DECOR INSPO: WALL COVERINGS

Sekarang kalau ke kafe-kafe maupun area publik lainnya, pasti kita suka banyak nemuin inspirasi material dinding yang menarik. Bikin kita kebayang-bayang gimana sih cara ngedapetin feel dan look yang sama untuk di rumah kita sendiri…

Salah satu elemen interior yang bisa memberikan dampak besar terhadap tampilan sebuah ruangan itu dindingnya. Sebelumnya Yudhi Puspa Tia sempat membahas material dinding yang bisa dijadikan pilihan saat proses pembangunan, di artikel Renovation 101: Memilih Material Bangunan. Nah, sekarang untuk material finishing atau pelapis dindingnya, masing-masing pilihan material bisa memberikan efek atau mood yang berbeda pada ruangan.

Sebelum kamu sibuk mengisi rumah atau kamarmu dengan berbagai perabot, ada baiknya menentukan desain dindingnya terlebih dahulu. Karena akan jauh lebih repot kalau dikerjakannya malah setelah semua perabot tertata rapi di dalamnya.

Beberapa ide aplikasi dinding yang bisa diterapkan, seperti:

1. Cat
Ini bisa jadi pilihan yang paling mendasar setelah dinding terbangun, memilih warna cat yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dalam ruangan tersebut. Setiap ruangan bisa memberi efek psikologis yang berpengaruh terhadap warna yang kita pilih, lho! Contohnya, untuk kamar tidur kamu bisa memilih warna-warna yang ‘kalem’ dan nggak mencolok, supaya tidur dan beraktivitas santai di dalamnya jadi lebih nyaman… Berbagai macam teknik pengecatan dinding dengan berbagai macam media juga bisa kamu aplikasikan supaya tampilannya nggak monoton.

Beberapa brand cat yang bisa kamu telusuri varian warnanya seperti Dulux, Jotun dan Avian. Bisa ditemukan di toko-toko bangunan seperti Ace Hardware, Mitra 10 dan Depo Bangunan.

2. Stucco
Aplikasi cat bertekstur ini suka disebut juga dengan teknik cat kamprot. Tingkatan kasar atau halusnya tekstur kamprot ini bisa diatur sesuai keinginan kamu. Seringkali teknik pengecatan seperti ini digunakan pada dinding-dinding ruang yang ingin lebih diekspos karena teksturnya yang cenderung acak itu kalau terkena cahaya bisa nimbulin efek bayangan yang menarik. Salah satu rumah teman kami, Diana Henry menerapkannya pada dinding kamar tidurnya dengan finishing warna putih untuk menciptakan kesan yang lega.

3. Mural
Mural ini bisa diartikan sebagai teknik menggambar dan melukis pada dinding dan sifatnya permanen. Mengambil sebagian dari keseluruhan bidang dinding dengan pilihan ilustrasi yang beragam. Bisa menjadikan ruangannya lebih berkarakter dan menunjukkan kesukaan si pemilik ruang seperti dinding kamar tidur Miky Setiawan yang menyukai tanaman. Sekarang ini mulai banyak jasa pembuat mural yang bisa men-‘transfer’ gambar keinginan kamu dari kertas ke dinding, seperti Sanrok Studio, Whatever Workshop dan Java Art Designs.

4. Wallpaper
Pilihan ini mungkin kurang populer untuk yang cepat merasa bosan dengan interior ruangan dan cenderung senang gonta-ganti tampilan. Tapi, treatment dinding ini efektif membuat dinding tampak terisi dengan cepat tergantung dari motif wallpaper yang digunakan. Untuk mengimbangi motif wallpaper yang ‘penuh’ atau ramai, kamu bisa mengisi ruangan tersebut dengan kumpulan perabot yang warnanya sama. Misalkan, penggunaan warna kayu yang sama antar semua perabot dan bila ada soft furnishing sebaiknya berwarna polos…

Beberapa brand lokal yang bisa kamu intip pilihan motif wallpapernya adalah Sekata Living dan Motiff Living.

5. Tiles
Dinding keramik banyak ditemukan di ruangan-ruangan yang lembap seperti kamar mandi maupun area dapur. Dinding dapur yang menggunakan keramik ini disebut backsplash. Bisa berupa mosaic tile dengan ukuran kecil, subway tile yang digunakan dalam dapur Tuning Soebagjo maupun tegel kunci dengan motif dan warnanya yang beragam seperti yang digunakan Diana Rikasari pada dinding dapurnya. Pilihan toko yang memproduksi tegel kunci, diantaranya Cayenne Home dan Tegel Kunci.

Brand mosaic, subway maupun tile keramik lainnya, diantaranya Expose ConcreteVenus Tiles , Eleganza dan House of Roman. Kalau sempat, coba deh kamu menyusuri toko-toko bangunan/material sepanjang jalan Panglima Polim Jakarta. Wisma Sehati, menurut kami termasuk toko yang paling lengkap, meski ada kekurangannya sih… yaitu tidak adanya jasa pemasangan.

