganti dengan papan kayu pun masih dipakai di dapur. Sempat tinggal di rumah dengan banyak bukaan tapi tetap terasa gerah, Nada pun memutuskan untuk menggunakan jasa arsitek untuk merenovasi rumahnya agar dapat membuat desain dengan sirkulasi udara yang baik.
Akhirnya Nada menemukan Serasa Architect, biro desain yang punya spesialisasi membangun rumah dengan konsep Bioclimactic.Tim Serasa membantu Nada mendesain rumah yang memiliki sirkulasi udara serta pencahayaan alami yang baik. Selain itu, rumah ini pun memiliki Rain Water Harvesting System yang memanen air hujan untuk digunakan membilas toilet dan menyiram tanaman.
Lahan yang tersisa masih cukup luas. Pekarangan belakang ini dimanfaatkan oleh Nada sebagai area resapan air. Ada beberapa biopori di area ini. Sepetak lahan dimanfaatkan oleh Nada untuk menanam tanaman pangan seperti terong dan cabai. Di sebelahnya juga ada sebuah kandang ayam yang cukup besar, berisi 4-5 ekor ayam.
Kalau rumah Nada didominasi oleh dinding dan lantai semen ekspos, beda lagi dengan rumah orang tua dan adik Nada yang berlokasi di sebelahnya kanannya. Dinding nuansa putih memberi kesan terang. Dua fitur unik di rumah ini adalah talang air besar di sudut halaman. Juga pemilihan beton berpori untuk menghasilkan permukaan taman yang rata, smooth, dan yang terpenting: tidak tajam!
Kalau kamu penasaran ingin melihat lebih banyak tentang rumah Nada Arini, coba deh tonton video Lovely Nestnya di Youtube Living Loving. Klik tautan di bawah yaa:






Raj
Wonderful architecture structure & design. So beautiful House 🏠 & place. I love for house architecture design.