READING

MENJELAJAH RUANG TERBUKA DI SINGAPURA

MENJELAJAH RUANG TERBUKA DI SINGAPURA

Berawal dari kagum saat pertama kali datang ke negara ini, Adinda memutuskan untuk berpisah dari keluarga dan teman-temannya untuk meneruskan studinya di Singapura. Saking betahnya, akhirnya lanjut terus deh sampai sekarang dan menetapkan untuk bekerja di perusahaan logistik. Impresi pertama yang dia dapat itu perasaan aman dan nyaman, nggak takut sama sekali kalau ditinggal orang tuanya. Setelah tinggal di sana lebih dari 10 tahun, nyatanya malah membuat dia makin kagum karena sampai sekarang belum ngerasa bosan. Semua pergantian dari perkembangan kota sampai berbagai macam pameran serba dinamis dan fasilitas publik yang disediakan pemerintah makin menarik hatinya.

Untuk melepas jenuhnya kerjaan kantor, Adinda memilih berolahraga hampir setiap sore. Ternyata di negara sekecil inipun, banyak lho tempat yang bisa dieksplorasi dan rute larinya setiap hari selalu berubah sesuai mood. Nggak melulu harus di stadium olahraga untuk cari trek lari yang layak, jalan sekitar juga sangat ramah untuk pelari maupun pejalan kaki. Adinda pun berbagi sedikit seputar aktivitas luar ruang yang biasa ia jalankan di kota ini.

Ceritakan dong tentang tempat kamu tinggal sekarang…
Aku udah tinggal di Singapura lebih dari 10 tahun sekarang. Berawal dari datang kesini untuk nikahan sepupuku pas aku masih berumur 11 tahun. Saat itu sisi petualangku muncul dan langsung minta izin ke orangtuaku untuk menetap dan melanjutkan studiku di Singapura. Setelah lulus SMA di Jakarta, aku dikirim orangtuaku dan akhirnya tinggal di Red Dot sendirian. Semuanya serba mendadak, aku cuma punya dua minggu untuk menyiapkan barang-barangku dan pamit ke teman-teman.

Apa 5 hal yang paling kamu sukai dari lingkungan tempat tinggal kamu?
Aku tinggal di bagian barat Singapura, sekitar 45 menit dari pusat kota. Alasan kenapa aku pilih area ini karena dekat dari tempat kerjaku, stasiun MRT dan juga Lot One Mall. Transportasi publik sangat mudah dicari, seperti pemberhentian bis yang rutenya langsung ke pusat kota.

Berlari dan bersepeda setelah pulang kantor udah jadi rutinitasku jadi sangat penting buatku untuk bisa tinggal di area yang mendukung kegiatanku ini. Tempatku berlari biasanya mulai dari apartemen di Choa Chu Kang sampai ke Little Guilin di area Bukit Gombak. Di area ini ada danau kecil dengan tebing-tebing buatan.

Biaya hidup di Singapura itu relatif mahal, tapi di area tempat tinggalku ini masih bisa nemuin makanan dengan harga $3, dan harga segitu terbilang cukup murah dibandingkan jajanan di pusat kota. Selain itu, area ini terasa lebih lokal dan orisinil. Kadang hidup di negara kecil yang penuh dengan ekspat dan dikunjungi oleh turis secara rutin, bikin susah untuk ngeliat langsung adegan nyata kehidupan warga lokal.

Apa sih kegiatan favoritmu di waktu luang dan di akhir pekan?
Saat akhir pekan, aku suka lari di pusat kota atau taman-taman nasional seperti Macritchie, Punggol Waterway atau area Marina Bay. Setelah itu lanjut  brunch atau kumpul sama teman-temanku. Di sini juga banyak banget museum-museum yang pamerannya berganti dengan cepat, seperti National Gallery, Art Science Museum, dan Singapore Arts Museum.  Pameran gratis dan juga festival gampang banget ditemuin. Akhir pekan disini nggak pernah membosankan soalnya ada aja acara yang bikin aku lupa masalah kantor dan aku masih merasa seperti turis walaupun udah tinggal selama 10 tahun.