5. Plastered/Semen Ekspos
Nah, gaya industrial yang sering kamu dengar itu memang lagi nge-trend banget sekarang. Dengan ciri khas tampilan ruang yang terlihat maskulin, raw dan unfinished. Warnanya yang cenderung abu muda ini bisa menciptakan kesan ruang yang ringan dan netral jadi bisa dipadu-padankan dengan berbagai warna pada pelengkap ruang seperti furnitur dan dekorasinya. Finishing ini juga sering dipilih untuk menekan budget interior, seperti SPOA Architects dalam proyek-proyek rumah tinggalnya.

6. Panel Kayu
Kayu seringkali digunakan dalam sebuah ruang untuk menciptakan kesan hangat karena merupakan bahan alami. Material ini agak tricky untuk diaplikasikan dalam rumah-rumah di negara tropis karena kalau tidak hati-hati dalam memilih tipe kayu yang benar, ada kemungkinan untuk menyusut. Salah satu contoh rumah yang menggunakan tekstur kayu pada dindingnya adalah Glass House di Bandung dan Apartemen Hanna & Michael.

Salah satu kelebihan dari penggunaan kayu adalah fleksibitas dalam membentuk dan menyusun papan kayu pada dinding. Oh ya, pastikan kamu suntik anti rayap satu tahun sekali, ya! Perawatannya simpel karena terdapat pembersih khusus kayu dan bisa kamu lap setiap bulannya.

7. Cermin
Material satu ini sebenarnya jadi solusi paling ampuh untuk menyiasati luasan ruang yang kurang besar. Walaupun harganya agak pricey tapi efek terhadap ruangnya cukup berasa dan menjadikannya terasa lega! Ukuran cermin bisa disesuaikan dengan keinginan kamu tapi yang perlu diperhatikan adalah saat perpindahan cermin tersebut ke dalam tempat tinggal kamu nantinya. Kalau kamu tinggal di sebuah apartemen, pastikan ukuran lebar dan panjang cermin nggak melebihi besaran lift untuk membawa cerminnya, ya!

8. Bata Tempel
Ingin dinding “ala-ala” bata ekspos tapi dindingnya sudah terlanjur berupa plesteran? Masih mungkin kok… Sekarang ini ada beberapa pilihan ‘bata ekspos’ tapi kami menyarankan bata tempel yang materialnya menyerupai bata asli namun ketebalannya hanya setengah dari yang asli. Dengan sistem ditempelkan pada dinding, setelah disusun layaknya dinding bata, tampilannya akan sama persis kok! Seperti yang terlihat pada ruang keluarga Yanuar + Pepy. Nat atau garis pemisah antara setiap batu bata bisa kamu atur jaraknya sesuai keinginan.

Untuk mencari material ini, kamu bisa mampir ke Omah Bata, Bakoel Bata dan juga Bata Tempel.

9. Artwork
Karya seni dua dimensi seperti lukisan pastinya jadi solusi tepat untuk mengisi bidang dinding yang terkesan polos dan sifatnya juga sementara jadi cocok untuk yang cepat bosan. Pas untuk kamu yang memiliki koleksi karya maupun memorabilia yang ingin memajangnya dan merotasi koleksinya secara berkala. Bisa jadi salah satu solusi penyimpanan, karena koleksinya jadi terpasang secara vertikal dan nggak memakan banyak ruang gerak.

Dengan berbagai pilihan aplikasi pada dinding ini, semoga kamu menemukan yang cocok untuk diterapkan dalam rumah maupun kamarmu ya… Pastikan kamu mengenali kelebihan dan kekurangan dari setiap material supaya pemasangan dan perawatannya pun bisa sesuai, hasilnya bisa lebih maksimal dan umurnya jadi panjang, deh!

Foto milik:
1. Feature Image
Rumah Anna Tasya Daru dengan wallpaper dari The Florist Collection oleh MotiffLiving

2. Aplikasi dinding dengan penggunaan cat
Apartemen Sean Fennessy dan Jess Lillico dari The Design Files
1930’s California Bungalow dari The Design Files

3. Aplikasi dinding mural
Mural tanaman pada dinding kamar tidur dari Miky Setiawan

4. Aplikasi dinding dengan penggunaan wallpaper
The Florist Collection oleh MotiffLiving

5. Aplikasi dinding dengan penggunaan subway tiles
Dapur rumah Tuning Soebagjo dari OhHappyHome

6. Aplikasi dinding semen ekspos
Reduhouse 04. Regehiku House oleh SPOA Architects

7. Aplikasi dinding panel kayu
Glasshouse di Bandung dari Ario Pratomo

8. Aplikasi dinding dengan penggunaan cermin
Open House Ligia Mitaini dari Casa de Valentina


Ibu satu anak yang suka mempercantik rumah. Sebelumnya bekerja sebagai desainer interior di IKEA. Sangat suka menulis dan menonton film yang realistis, dan penggemar berat karya-karya Woody Allen. Kamu bisa menyapa April lewat editorial (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.