Eksperimen Desain Rumah Dhanie dan Salman dari Renovasi Rumah Developer

Bagi pasangan arsitek Dhanie dan Salman, rumah bukan hanya tempat untuk beristirahat, tapi juga ruang eksplorasi dan refleksi. Sebagai founder dari biro arsitektur Dhanie+Sal, keduanya sudah banyak merancang rumah untuk klien. Namun kali ini, mereka berperan ganda: sebagai arsitek sekaligus penghuni yang ingin menciptakan rumah impian bagi keluarga kecil mereka. Menariknya, rumah ini bukan dibangun dari lahan kosong, melainkan hasil renovasi rumah developer. Dari rumah standar yang umum ditemui di kompleks perumahan, Dhanie dan Salman mengubahnya menjadi hunian yang efisien, hangat, dan penuh cerita melalui proses yang perlahan dan penuh pertimbangan.


Menciptakan Rumah dari Hunian Developer
Keputusan membeli rumah developer mereka ambil pada tahun 2017. Saat itu, Dhanie dan Salman merasa lingkungan perumahan ini paling sesuai untuk membesarkan anak. “Menurut kami, membesarkan anak butuh lingkungan yang lebih luas dari sekadar rumahnya saja,” Dhanie menjelaskan. Bagi mereka, ruang luar dan suasana sekitar sama pentingnya dengan desain interior. Selain faktor lingkungan, lokasi rumah ini juga menjadi pertimbangan. Letaknya tidak jauh dari kantor mereka, Dhanie+Sal, membuat keseharian antara pekerjaan dan kehidupan keluarga jadi lebih seimbang.




Rumah Sebagai Laboratorium Desain
Bagi Dhanie dan Salman, rumah ini bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga laboratorium desain tempat mereka bereksperimen dengan ide dan solusi arsitektur. Sebagai arsitek, mereka menganggap proyek pribadi ini sebagai bentuk pertanggungjawaban profesional, menunjukkan bagaimana prinsip yang mereka pegang diterapkan dalam kehidupan nyata. Dengan luas lahan hanya 78 m² dan bentuk tanah yang unik, mereka tertantang untuk menciptakan rumah yang efisien tanpa mengorbankan kenyamanan. Prinsipnya sederhana: sebisa mungkin memanfaatkan kondisi eksisting agar tidak boros sumber daya dan biaya. Beberapa elemen lama pun mereka pertahankan. Pintu utama, misalnya, dulunya adalah pintu belakang yang mereka pindahkan ke depan. Meja makan lama tetap digunakan karena sudah dibuat custom mengikuti bentuk lahan yang tidak simetris. Bahkan meja kerja lama kini ditempatkan di ruang keluarga, menyatu dengan aktivitas harian.




Rumah yang Dirancang Bersama Penghuninya
Proses desain rumah ini tidak hanya melibatkan dua arsitek, tapi juga seluruh penghuni rumah termasuk Baran, anak mereka, dan asisten rumah tangga yang membantu di rumah. Untuk kamar Baran, mereka sempat menyesuaikan keinginan sang anak yang ingin memiliki bunk bed. Namun setelah berdiskusi dan mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang, Dhanie dan Salman menawarkan desain lain yang lebih fungsional dan Baran pun menyukainya.
Sementara itu, dapur yang mereka rancang tidak besar, namun sangat efisien. Dapur ini bahkan selama ini mampu digunakan untuk memasak makanan untuk 30 orang setiap hari, termasuk tim arsitek Dhanie+Sal. Dalam prosesnya, mereka berdiskusi dengan asisten rumah tangga untuk menentukan tata letak kabinet, posisi peralatan, dan alur cara kerja yang paling nyaman digunakan sehari-hari.











Lewat rumah ini, Dhanie dan Salman ingin menunjukkan bahwa desain yang baik tidak harus dimulai dari nol. Dari rumah developer yang sederhana, mereka berhasil menghadirkan hunian yang efisien, personal, dan kontekstual. Bagi mereka, rumah ini adalah bukti bahwa arsitektur terbaik bukan hanya tentang bentuk, tapi juga tentang proses bagaimana setiap keputusan desain tumbuh bersama kehidupan penghuninya. Untuk melihat rumah Dhanie dan Salman secara lebih lengkap, termasuk detail eksperimen desain dan aktivitas keluarga di dalamnya, tonton video Lovely Nest: Dhanie + Salman melalui link di bawah ini.
Leave a Reply