Biasanya kamu suka berolahraga di mana aja?
Ada beberapa tempat yang muncul di kepalaku untuk hal ini. Aku nggak bisa nentuin mana yang paling bagus karena semua tergantung perasaanku saat itu. Tiap tempat ada karakteristiknya tersendiri. Saat sisi petualangku muncul, aku suka ke Macritchie. Saat merasa bersemangat, aku suka lari sepanjang Singapore River dan menuju Marina Bay Sands sampai River Valley. Saat aku merasa ingin sendiri dan menikmati ketenangan, aku akan ke Punggol Waterway Park dan untuk menikmati alam yang serba hijau aku akan ke Southern Ridges.

5 lagu yang nyemangatin kamu saat berolahraga di kota ini?

  • The Travelling Song oleh Pete Josef (Kyoto Jazz Sextet Remix)
  • Clap Your Hands oleh Whilk and Misky
  • Summer Days oleh Rhye
  • Til I Collapse oleh Eminem
  • I Bet You Look Good On The Dancefloor oleh Arctic Monkeys

Apa sih yang bikin kamu betah di Singapura?
Pertama, karena dekat sekali dengan rumah (Indonesia) dan banyak makanan khas Indonesia yang masih bisa aku temuin di sini. Sebut aja, pasti ada. Soto betawi? Bebek goreng? Sop buntut? Hmm, kalaupun sate padang nggak ada tapi tiket untuk pulang ke Jakarta masih lebih murah dari mengisi bensin mobil. Hahaha.

Kedua, aku tergila-gila sama semua area publik dan taman yang disediakan oleh pemerintah, bisa dinikmati kapanpun dan desainnya sangat dipikirkan matang-matang. Ketiga, pastinya Bandara Changi! Nggak perlu penjelasan panjang tentang ini, yang jelas nggak pernah ngerasa bosan  kalau penerbangannya delay.

Selain spot olahraga, kamu punya rekomendasi tempat makan di Singapura?
Sarapan: Tiong Bahru Bakery (croissant almondnya wajib coba!), Aliff’s untuk prata telur kejunya.
Makan siang: Pusat jajanan manapun! Kamu harus coba makanan-makanan lokalnya.
Makan malam: Pusat jajanan Chomp Chomp atau East Coast Lagoon Food Center untuk kepiting saus sambal dengan mantau, omelet udangnya dan juga sayap ayam!

Biasanya kalau ada teman atau keluarga yang datang, suka kamu bawa jalan-jalan ke mana aja?
Aku suka ajak mereka naik sepeda keliling mulai dari Clarke Quay sampai Marina Bay Sands untuk dapetin semua area turis. Setelah itu ke Telok Ayer, Chinatown, dan Tanjong Pagar untuk pengalaman yang lebih lokal. Untuk mereka yang lebih senang berpetualang, aku suka ajak mereka ke taman Fort Canning atau The Southern Ridges. Untuk wisata malam, rute yang tepat pastinya Clarke Quay, Boat Quay, Telok Ayer, dan Ann Siang Hill.

Menurut kamu, tempat terbaik untuk menikmati pemandangan dimana?
Macritchie Tree Top Walk, Mount Faber Lookout dan yang selalu jadi spot favoritku untuk melihat betapa rapinya kota ini bisa dari bagian belakang The Shoppes di Marina Bay Sands.

Kapan sih waktu yang tepat untuk mengunjungi Singapura?
Kapanpun! Mau saat musim panas atau musim hujan, benar-benar kapanpun! Saat musim hujan, kondisi sekitar masih sangat mendukung karena pejalan kaki terlindungi oleh kanopi dan banyak penyeberangan jalan bawah tanah. Mungkin kamu mau bawa payungmu yang paling bagus sebagai prop utama untuk dapetin foto Instagram yang bagus ?

Ternyata negara yang identik dengan belanja punya daya tarik yang lain, terutama untuk yang suka beraktivitas di luar ruang. Terimakasih ya, Adinda udah ngajak kami lihat sisi Singapura yang lain dari yang kita tahu sebelumnya!


Ibu satu anak yang suka mempercantik rumah. Sebelumnya bekerja sebagai desainer interior di IKEA. Sangat suka menulis dan menonton film yang realistis, dan penggemar berat karya-karya Woody Allen. Kamu bisa menyapa April lewat editorial (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

INSTAGRAM
KNOW US BETTER