
Setiap rumah menyimpan cerita. Namun, di rumah Kristo Immanuel dan istrinya Jessica Tjiu, cerita itu tidak hanya tentang siapa yang tinggal di dalamnya. Lebih dari itu, rumah ini merekam proses, karya, dan perjalanan hidup Kristo dan Tjiu yang terus berjalan.
Seiring waktu, rumah ini dibiarkan tumbuh apa adanya. Tidak dibuat-buat dan tidak berusaha mengikuti tren tertentu. Karena itu, dari depan hingga ke ruang paling tersembunyi, setiap sudut terasa personal dan penuh makna.



Rumah sebagai Ruang Ekspresi Karya
Bagi Kristo dan Tjiu, rumah bukan hanya tempat pulang, tetapi juga ruang untuk mengekspresikan diri. Banyak karya seni di rumah ini dibuat sendiri atau dikerjakan bersama, mulai dari lukisan hingga objek-objek kecil.
Rumah ini terasa seperti jurnal visual yang merekam perjalanan kreatif mereka berdua. Tidak ada ruang yang benar-benar kosong atau sekadar pajangan. Sebaliknya, semuanya hadir karena pernah dan masih punya peran dalam hidup mereka.



Perpaduan Spanish House dan Mid-Century yang Personal
Secara visual, rumah Kristo dan Tjiu memadukan inspirasi Spanish House dengan sentuhan mid-century modern. Lengkungan di beberapa area, kaca patri, dan warna-warna hangat langsung memberi kesan rumah terasa lebih nyaman
Kalau diperhatikan, ada nuansa nostalgia di rumah ini. Seperti rumah kakek-nenek yang nyaman, mengingatkan akan rumah Kristo di masa kecil.



Ruang Tersembunyi di Balik Lemari Film
Salah satu bagian paling menarik dari rumah ini adalah ruang kerja yang tersembunyi di balik lemari. Dari luar, lemari ini terlihat seperti tempat penyimpanan buku dan referensi film biasa.
Namun, di baliknya ada ruang tempat Kristo menulis dan mengembangkan ide.
Di ruang kerja ini banyak proses kreatif berlangsung, mulai dari menyusun cerita hingga merancang visual film. Ruang ini dibuat untuk fokus, jauh dari distraksi. Sekaligus jadi pengingat kalau rumah bisa menampung kebutuhan personal dan profesional tanpa saling mengganggu.




Pada akhirnya, rumah Kristo dan Tjiu bukan tentang gaya tertentu atau seberapa estetik tampilannya, namun ruang yang tumbuh pelan-pelan, mengikuti perjalanan hidup dan karya penghuninya.
Ada proses, ada cerita, dan ada banyak kenangan yang dibiarkan tinggal di setiap sudutnya. Karena itu, rumah ini mengingatkan bahwa hunian tidak harus sempurna untuk terasa utuh.
Yuk, lihat rumah Kristo dan Tjiu lebih lengkap dengan menonton video Main ke Rumah Kristo Immanuel di bawah ini.
Jalan2Liburan
How nice, tema rumah yang ga ikut2an tren memang terlihat lbh tasteful! Bravo to the owner!!