
Di sebuah apartemen mungil berukuran 30 m², Harun seorang visual merchandise manager, menemukan ruang pulang yang penuh kesadaran. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah orang tua dan sempat merasakan ngekos, Harun akhirnya memutuskan untuk memiliki tempat tinggal sendiri. Sebuah ruang pribadi yang bukan hanya sekadar tempat beristirahat, tetapi juga wadah untuk mengekspresikan karakter dan kebutuhannya. Di sinilah kehangatan hadir, bukan hanya dari lampu temaram, melainkan juga dari cerita-cerita yang tumbuh setiap hari.


Menciptakan Rumah di Ruang Terbatas
Sejak pertama kali pindah, Harun tidak terburu-buru mengisi apartemennya dengan berbagai barang. Baginya, setiap sudut harus lahir dari kebutuhan Harun. Area dapur menjadi titik awal dilengkapi dengan kitchen set yang menurut Harun adalah bagian paling penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Perlahan, apartemen ini pun terisi. Furnitur ditata bertahap, rak digunakan untuk memaksimalkan penyimpanan sekaligus mempercantik ruangan. Inspirasi desainnya datang dari gaya mid-century modern, dengan pendekatan yang fungsional namun tetap menghadirkan kehangatan.


Kamar tidur Harun ditata bukan hanya sebagai tempat rehat dari hiruk-pikuk Jakarta, tapi juga sebagai ruang personal. Rak-rak berisi benda favorit, dekorasi penuh makna, hingga koleksi yang memberi warna pada keseharian Harun. Dilengkapi turntable dan aroma terapi, kamar tidur ini menjelma menjadi oasis kecil yang menenangkan di tengah kota.






Cahaya, Suasana, dan Detail Kecil
Salah satu elemen yang paling diperhatikan Harun adalah pencahayaan. Di apartemen mungil ini, Harun menempatkan lima titik lampu dengan cahaya hangat yang tersebar strategis. Permainan bayangan dan cahaya lembut membuat ruangan terasa hidup, terutama saat malam tiba. Tak ada detail yang luput dari perhatian. Penempatan barang, komposisi warna, hingga ketinggian furnitur, semuanya dipikirkan dengan cermat. Bagi Harun, ruang mungil tetap bisa terasa lapang dan nyaman selama setiap elemennya dipilih dengan sadar.



Menemukan Kebahagiaan Bersama Anak Bulu
Hidup di ruang mungil terasa semakin lengkap sejak hadirnya Himi, kucing kesayangan Harun. Kehadiran Himi membawa kehangatan baru, membuat apartemen terasa lebih hidup dan penuh energi. Mengurus dan bermain bersama Himi menjadi bagian dari rutinitas yang membuat Harun lebih mindful.


Bagi Harun, rumah tidak harus besar. Yang terpenting, setiap sudutnya punya cerita dan fungsinya sendiri. Dari proses menata, perhatian pada detail, hingga momen sederhana bersama Himi, semua itu membuat ruang ini benar-benar menjadi miliknya. Tempat pulang yang nyaman, hangat, dan penuh makna.
Kalau kamu penasaran ingin melihat lebih banyak tentang Tiny Space Harun, bisa menonton videonya di YouTube Living Loving. Klik tautan di bawah yaa ✨
Leave a Reply